NovelToon NovelToon
100 Cerpen Tengah Malam Untuk Anak-Anak

100 Cerpen Tengah Malam Untuk Anak-Anak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:95
Nilai: 5
Nama Author: R.H Rahman

Kumpulan kisah yang dapat membangkitkan kognitifitas, ketakutan dan kenangan masa kanak-kanak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.H Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Setelah tumpukan bangkai tikus berhasil mereka bakar hingga hangus menjadi abu hitam dan asap menyengat, keheningan kembali turun. Tapi itu bukan kedamaian. Itu adalah napas tertahan dari kematian yang sedang bersiap menyambar.

Tanah dan lantai di bawah kaki mereka tiba-tiba bergetar seperti ada yang memukul.

DUM..

DUM.. DUM..

Getarannya berat, teratur, dan semakin lama semakin dahsyat hingga membuat tulang-temulang mereka bergemeretak di dalam daging. Seperti gajah yang berlari, tapi jauh lebih besar. Jauh lebih berat. Seperti bongkahan batu raksasa yang sedang menggelinding.

"Ada apa itu...?" bisik Deri, suaranya lirih dan pecah. Tangannya mencengkeram gagang parang begitu kencang hingga buku-buku jarinya memutih.

"Itu bukan hewan kecil lagi," desis Sulaiman. Matanya tajam menembus kabut tebal yang tiba-tiba turun. Tangannya meraih benda kesayangannya: gergaji mesin yang setia membantunya menebas apa saja. "Siapkan nyali kalian. Raja hutan ini datang untuk menagih hutang."

Tiba-tiba...

BRAAAK!!! TUUUUMB!!!

Pohon-pohon raksasa setinggi puluhan meter tumbang bagaikan batang korek api yang dipatahkan. Dari balik kegelapan dan kabut, muncul sesosok makhluk yang membuat lutut Deri lemas hingga ia hampir ambruk.

Itu babi hutan. Tapi..? Itu bukan babi biasa, hewan yang ukurannya tak wajar itu adalah jelmaan lain yang muncul dari balik bilik alam gaib.

Ukurannya sebesar truk kontainer kecil. Kulitnya tebal, kasar, berwarna abu-abu gelap penuh dengan bekas luka pertempuran purba yang mengerikan, ditumbuhi bulu-bulu kaku seperti kawat berduri berkarat. Namun yang paling mematikan dan mengerikan adalah taringnya. Dua taring raksasa panjangnya lebih dari satu meter, melengkung tajam ke atas, berwarna kekuningan dan mengkilap basah, seakan setiap hari diasah dengan darah mangsa.

Matanya bukan mata hewan. Itu bola mata merah darah, menyala penuh kebencian tak terampunkan. Makhluk itu mengangkat moncongnya, menghirup udara, mencium bau manusia yang dicarinya.

"GRROOOOAAAAARRRRR!!!

UUUUUAAAAARRRRR!!!"

Aumannya bukan sekadar suara, itu adalah gelombang kejut yang mengguncang jiwa. Burung-burung berterbangan panik hingga tak satu pun yang masih tertinggal.

"Kabur Bos! Itu Iblis! Itu jelmaan setan!!!" Deri menjerit histeris, tubuhnya gemetar hebat, sudah berbalik ingin lari menyelamatkan nyawa.

"BERHENTI BODOH!!!"

Tangan kekar Sulaiman mencengkeram kerah baju Deri dan melemparnya keras ke tanah. "Lari sama saja dengan mati dikoyak dari belakang! Lihat aku! Kali ini kita akan menyaksikan cabikan siapa yang lebih brutal!"

"Tapi bos?! Dia bisa menghancurkanmu menjadi daging cincang dalam sekejap!" teriak Herman, wajahnya pucat menghitam melihat ukuran musuh yang tidak masuk akal itu.

"Minggirlah kalian berdua!" Sulaiman mendorong Herman menjauh. "Kau jaga bagian sisi! Jangan biarkan dia memutar! Biar dia fokus padaku! Aku yang akan membelahnya!"

Sulaiman melangkah maju. Pria tinggi tegap itu terlihat seperti anak kecil di hadapan gunung daging, tapi aura membaranya sama ganasnya. Ia adalah tetua penebang, dan tidak ada yang boleh menghalanginya.

"Dia babi atau iblis, hari ini aku jadikan dia dendeng!" teriak Sulaiman.

Ia menarik tali starter dengan sekuat tenaga.

Teng... teng... brummmm... BRUMMMMM!!!

Mesin menderu garang, rantai besi berputar cepat hingga menghilang, memotong udara dengan suara mengerikan yang siap merobek apa saja.

Babi raksasa itu menatap benda berisik di tangan manusia kecil itu. Ia merasa terhina. Dengan amarah yang meledak-ledak, ia menundukkan kepala, mengarahkan taring mautnya, dan menyeruduk.

GRUUUUUURRROAK!!!

Kecepatannya luar biasa untuk ukuran sebesar itu. Seperti kereta api yang lepas rel.

"AWAS SULAIMAN!!!"

Sulaiman tidak mengelak mundur. Justru ia maju selangkah. Saat tubuh raksasa itu hampir menabraknya, dengan refleks yang tepat ia melompat menyamping dan menempel di sisi badan makhluk jelmaan itu.

GRRRRZZZTTTT!!! KRRSAAAAKK!!!

Gergaji tajam langsung mencebur dalam-dalam ke dalam daging tebal dan keras yang ada di hadapannya.

SYURRROOOAAAK!!!

Darah segar menyembur deras bagaikan minyak yang keluar dari bumi, membasahi seluruh wajah dan tubuh Sulaiman hingga ia buta sesaat. Bau anyir besi yang panas dan menyengat memenuhi udara. Babi itu meringkik kesakitan dan marah, suaranya mengerikan bagaikan ribuan orang yang disembelih bersamaan. Tubuhnya mengguncang hebat, berusaha melempar pengganggu kecil itu.

"MASUK! MASUK LEBIH DALAM KAU BRENGSEK!!!" raung Sulaiman.

Ia mengerahkan seluruh sisa tenaganya, menekan gergaji itu membelah daging, memotong urat, memisahkan otot hingga terdengar suara tulang yang mulai terkikis. Daging yang robek terlihat merah menyala, lemak panas mencair dan menetes ke lantai membentuk genangan lengket.

Babi itu mencoba menggigit, mencoba menanduk ke belakang, tapi Sulaiman menempel seperti lintah, tidak mau lepas.

Herman dan Deri hanya terpaku kaku, napas mereka tertahan melihat adegan barbar itu. Mereka melihat bagaimana gergaji mesin itu hampir menembus keluar dari sisi lain tubuh monster itu.

"MATILAH KAU!!!"

Sulaiman menarik gergajinya dan dengan mata berdarah, ia menusukkannya tepat di belakang kaki depan raksasa itu, memotong urat kakinya dengan kasar.

KRAKK!!! BYUR!!!

Kaki depan babi itu patah dan lemas seketika. Tubuh raksasa itu ambruk ke tanah dengan suara gemuruh yang dahsyat.

DUMMMMMM!!!

Tanah di sebagian belakang makhluk itu, dan lantai kayu di sebagian depannya, keduanya sama-sama bergetar hebat, debu dan tanah terlempar ke mana-mana. Namun babi itu ternyata belum mati. Ia masih menggerakkan tubuhnya, masih mencoba menggigit, matanya masih menyala penuh kebencian yang tak terperi.

Sulaiman tidak memberi ampun. Ia memanjat naik, duduk di atas leher tebal makhluk itu. Darah yang membanjir dari luka-luka menganga, kembali membasahi seluruh tubuh Sulaiman hingga ia sekali lagi tampak seperti sosok jin merah yang baru saja keluar dari bara.

"SUDAH CUKUP!!!"

Dengan kedua tangan yang gemetar menahan beban dan getaran mesin, ia mengarahkan ujung gergaji yang masih menderu ganas tepat ke celah leher, di mana tulang belakang bertemu dengan tengkorak.

GRRRRZZZTTT!!! WSSSHHH!!! KRAAACCK!!

Rantai besi itu menembus daging, memotong urat nadi besar, dan mulai menggerogoti tulang yang lebih dalam.

Darah menyembur deras seperti air terjun, membanjiri wajah Sulaiman hingga ia tak bisa melihat. Bau anyir bercampur bau daging gosong dan lemak panas menusuk hidung hingga tak ada lagi aroma lain yang dapat tercium.

Babi hutan raksasa itu mengeluarkan suara rintihan terakhir. Suara itu bukan suara hewan, melainkan lebih mirip teriakan manusia raksasa yang sedang sekarat dan disiksa.

"Uuuuuaaaaaaaarrrrrgggghhh......."

Tubuhnya bergetar hebat sekali, berkedut-kedut, lalu perlahan kaku. Matanya yang merah menyala perlahan meredup menjadi kosong melompong. Napasnya berhenti. Hening kembali menyelimuti, hanya tersisa suara tetesan darah yang jatuh sepeti ketukan.

Tek... tek... tuk...

Sulaiman mematikan mesinnya.

Ded..ded..ded..deded...

Hening total.

Ia turun dari bangkai makhluk jelmaan itu dengan kaki gemetar tak berdaya. Napasnya tertekan lelah, dadanya naik turun seperti kereta uap yang kepanasan. Di tangannya, gergaji mesin itu berlumuran darah, rantainya merah menyala.

"Bo bo bos.." Deri mendekat dengan langkah pelan, wajahnya pucat kuning dan kakinya lemas. "Itu... itu makhluk jin lainnya, iyakan? Apakah..."

"Sudah mati," potong Sulaiman pendek, suaranya parau dan berat. Ia meludah ke lantai, ludah air liurnya lalu bercampur dengan genangan darah. "Dan hari ini... kita yang masih berdiri." Tambahnya sembari duduk bersandar di dinding gubuk yang sebagian besar telah ambruk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!