Siapa sangka selepas hujan malam itu memberi berkah pada lelaki yang sering mehabiskan waktu dengan kedua sahabatnya.Semua berubah,setelah ciuman dan pelukan dadakan dari seorang wanita bak bidadari turun dari kayangan.....
apakah Aris mendapatkan hati wanita yang sudah mencuri hatinya itu??
Area 21+
Diharapkan bijak untuk memilih bacaan sesuaikan umur kalian 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback 2
...Flashback On...
Sore itu setelah berkumpul di Cafe,Ega dan Egy mengajak Aris untuk pergi ke ulang tahun Melly karna memang Aris juga diundang untuk datang.Dengan malas pun ia mengikuti ajakan dari kedua sahabat nya itu.
"Hai Mell"sapa Ega saat sampai ke acara yang di selenggarakan di ballroom sebuah Hotel.
"Happy brithday cantik"lanjut Ega sembari cipika cipiki dengan wanita bertubuh sintal yang terus tersenyum pada Ega.
Wanita ini benar-benar menggoda iman si kembar upin ipin yang memang sangat tipis.
"Happy brithday Mel"ucap Egy dan dilanjutkan oleh Aris memberi selamat pada Melly.
"Makasih kalian udah mau dateng"sahut Melly dengan terus mengembangkan senyum.
Melly bergelayut pada lengan Ega dan menggiring ketiga pemuda itu ke tengah acara yang sebentar lagi dimulai.
"Gue kira acara kecil-kecilan nyet.. ternyata"bisik Egy pada Aris.
Aris terkekeh "Eh ogeb.. di undangan aja udah ada noh tulisannya acaranya dimana,lo mikir acara kecil-kecilan ck...."
"Ogeb bener emang ni onyet atu"timpal Ega yang bisa lepas dari rengkuhan Melly. "Engap gue dipepet dada montok gitu sumpah,pengen gue kurung aja di kamar"lanjut Ega pada kedua kembaran serta sahabatnya.
Egy berdecak kesal sedangkan Aris malah tersenyum "sempet-sempetnya otak lo mikir kesitu,cuci sono.. ngeres mulu"Sahut Aris.
"Tau nih Onyet.. malu gue sumpah punya abang kek dia,mana muka sama lagi"timpal Egy dengan pura-pura kesal.
"Hilih..kalo lu jadi gue,lo bakal tau gimana rasanya dipepet sama gunung kenyal kayak gitu...kaga sanggup gue deket dia,si kuda laut berontak pengen keluar"ucap Ega dengan menenggak minuman beralkohol didepannya.
Egy malah menepuk jidatnya mendengar kata-kata abangnya tanpa filter itu.
"Sumpah bikin malu ni onyet"sahut Aris.
Mereka pun asik ngobrol dengan kata-kata unfaedah.Tiba-tiba wanita yang berjalan lenggak lenggok bak model dengan dress warna peach belahan dada rendah mengekspos sedikit gunung nya itu mendekati mereka berempat,karna Melly kembali bersama Ega.
Aris yang tampak sibuk berceloteh dengan Ega dan Melly tampak tak menghiraukan senggolan dari Egy
"Nyet,tunangan lo"bisik Egy pada Aris.
Aris menoleh menghadap wanita yang Egy maksut.Iya,betul dia Niken tunangan Aris yang baru saja datang.Mereka bertiga tak tau jika Niken adalah teman Melly gebetan Ega.Sejurus kemudian Aris berbalik untuk pergi dari tempat itu,tapi suara wanita itu membuat Aris berhenti.
"Honey,kamu disini"sapa Niken langsung bergelayut pada lengan Aris.
Aris memejamkan sejenak matanya lalu tersenyum paksa dihadapan mereka.
Melly tampak terkejut dengan apa yang ia lihat,Niken pun menggiring Aris untuk lebih dekat dengannya dan mendekati Melly.
"Happy brithday ya beb"ucap Nikem sambil cipika cipiki
"Thanks beb.. Eh beb,ni siapa lo?"tanya Melly penasaran.
"Calon laki gue"sahut Niken dengan bangga nya.
"Hah?? seriusan? Bukannya Lo..."belum selesai ucapan Melly Niken langsung memotong ucapannya.
"Gue udah tunangan sama Aris beberapa tahun yang lalu,kita bakal nikah kok bentar lagi.. Iya kan honey?"
Aris hanya tersenyum terpaksa menanggapi ocehan tunangannya itu,meskipun Aris tak suka dengan Niken tapi ia tak sampai hati jika mempermalukan wanita didepan banyak orang jika wanita itu masih bertindak sewajarnya.
Niken yang sibuk ngobrol dengan teman-teman wanitanya pun lupa akan kehadiran Aris,kesempatan itu membuat Aris bisa pergi dari hadapan Niken.Aris menuju si kembar upin ipin yang tampak asik minum.
"Sial gue bener-bener sial.. Tu titisan uler keket pake ada disini..Lo juga nyet,napa kaga bilang sih si Melly temennya ondel-ondel?"Gerutu Aris sambil menyalahkan Ega.
"Gue juga kaga tau Nyet.. gue nggak pernah kepo sama Melly"sahut enteng Ega.
"Gue cabut lah,rusak mood gue"ucap Aris beranjak dari duduknya.
"Skuy lah gue ikut"Sahut Ega dilanjutkan oleh Egy.
Tapi langkah ketiganya terhenti saat wanita titisan uler keket itu memanggil Aris kembali.Tangan Niken sudah mencekal lengan Aris,Aris pun berbalik tanpa ia tau Niken langsung melum*t bibirnya dihadapan semua orang.
(author:Eh tolong,,,katakan sama titisan uler keket ini urat malunya ditaruh dimana sih? keselip di bok*ng apa gimana sih..)
Aeis membulatkan matanya,Oh Gosh.. Ia benar-benar malu saat ini,tingkah Niken memang kelewatan.Aris tampak merem*s tangannya sendiri hingga buku-buku tangannya memutih.Tatapannya menyalang menatap Niken.Wanita ini benar-benar tak bisa dikasih hati pikir Aris.
Ia mencengkram lengan Niken membuat para teman-teman Niken menatap bingung dengan tingkah keduanya.Ega dan Egy hanya bisa memberi penjelasan singkat agar tak ada omongan jelek mengenai sahabat nya.Aris pun membawanya ke luar ruangan menuju lorong sepi.
★
★
Aris menyentak tangan Niken
"Sakit honey"rengek Niken sambil memegang tangan yang tadi dicengkram oleh Aris.
Aris mengacak rambutnya frustasi "Lo bisa nggak sih nggak bikin gue malu"ucap Aris dengan sinis "Urat malu lo dimana,main sosor-sosor didepan banyak orang. Gue baru kali ini nemu cewek senekat lo dan parahnya kenyataan lo tunangan gue.Ck.. "lanjut Aris masih dengan amarahnya.
"Aku cuma mau nunjukin ke cewek-cewek yang dari tadi liatin kamu,kalo kamu punya aku.. Aku nggak suka mereka mandangi kamu,aku cemburu honey"sahut Niken masih dengan nada manja nya.
Sumpah demi Upin Ipin yang nggak gede-gede Aris sangat jijik mendengar kata-kata yang keluar dari wanita didepannya "Stop"Teriak Aris "Stop lo panggil gue gitu... gue Jijik"lanjutnya sambil pergi meninggalkan Niken yang terus memanggil namanya.
Aris pun berjalan menuju tempat sahabatnya tadi,Ega dan Egy melihat mata Aris yang masih tampak memerah menahan amarahnya.Ia duduk disamping Ega langsung menengguk wine dihadapannya hingga tandas.
"Lo apain si ondel-ondel?"bisik Ega
"Kaga gue apa-apain"sahut Aris kembali menenggak cairan kemerahan dihadapannya.
"Stop lo minum Nyet.. lo udah mabuk"ucap Egy mencoba meambil gelas wine yang masih ada ditangan Aris.
Aris menepisnya "Gue belum mabuk lo santai aja"sahut Aris diselingi oleh kekehannya. "Gue cabut"lanjutnya setelah meletakkan gelas itu ke meja.
Ega mengangguk "Dek,lo anter dia"ucap Ega ke Egy.
"Nggak usah,gue bisa balik sendiri"sahut Aris mencoba menyeimbangkan badannya.
"Bacot... lo mabok Nyet,biar gue anter"Timpal Egy yang akhirnya membuat Aris pasrah.
Mereka berdua jalan menuju basement Hotel untuk meambil mobil milik Aris.
★
★
★
Aris berjalan didepan Egy,pandangan Aris tertuju pada mobil yang ia lalui dengan Egy.Ia tak salah mengenali seseorang,ia ingat betul orang itu meski dalam keadaan mabuk.
Tanpa sadar Egy menubruknya dari belakang karna langkahnya yang berhenti mendadak membuat Egy mengumpat pasa Aris.
"Gy,lo ke mobil gue duluan.. Gue mau nemuin dia"ucap Aris sambil menunjuk ke arah mobil yang ada di sebelahnya.
"Jojo Nyet"sahut Egy yang mengenali gadis yang sedang duduk didalam mobil."Ngapain tu cewek disitu.. sendirian lagi"Lanjut Egy akan mendekati mobil yang Jojo tumpangi.
"Ambilin mobil gue"ucap Aris sambil melemparkan kunci mobil ke arah Egy.
"Setan emang"sahut Egy mendengus kesal lalu pergi untuk meambil mobil Aris yang terparkir agak jauh dari tempat merek berdiri sekarang.
Aris pun berjalan menuju mobil warna hitam itu dan apa lagi yang ia lihat.
"Shit....Br*ngs*k...Anj*ng"umpat Aris.
Apa-apaan ini Alex malah tak jauh dari tempat Jojo berada sedang asik bercumbu dengan wanita dibelakang tembok membuat Aris tak bisa melihat wajah wanita itu.Semakin cepat Aris menghampiri mobil berwarna hitam itu.
Tok
Tok
Tok
Wanita itu terus menunduk pun akhirnya medongak,apalagi ini yang harus Aris lihat.Air mata wanita itu membasahi wajah ayunya.
"Lo ngapain disini"tanya Aris dengan nada tak bersahabat.
Jojo mencoba mengulas senyumnya "Aku nunggu Alex,dia mendadak ketemu klien didalem"sahut Jojo.
"Biad*b"batin Aris kembali mengumpat dengan merem*s kembali jari-jarinya.
"Bodoh"ucap Aris lirih
"Hah??"sahut Jojo yang tak begitu mendengar kata-kata Aris.
Aris langsung membawa wanita ayu itu kepelukannya "Lo bodoh....Lo udah nyia-nyiain hidup lo,sebegitu cintanya lo ke dia hah.."bisik Aris yang sangat jelas di dengar oleh Jojo.Aris diam sesaat "Jangan nangis,gue nggak sanggup liatnya,jangan nangis kalo nggak gue bakal bikin peritungan sama dia...gue sayang sama lo,Please jangan terluka lagi"lanjut Aris mengeratkan pelukannya.Jojo tampak mematung dengan ucapan Aris.
"Kamu mabuk?" tanya Jojo sadar jika lelaki yang merengkuhnya ini sedang dipengaruhi dengan alkohol.
Tapi tak ada jawaban dari Aris,hanya degupan dari dada Aris yang ia dengar.
"Brengsek"Tiba-tiba Alex datang langsung membalik tubuh Aris dan memukulnya dengan membabi buta.
Pukulan yang terus Alex layangkan ke wajah tampan Aris tak membuat Aris melawan.Ia hanya diam dan terus menatap nanar Jojo yang hanya diam tanpa menghalau Alex.
Dari hidung Aris sudah mengeluarkan darah karna pukulan dari Alex tak membuat Alex melepaskan Aris.Hingga Niken mendekati mereka dan menarik lengan Alex untuk menghentikan semua.
"Lex,lo gila"teriak Niken yang terkejut melihat Aris yang terkapar tak berdaya karna pukulan membabi buta dari Alex. "Lex,lo bisa bunuh dia Alex"ucap Niken terus berteriak dan menarik Alex dari tubuh Aris,ucapan Niken tak Alex hiraukan ia kembali akan memukul wajah Aris.
"Si Br*ngs*k ini udah berani banget peluk-peluk cewek gue.. biar sekalian gue patahin tangan ni orang"sahut Alex ikut berteriak dan masih mencengkram kerah baju Aris.
"Tenangin diri lo,dia nggak mungkin sengaja peluk-peluk orang yang nggak dia kenal.. Dia tunangan gue Lex"ucapan Niken membuat Alex menghentikan aksinya
"Jadi dia tunangan lo?"tanya Alex bangkit dari tubuh Aris dan menghempaskan tubuh Aris kelantai.
Niken langsung bersimpuh membawa kepala Aris ke paha nya,tatapan khawatir terpancar dari wanita titisan uler keket ini"Iya dia tunangan gue,mungkin dia ngira cewek lo itu gue.. lo liat kan warna baju gue sama dia itu sama,mungkin karna itu Aris peluk cewek lo"
Alex berbalik dan menghampiri Jojo tanpa menghiraukan Niken dan Aris lagi.
"Kamu gapapa?"tanya Alex pada Jojo yang masih bisa didengar oleh Aris.
"Iya aku gapapa,aku mau pulang"sahut Jojo ia melihat sekilas pada Aris ternyata Aris juga sedang menatapnya.Lelehan bening itu pun kembali keluar dari mata indah Jojo.
Aris mencoba memejamkan matanya sejenak lalu membuka matanya saat mobil itu sudah pergi dari hadapan mereka.
"Kenapa bisa gini sih honey?"tanya Niken yang masih menatap Aris khawatir.
Dengan susah payah Aris mencoba bangun,Niken yang mencoba membantu pun ditepis tangannya oleh Aris.Lelaki itu masih kesal dengan sikap Niken tadi.
"Astaga Nyet lo kenapa?"Tiba-tiba Egy datang dengan berlari kecil melihat sahabatnya yang sudah babak belur dengan hidung dan bibir yang mengeluarkan darah sedangkan pipi sudah membiru karna lebam.
"Lo apain temen gue"ucap Egy lagi dengan tatapan tak suka pada Niken.
"Lo gila...gue tunangan Aris,nggak mungkin lah gue yang bikin dia kayak gini.. mikir pake otak"sahut tak trima Niken.
"Tunangan apaan,status doang ini... Udah minggir lo gue mau bawa dia balik"ucap Egy sambil meambil alih Aris dari Niken.
"Biar aku obatin"paksa Niken pada Aris membuat Aris jengah.
"Biar gue balik sama Egy,,Gue males debat,please lo ngertiin gue"pinta Aris pada Niken.Aris pun berjalan dibantu.oleh Egy untuk menuju mobilnya.
★
★
★
...Selepas Hujan Cafe...
Aris yang dibantu oleh Egy pun turun dari mobilnya.Para karyawan dan sebagian pengunjung tadi pun tampak terus menatap Aris yang sangat kacau.Egy hanya mengode diam pada para karyawan hingga mereka naik kekamar Aris.
Setelah pintu terbuka Aris langsung di rebahkan Egy di ranjang.
"Gue ambil obat dulu buat bersihin luka lo..Lo diem disini aja"ucap Egy lalu meninggalkan Aris yang memejamkan matanya.
Egy sibuk mencari P3K milik sahabatnya yang entah dimana dia menaruhnya.
Tok
Tok
Egy berjalan menuju pintu kamar Aris dan membukanya.Mata Egy membulat melihat Jojo yang berdiri dengan tatapan khawatir.
"Aris dimana?"tanya Jojo
"Em...itu..anu,Aris didalem"sahut Egy yang bingung sendiri. Jojo langsung menerobos masuk ingin melihat keadaan Aris.
Kembali lelehan bening dari mata Jojo pun membasahi pipinya,ia melihat Aris yang memejamkan matanya dengan wajah yang penuh dengan lebam dan darah yang mengering.
Tangisannya pun pecah,ia berjongkok tak sanggup melihat lelaki baik dihadapannya terluka karnanya.
"Gue nggak tau sebenernya ada apa.Pas tadi gue dateng,gue udah liat dia babak belur gini"ucap Egy yang berdiri disebelah Jojo.
Jojo berdiri sambil menyeka air matanya "Bisa tinggalin aku sama Aris?"pinta Jojo pada Egy.
Egy pun mengangguk dan menyerahkn kotak P3K pada Jojo "Obatin lukanya.Gue tunggu dibawah"ucap Egy lalu meninggalkan Aris dan Jojo.
Jojo masih menatap nanar Aris.Lalu ia meambil baskom kecil yang berisikan air dan handuk yang disediakan oleh Egy tadi.
Jojo mendekati Aris dan duduk dipinggir ranjang.Tubuhnya kembali bergetar,tangannya terulur memegang pipi Aris yang lebam.
"maafin aku"ucap lirih Jojo
Aris yang dengan suara tangisan itu pun akhirnya membuka matanya.
"Jo.. ini lo?"tanya Aris mencoba meyakinkan dirinya jiak dia tak berhalusinasi.
Jojo mengangguk "Iya ini aku,maafin aku"jawab Jojo dengan air matanya yang kembali mengalir.
"Lo nggak salah,lo kenapa nangis?"Tanya Aris lagi.
"Aku yang bikin kamu kayak gini.. maafin aku"ucap mencoba merendam tangisnya.
Aris bangkit dan menyadarkan badannya pada dinding ranjang.
"Jangan salahin diri lo,lo nggak salah.. hem..jangan nangis lagi"ucap Aris sambil tangannya terulur menghapus air mata Jojo.
Jojo langsung mehambur memeluk tubuh Aris dan ucapan maaf itu kembali terlontar dari mulutnya,Aris membalas pelukan Jojo.Ia mencium puncak kepala wanita ayu itu tanpa penolakan dari Jojo.
"aku bersihin luka kamu"ucap Jojo saat mererai pelukannya.
Jojo dengan telaten membersihkan luka Aris.
"Kamu mau makan?"tanya Jojo saat sudah selesai.
Aris menggeleng dan terus menatap intens Jojo.
"kamu kenapa liatin aku terus?"
"Lo cantik... Gue jadi sayang"sahut Aris tanpa sadar membuat Jojo merona.
Aris kembali meulurkan tangannya untuk membelai pipi Jojo.
"Gue minta pipi ini jangan lagi dibasahi dengan air mata lo..Gue nggak sanggup liatnya"ucap Aris jujur pada Jojo
Persetan dengan status,yang ia mau sekarang jujur akan perasaannya.
Aris mendekatkan tubuhnya pada Jojo,mengikis jarak diantara mereka.Tangan Aris lebih dulu mengusap lembut bibir yang tampak merah menggoda karna tangisnya tadi,Jojo reflek memejamkan matanya.Seolah mendapat respon Aris mencium lembut bibir Jojo mengalirkan getaran-getaran yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.Aris m*l*m*t menyes*p bibir wanita ayu itu.Jojo pun merespon ciuman Aris ia pun membalas ciuman Aris tak kalah lembut seakan meluapkan semua pada lelaki itu.Langit juga seakan mendukung keduanya,Hujan yang begitu deras membuat suasana semakin romantis untuk kedua insan itu.Aris yakin rasa cintanya bukan untuk sementara.Ia sangat yakin mencintai wanita ini dengan tulus,Aris sangat yakin akan itu.
Entah kali keberapa mereka saling menyatukan bibir mereka dan oh... Sejak kapan Jojo berada di pangkuan Aris.Mereka terus membelit satu sama lain,decapan dari bibir kedua nya seakan menggema di penjuru kamar milik Aris.Aris melupakan semua luka dibadannya,ia tak peduli pada lukanya.Yang ia tau sekarang hanya ingin mengungkapkan semua perasaannya pada wanita yang sudag mencuri hatinya ini.
"Aku mencintaimu Jo"bisik Aris pada Jojo.
Jojo tersenyum teduh menatap Aris lalu mereja kembali berpelukan.
...Flashback off...
Greb
Aris merasa ada yang memeluk lehernya dari belakang dan ia tau siapa itu "Sendiri aja..kok nggak istirahat?"tanya Jojo pas ditelinga Aris.
Aris tersenyum mengusap lembut tangan Jojo lalu menggiring Jojo untuk duduk disebelahnya "Gue lagi nkmatin hujan.. Sayang kalo dilewatin"sahut Aris dengan senyum teduh pada Jojo.
lanjutannya kak thor....
Ya Allah dah....UHUY
Ya Allah dah....UHUY
Dan...ah, sabar Jojo, jangan bersedih soal kehamilan. Nanti malas stress.
Hhhhh ngapa lagi belatung nangke satu nih
eh, pengharum ruangan ya. Tapi kox busuk hati. Belagak gangguin suami orang