NovelToon NovelToon
Shower Of Blood

Shower Of Blood

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: ShAdOwFaNg

"Ugh..
aku harus..."

Theo seorang pemuda yang sedang bersepeda, menemukan sebuah cafe di daerah bukit bernama Bukit Dingin.

tiba-tiba, terjadi hal yang aneh pada Theo yang membawanya ke dunia lain.
cerita ini mengisahkan perjalanan Theo di dunia lain.
penasaran dengan perjalanan Theo?
segera baca kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShAdOwFaNg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 25 : Malam Perpisahan

"Mmm... Gimana kalo paman aku beri hak beli eksklusif?"

Seakan mengetahui kekhawatiran Paul, Theo mencoba memberikan solusi alternatif lain.

"Hak eksklusif? Apa maksudmu?" Paul mengangkat salah satu alisnya.

"Jadi, aku bakal jual wine ini cuma ke paman. Aku nggak boleh jual wine ini ke orang lain, tapi paman juga nggak boleh cari sumber wine dari orang lain." Theo mengeluarkan sebuah kertas, lalu menuliskan beberapa hal di kertas itu.

"Hahaha, bisa aja calon keponakanku. Baiklah, dimana aku harus cap darah?"

Paul tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pundak Theo.

"Ah paman bisa aja." Theo menyanggah perkataan Paul dengan mukanya yang sudah merah seperti kepiting rebus.

Theo melangkah pergi ke sebuah ruangan kosong.

Jantungnya berdebar, matanya menjadi agak sayu, dan mukanya merah seperti tomat.

'Aku... Apakah aku menyukai Lucy?

Hmm... Gimana ya aku Mandang Lucy? Apakah dia teman? Atau..." Tanpa sadar, Theo menciptakan sebuah cabang pikiran baru. Dia tidak sadar, bahwa pikiran ini akan mengubah nasibnya ke depan.

Waktu berjalan dengan cepat, terlalu cepat bagi Theo untuk menyelesaikan cabang pikirannya. Matahari perlahan tenggelam, menyisakan langit merah jingga.

"Ah... Aku harus bersiap." Theo segera mengambil handuknya dan sabunnya, lalu ia pergi ke kamar mandi penginapan.

Kriiet

"Kyaaa!" Lucy yang ada di dalam kamar mandi berteriak.

Beruntung, Lucy baru melepas jubahnya, menyisakan sebuah pakaian sederhana yang sangat cocok dengan penampilannya.

"Maaf, aku kira nggak ada orang." Theo memohon maaf, lalu segera pergi.

Dug dug dug dug

'Gila! Lucy tadi cantik banget!'

Mukanya merah padam, jantungnya terus berdegup kencang, dan nafasnya mulai menderu.

Sembari menunggu di luar kamar mandi, Theo segera menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya. Berusaha untuk mengatur nafasnya yang tidak beraturan.

Theo masuk ke dalam kamar mandi setelah Lucy selesai mandi. Mereka tidak saling menyapa, bahkan tidak saling menatap.

Ketika Theo melihat pakaiannya, lubang-lubang kecil berserakan dimana-mana.

"Sepertinya aku harus membeli baju baru besok."

Setelah selesai mandi, Theo bergegas pergi ke kamarnya dan masuk ke dalam ruang jiwa.

Ia mengambil dua tong sedang wine, lalu ia menaruhnya di kamarnya.

"Wah... Sekarang, aku bisa membuka portal seperti pintu ini."

Theo masuk kedalam portal itu, secara instan portal itu membawanya ke dunia nyata. Begitupun saat ia memasuki portal lagi.

Di saat sedang memindahkan tong kedua, Theo dapat melihat sesuatu bersisik putih di sudut terjauh matanya.

"Hmm?"

Meski melihatnya, Theo merasa ia harus memprioritaskan tong wine untuk acara nanti.

Setelah menaruhnya di kamar, Theo segera kembali ke ruang jiwanya dan mencari benda putih yang ia lihat tadi.

"White!" Theo melihat White tergeletak lemas tak bergerak.

"White! Bangunlah!" Theo menyentuh White.

Kress

Ternyata, itu hanyalah kulit dari White yang sudah mengering.

"Oiya."

Beberapa saat yang lalu, "Kak, White sepertinya akan berganti kulit. White harus makan banyak nih."

Di bawah kulit White, tampak sebuah telur besar berukuran satu jengkal.

"Hmm? Telur apa ini?"

Deg

Theo dapat merasakan telur itu berdegup, ia langsung paham dengan situasi itu. Lalu, Theo segera membalut telur itu dengan selimut yang dibentuknya seperti sarang burung dan menaruhnya di meja.

"Aku harus bergegas."

Theo mengangkat wine ke gudang.

Paul yang secara tidak sengaja melihat Theo, segera menanyakan sesuatu.

"Tong apa itu?"

"Hadiah perpisahan, siapa tau ini terakhir kalinya aku ketemu mereka."

"Apa?" Paul segera memeriksa tubuh Theo.

Bahkan, beberapa kali Theo diminta melakukan gerakan-gerakan yang aneh dan menguras tenaga.

"Huft... Huft... Paman... Theo nggak kuat."

"Haha... Setidaknya kamu masih sehat."

"Lagian paman, kan Theo udah bilang kalo Theo sehat. Cuma Theo takut aja siapa tau mereka pergi ke tempat lain setelah Theo pergi ke ibukota."

Paul menepuk pundak Theo, "Ooh. Oiya, aku udah menyusun meja sesuai pesanan, mu. Aku rencananya akan menutup kedai ini untuk hari ini."

"Makasih paman, aku mengapresiasi itu."

"Hoho, bukan apa-apa."

Puk! Puk! Puk!

Paul segera pergi mengurus hal lain.

"Halo! Hei sahabat karibku." Robertus memeluk Theo.

"Hai Robert. Aku tidak menyangka kamu akan datang ke sini." Theo membalas pelukan dari Robertus.

"Ngomong-ngomong, siapa mereka yang ada di belakang, mu?" Theo melihat ada banyak orang yang rapih mengenakan pakaian khas bangsawan.

"Ooh, mereka para alkemis."

"Alkemis?" Theo membulatkan matanya, ia terkejut melihat para alkemis yang biasanya berantakan menjadi sangat rapih.

"Halo Tuan Theo!'' Semua alkemis itu menyapa Theo dengan serempak sambil menundukkan kepala mereka.

"Sudah, berdiri saja."

"Theo." Sebuah suara yang anggun keluar dari belakang Theo.

Sriing

Lucy datang bak dewi kecantikan. Entah kenapa, Theo dapat melihat aura kemilau di sekitar Lucy.

"Waah." Para alkemis di sekitar situ segera melongo dan menatap Lucy dengan wajah terpana.

"Wah Lucy, kamu cantik banget." Theo mendekati Lucy, lalu merangkulnya.

Lucy segera merangkul balik Theo, matanya sayu, mukanya sudah merah padam, jantungnya berdegup kencang.

"Hahaha, keponakanku memang selalu cantik."

Malam itu, Theo membagikan wine buah madu kepada semua tamu. Mereka bercanda, bersenda gurau dan berbincang-bincang.

"Theo, besok kamu tinggal pergi ke desa bernama Sheepshine ya. Aku akan menitipkan kamu kepada seorang tetua, Lady Maria. Nantinya, kalian akan tinggal bersama dia agar kalian dapat dilindungi dari... Joseph."

"Makasih Robert, semoga kita bisa bertemu lagi." Theo mengangkat gelasnya, lalu bersulang dengan Robertus.

Ketika semua orang telah mabuk, Theo pergi ke atap tavern.

"Haaah... Apakah sudah waktunya bagiku untuk pergi?"

"Theo..." Lucy mendekati Theo, lalu ia merangkul Theo dari belakang.

Lucy sudah mabuk, wajahnya memerah dan nafasnya menderu. Matanya menjadi sayu, persis seperti seorang yang telah meminum banyak wine.

"Theo... Theo... Aku menyukaimu Theo."

"Hei!" Theo sedikit melawan rangkulan Lucy, tapi rangkulannya terlalu kuat untuk dilawan.

Di sisi lain, muka Theo mulai memerah, badannya panas, dan nafasnya mulai pendek.

"Lucy..."

"Theo... Aku menyukaimu... Theo... Theo... Jangan tinggalkan aku." Lucy mulai memeluk Theo dengan sangat erat.

"Ugh... Lucy, sadarlah!"

'Pasti aku tidak mencintainya. Pasti, itu hanya rasa sayang kepada teman. Rasa sayang.' Theo berusaha keras untuk menganggap itu sebagai rasa sayang.

"Theo... Aku tidak mau meninggalkanmu."

Lucy berjalan ke arah depan Theo, lalu ia merangkulnya.

Theo menatap wajah Lucy yang cantik, dan seolah terhipnotis ia mulai mendekatinya.

"Harum," ucap Theo mencium aroma parfum Lucy.

"Aku... Aku menyukaimu Theo."

Lucy mendekatkan wajahnya ke wajah Theo, lalu...

Cup

Mulut mereka bertemu dan bercumbu, mereka menikmati momen bersama itu. Lalu, Theo segera mengantar Lucy ke kamarnya.

Theo berusaha tidur, tapi pikirannya terus bergejolak. Ia mulai mengingat setiap detail pertemuannya dengan Lucy.

"Lucy?"

Bruk

Theo tertidur dengan pulas, badannya telah lelah. Memaksa dirinya, yang siap untuk melanjutkan perjalanannya.

...****************...

End Ch. 25 : Malam Perpisahan.

Arc 1 : The First Experiences

Selesai.

Makasih semuanya udah baca karyaku, akhirnya kita sampai di penghujung ark pertama.

Jangan lupa like, comment dan favorit semuanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!