NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

 Setelah menerima platik belanjaan, Marni heran melihat pakaian Dahlia yang penuh percikan kotor.

 "Kamu habis di suruh ngapain sama majikan mu nak? Kok bisa sampai cemong begini?!"

 Dahlia menggeleng

 "Aku sudah berhenti Bu, tadi mas Raditya jemput aku dan membawa ku ke klinik kecantikan. Tadi aku sebenarnya sudah lumayan cantik, tapi sekarang jadi balik lagi deh ke asli nya" seloroh Dahlia sambil mengusap Lumpur yang kering di wajah nya

 Marni tersenyum "Iya, pagi tadi pemuda tampan itu datang ke sini cari kamu, Duh aroma parfum nya masih ketinggalan di sini sampai membuat seisi rumah wangi, nak"

 "Iya, tapi mulut nya mengeluarkan bisa ular" ketus Dahlia

 "Mana bapak bu?"

 "Dia lagi diajak teman nya kerja, tebang pohon" jawab Marni sambil mengeluarkan barang belanjaan Dahlia

 Ada tisu basah, bubur bayi, aneka Snack, susu formula, perlengkapan mandi yang di mata nya semua terlihat mewah

 "Kayak nya ini mahal mahal semua nak?" kata Marni

 "Belum semua itu Bu, tadi aku mau cepet pulang karena kebelet nyetor, ibu tahu kan kalau aku gak bisa pakai WC umum"

 Marni tersenyum sambil mengangguk angguk

 "Ini tadi uang yang di kasih sama mas Radit buat Tania, ibu simpan ya. Kita akan pakai buat bawa Tania ke rumah sakit, aku mau dia sembuh Bu"

 Marni menunduk, menatap uang yang di berikan dahlia itu. wanita itu meneteskan air mata mengingat adik nya yang di ceraikan suami nya kerena melahirkan anak yang cacat. Tania bayi mengidap penyakit Hidrosefalus di mana kondisi ukuran kepala bayi yang jauh lebih besar dari ukuran normal. penyebab nya antara lain gangguan genetik dan masalah dalam perkembangan janin akibat malnutrisi atau infeksi selama kehamilan. Marni tidak kaget karena adik nya bahkan lebih miskin dari dia

"Apa Tania sudah bobo bu?" tanya Dahlia

Marni mengangguk, ia sedang mengatur hati nya agar ikhlas jika uang yang kemarin ia sembunyikan dan yang sekarang di tangan nya itu akan di gunakan untuk biaya pengobatan Tania. Namun sesuatu dalam pikiran nya muncul.

"Apa boleh sebagian uang ini kita pakai untuk membayar hutang di warung nak? Ibu sampai gak berani mengangkat wajah karena malu punya hutang"

"Aduh ibu, kenapa gak di bayar dari kemaren" kata Dahlia.

"Ibu gak berani nak, itu kan uang mu" ucap Marni Sendu

Dahlia meraih tangan ibu nya lalu mencium nya.

"Uang itu, uang kita bersama Bu, bayar hutang hutang itu. Apalagi sekarang aku sudah tak bekerja lagi, sementara kita hanya punya itu"

"Semoga nak Raditya beneran nikahin kamu, nak" ucap Marni sambil mengusap mata nya

Dahlia hanya tersenyum, ia hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan berita penting yang sedang di bawa nya. Setidak nya saat ayah nya berada di rumah.

"Oh ya, tadi kamu bilang habis dari klinik kecantikan, kok bisa pulang kayak orang habis dari sawah?" tanya Marni

"Itu tadi ada cowok nyebelin, pelit medit Bu! Aku gak sengaja bawa barang belanjaan nya terus dia mengejar ku sampai kampung. Kata nya mobil nya sampai kotor, tapi syukur juga sih barang belanjaan ku dia yang bawa. Jadi ketukar Bu, dan aku benar benar gak sengaja" kata Dahlia sambil membuka jilbab nya. Rambut hitam nya langsung terurai indah sampai sepinggang. Apa lagi tadi habis di creambath, helaian rambut nya terasa sangat halus dan wangi

"Ya, kamu yang salah itu mah, nak" kata Marni

"iya aku juga tahu aku yang salah. Besok aku harus ke rumah nya untuk bersihin mobil nya bu" keluh Dahlia sambil mengerucutkan bibir nya

Marni tersenyum

"Sabar ya nak. kamu harus terus belajar tanggung jawab untuk setiap kesalahan yang kamu lakukan"

Dahlia mengangguk pasrah

keesokan pagi nya, Dahlia sudah berada di depan rumah megah berpagar besi berwarna emas dan hitam. Tampak depan rumah bertingkat yang memiliki ornamen modern itu memiliki balkon yang sangat luas. Dahlia mendongak berkali kali menunduk, memastikan alamat yang tertulis di kartu nama itu benar benar tepat. Husen yang mengantar kan nya tadi meyakin kan kalau alamat itu benar.

"Aku gak boleh gegabah" gumam nya ragu

Dahlia memperbaiki masker penutup wajah nya lalu mengeluarkan hp jadul kesayangan nya. Terdengar nomer itu tersambung

"Halo, siapa?"

"Sa,, saya yang kemarin mas,! ini saya sudah di depan rumah bertingkat, cat putih, gerbang warna emas dan hitam. Apa benar ini rumah nya mas"

Tiba tiba hening, Dahlia kebingungan. tiba tiba gerbang itu terbuka. Mata Dahlia langsung melotot melihat sosok yang sedang membuka gerbang besi itu.

"Astaga, itu kan laki laki yang nemenin Raditya waktu melamar Melinda? Itu arti nya rumah ini?"

Tiba tiba saja Dahlia merasa lutut nya gemetar

********

POV Raditya

Pagi pagi sekali Radit sudah berada di kantor, berkutat dengan beberapa data yang harus ia selesaikan. Sudah dua hari ini ia meliburkan diri. jangan sampai ayah nya berubah pikiran karena mengira Radit malas.

Sesuai janji, Radit harus selesai secepatnya sehingga ia bisa fokus pada rencana pernikahan nya.

"Kamu kemana aja, Dit? sampai dua hari ngilang" tegur mita, rekan satu divisi dengan nya

"Aku lagi sibuk mau lamar anak gadis orang" kata Radit sambil terkekeh

Tomi, teman samping meja kerja Radit langsung memasang telinga. Laki laki kurus itu cukup terkejut sebab itu artinya ada yang akan mengakhiri masa single sedang kan dia masih bertahan dengan status jomblo

"Serius lu Dit?"

"Tapi di tolak, hahahaha" kata Radit sambil terus mengetik

Mita dan tomi ikut tertawa. tiba tiba gadis berambut lurus sebahu dengan tubuh tinggi semampai menghampiri meja kerja Radit

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!