NovelToon NovelToon
Greta Oto: Glasswing Butterfly

Greta Oto: Glasswing Butterfly

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Keluarga / Persahabatan
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Greta Oto Wright terlahir sebagai putri dengan mata yang berbeda warna (Heterochromia) sama seperti ayahnya, sebuah tanda yang diyakini membawa nasib buruk. Sejak dalam kandungan, seekor kupu-kupu kaca tembus pandang telah berterbangan di sekitar istana, seolah-olah menjaga dan mengawasinya.

Ketika tragedi menimpa kerajaan, Greta menjadi terisolasi, terperangkap oleh mitos, ketakutan, dan rahasia orang-orang terdekatnya. Dalam keheningan dan keterasingan, ia perlahan menyadari bahwa apa yang disebut kutukan itu mungkin adalah kekuatan yang tersembunyi dari dunia.

Note: Non Romance
Follow ig: gretaela82

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Rakyat Tahu Ratu Sakit

Cahaya mentari pagi perlahan menyinari rumah Grace. Pagi itu Grace pergi lebih cepat ke Castle Castavia

"Hugo...ibu mau pergi sekarang."

Hugo masih baru keluar dari kamarnya, Ia menguap perlahan

"Ibu pergi sepagi ini?" tanya Hugo

"Iya. Kalau kau ke ladang, jangan lupa panen jagung kita." Grace memperingatkan

"Iya ibu."

Grace melangkah cepat menyusuri jalur batu menuju kastel. Seorang perempuan paruh baya yang sedang menyapu halaman berhenti ketika melihat Grace lewat. Ia mengenali wajah itu, gerak tubuh itu. Grace bukan orang sembarangan.

"Grace?" panggilnya, sedikit terkejut.

"Kau ke castle sepagi ini?"

Grace berhenti sejenak. Seperti orang yang lupa bahwa dunia di luar pikirannya masih ada. Ia menoleh, memaksakan senyum tipis.

"Ratu sakit," katanya singkat.

"Aku harus segera ke sana."

Perempuan itu terdiam. Sapu di tangannya nyaris jatuh.

"Sakit? Kenapa ratu kita bisa sakit, Grace?"

"Aku juga tidak tahu dari mana awalnya."

"Ratu kita sakit apa?" tanya perempuan itu lagi

"Batuk." jawab Grace

"Batuknya semakin parah."

Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Grace langsung melanjutkan langkahnya, meninggalkan perempuan itu berdiri dengan dada sesak dan pikiran yang mulai berputar.

Tetangga menceritakannya pada yang lain. Di halaman rumah, di ladang, di jalan pasar kecil, kabar itu menyebar dengan cepat.

Awalnya hanya rasa khawatir. Lalu berubah menjadi dugaan. Dan dugaan, seperti biasa, mencari kambing hitam.

"Sejak anak itu lahir, castle tak pernah tenang" bisik seseorang.

"Mata seperti itu tak pernah membawa kebaikan," sahut yang lain.

"Dari dulu sudah begitu ceritanya."

"Selama ini, ratu tidak pernah mengalami batuk separah itu."

"Entah anak seperti apa yang dilahirkan mereka."

Nama Greta tidak selalu disebut, tapi bayangannya hadir di setiap percakapan. Mata yang berbeda. Kupu-kupu kaca. Mitos lama yang selama ini hanya berdiam di sudut pikiran, kini kembali diberi nyawa.

Rakyat tetap percaya pada mitos itu.

...****************...

Di halaman castle, terdengar suara anak panah yang melesat. Thaddeus berdiri dengan kaki kokoh, busur ditarik penuh. Ia mengatur napas, menahan sejenak, lalu melepaskan.

Anak panah menancap di pusat sasaran.

Seharusnya ia puas. Biasanya begitu. Tapi pagi ini kepalanya terasa penuh.

Dari sudut matanya, ia melihat Grace memasuki area castle seperti sedang terburu-buru.

Thaddeus menurunkan busurnya. Ia memperhatikan punggung Grace sampai menghilang di balik pintu batu.

"Bibi Grace tumben sepagi ini sudah datang." batinnya

Ia mengingat malam sebelumnya. Batuk ibunya terdengar kasar, seolah paru-parunya terkoyak dari dalam.

Ia kembali menarik busur. Kali ini anak panahnya meleset sedikit dari pusat sasaran. Thaddeus sekejap menangkan diri. Ia menurunkan busur dan menghela napas panjang.

...****************...

Di dapur, Grace mulai menyiapkan obat untuk Chelyne.Tangannya bergerak cekatan. Menumbuk, menakar, mencampur. Semua dilakukan dengan ketenangan yang hampir terlalu sempurna.

Seorang pelayan perempuan masuk dengan langkah ragu.

"Grace," katanya pelan,

 "Aku mendengar batuk ratu semakin parah."

Grace tidak menoleh.

 "Itu sebabnya aku di sini."

Pelayan itu menggenggam ujung bajunya.

"Tapi kenapa tidak dipanggil tabib lain? Mungkin—"

"Raja sudah mempercayaiku," potong Grace dingin.

"Penyakit ini tidak bisa ditangani sembarangan."

Pelayan itu terdiam. Ia mengangguk kecil, meski keraguan jelas masih tertinggal di wajahnya.

"Aku hanya khawatir pada ratu" katanya sebelum pergi.

Grace berhenti sejenak. Tangannya menggenggam botol kaca lebih kuat dari perlu.

"Aku juga," gumamnya, hampir tak terdengar.

...****************...

Di ladang, matahari mulai menghangatkan tanah. Hugo memetik jagung bersama beberapa warga. Biasanya pagi seperti ini dipenuhi canda ringan dan keluhan kecil tentang panen. Hari itu berbeda.

"Katanya ratu sakit parah," ucap seorang pria sambil mengelap keringat.

"Pasti karena putri bermata dua warna itu," sahut yang lain cepat.

"Dari dulu sudah ada tandanya."

Tangan Hugo berhenti. Ia menelan ludah. Kata-kata ibunya semalam kembali terngiang, bercampur dengan cerita-cerita yang pernah ia dengar sejak kecil.

"Hei, Hugo. Dulu kau sering bermain dengan Pangeran Thaddeus." ujar salah satu pria paruh baya

"Kenapa kau tidak bersamanya lagi?" tanya pria itu

Sebenarnya Hugo juga rindu pada Thaddeus, tapi takdir berkata lain. Kini kedua anak itu sudah memilih jalan hidup masing-masing.

"Pangeran Thaddeus sangat sibuk, paman. Pangeran juga sudah jarang ke sini." jawabnya

"Apa kau tau tentang putri kerajaan?" tanya pria itu lagi sambil memetik jagung

"Tahu, paman."

"Begitu lah kalau anak perempuan yang lahir, pembawa sial. Aku masih mengingat bagaimana putri kerajaan itu merusak tanamanku."

"Raja Arion memang pantas mengurungnya di dalam castle." ujar pria paruh baya itu

Thaddeus hanya mendengarkan dan mengangguk perlahan. Dipikirannya rakyat mungkin sudah terbawa-bawa oleh mitos yang belum tentu benar.

Ia ingin berkata bahwa mitos itu bisa jadi tidak benar. Buku-buku yang ia baca selalu mengajarkannya untuk berpikir sebelum percaya. Bahwa mitos sering lahir dari ketakutan.

"Rakyat disini memang jarang ada yang berpikir positif." gumamnya dalam hati.

Hugo melanjutkan memetik jagung, tapi dadanya terasa berat. Ia belum sepenuhnya percaya pada mitos itu

...****************...

Di castle, ratu terbaring lemah. Batuknya kembali pecah di tengah keheningan kamar. Grace berdiri di samping tempat tidur, memberikan ramuan dengan tangan sigap.

Di luar kamar, pelayan-pelayan berbisik. Tak satu pun berani bicara keras.

"Ini Yang Mulia." Grace memberikan segelas obat

Chelyne meneguk perlahan

"Terima kasih, Grace."

Saat ingin keluar dari kamar, Arion masuk lalu mendekati istrinya

"Bagaimana perasaanmu?" tanya Arion

"Aku sudah merasa lebih baik, Arion." ujar Chelyne

"Tapi wajahmu masih pucat." ujar Arion khawatir

Batuk itu terjadi lagi, padahal baru selesai minum obat. Tidak masuk akal jika obat itu tidak bisa mengurangi batuk.

"Grace, aku minta kau lebih sering memperhatikan ratu. Kalau perlu tambah saja obat-obatan lain."

Tepat saat Thaddeus baru selesai memanah dan berdiri di depan pintu kamar orang tuanya

"Kenapa kita tidak panggil tabib saja, ayah? Atau bidan yang waktu itu?"

Arion menghela nafas pelan

"Sudah ayah bilang, ayah tidak mau ada orang yang masuk ke castle ini lagi." jawab Arion

Itulah jawaban yang ditunggu-tunggu Grace. Ia ingin sepenuhnya menguasai Chelyne, mengambil tindakan sesuka hatinya.

"Saya izin keluar, Yang Mulia." Grace menunduk memberi hormat lalu keluar dari kamar.

Thaddeus sempat memperhatikan senyum aneh diwajah Grace saat ayahnya mempercayainya untuk kesembuhan ibunya.

"Tapi ayah, sakit ibu sudah semakin parah."

"Tenang saja, Thaddeus. Kau tidak perlu khawatir berlebihan. Ibu akan sembuh ditangan Grace, percayalah."

Thaddeus merasa tidak senang dengan ayahnya.

"Kalau begitu, aku saja yang panggil tabib."

Arion dengan cepat mencengkram tangan Thaddeus

"Jangan ambil tindakan lain tanpa perintah dari ayah. Mengerti?"

Ketegangan itu dilihat oleh Greta. Dia masih bingung dengan apa yang terjadi. Yang Ia lihat hanyalah ibunya yang terbaring lemah diranjang dan bermain dengan serangga kesayangannya.

1
Mingyu gf😘
Arion benar benar menyebalkam
evrensya
Memanglah best yang mulia raja satu ini🙇
evrensya
Tolong bawa aku kesana untuk melihatnyaaaaa, aku sukaaaa....
evrensya
Raja satu ini bener2 luar biasa cintanya ke anak istrinya.
Wida_Ast Jcy
iddiiihhh.... jahatnya bnget ya thor kpn ketahuannya sich
Wida_Ast Jcy
syukurlah akhirnya Arion tahu bahwa diracun
Kabuki
apakah nanti sang anak bakalan pakai penutup mata sebelah untuk menyembunyikan kelainan matanya?
Serena Khanza
ya gak lah , justru nanti bakal terima kasih sama greta kalo udah ketahuan niat jahat si grace
Tina
mulut bapak² lemes amat /Smug/
Jing_Jing22
nggak punya adab banget sih ini pengawal, masa anak dari raja mereka sendiri berani membentak seperti itu
putri bungsu
selamat chelyne udah jadi ibu mommy sekarang
𝙆𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷ˡᵒᵛᵉ💕₊Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ₊
jangan percaya mitos
𝙆𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷ˡᵒᵛᵉ💕₊Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ₊
sakit apa ya kira-kira, semoga cepet sembuh
PrettyDuck
disembunyiin sampe kapan? lama2 dia kan dewasa
jangan bilang putrinya dikuring atau diasingkan
kesiann 😭
PrettyDuck
kasian amat bayi baru lahir gak tau apa2 udah dianggap pembawa sial 😭
PrettyDuck
semoga ratu bisa melahirkan dengan selamat 🥲
Zan Apexion
banyak amat ya😌
Zan Apexion
sungguh sosok raja yang perhatian, penuh cinta kasih, dan tidak arogan meskipun dia sudah jadi raja.
한스Hans
makanya mukanya di belah dua supaya satu aja... soalnya seram di depan ada muka di belakangnya juga ada muka 🤣🤣🤣🔦👉👈
한스Hans
aku bingung Thor... semoga aja ya 🔦 👉👈 lanjut 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!