NovelToon NovelToon
Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Izzah

Jangan lupa follow IG baru author
"@queenzah.aquine"

Hai teman-teman

Ini novel pertamaku.

Menceritakan, Syifa seorang gadis yang sangat gengsi dan selalu acuh tak acuh bila bertemu orang asing. Dan, Luthfi, seorang pria dengan temperamennya yang cuek serta dingin kepada siapapun yang asing baginya

100% karya ini milik, Queen Izzah.

Apabila ada Nama tokoh dan Tempat yang sama, Queen Izzah mohon maaf.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Izzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Otak ngga waras

"Senang kepala loh. Loh ngga tau aja tadi, Luthfi nanya apa ke gue", Syifa memelankan suaranya

"Pasti nyatain cinta" goda, Risa yang disambut tatapan tajam dari, Syifa

"Udah, bercanda. Ayo! Nanti, Luthfi curiga kita lama-lama disini" ajak, Risa yang kemudian menghampiri, Luthfi dan menaruh kantung plastik tersebut di meja

"Loh masih pengen lama kan disini?" tanya, Risa kepada, Luthfi

"Gue ngikut, Vigo aja. Soalnya gue mau nginap dirumahnya" jawab, Luthfi tanpa menoleh

"Ohhh", Risa membulatkan mulutnya

Risa kemudian mengode, Syifa untuk duduk disebelah, Luthfi. Namun, Syifa tidak mau, Risa terus mengode agar, Syifa mau duduk disebelah, Luthfi. Syifa menggeleng beberapa kali tanda dirinya tidak mau. Namun, Risa tidak kehabisan cara, ia malah sengaja menggoda, Syifa agar ia bisa duduk disebelah, Luthfi

"Syifa. Ngapain loh masih berdiri disitu. Duduk disebelah, Luthfi. Nanti kaki loh kram gimana", Risa mencoba menahan senyumnya

Luthfi menoleh kearah, Syifa yang masih berdiri dengan menenteng kantung plastik ditangannya. Ia kemudian menggeser duduknya agar, Syifa bisa duduk disebelahnya

"Duduk disini" cetus, Luthfi yang menggeser duduknya

"Hmmm. Ia", Syifa dengan gugup duduk disebelah, Luthfi. Matanya terus menatap tajam, Risa

"Kenapa, Fa?", Risa dengan tidak tau dirinya malah bertanya seakan tidak berbuat apa-apa

Luthfi juga menoleh kearah, Syifa setelah, Risa bertanya kepadanya. Syifa yang sedang kesal dengan, Risa harus menahan emosinya untuk tidak marah. Ia kemudian hanya memaksa seulas senyumnya

"Ngga apa-apa" sahut, Syifa

"Gue panggil, Viona sama Arvigo dulu yah buat gabung bareng kita disini", Risa sudah hendak berdiri

"Ngga usah, Risa. Banyak kesalahpahaman yang mereka harus selesaikan berdua" seru, Syifa

"Ia juga sih. Tapi gue pengen nanya, kok kalian bisa tau cerita tentang mereka berdua?" tanya, Risa kepada, Syifa dan Luthfi

Syifa memutar malas bola matanya dengan mendengus

"Loh pasang telinga loh tuh dimana sih, Sa?" kesal, Syifa

"Gue juga pengen nanya sama loh, loh tuh naro mata loh dimana sih, Fa? Sampai loh ngga bisa lihat telinga gue?" sahut, Risa dengan sewot

"Dih. Santai aja dong loh ngomong, ngga usah ngengas" ujar, Syifa yang tidak kalah sewot

"Sorry yah, Fa. Gue ngga lagi berkendara. Jadi gue ngga lagi ngegas dan ngga ngerem", Risa mengibaskan tangannya dengan gaya songongnya

Satu bungkusan cemilan mendarat di wajah, Risa yang membuat gadis itu merintih. Luthfi yang menyaksikan adegan perdebatan kedua sahabat itu hanya tersenyum dibuatnya

"Ngapain loh ngelempar ini ke gue?", Risa dengan nada sewotnya. "Gue tau, Fa. Loh itu perhatian banget sama gue. Tapi ngga mesti loh lempar juga kali makanannya"

"Malas banget gue ngeladenin otak ngga waras kayak loh", Syifa jengah dengan, Risa

"Ehem", Luthfi berdehem agar kehadirannya terlihat

"Astaga. Maaf" ucap, Syifa dengan kikuk

'Kok gue bisa sampai lupa sih kalau disini ada, Luthfi. Mana tadi gue ribut mulu lagi sama, Risa. Aduh, ini gue malu banget sumpah' - batin, Syifa dengan rona merah di wajahnya

'Mati kan loh. Hahhahaha' - batin, Risa dengan menahan tawanya melihat wajah pias, Syifa

Suara deringan ponsel milik, Risa terdengar. Risa kemudian meraih ponselnya didalam tas. Saat, Risa melihat siapa yang menelepon, ia kemudian menekan tombol icon hijau kemudian berusaha menjauh

"Siapa?" tanya, Syifa dengan pelan

"Mama. Gue ke kamar dulu yah", Risa pergi tanpa menunggu jawaban, Syifa

Kembali hanya tersisa, Luthfi dan Syifa diruangan tersebut. Syifa enggang memulai pembicaraan, ia hanya meraih botol minum yang ada diplastik tersebut. Tidak lupa memberikan, Luthfi satu botol minuman walau jus apel dihadapan, Luthfi belum habis

"Loh suka sama, Reza?", Luthfi meraih jus apel tersebut lalu meneguknya sampai habis

"Ngga", Syifa spontan menjawab karena terkejut, Luthfi bertanya tentang itu

"Hmm. Maksud gue. Gue ngga ada perasaan apa-apa sama dia", Syifa sudah bisa menguasai dirinya

Luthfi menoleh kearah, Syifa dengan tatapannya yang dalam. Syifa yang menyambut tatapan, Luthfi tidak sanggup bila harus berlama-lama bersitatap dengan pria di hadapannya ini. Ia kemudian berusaha mengalihkan pandangannya

"Kok loh nanya itu ke gue?", Syifa bertanya dengan nada santai

"Loh pernah bilang kan, kalau loh suka cowok yang senyumnya manis?", Luthfi terus menatap, Syifa

"Oh yah? Kapan gue pernah ngomong itu ke loh?", Syifa kembali menatap, Luthfi.

Syifa memang pernah mengatakan dia suka cowok yang punya senyum manis. Tapi ia merasa tidak pernah mengatakan itu kepada, Luthfi. Ia hanya pernah mengatakan itu kepada, Risa.

"Loh ngga pernah ngomong itu ke gue. Gue cuma pernah dengar loh ngomong ini ke, Risa. Gue ngga sengaja dengar", Luthfi memalingkan wajahnya

"Oh. Gue pikir gue pernah ngomong ke loh tentang ini", Syifa meraba tengkuknya

"Kalau dia suka sama loh?", Luthfi kembali menatap dalam, Syifa

Syifa merasakan keringat dingin mulai menjalar keseluruh tubuhnya saat ini. Peluhnya mulai keluar dari dahinya. Syifa bahkan merasa suhu tubuhnya naik sepuluh kali lipat menjadi panas dingin

Luthfi yang menyadari keringat, Syifa diarea dahinya terlalu banyak, ia segera mengelap keringat tersebut dengan tangannya. Aura panas dingin dalam tubuh, Syifa kembali memuncat.

Syifa setengah mati melawan debaran jantungnya yang entah dimana keberadaannya. Wajah merahnya mungkin kini sudah seperti ditaburi blus on sekilo.

"Loh sakit?", Luthfi panik melihat perubahan air muka, Syifa yang tiba-tiba mengeluarkan banyak keringat serta wajahnya yang memerah

"Hmm.. Ng.. Ngga. Gu.... Gue ngga apa-apa", Syifa gugup mejawab. Ia kemudian melap keringat di dahinya sendiri

"Ini. Minum dulu", Luthfi memberikan botol minum kepada, Syifa

Syifa meneguk minuman dari botol tersebut sampai tidak tersisa walau hanya setetes. Luthfi mengernyit keherangan dengan, Syifa yang bisa langsung menghabiskan botol minum tersebut tanpa jeda

"Loh beneran ngga apa-apa" raut panik di wajah, Luthfi masih terlihat. Syifa hanya mengangguk pelan

Syifa kemudian melirik, Luthfi. Ia terus mencerna maksud dari pertanyaan, Luthfi tadi. Kenapa, Luthfi harus menanyakan hal semacam itu? Konyol sekali. Mungkin begitulah gambaran dari isi kepala pikiran, Syifa saat ini

"Kenapa?", Luthfi ngelap sisa keringat di dahi, Syifa dengan lembut saat, Syifa melirik dirinya

Syifa menggeleng lalu dengan cepat menguasai dirinya agar kembali normal. Ia bahkan berkali-kali menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Kini, wajahnya sudah kembali normal seperti semula

"Syifa?" panggil, Luthfi

"Ia?", Syifa menoleh kearah, Luthfi

"Loh belum jawab pertanyaan gue tadi kan?" ucap, Luthfi dengan rendah

"Pertanyaan loh yang mana?", Syifa sudah seperti tidak ingin membahas pertanyaan itu lagi

Luthfi terdiam sejenak dengan masih menatap dalam mata, Syifa seperti sedang mencari jawaban dari mata tersebut

Deg!

Suara detakan jantung milik, Syifa kembali melunjak saat, Luthfi menatapnya dengan sangat dalam. Ingin sekali, Syifa memalingkan wajahnya, namun entah kenapa dia malah tidak bisa berbuat apa-apa selain membalas tatapan mata, Luthfi yang selalu membuatnya kaku sekaligus terpana

Luthfi mengakhiri tatapan tersebut. "Lupain aja pertanyaan gue tadi"

"Kenapa?", Syifa heran dengan, Luthfi saat ini

"Loh ngga pengen jawab kan?" seru, Luthfi tanpa menoleh

"Bukannya gue ngga mau jawab" jawab, Syifa dengan nada tidak enak

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 😃
kembali lagi kak cuma gak pernah komen.. suka sama karya kka.. semoga sehat selalu,murah rezeki n diberi kelancaran setiap hajat yang kka ingin kan.. sukses selalu kak semangat berkarya..
Dimas Pratama
Luar biasa
Oke Santai
akhirnya, Risa yg slalu di buli kini udah punya pendamping.mereka yg slallu berdebat bisa jadi terikat.hebat.
Oke Santai
keren, asyiknya ketika mereka sedang bersama.ada saja yg bisa buat aku tertawa sendiri.ini hanya novel,namun kayak di dunia nyata.the besth karyamu thor.sangat menghibur.
Oke Santai
makin seru.
Oke Santai
wah gila banget.jadi tertawa sendiri ,dengar tingkah dan lawakan mereka ketika kumpul.keren Thor.
Oke Santai
Risa" lucu banget sih lho.
Oke Santai
,keren ,awal mula cinta yg tumbuh tanpa di sadari mengalir apa adanya,ya begitulah kisah kasih masa masa di sekolah.
Aquine: wkwkwk. benar lho
total 1 replies
Oke Santai
kisah kasih yg lagi tumbuh.seru.semangat Thor.
Oke Santai
masih menyimak Thor.
Aquine: ashiaapp
total 1 replies
Efryn Sinaga
alurceritanya ringan
Windha Winda
mencintai diam²... 😂😂😂😂
Surya Hasiholan
cerita dua duanya aja Thor.. hehehe .
Oktia Kurnianingrum
gak malu y 3 cewek jadi2an itu
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Susah banget soalnya nemu novel yang bagus gitu buat di baca.
Terakhir aku baca yang judulnya "(Siapa) Aku Tanpamu)", bagus banget ceritanya tapi yang baca dikit, kasian otornya.
Dan jangan lupa, searchnya pakek tanda kurung
FRENDY DAMANIK
gila sihhh.... ini seru bngttt
Millati
akhirnya ngaku juga...tpi kok nggk ditembak jdi pacar
Millati
pasti reza tuh yg ganggu
Millati
suka..baca mpe lewat tengah malam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!