NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raya ingin memberi kesempatan untuk Bagas.

Sudah tiga hari Raya dirumah Ibunya, kata kata yang dikatakan oleh Ibu dan Nisa membuat Raya berpikir. Kalau Bagas memang butuh kesempatan kedua.

Selama ini dia baik dan tidak pernah main kasar, mungkin benar kata Ibunya, wanita itu yang justru sengaja ingin menghancurkan rumah tangganya.

Galang sudah betah disana dia sekarang tengah main lego bersama dengan Raka di ruang tamu. Sementara Gilang sedang melihat Nisa buat kue didapur. Rumah yang tiga hari lalu penuh badai, kini terasa hangat lagi.

Raya melihat hal itu, dulu sebelum semua ini terjadi, Dia dan Bagas juga seperti itu, Bermain dan bercerita bersama kedua anak anaknya. Mereka akan tertawa bersama saat Gilang bercerita tentang teman sekolahnya. Atau apa saja kejadian yang dialaminya hari itu. Lucu. Raya rindu hal itu.

" Senang ya melihat mereka tertawa lepas. Tidak ada beban. Bahagia," Ibu Raya ikut melihat apa yang dilihat Raya.

Raya angguk pelan. Senyumnya kecil, tapi nyata." Iya Bu, sudah tiga hari kami disini, semua terasa indah, mereka tidak harus melihat mama dan papanya adu mulut. Tidak baik juga untuk mental mereka."

Tangan tua itu mengelus punggung Raya pelan." Mereka tidak butuh rumah besar, Nak. Mereka butuh rumah yang adem. Dan adem itu bukan dari AC, tapi orang orang didalamnya tidak saling menyakiti. "

Raya mengangguk membenarkan kata Ibunya, sejatinya orang tua memang ingin memberikan yang terbaik untuk anak anaknya.

Gilang berlari dari arah dapur, menghampiri Raya yang ada di depan pintu kamar. " Ma, coba ini ma. bude buat kue bolu. Enak ma." Gilang ingin menyuapi Raya kue bolu yang ada ditangannya.

Raya membuka mulutnya, Gilang segera memasukan potongan kue tersebut kemulut Raya. " Bagaimana ma?" Gilang bertanya dengan antusias, karena dia penasaran dengan pendapat Raya tentang kue yang dibuat Nisa.

" Hmm, enak sekali kue buatan Bude, Mama jadi pengen lagi." Raya bicara sambil mengunyah kue tersebut.

" Iyakan ma, Bude...kue Bude enak kata mama.." Gilang berlari kedapur sambil berteriak memanggil Nisa yang masih ada didapur.

Raya dan Ibunya tersenyum melihat tingkah Gilang yang mengemaskan.

" Berikan anak anakmu rumah yang nyaman nak."

Raya mengerti maksud Ibunya, Raya memang harus memberi Bagas kesempatan untuk memperbaiki diri. Demi anak anaknya.

Malam itu setelah anak anak tidur. Raya mengumpulkan keluarganya diruang tamu, dia ingin membicarakan tentang nasib rumah tangga nya.Yang belum jelas kemana akan dibawa.

Setelah semuanya berkumpul disofa,Raya baru bicara." Ibu, Mas dan Mbak Nisa.." Raya menarik napas.

" Aku sudah tidak bisa bohong lagi, dua hari aku terus memikirkan rumah tanggaku."

Ibu melihat mata Raya," Kamu tidak harus jelaskan kalau kamu belum siap, Nak."

" Bukan, Bu. Aku siap. Aku hanya takut salah," Raya memainkan kuku nya." Apa aku jahat , kalau aku mau beri Bagas kesempatan kedua. Aku tidak bisa seperti ini terus, Aku bingung Bu, Mas." Raya melihat Ibu dan Raka bergantian.

Raka tidak langsung jawab.Dia melihat adiknya. Cari tanda marah, kecewa atau takut. Tapi tidak ada, hanya wajah yang capek .

" Kalau kesempatan kedua itu buat kamu bahagia , kami akan selalu mendukung setiap keputusan yang kamu ambil. Dek."

" Aku takut Mas, kalau aku beri Bagas kesempatan, Bagas akan mengulangi hal itu lagi, Aku takut kecewa lagi." Mata Raya berkaca kaca.

" Kalau kamu menyakiti kamu lagi, kamu bisa pulang kesini. Pintu rumah ini akan selalu terbuka buat kamu dan anak anakmu.Dek." Balas Raka.

" Betul Raya, kami masih disini untuk kamu. Tetap disini." Timpal Nisa.

Raya diam cukup lama, dia sangat terharu dengan kata kata keluarganya, mereka sangat peduli padanya. Andai tidak ada mereka. Raya tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya dan juga anak anaknya sekarang.

" Terimakasih karena kalian semua sangat peduli padaku,"

" Tentu saja sayang. kami ini keluarga kamu. Jadi sebagai keluarga. kami akan mendukung setiap keputusan yang kamu ambil.Apapun itu." Nisa memeluk Raya.

" Besok aku akan pulang kerumah, tapi aku tidak bawa anak anak dulu."

" Besok mas temani kamu, sekarang Istirahat lah." Raka berdiri dari tempat duduknya.

Raya dan yang lainnya juga ikut bangkit dari tempat duduk masing-masing, Karena besok mungkin akan menjadi hari yang baik. MUNGKIN.

Semenjak pulang dari rumah Ibu Raya waktu itu. Bagas sama sekali tidak ada keinginan untuk keluar dari rumah. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan merokok dan merenung.

Saridewi sangat kesal dengan tingkah Bagas sekarang. karena dia masih sayang pada anaknya. Mau tidak mau SariDewi tetap mengirim makanan untuk Bagas. Dengan hati yang kesal. karena uangnya harus terpakai untuk makanan Bagas.

Layar HP Bagas kembali menyala. Layar penuh dengan notifikasi pekerjaan. Yang paling atas dari Satria atasan Bagas.

Bagas enggan mengangkat nya, Biar saja semua hilang. Toh untuk apa juga dia bekerja, istri dan anak anaknya juga sudah pergi.

" Dimana Bagas ini? kenapa panggilanku tidak diangkat?" Satria yang ada diruang kerjanya, Satria sangat kesal. Banyak proyek besar yang dicancel karena ulah Bagas.

Satria berjalan keluar dan memanggil Andini yang ada diruang lain." Andini, kamu telpon Bagas sekarang, kalau perlu kamu pergi kerumahnya dan seret dia kesini!" Perintah Satria.

" Baik pak." Andini tersenyum licik. Andini berjalan keluar.

Setelah masuk mobil. Andini merapikan bajunya, kancing bajunya sedikit dibuka,lipstiknya ditambah lagi.

Andini segera melajukan mobilnya kerumah Bagas, karena ini permintaan dari Bos. Jadi Andini punya alasan untuk menggoda Bagas lagi, Semua yang terjadi kepada Bagas. Andini tahu karena Saridewi yang selalu memberitahunya.

Tidak lupa Andini mengirim pesan kepada SariDewi, kalau hari ini dia akan datang kerumah Bagas. Dan meminta untuk tidak memberitahu Bagas.

" Bagas, mau sampai kapan kamu seperti ini? Bangkit lah nak, Ya ampun!" SariDewi mengomel, Banyak sekali puntung rokok yang berserakan dimana mana.

Hal itu membuat SariDewi kesal, karena dia benci dengan rokok.

" Mama pulang saja, kenapa mama terus datang kesini? mama pasti senang kalau aku dan Raya berpisah bukan?" Bagas masih mengisap rokoknya. Dalam. Hembusan asap yang keluar dari mulut Bagas, terasa seperti separuh beban ikut keluar.

" Tentu saja mama senang, tapi tidak dengan cara seperti ini, kamu harusnya bisa bangkit. kamu itu lelaki hebat. kamu ganteng, pekerjaan kamu juga bagus. Banyak wanita yang akan mau sama kamu. Andini misalnya."

Bagas menatap mamanya dengan marah, bisa bisanya mamanya menyebut nama Andini. Padahal jelas jelas Andini yang sudah menghancurkan rumah tangganya.

Bagas tidak mau berdebat dengan mamanya, karena percuma saja dia bicara. Mamanya sama sekali tidak akan mau kalah. Pendapatnya tetap yang betul.

" Kamu makan dulu, Mama ada urusan mendesak." SariDewi membaca pesan dari Andini.

Andini bilang kalau dia akan segera sampai kerumah Bagas.

Tentu saja SariDewi sangat senang, Dia akan membiarkan Bagas dan Andini lebih dekat lagi. Kapan lagi dia bisa punya menantu kaya dan cantik seperti Andini.

Nanti dia bisa pamer ke teman temannya kalau menantunya sangat cantik.Pasti nanti teman temannya Iri.

.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!