NovelToon NovelToon
Istri Pajangan

Istri Pajangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asih sunkar

Aku bukan pelakor! Aku hanya lah orang ketiga dalam hubungan kakaku dan calon suaminya.... lah bagaimana mana bisa?

Bagaimana jika suami mu dan suami kakak mu adalah orang yang sama?

Ini adalah kisah ku. Aku-Kania, Adam dan Najira, yang bukan lain adalah kakak tiri ku, terikat dalam satu hubungan yang bernama tali pernikahan.

Jika kalian tanya siapa istri pertamanya mas Adam. Aku, aku istri pertamanya. Tapi siapa wanita yang di cintanya, iya, Najira.

Aku tau betul kalau hati mu hanya milik Najira seorang. Tapi, aku juga istri mu. Tidak kah kau memikirkan perasaanku walau sedikit?

Jangan lupakan Chandra, Pria adi kuasa yang memegang tali merah di kehidupan Kania.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asih sunkar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. Jangan menangis lagi

Jangan menangis lagi

Malam telah tiba, Gelap sudah merata mewarnai langit. Adam dan Kania menginap di rumah pak Supripto. Mereka tidur di satu kamar sempit yang dindingnya adalah tepas. Kania tidur diatas tempat tidur yang terbuat dari anyaman bambu, sedangkan Adam, ia lebih memilih untuk tidur di atas tikar

Rumah pak Supripto sangatlah sederhana, rumah yang berdinding tepas, atap dari anyaman daun sagu, dan lantai yang masih berlapisi tanah.

Kania sedang rebahan di atas tempat tidur, ia merasa kakinya sakit. Seharusnya kalau di kota, kaki Kania sudah di pasang gips dan tidak bisa digerakkan kurang lebih sebulan. Tapi karena ini pelosok, jangankan gips, mendapat perawatan medis saja sudah syukur. Kania menatap langit langit kamar, ia sedang menyusun rencananya untuk kedepannya nanti. Ia sudah muak dengan pernikahan poligami ini, ia capek. Ia letih menjadi orang yang selalu disalahkan

Aku tau jelas bagaimana Mas Adam memperlakukan kak Jira dengan begitu lembut. Sudah sebulan lebih kami menjalani pernikahan poligami ini, dan dari awal sampai sekarang aku yang terus dianggap salah. Aku yang dianggap tak pernah ada, aku yang hanya dipandang sebagai pajangan.

Memang aku tidak mengharap banyak. Tapi, kalau aku diperlakukan seperti ini terus, jujur, aku gak sanggup. Aku ingin segera keluar dari ikatan pernikahan ini. Aku mau cerai. Aku muak. Aku gak mau dianggap sebagai orang yang disalahkan sampai akhir. Aku juga mau bahagia

Aku juga ingin menikah dengan orang yang mencintaiku, dan yang kucintai. Aku ingin memiliki rumah tangga ku sendiri dan hidup sampai tua dengan aman dan nyaman.

Hati Kania rasanya sudah penuh dan sesak. Ia setiap harinya harus melihat bagaimana suaminya memperlakukan madunya dengan begitu lembut. Perlakukan yang sangat mustahil bisa diterima Kania dari seorang Adam.

Pernikahan ini hanyalah kesalahan. Dan kesalahan harus segera diakhiri

Tapi bagaimana caranya aku bisa keluar dari ikatan ini. Ahh kan mas Adam sendiri yang kemarin bilang akan menceraikan diriku, apa aku tunggu dia yang sendiri mengatakannya ya. Tapi kapan dia akan katakan itu.... aku udah gak sanggup!.

Kalau saatnya nanti aku sudah cerai, aku akan menyandang status janda.

Rata-rata orang seumuran ku sudah merintis dan memulai karirnya, tapi aku malah terjebak pernikahan yang rumit ini. Aku harus menikah dengan seorang yang untuk melihat ku dengan tatapan normal pun tidak pernah. Kenapa dunia tidak adil padaku, kenapa harus aku yang sakit. Kenap aku menerima kesialan ini padahal aku tidak pernah menanamnya sedikitpun.

Kania memejamkan matanya, kesesakan hatinya meluap dan mencair dari lubang matanya. Ia menangis tanpa suara, supaya Adam tidak tahu. Supaya Adam tidak mendengar, dan melihat dirinya yang lemah ini

Ini terakhir aku menangis karena dia, kedepannya air ini tak akan pernah menetes lagi, apalagi hanya untuk menangisi laki-laki seperti Mas Adam.

Urgh.. tapi saat ini aku sangat butuh bantuannya, aku.... mau... pipis. Astaga... kata-kata apa yang harus kukatakan nih... masa iya aku minta dia buat temani aku buang air kecil....

Kania memiringkan kepalanya, untuk melihat Adam yang tidur dibawah. Ia melihat, Adam sudah memejamkan matanya. Apa dia sudah tidur? pikir Kania. Tapi air urin yang sudah diujung tak lagi tertahankan.

"Mas" Panggil Kania dengan suara pelan

"Apa" Adam menjawab ketus

Oh... dia belum tidur

"Mas aku mau pipis" Ucap Kania malu-malu

"Jadi?!" Adam membuka matanya menatap lekat wajah Kania

"Emm.. a.. antar"

Adam tidak menjawab, ia memiringkan tubuhnya membelakangi Kania

"Masssss" Rengeknya. "Udah gak tahan mas" Katanya lagi

"Kau gila ya, masa aku yang antar!" Bentak Adam dengan suara pelan. Supaya Pak Supripto dan istrinya tak terganggu

"Kalau gak kamu siapa lagi Massss, masa pak Supripto!" Ucap Kania geram. Ia menatap jengkel wajah Adam

Adam diam, ia tak lagi bisa mengeluarkan kata-kata untuk menentang perkataan Kania. Benar juga, wajar jika Adam yang mengantar Kania buat buang air kecil, apalagi saat gadis itu dalam keadaan sakit.

Masa aku sih.. aaggrhhh.....apa yang harus kulakukan ini. Adam

"Ayolah mas... aku udah gak tahan" Rengek Kania. Air urin sudah sampai di ujung labuhannya

"Cih" Adam mendengus. "menyusahkan" Katanya lagi sambil berdiri dan mengulurkan tangannya kedepan Kania.

"Berdiri cepat!" Ujar Adam sebal. Mendengar itu Kania menyerngitkan dahinya heran

Apa dia tidak lihat kakiku sedang sakit!

"Kakiku kan Sakit mas"

"Huh!" Adam menghembuskan napasnya kesal. Ia berdiri dan menggendong tubuh Kania, gendongan ala bridal style. Ia berjalan dan keluar dari kamar

"Cepat mas.. gak tahan lagi" Ucap Kania gak sabaran

"Sabar bodoh! memang kau tau kamar mandinya ada dimana" Ucapnya. Adam mengedarkan pandangannya menyapu ruangan tersebut. Hanya ruangan kecil yang dapur dan ruang tengah bercampur menjadi satu. Penerangan rumah ini hanya lampu teplok, yang bergantungan di sudut sudut ruangan.

"Masss cepat... kau mau aku kencing di gendonganmu" Kania mulai mengancam, ia sudah sampai pada batasnya

"Kau jangan coba-coba Kania!" Bentak Adam dengan suara pelan tapi penuh tekanan. "Kau mau mati!" Ia menatap tajam pada gadis itu

"Makanya cepat mas... aku gak tahan lagi... udah mau keluar" Ujar Kania, ia mencengkram lengan baju Adam

Adam melangkahkan kakinya menuju pintu, ia membuka pintu itu perlahan dan berjalan keluar. Di luar, Adam mengedarkan pandangannya, ia melihat sesuatu yang ditutupi oleh kayu dan terpal.

Apa itu kamar mandinya?. Adam berjalan mendekati sesuatu yang terlihat seperti kamar mandi. Adam menendang pelan pintu itu, ternyata benar, itu adalah kamar mandi

"Sana cepat" Ucap Adam

"Kakiku sakit Massss.. gak bisa jalan" Ucap Kania

"Terus mau mu apa!" Bentaknya sambil meremas lengan Kania

"Urgh.. sakit mas!" Kania marah, ia melototkan matanya menatap ke arah Adam

"Kau tidak menginginkan matamu lagi!" Ucap Adam tidak suka. Ia benci saat ada orang yang melototi dirinya

"Bantu aku pipis masss" Akhirnya Kania yang mengalah, ia melembutkan suaranya... dan menundukkan kepalanya

Sial! Kenapa dia ini sangat merepotkan sih. Adam jongkok, ia Berjongkok sambil tetap menggendong tubuh Kania.

"Cepat!"

"Bentar mas"

Adam memalingkan pandangannya, saat Kania berusaha membuka celananya.

Urgh malu banget, rasanya ingin tenggelam di dasar bumi paling dalam.....Kania

Aku ini sedang apa sih! Adam

"Mas"

"Apa lagi" Ucapnya tanpa melirik

"Emm.. aku... belum bebersih" Ujar Kania malu-malu

Mendengar itu Adam melototkan matanya, ia langsung menatap tajam ke wajah Kania.

"Apa maksudmu berkata seperti itu!" Bentaknya

"Kan risih mas"

"Berdiri saja kau tidak bisa!" Katanya. "Kau pikir aku mau melakukannya!"

Cih... aku juga gak mau kau sentuh sialan. Kania

Adam langsung berdiri, ia tidak menghiraukan apa yang dikatakan Kania tadi. Ia berjalan kembali masuk ke dalam rumah pak Supripto.

Sudahlah Kania, dia yang mau membantumu saja adalah suatu mukjizat. Kania

Bersambung...

1
Alivaaaa
aku mampir Thor
Marhaban ya Nur17
males ah wkwkw , ruwet cerita e pasti
Arni
Adi thor
Wulanda Ciiee Harahap
Bagus sekali
aku siapa
gak mudeng blas
hanefa aisyah
lumayam menaril
Enung Samsiah
pasti jere di kasih ke adi,,,,
Enung Samsiah
pasti jere
Enung Samsiah
siadam bodoh curiga pd kania,, pdhl njira yg hrs d curigai
Enung Samsiah
adam egois bngettt
Eka Shinkur
😍😘💪💪
Elok Pratiwi
tiap baca certa kok ending nya bersatu lagi terus bucinnn ... membosankan
Elok Pratiwi
paling juga adam n kania bersatu lagi terus jadi bucin seperti cerita yg lain sama dg cerita yg lain ... pengen baca yg ending nya pisah dan bahagia dg pasangan yg baru ada ga sihhh ...
Enovia Harnita
aku yakin Adi
Enovia Harnita
tania bodoh...
ridena tribawono
👍 ceritanya bagus banget kak
Rina
yeeeeyy... akhirnya ga balikan sama adam... aku terhura thor..
Rina
toxic nya adam nih lebih mematikan drpd arsenik.
Rina
kalau aku sih thor pinginnya sama jeremy... tp sama othor dimatiin tuh si jere.
karena saat bersama jere atau bahkan baca surat dari jere, kania bisa tertawa bahagia... othornim kejam...😌
Rina
nanti adam tau kania hamil nuduh yg engga² lagi.. mengingat dia punya sumbu teramat pendek....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!