NovelToon NovelToon
Arjuna Mencari Cinta

Arjuna Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Lari Saat Hamil / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Tamat
Popularitas:611.1k
Nilai: 5
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :
ARJUNA, seorang advokat/pengacara/lawyer yang profesional di bidangnya. Namun, karena pesonanya itu, dia kerap didatangi para wanita-wanita cantik hingga gelar 'Play Boy' pun melekat pada dirinya. Ada alasan tersendiri kenapa rumor yang kurang enak disandang itu menyebar begitu saja.

Persidangan telah mempertemukan Arjuna dengan jaksa muda bernama SHADRINA ARIMBIE. Intrik mewarnai kisah cinta mereka hingga terungkap jati diri Arjuna yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diandra

Dengan wajah kesal, Arimbie pun naik ke mobilnya. Hari ini mereka sudah sepakat akan mencari anak perempuan Intan yang tinggal bersama ayahnya.

Selama dua hari mereka melakukan pencarian. Dengan mengawasi dan menyelidiki rumah mantan suami Intan yang bernama Julian. Namun, tidak diketahui bahwa dia memiliki anak perempuan yang berusia sembilan tahun, karena Julian hanya memiliki seorang anak laki-laki saja selama ini. Itu informasi yang mereka dapatkan dari para tetangga ketika mereka mampir ke mushala.

Langit mulai redup, karena matahari akan segera menenggelamkan dirinya di ufuk barat. Sementara pencarian mereka belum menghasilkan apa-apa selama dua hari ini.

“Hari sudah semakin sore, kenapa tidak ada seorang pun yang keluar dari rumah itu?” tanya Arimbie.

“Entahlah. Apa mungkin rumah itu tidak ada penghuninya?” ucap Arjuna sambil terus berpikir.

Mereka hanya mengamati rumah Julian dari dalam mobil Arjuna yang berjarak beberapa ratus meter saja. Itu pun dengan posisi mobil yang tidak mencolok.

“Kita langsung ke rumahnya saja, dari pada pulang dengan tangan kosong lagi,” ucap Arimbie sambil bergegas membuka pintu mobil.

“Tapi ... bukannya malam ini kita ada acara di rumah kakekmu, Bie?”

“Oh, iya, ya. Aku hampir lupa.” Arimbie mengurungkan niatnya dan kembali duduk dengan tegak. “Ya sudah, kita pulang. Besok masih bisa dilanjut. Kalau perlu, kita cari informasi di sekolahnya Dian.”

“Oke.” Arjuna mulai menyalakan mobil dan mengeluarkannya dari persembunyian.

Untuk pulang, mereka harus melewati rumah Julian yang tampak sepi. Dari rumah yang gelap itu, lampu-lampu tiba-tiba menyala menandakan bahwa pemilik ada di dalam rumahnya. Arimbie yang penasaran tiba-tiba meminta Arjuna menghentikan mobilnya.

“Tunggu, tunggu! Mereka ada di dalam. Ayo kita temui saja.”

“Kamu yakin, Bie? Hari sudah hampir gelap, loh,” tanya Arjuna sambil menghentikan mobilnya.

“Sebentar saja. Aku penasaran.” Arimbie langsung membuka seatbelt dan keluar dari mobil.

“Tunggu, Bie! Kita harus hati-hati saat datang ke rumah orang,” seru Arjuna sambil mengejar Arimbie yang mulai membuka pagar rumah yang sederhana itu.

“Aku tahu.” Arimbie terus berjalan masuk lalu mengetuk pintu. Tak ada jawaban dari dalam rumah. Namun, dia tetap menunggu.

“Aku pernah datang ke sini, Bie. Tapi pemilik rumah memang tak mau menerima tamu bahkan mereka tidak mau membuka pintu sedikit pun.”

Suara bass milik seorang laki-laki tiba-tiba mengagetkan dari belakang. Ia tampak membawa tas besar seperti baru datang dari tempat yang jauh.

“Maaf, kalian sedang mencari siapa?” tanya laki-laki itu sambil mengerutkan dahinya.

“Ohh ... ka-kami sedang mencari pemilik rumah. Apa mereka ada di dalam?” tanya Arjuna.

“Ada urusan apa memangnya?” tanya laki-laki itu sambil mendelik. Sikapnya sangat tidak ramah dan sedikit lelah.

Tiba-tiba terdengar suara benda yang pecah dari dalam rumah. Semua segera menoleh ke arah pintu.

“Maaf, Ma! Dian gak sengaja, Ma,” rengek seorang anak pada ibunya.

“Sudah berapa banyak barang-barang yang kamu pecahkan Hahh!? Kamu tahu harganya berapa?”

“Kaki Dian masih sakit, Ma. Jadi tadi kepleset.”

Sang pria mengeluarkan kunci dan membuka pintu rumahnya, karena ternyata dia adalah pemilik rumah yang sedang di cari Arjuna. Dia yang masuk tiba-tiba, tanpa sengaja ia menyaksikan sendiri perlakuan istri terhadap anaknya.

“Apa! Sakit katamu? Bagaimana dengan ini?” ucap sang ibu sambil menendang kaki sang anak yang memang sudah memar sejak awal.

“Auw!” Anak bernama Dian itu meritih menahan rasa sakit. Dia menjerit ketika ibunya akan mengulang perlakuannya. “Ampun, Ma. Sakit, Ma ....” Dian segera meraih kaki sang ibu dan menahannya.

Arimbie dan Arjuna yang penasaran pun turut masuk tanpa dipersilakan oleh pemilik rumah. Arimbie berlari melindungi Dian—anak laki-laki yang pernah ia tolong beberapa waktu yang lalu.

“Hentikan!” seru Arjuna. “Apa yang anda lakukan pada anak anda sendiri?” Arjuna melirik pada laki-laki di sebelahnya yang hanya berdiri terdiam. “Apa anda kepala keluarga di sini? Kenapa diam saja?” ucap Arjuna geram.

“Siapa kalian? Siapa yang menyuruh kalian masuk ke rumah saya?!”

“Siapa pun kami, itu tidak penting. Saya tidak bisa diam saja melihat hal ini terjadi di depan mata saya.”

“Si-siapa mereka, Pa? Untuk apa mereka datang ke rumah kita?” tanya istri Julian terbata.

Julian menatap istrinya dengan tatapan yang tajam. Namun, dia belum bisa memarahinya di depan orang asing.

“Saya akan mengurus keluarga saya sendiri. Kalian tidak perlu ikut campur. Silakan keluar dari rumah saya sekarang juga!” perintah Julian—sang pemilik rumah.

Arimbie membawa Dian duduk di atas kursi lalu ia menunjukkan kartu identitasnya sebagai seorang jaksa.

“Lihat ini baik-baik! Saya seorang jaksa. Saya bisa menuntut kalian dengan pasal penganiayaan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur.”

“Kami juga bisa mengadukan perbuatan kalian pada KPAI. Sepertinya, ini bukan pertama kali kalian melakukannya, benar, 'kan?” lanjut Arjuna.

Julian segera menghampiri anaknya dan mengamati seluruh luka di tubuh kecilnya. “Dian, apa semua ini mamamu yang melakukannya?” Dia meraba semua bekas luka dan memar di tubuh Diandra. Namun, seperti biasa Dian selalu diam tanpa kata-kata. Seperti tempo hari ketika dia lari dari kejaran ayahnya.

“Tidak, Pa! Bukan mama. Dian terjatuh, karena itu dia terluka,” sanggah ibunya Dian yang memiliki nama lengkap Santika itu. Delikkan matanya membuat Dian takut untuk bicara.

“Izinkan saya membawa Dian ke rumah sakit. Kakinya terluka dan mentalnya mungkin mengalami trauma,” pinta Arimbie.

“Saya ayahnya, saya yang akan membawanya,” sergah Julian sambil membawa anaknya. Dia berhenti sesaat di hadapan istrinya dengan tatapan kecewa.

Arjuna dan Arimbie mengikutinya ke rumah sakit untuk memastikan bahwa Diandra benar-benar mendapat perawatan. Terlihat Julian begitu menyesal di hadapan anaknya karena selama ini dia terlalu sibuk bekerja di luar kota dan meninggalkan Dian bersama istrinya.

Begitu sering dia melihat Dian dalam keadaan terluka. Namun, dia tak menyangka bahwa ini ulah istrinya. Ketika terluka, Dian selalu menghindar dari ayahnya dan tak pernah sekali pun dia mengadu. Padahal Julian sering memaksanya untuk bicara.

“Dian, maafin papa, Nak. Gara-gara papa, kamu menderita.” Julian hampir menangis mengingat dirinya telah menjadi seorang ayah yang tak berguna.

Arjuna menepuk pundak Julian karena ingin membicarakan hal penting dengannya. “Bisakah saya bicara sebentar dengan anda?” tanyanya.

Julian menoleh lalu mengikuti Arjuna keluar dari ruangan itu. “Kita bicara di sini saja. Saya tidak bisa meninggalkan Dian terlalu jauh.”

“Saya mengerti,” jawab Arjuna. Mereka pun duduk di kursi tunggu yang berderet di depan kamar Diandra. Arjuna memperkenalkan diri sebagai pengacara dari wanita yang bernama Intan. Arjuna sedang mencari keberadaan mantan suami dan anak dari Intan atas permintaan klien-nya itu.

“Anda benar-benar pak Julian, 'kan? Mantan suami dari Bu Intan?” tanya Arjuna ingin memastikan.

Julian hanya mengangguk, lalu menatap Arjuna. “Untuk apa dia mencari saya?”

“Untuk menanyakan keberadaan anak perempuannya? Seharusnya anda tidak memisahkan mereka sejak tujuh tahun yang lalu.”

“Saya membawanya, supaya Dian tidak menjadi beban dalam hidup Intan. Sebelum bercerai, kami kerap bertengkar hanya karena masalah anak.”

“Tapi dia seorang ibu. Dia sangat kehilang dan kesepian. Apalagi waktu itu, Diandra masih kecil. Masih sangat membutuhkan kasih sayang dari ibunya.”

“Anda benar. Saya telah salah dengan mempercayakan Diandra pada Ibu tirinya. Seharusnya dia tinggal bersama ibu kandungnya.” Julian mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

“Maaf, apakah ... Dian itu benar-benar Diandra?”

“Benar, dan saya hanya memiliki satu anak yaitu Diandra.”

“Tapi ... Bu Intan bilang, Diandra—anaknya itu seorang perempuan?”

“Dian adalah Diandra, seorang anak perempuan. Dia memang tidak pernah memanjangkan rambutnya sejak kecil, pakaiannya pun seperti anak laki-laki,” terang Julian.

...—BERSAMBUNG—...

Arjuna lovers ...! Maaf, selalu lama menunggu. Ya Allah, aku ingin memiliki kekuatan super seperti iron man, supaya bisa up tiga episode tiap hari. Namun, apalah daya aku hanya wanita biasa.

Terlepas dari semua itu, Author harap readers selalu setia dan memberi dukungannya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. 😆😘🙏

1
Iziy
mewek bener aku mbacanya sampai berulang ulang kali gua baca
Yant08
Luar biasa
titiek
arimbie buta
titiek
lagi galau ketemu cerita ini ya mewek lah 😭😭😭😭😭
titiek
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
titiek
beruntung arjuna punya adik2 yg bs menghibur dia
titiek
untung byk arjuna 🤣🤣🤣
titiek
🤣🤣🤣🤣 syukuran tu Adrian. emang enak
titiek
nah kan mak bapak nya reunian
titiek
bakalan reuni ini
titiek
muridku ad kembar 2.muka beda besar badan beda. kakaknya kecil kurus, adiknya gendut tinggi.
titiek
anaknya Aliiiiii
Trisnawati Ilyas
masih nymak sambil goyang jempol🤭🤭🤭
Masdayani Sidauruk
keren thor!!
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞: Terima kasih🙏
total 1 replies
Masdayani Sidauruk
konyol dan seru..
NandhiniAnak Babeh
Karya yg bagus..
hanya 🌹yg dapat mewakili perasaan ku saat membaca nya 🥰🥰🥰
NandhiniAnak Babeh: sama² author 🤗
total 2 replies
NandhiniAnak Babeh
dari semalem sehabis marathon.. hp error' jadi ga bisa komen..
🙏🙏🙏🙏🙏
NandhiniAnak Babeh
masih belum nyambung otakku Thor..
ku simak terus ya Thor
NandhiniAnak Babeh
absen reader baru Thor 🙋🙋🙋
Lisa Citra
semoga ada lanjutan ceritanya mbu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!