"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai terbuka
Nero segera melepaskan ciuman itu. Meskipun dia sangat ingin membalas ciuman itu tapi bukan seperti ini caranya. Ia ingin melakukannya saat Ele dalam keadaan sadar, tidak mabuk seperti ini.
Ele tidak mau ciuman itu berakhir. Ia menahan tengkuk Nero, kembali melabukan ciuman. Namun, Nero tetap menolak.
Nero sampai kualahan menghadapi tingkah Ele. Untung saja imannya sangat kuat, jika tidak, mungkin ia sudah membawa gadis ini ke hotel untuk menuntaskan hasratnya.
"Dia membuatku gila!" Nero memejamkan matanya erat saat kepalanya mendadak pening karena ulah gadis ini. "Sial, dia bangun!" umpat Nero, menunduk ke bawah, menatap miliknya yang menggembung disela pahanya.
Nero segera mengatur nafas untuk mengontrol hasratnya yang membumbung tinggi. Untung saja dia sudah terlatih, kelamaan jomblo membuatnya pandai menenangkan dedek gantengnya. 🤣🤣
*
Jalanan Italia malam itu lengang. Nero mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali melirik Ele yang kini terlelap di jok depan.
Tak berselang lama mobil mewahnya memasuki area rumah. Para penjaga menyambutnya dengan hormat dan salah satu diantara mereka dengan sigap membuka pintu mobil untuknya.
"Tutup mata kalian!" titah Nero saat akan menggendong Ele keluar dari mobil. Ia tak rela tubuh Ele yang sexy di tatap pria lain.
Semua penjaga di sana patuh, segera balik badan dan tutup mata.
Setelah memastikan tidak ada yang mengintip. Dengan hati-hati, ia melangkah masuk ke dalam rumah sambil menggendong Ele, ,menuju kamar gadis itu.
Ia meletakkan Ele di atas ranjang dengan hati-hati, tapi sayangnya gerakannya itu tetap membuat gadis itu terbangun.
"Panas sekali!" keluh Ele seraya mendudukkan diri.
"Hei! Apa yang kau lakukan!" Nero panik, wajahnya langsung memerah hingga menjalar ke telinga saat melihat gadis itu membuka baju, tapi ia segera menahan gerakan tangan gadis itu. "Jangan!"
"Panas! Kau tidak lihat tubuhku berkeringat!" Ele marah sambil menepis tangan Nero dengan kasar. "Jangan mencampuri urusanku, urus saja kekasihmu yang sedang hamil itu!" ketusnya sambil membuka baju bagian atas lalu melemparnya ke sembarang arah.
"Oh, shitt!!!" umpat Nero sejadi-jadinya karena gadis itu sudah tidak mengenakan apa pun lagi. Tubuh mulus, dan sexy dengan dua gunung kembar bulat sempurna dan lembah ranum yang ditumbuhi bulu tipis terpampang di depan matanya. Dia pria normal, tentu langsung bergairah melihat pemandangan seperti ini. Jangkunnya naik turun, menahan gejolak gairah yang berkobar dalam dirinya.
"Ele! Pakai bajumu!" Nero mengais sisa akal sehatnya untuk tidak menerjang gadis itu.
"Tidak mau ... tidak mau!" balas Ele, berteriak. "Apa aku kurang sexy untukmu?" tanya Ele menatap Nero dengan pandangan mengembun. Dengan sisa kesadarannya, ia meraih tangan Nero. "Jawab aku! Sekarang aku bukan anak kecil, aku gadis dewasa, Nero!" lirih Ele dengan suara nyaris tercekat.
"Apa maksudmu? Ele, kau mabuk, bicaramu ngelantur."
"Aku memang mabuk tapi aku masih sadar!" balas Ele, menatap kesal pria itu, tak berselang lama menangis sesegukan. "Apa aku tidak pantas di cintai? Kenapa kalian para pria menyakitiku di waktu bersamaan? Nick, kemudian kau! Apa salahku pada kalian, hah?!" bentak Ele, seraya menghempaskan tangan Nero yang masih ia pegang. Ia benar-benar frustrasi dengan semua peristiwa yang menimpanya secara bersamaan.
Nero menghela nafas panjang. Ia memungut pakaian Ele. "Kau cantik, dan pintar meskipun pemabuk. Tapi, aku yakin pasti akan ada pria yang mencintaimu dengan tulus. Jangan putus asa hanya karena Nick memanfaatkanmu." Nero memberikan nasehat pada gadis itu.
"Lalu kau?" Ele berkata lirih seraya melirik tajam Nero.
"Aku?"
"Kau dulu memutuskan pertunangan kita begitu saja tanpa alasan yang jelas." lirihnya lagi dengan ekspresi sendu.
"Kau yang meminta pertunangan itu berakhir, Ele. Kau lupa?" Nero menjawab dengan nada agak kesal.
"Dasar tidak peka! Harusnya kau waktu itu membujukku dan meluluhkan hatiku!" Ele mengambil apa saja yang ada di dekatnya lalu dilemparkan pada Nero.
"Astaga! Jadi ..." ucapan Nero terhenti saat gadis itu mengangguk sambil menangis.
"Aku berpacaran dengan Nick untuk melupakanmu, dasar pria idiot, bodoh!" maki Ele meluapkan emosinya.
Nero sangat syok mendengar pengakuan gadis itu. "Ele ..."
"Jangan mendekat! Semua sudah terlambat. Kau sudah bahagia dengan pilihanmu, hiks .... Kekasihmu hamil, kau pasti bahagia 'kan?" Ele menangis sesegukan sembari menangkup wajah dengan kedua tangan.
"Maksudmu Winters?"
Ele mengangguk-angguk berulang kali dengan ekspresi sangat menyedihkan.
"Ha ha ha." Nero tertawa terbahak sambil mendudukkan diri di tepian tempat tidur. "Kau salah paham."
"Salah paham bagaiman ... emh ..." ucapan Ele terhenti saat Nero tiba-tiba menciumnya dengan rakus. "Nero ..."
"Diam!" Nero memperdalam ciuman tersebut.
Ayo Elle langsung cek kehamilan nya
Lanjut lagi kak updatenya 😊
Nero mau marah terhadap Pedro yang semakin terbahak sampai perutnya terguncang.
Nero malah dapat omelan dari Elle, tak boleh bersikap buruk terhadap Pedro. Elle tidak membela Pedro. Elle menjelaskan pada Nero kenapa tidak boleh bersikap tidak baik terhadap Pedro.
Ava melihat keadaan Nero yang seperti Pedro waktu mengalami kehamilan simpatik, lalu menanyakan kapan Elle terakhir kali datang bulan.
Wooow...empat bulan telat datang bulan tak disadari oleh Elle.
Ava kaget mendengarnya - dia sampai memekik keras, menyuruh Elle segera mengeceknya.
nero tidak terima elle belain pedro dan ava😀gantian aja ava dan pedro ledekin nero, gak usah takut lagi elle akan belain...
Nero akan dapat kejutan elle lagi hamil 4 bulan, pastinya nero akan happy sekali akan jadi ayahnya...
sabar ya nero mengalami kehamilan simpatik pastinya akan tersiksa mual dan muntah pusing tapi nikmati aja
😀biasanya nero selalu kuat dan tangguh akhirnya tumbang juga masuk rumah sakit😀makanya jangan suka ngeledekin pedro ketula kan....