NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27

" yaudah tapi nanti di minum yaa jus nya aku udah baik loh mau pesenin kamu, massa kamu ngga mau minum sih." ucap Sarah yang terus membujuk Ara.

" iya sekali lagi makasih ya Sar nanti pasti aku minum kok." jawab Ara lembut.

Sarah dan Randi saling bertatapan seolah saling memberi isyarat bahwa rencana mereka sedikit lagi akan berhasil.

Sementara itu Dimas Doni dan ibu Dimas semakin panik karna belum juga menemukan keberadaan Ara.

" sekarang gimana Don mereka masi gerak." ucap Dimas

" engga Dim sekarang mereka berhenti di suatu tempat, gua ngga tau ini tempat apa." jawab Doni

" yaudah luh pantau terus keberadaan mereka, kasi tau gua kalau ada pergerakan."

Dimas hanya bisa berdoa agar kekasih nya itu baik- baik saja

" awas aja luh Sar kalau sampai terjadi sesuatu sama Ara gua ngga akan pernah maafin luh lagi." batin Dimas

Dimas sudah mencoba untuk menelfon Ara namun nomor Ara tidak aktif, entah karna lobet atau apa.

Sedangkan Ara saat ini hanya bisa terdiam melihat Sarah dan teman-temannya meminum b*r dengan satu kali tegukan saja, sering kali Sarah menawarkan nya kepada Ara namun Ara menolak dengan alasan ia tidak suka dengan b*r.

Sampai akhirnya Ara pun mengambil jus jeruk yang tadi di bawa oleh Sarah lalu meminum nya, Sarah yang melihat itu tersenyum puas, Sarah lalu memberi kode kepada Randi agar bersiap-siap untuk bersenang-senang tawa kecil terlihat di bibir Randi.

setelah Ara meminum setengah dari jus itu, Ara tiba - tiba saja merasa pusing kepala nya seperti di tusuk ribuan paku dengan suara liri Ara meminta tolong kapada Sarah yang saat itu duduk di samping nya.

" Sar kepala aku kok rasanya pusing banget ya, tolong bawa aku keluar dari sini yaa bawa aku ke mobil . " ucap Ara sambil menahan rasa pusing di kepalanya.

" kok bisa Ar, yaudah aku pesenin hotel ya kebetulan di samping clup ini ada hotel." jawab Sarah

Ara hanya bisa mengiyakan perkataan Sarah saat itu karna sakit di kepala nya sudah tidak bisa Ia tahan lagi perlahan Sarah pun menuntun Ara keluar dari Clup malam itu dan membawa nya ke hotel yang berada tepat di samping Clup malam itu.

Sedangkan Randi yang melihat bahwa Ara sudah tidak berdaya berpura-pura meminta izin untuk ke toilet, namun sebenarnya ia pergi ke hotel tempat Sarah akan membawa Ara.

Saat sampai di sana Randi sudah bersiap di dalam kamar hotel yang telah di pesan oleh Sarah, saat itu Sarah dan Ara belum sampai ke hotel itu karna Sarah harus berjalan pelan sambil menggotong Ara yang sudah berjalan oleng.

Dan saat Sarah hampir memasuki hotel itu Dimas Doni dan ibu Dimas akhirnya sampai ke tempat itu dan untung nya Doni melihat Sarah yang sedang membawa Ara masuk ke hotel itu.

" itu bukannya Sarah yaa, dan yang di bawa itu Ara kan." ucap Doni

Dimas langsung menoleh ke arah yang Doni katakan dan benar saja itu Sarah yang sedang menggotong Ara, Dimas langsung berlari ke arah Sarah dan Ara namun sayangnya karna terburu-buru Dimas menabrak seseorang dan saat Ia menoleh kembali ke arah Hotel itu Sarah dan Ara sudah tidak terlihat lagi.

Dengan cepat Dimas memasuki hotel itu lalu mecari- cari keberadaan Sarah dan juga Ara, namun sayangnya Dimas tidak menemukan mereka mereka hilang seolah di telan bumi.

namun Dimas tidak putus asa dia berjalan ke meja resepsionis dan menanyakan apakah Sarah memesan sebuah kamar di hotel itu dan untung nya saat itu resepsionis mengonfirmasi bahwa benar Sarah memesan kamar hota di sana.

Dimas pun bertanya berapa nomor kamar yang di pesan oleh Sarah, namun karyawan resepsionis di hotel itu tidak bisa memberitahu kepada Dimas tentang berapa nomor kamar yang telah di pesan oleh Sarah karna alasan privasi.

Namun saat itu Dimas mengatakan bahwa yang Sarah sedang membawa pacar nya dan pacarnya saat ini sedang sakit jika terjadi apa - apa pada nya Dimas akan menuntut hotel itu.

setelah perdebatan yang cukup panjang Karyawan resepsionis itupun akhirnya memberi tau Dimas nomor kamar Sarah, Dimas Doni dan ibu nya Dimas akhirnya berlari ke kamar yang di sebutkan oleh resepsionis tadi.

Di sisi lain Sarah dan Ara sudah sampai di kamar itu Sarah lalu memasukkan Ara ke kamar dan membaringkan nya di atas tempat tidur dan di sana sudah ada Randi yang menunggu kedatangan mereka.

" lama banget sih luh, gua udah engga sabar pengen bersenang-senang sama si Ara yang cantik ini." ucap Randi yang seolah sudah kesetanan.

" sabar bego luh pikir dia ini ngga berat apa." jawab Sarah.

" yaudah sana keluar gua mau bersenang-senang dulu."

Ara sudah tidak sadarkan diri saat itu, iya tidak tau apa yang saat ini terjadi padanya.

" yaudah gua keluar dulu selamat bersenang-senang kalian berdua,selamat tinggal Ara malam ini gua yakin luh pasti happy banget." ucap Sarah lalu keluar dari kamar itu.

Dan saat membuka pintu kamar hotel itu betapa terkejut nya Sarah melihat di depan pintu sudah berdiri Dimas, Doni dan ibunya Dimas menatap sinis ke arah Sarah.

" Dim kamu ngapain di sini, kok kalian bisa tau aku ada di sini." ucap Sarah yang mulai panik karena sadar bahwa rencana nya akan terbongkar.

" mana Ara." jawab Dimas.

" a... k.. u.. ngga tau Ara di mana." jawab Sarah yang mencoba berbohong.

Dimas lalu menerobos masuk ke kamar hotel itu dan betapa terkejut nya ia saat melihat keadaan Ara yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di kasur, dan Randi yang sudah ber***ng dada.

" dasar brengsek luh mau ngapain Ara hah." ucap Dimas langsung menonjok wajah Randi.

emosi Dimas seketika naik tampa bisa Ia tahan lagi lalu menghajar Randi habis- habisan, untung saja Doni segera menghentikan Dimas jika tidak mungkin Randi sudah meregang nyawa saat itu

Sarah yang melihat itu akhirnya merasa ketakutan, wajahnya pucat dan tangganya gemeteran, ia tidak menyangka Dimas bisa semarah itu karna Sarah tidak pernah melihat Dimas marah seperti sekarang ini.

Sarah mencoba kabur dari tempat itu namun ibu Dimas dengan cepat menghendaki nya, ia menarik lenganan nya lalu me***par pipi Sarah

" kamu udah gila ya hah kok kamu tega sih mau bikin Ara kehilangan kehormatan nya, kamu sakit jiwa hah." ucap Ibu nya Dimas.

Sarah hanya bisa menggelengkan kepala nya Ia tidak tau harus berkata apa saat ini, tangan nya semakin gemeteran karna takut dengan apa yang sudah Ia lakukan.

Dimas lalu bangkit dan berjalan pelan menuju ke arah Sarah melihat itu Sarah semakin ketakutan.

" Dim ini engga seperti yang kamu liat Dim, aku.... aku ngga tau soal ini Dim." ucap Sarah terbata- bata.

" ngga tau luh bilang hah engga tau, luh gila Sar, luh stres, luh tau engga yang sedang luh pertaruhkan ini masa depan seseorang Sarah luh ngerti engga hah ba**sat luh ya dasar cewek licik luh Sar ." ucap Dimas dengan nada yang tinggi sambil mengepal kan tangan nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!