NovelToon NovelToon
SIMURA SANG PEWARIS

SIMURA SANG PEWARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Romansa Fantasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: LukmanÆ

Simura Seorang pangeran yang diasingkan dinegeri asing karena difitnah saudaranya. Dia menonjol dalam bidang strategi dan politik namun disisi lain ada sebuah kekuatan magis didalam tubuhnya yang sengaja ia sembunyikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LukmanÆ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemanusiaan

Rombongan kereta terus melaju menembus berbagai medan berat, hanya berhenti sesekali untuk mengistirahatkan kuda dan melepas penat. di salah satu persinggahan, Simura mengutarakan niat baiknya kepada Li Xiu. dia ingin menyekolahkan anak anak korban perang yang ikut bersama mereka. Li Xiu sangat mendukung gagasan tersebut. Sayangnya, ia tak bisa ikut mengantar anak anak itu ke sekolah karena kewajibannya menyusun laporan kunjungan untuk Kaisar. Sambil tersenyum menenangkan, Simura meyakinkan Li Xiu agar tidak perlu khawatir, ia sanggup mengurus semuanya sendiri. Mendengar ketegasan dalam suara Simura, hati Li Xiu pun tenang. Ia tahu betul, jika Simura yang turun tangan, segala urusan pasti akan berjalan lancar.

​Perjalanan pun dilanjutkan. Tak berselang lama, rombongan akhirnya memasuki gerbang kota. Wajah anak anak menempel di jendela kereta, mata mereka berbinar takjub menyaksikan kemegahan dan hiruk pikuk Ibukota. Atas arahan Simura, kereta berhenti tepat di pelataran sebuah akademi terkemuka di Negara Mei tempat di mana hampir seluruh keturunan bangsawan Dinasti menimba ilmu. Tanpa ragu, Simura mendaftarkan anak anak korban perang itu satu persatu. Ia memastikan seluruh biaya, mulai dari asrama hingga perlengkapan belajar, ditanggung sepenuhnya oleh kantong pribadinya.

​Usai urusan pendaftaran selesai, Simura mengajak anak anak itu berbelanja pakaian dan makan bersama di sebuah kedai. Secara kebetulan, Liusan yang sedang mengantar barang dagangan melintas di sana. Simura segera memanggil dan mengajaknya bergabung. Awalnya Liusan tampak ragu dan segan, namun karena Simura terus memaksa dengan ramah, pria itu akhirnya luluh dan duduk bersama mereka.

​Di sela sela jamuan makan, perbincangan beralih pada urusan perniagaan. Liusan melaporkan bahwa operasional toko berjalan cukup lancar, namun omzet menurun drastis akibat dampak perang yang berkepanjangan. Mendengar hal itu, Simura menghela napas dan meminta maaf karena belakangan ini mengabaikan urusan toko. Liusan tersenyum maklum. dia sangat memahami betapa sibuk dan beratnya beban negara yang dipikul Simura akhir akhir ini.

​Menjelang senja, Simura dan Liusan mengantar anak anak kembali ke asrama. Suasana haru menyelimuti perpisahan itu. Anak anak memeluk Simura erat, seolah tak rela melepaskannya pergi. Dengan nada lembut yang menenangkan, Simura berjanji akan rutin menjenguk mereka. Janji itulah yang akhirnya membuat pelukan mereka melonggar.

​Setelah memastikan anak anak aman di asrama, Liusan berniat pamit untuk kembali bekerja. Namun, sebelum ia sempat berucap, dua kereta kuda melaju mendekat dan berhenti tepat di hadapan mereka. Simura memerintahkan Liusan untuk naik ke keretanya. Meski diliputi tanda tanya, Liusan menurut. Ternyata, kereta itu melaju menuju ke arah distrik serikat pedagang. Liusan baru menyadari bahwa majikannya itu berniat meninjau toko secara langsung. Setibanya di sana, para pekerja yang melihat Simura turun dari kereta segera berlarian menyambut dengan antusias.

​Simura menyapa mereka dengan hangat dan meminta agar tidak bersikap terlalu formal. Baginya, mereka semua bukan sekadar bawahan, melainkan rekan dan keluarga. Ia kemudian meminta Liusan dan para pekerja memeriksa muatan di kereta kedua. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati kereta itu dipenuhi dengan karung karung bahan pangan bermutu tinggi yang tersusun rapi. Simura menjelaskan bahwa perbekalan itu adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama masa sulit ini.

​Para pekerja terpaku. Di saat sebagian besar pejabat negara sibuk memperkaya diri dan mengabaikan nasib rakyat jelata, Simura justru hadir memberikan perhatian nyata. Rasa kagum dan haru terpancar dari mata mereka. Semangat juang yang sempat pudar kini berkobar kembali. Kebersamaan itu terasa begitu hangat, dihiasi tawa lepas di pelataran toko.

​Tak lama berselang, iring iringan puluhan kereta barang tiba dan merapat. Simura menoleh kepada Liusan, menjelaskan bahwa armada kereta itu berisi lebih banyak lagi bahan pangan untuk dibagikan secara merata kepada seluruh karyawan di berbagai cabang toko mereka. Tanpa membuang waktu, Liusan segera mengerahkan bawahannya untuk mendistribusikan perbekalan tersebut ke tempat tujuan. Sekali lagi, sorot mata para pekerja menatap Simura dengan penuh rasa hormat. Mereka bersyukur memiliki sosok pemimpin yang jujur dan penuh empati di tengah krisis yang melanda negeri.

​Setelah situasi mereda, Simura menarik Liusan ke samping untuk membahas evaluasi operasional. Ia menanyakan apa saja yang perlu ditingkatkan, baik di toko pusat maupun di cabang. Liusan menjawabnya dengan sangat taktis, jelas, dan komprehensif. Mendengar analisis yang begitu tajam, Simura tak sedikit pun terkejut. Bagaimanapun, pria bersahaja di hadapannya ini bukanlah orang sembarangan. Liusan adalah mantan panglima pasukan elit Dinasti Mei. Menyelesaikan masalah strategis adalah makanan sehari harinya. jam terbangnya tak perlu dipertanyakan lagi.

​Belum sempat Liusan menyelesaikan laporannya, Simura mengangkat tangan, memotong pembicaraan. Sorot matanya berubah tajam dan serius saat ia menyatakan niatnya, membawa Liusan ke Istana Kekaisaran. Liusan tersentak kaget. Wajahnya menegang. Sebagai seseorang yang telah dicap sebagai pengkhianat negara, melangkahkan kaki ke istana sama saja dengan menyerahkan lehernya sendiri. Ia berusaha menolak mentah mentah, namun Simura bersikeras.

​"Aku mengajakmu bukan sebagai seorang majikan kepada pekerjanya. melainkan sebagai Kepala Keamanan Istana," kata Simura tegas, suaranya menekan setiap kata

​Seketika, Liusan terdiam. dia tak bisa mengelak lagi. Dalam hierarki kemiliteran Dinasti Mei, titah langsung dari Kepala Keamanan Istana memiliki bobot dan kekuatan absolut yang setara dengan titah seorang Jenderal Besar. Suka atau tidak, takdir kembali menarik Liusan ke dalam pusaran istana.​

(Bersambung)

1
3RSEL
cerita nya bagus dan mudah di pahami, alurnya juga menarik.Meskipun tidak dijelaskan dengan detail tingkatan kekuatan si cerita ini.Semangat terus Thor.
3RSEL
semangat terus Thor
3RSEL
sejauh ini cerita nya bagus dan enak dibaca.Tetap semangat, berkarya tidaklah mudah jadi sehat sehat selalu.Pertahankan alur ceritanya, efesien tidak bertele-tele namun tetap jangan terlalu dipaksakan.😁😁😁Maaf bukan menasehati hanya keinginan saya saja ✌️✌️✌️
LukmanÆ: ok, makasih sarannya👍👍
total 1 replies
Leha Rahman
lanjut Thor 😍
Andira Rahmawati
hadir..
Alia Chans
First baca 1 bab dah seru
semangat thor ✍️🤭😉🌹


kalo berkenan mampir juga ya thor😉🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!