NovelToon NovelToon
BEBAN PUNDAK AMANDA

BEBAN PUNDAK AMANDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: pinnyaple

Seorang anak perempuan yang harus menjadi tulang punggung keluarganya. Putus sekolah, mencari pekerjaan sedangkan kakak laki-lakinya malah menjadi pengangguran dan mengandalkan adik perempuannya. Apakah amanda dapat terlepas dari keluarga yang memanfaatkan dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinnyaple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN 17

Sekarang disinilah aku. Dibalik meja kasir dengan layar monitor di depanku. Kata kak aldi, senior yang tadi dikenalkan kepadaku monitor itu gunanya untuk menginput harga, menghitung jumlah belanjaan, serta mengirim laporan keuangan.

Aku masih harus banyak belajar soal itu. Memegang alat ini saja aku belum pernah apalagi memakainya.

"Paham belum?"

Aku diam sebentar. "Sudah sedikit kak."

Kak aldi mengangguk. Dia sosok orang yang benar-benar sabar.

"Kalau ada yang belum paham bilang saja. Ini kalau ada yang beli barang kamu tinggal men-scan nya pakai ini." Kak Aldi memberikan barang yang digunakan nya. "Seperti ini. Nanti keluar harganya di layar. Kalau semua sudah di-scan tinggal di cetak untum struk nya."

Aku memperhatikan dengan seksama.

"Tuh keluar kan struknya. Kamu tinggal sobek dan berikan pada customer." Kak aldi menatap ku. "Paham kan?"

Aku mengangguk. Sepertinya aku bisa.

"Hari ini belajar untuk mengasir saja dulu. Besok belajar yang lainnya lagi."

Aku mengangguk saja. Lalu kak Aldi meninggalkan ku sendirian.

Hari ini aku mulai bekerja. Berdiri di belakang kasir sedangkan kak Toni masih beberes barang dan memasang harga di setiap produk yang kami jual.

Hari pertama toko buka, siang ini tidak banyak orang yang berkunjung. Mungkin juga karena baru pertama kali buka makanya belum banyak orang yang tau.

Tadi sebelum buka, seorang pria paruh baya sesusia ibu datang dengan pakaian jas rapih. Seperti melakukan kegiatan pembuka dengan memotong pita. Pokoknya seperti yang kulihat di ponsel. Dan aku berdiri di barisan belakang bersama kak Aldi. Ikut bertepuk tangan setelah pita terpotong. Aku tak begitu melihat wajah pria itu, tapi perawakannya gagah. Khas orang kaya yang kulihat di tv.

Setelah acara pemotongan pita, pria itu berpamitan pergi. Meninggalkan serangkaian acara yang ternyata belum selesai. Masih ada acara potong tumpeng dan makan bersama. Aku juga kebagian nasi kuningnya. Dan aku menyimpan nya untuk makan siang nanti.

Di halaman depan juga penuh dengan rangkaian bunga-bunga besar beserta ucapan dari perusahaan besar juga. Bahkan orang ternama di daerah ini juga memberikannya kulihat.

Aku sudah tidak segugup saat pertama kali melayani pelanggan. Kuhitung sepertinya sudah ada sepuluh customer yang kulayani.

"Manda, kamu tidak istirahat makan dulu?" Kak aldi menghampiriku.

"Apa sudah boleh istirahat?"

Kak aldi tertawa. "Tentu. Kamu harus bisa mencuri waktu untuk istirahat makan atau ibadah. Saat sepi seperti ini lah waktunya. Kita bisa bergantian untuk melakukannya."

Aku mengangguk. "Ya udah kak. Aku istirahat makan dulu ya. Ga papa kan aku tinggal?"

Kak aldi mengangguk. "Iya ga papa. Santai aja."

Aku segera ke belakang. Membawa tas gendong ku dan plastik kresek. Nasi yang ku bungkus tadi masih bagus. Aku memakannya. Tapi tidak tenang, takut kak aldi menungguku. Aku segera menghabiskan makananku. Lalu pergi ke kamar mandi untuk bersiap wudhu dan sholat.

Sepertinya aku hanya membutuhkan waktu dua puluh menit untuk makan dan sholat. Aku menghitung nya.

"Cepat sekali!"

Aku tersenyum. "Iya kak. Takut kamu nungguin lama."

Kak aldi mengibaskan tangannya. "Halah. Ga papa. Lagian belum rame. Kalau rame baru kamu harus cepet."

"Iya kak."

Ada dua orang ibu-ibu yang sedang berbelanja. Aku tidak kenal dengan ibu-ibu itu. Apa mungkin dari desa lain? Atau orang yang tidak sengaja singgah kesini karena sedang lewat?

Aku menggantikan kak aldi berjaga kasir. Kak aldi akan istirahat katanya. Aku meng-iyakan.

"Mba, stok ini apa masih ada?" Seorang ibu bertanya padaku stok beras sepuluh kilo.

Aku mengingat perkataan kak Aldi kalau stok bisa dilihat di komputer. Mengetikkan kata stok di layar. Menekannya dengan pelan. Ketemu! Lalu segera mengetikkan merk berasnya.

"Masih ada bu. Mau butuh berapa?"

"Kalau ada dua puluh kilo lagi ya." Aku mengangguk.

Pas sekali saat aku hendak meninggalkan kasir kak aldi sudah selesai dengan urusannya.

"Kenapa man?" Wajahnya sedikit khawatir melihatku.

"Aku mau ngambil stok beras kak. Ada ibu-ibu yang minta."

"Bisa sendiri?"

Aku mengangguk dan setelahnya aku berlalu pergi ke gudang. Gudang berada tepat di samping ruangan manager yang tadi pagi aku masuki.

Setelah beberapa menit mencari akhirnya ketemu. Aku membawa dua kantong beras itu sekaligus. Berat tentu saja. Tapi untungnya jaraknya tak terlalu jauh.

Saat keluar gudang aku melihat kak aldi sudah berdiri di belakang kasir. Menggantikan ku.

"Ini bu?"

Ibu itu mengangguk. "Iya. Minta tolong di ikatkan jadi satu apa bisa? Biar gampang nanti bawanya."

"Bisa bu." Aku sudah mau pergi mengambil tali tapi kak Aldi mencegahku.

"Kamu scan belanjaan ibu itu aja. Biar aku yang ambil."

Aku mengangguk. "Ini aja bu? Ada tambahan lagi?"

"Ga ada. Itu saja. Kamu kelihatan masih kecil ya. Apa cuma perasaan ibu saja." Ibu itu terkekeh kecil.

Aku tersenyum. "Total nya jadi tiga ratus dua puluh lima ibu." Aku menyerahkan struk belanjaannya. "Iya bu. Masih umur lima belas tahun."

"Kok udah kerja aja?"

Aku tersenyum lagi. "Iya bu."

Kak aldi datang membawa tali. Lalu menalikan beras, sedangkan belanjaan yang lain kumasukkan ke dalam kantong plastik.

"Terimakasih ibu." Aku tersenyum. Menjadi kasir ternyata tidak jauh beda dengan pekerjaanku yang dulu. Melayani pelanggan dengan ramah dan senyum.

"Kak. Tutup toko jam berapa ya?" Aku bertanya pada kak Aldi yang sedang menghitung uang yang ada di loker sambil mencocokkan pada layar monitor.

"Jam delapan kata pak Arul."

Berarti aku kerja dua belas jam. Dengan sistem gaji sebulan sekali. Tapi aku masih diberikan uang makan sehari sekali atau seminggu sekali sesuai keinginan. Gajinya menurutku lumayan, dua juta lima ratus untuk di desa sudah sangat lumayan dengan uang makan sehari sekali lima puluh ribu. Lumayan sekali bukan?

Walaupun sekarang aku harus berjalan lebih jauh, tapi sepertinya tidak papa dengan gaji seperti itu. Apalagi bisa mendapatkan partner yang baik seperti kak aldi, benar-benar rezeki yang bagus sekali.

Jam delapan tepat, aku dan kak Aldi juga suda selesai merekap laporan keuangan hari ini. Pendapatannya lumayan sekali untuk pertama kali buka. Aku bagian menghitung uang dan mencocokkan nya dengan yang ada di komputer. Lalu menghitung jumlah uang modalnya juga. Dan syukurnya pas, tidak kurang dan tidak lebih. Membuatku dan kak Aldi bernafas dengan lega.

"Sudah dikirim kak?"

Kak Aldi mengangguk di depan layar monitor. Aku mengamatinya dari tadi di belakangnya.

"Ini uangnya gimana?" Aku menyodorkan uang yang sudah kutata rapi.

"Ini besok nyetorinnya sekalian sama bukunya. Kamu taruh aja di loker. Nanti kuncinya kamu bawa pulang." Kak aldi menunjuk loker penyimpanan yang berada di samping gudang. Loker itu juga yang kugunakan untuk menyimpan barang-barang ku seperti tas.

"Ga papa kak?"

"Ga papa. Kalau kamu mau bawa uang itu ke rumah ya ga papa. Tapi besok harus dibawa lagi dan jangan sampai kurang."

Aku menggeleng cepat. "Ga kak. Aku taruh di loker. Uang nya terlalu banyak, aku takut hilang."

Kak Aldi malah tertawa melihatku. "Ya sudah kamu taruh sana. Kunci bener-bener biar ga hilang."

Aku mengangguk dan menuruti kata kak Aldi. Mengunci lokernya dengan perlahan agar aku ingat menaruh uang itu dengan baik. Setelahnya aku mengambil barangku.

"Ga ada yang ketinggalan?"

Aku menggeleng.

"Semua lampu sudah dimatikan kan tadi?" Kak aldi kembali memastikan.

"Sudah kak. Kak aldi sendiri tadi yang ngecek kan?"

"Ah! Iya ya. Ya sudah yuk pulang. Bantu aku menarik rolling dor ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!