NovelToon NovelToon
Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Pembantu / Janda / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anni Cewexsmaniz

Tiga season yang merangkup masalah percintaan yang memanas. Diiringi dengan identitas lain, yang menjadi samaran. Bagaimana kisahnya? Ikuti terus hanya di Mutiara Kasih Sayang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anni Cewexsmaniz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. Sekolah Lagi?

Akhirnya papi dan mami pulang ke rumah utama. Ardan dan Ani pun kembali menuju kamar mereka. Hari ini Ardan masih cuti. Sedangkan Ani, merasa tak ada kegiatan sama sekali. Dia meraih hp miliknya kemudian berguling di ranjang. Diliriknya Ardan duduk disofa dan kini telah berjibaku dengan laptop miliknya. Ya ... walaupun cuti tapi Ardan masih harus tetap bekerja. Apalagi proyeknya yang bekerja sama dengan pemerintah yaitu "Sekolah Gratis" Sudah 70% dan hampir selesai.

"Kenapa?" Kini Ardan akhirnya buka suara setelah beberapa kali istrinya kedapatan meliriknya.

"Hm. Nggak apa-apa kok. Kupikir tadi Mas kerja."

"Enggak. Aku masih cuti." Ardan masih menatap laptopnya tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya. "Apa ada yang ingin kau lakukan?"

"Nggak ada!" Ani mulai waspada kalau-kalau Ardan akan menerkamnya. Tubuh mungilnya kini berbalut selimut.

"Mau keluar?" Ardan menarik seulas senyum di bibirnya melihat tingkah istrinya itu.

"Kemana? Nggak usah ah."

"Oh ya. Aku hampir lupa. Ini sudah jadi atas namamu." Ardan melemparkan buku tabungan beserta ATM nya.

Ani langsung gelagapan menangkap sejurus kemudian melihat buku tabungannya itu dan entah kenapa dia membulatkan matanya begitu melihat nominal yang tertera di sana.

"Ini?" Ani mengecek sekali lagi namanya benar tertulis di sana. Namun kenapa ini? Bukankah itu namanya?

"Itu termasuk dalam mas kawin. Aku belum menambah uang belanjamu. Jadi kalau mau beli apa-apa pakai itu dulu. Aku masih harus sibuk ngurus berkas-berkas ini karena aku kan bakal gak ngantor selama seminggu karna cuti."

"Hah?" Ani melongo mendengar penjelasan Ardan.

Mariani masih kembali memeriksa sekali lagi nama pemilik buku tabungan itu. Iya bener kok ini namaku. Mariani. Tapi kenapa isinya? Ya alahhh.... 100juta. Dan mas Ardan belum nambah uang belanjaku?

"Mas." Dengan badan gemetar dia memanggil Ardan.

"Kenapa? Kok mukanya pucet?" Ardan menoleh ke arah istrinya.

"Ini loh ngeri mas." Itu bukan uang yang sedikit. Mencapai digit seratus juta dan masuk ke rekening atas nama dirinya. Memegang uang satu juta saja sangat jarang. Apalagi seratus juta?

Ardan kini mendekat ke tubuh istrinya. Mencoba mengetahui apa yang dirasakannya. Karena wajahnya tiba-tiba pucat pasi. "Kenapa?"

"Ini, Mas. Ngeri." Ani menyodorkan buku tangannya.

Ardan mengernyitkan dahi kemudian dia meraih buku tabungan itu. Apanya yang ngeri coba? Dilihatnya berkali-kali. Tak ada yang salah. "Maksudnya?"

"Iya, Mas. Ini." Ani menunjuk pada jumlah nominal di tabungannya. Pandangan Ardan mengikuti jari lentik Ani mengarah kemana. "Lihat jumlahnya! Ngeri banget mas seratus juta, bener kan nolnya?"

"Ha-ha-ha." Ardan sontak langsung tertawa begitu mendengar penjelasan Ani." Ya ampun, Sayang. Itu memang seratus juta. Uang mas kawin. Bukankah aku juga sudah mengucapkannya ya waktu ijab Qabul?"

Ani mencoba mengingat kembali. Namun memory ingatannya benar-benar tak mendapati perihal uang seratus juta yang ternyata adalah uang mas kawin. Bagaimana mau ingat orang dia saja mikirin tentang nasibnya.

Ani masih termenung. Bagaimana mungkin uang seratus juta kini ada di genggaman tangannya? Bahkan dengan mudah dia mendapatkannya. Entah butuh berapa tahun jika dia mengumpulkannya sendiri. Kini setelah dia resmi menyandang nona muda di keluarga Wijaya. Dengan mudah dia mendapatkan uang sebanyak itu.

"Ada apa?" Ardan masih menatap istrinya yang hingga kini masih terbengong. " Itu uangmu simpanlah dengan baik." Ardan tersenyum. Betapa polosnya kamu, Sayang. Kemudian kembali fokus pada laptopnya.

Hehehe.... Uangku ya. Kalau begitu aku akan simpan uang ini dengan baik. Kalau-kalau aku ditendang keluar dari rumah ini aku masih punya modal untuk bangkit. Untuk masa depan anakku juga nantinya. Tapi seratus ini bisa kubelikan sawah satu petak kecil tidak ya? Hm.... Memang lebih baik kubelikan sawah saja. Supaya bapak nggak capek-capek kerja ngayuh becak dengan penghasilan yang tidak seberapa. Batin Ani.

Kemudian dia tersenyum puas. Bukan perempuan mata duitan. Hanya untuk jaga-jaga jika Ardan sudah bosan dengannya. Maka saat dia diusir dari rumah itu dia mempunyai tabungan masa depan.

"Makasih ya, Mas." Kini dia benar-benar bersyukur bisa menikahi tuan mudanya itu.

"Hm."

Tolonglah tuan muda jangan hanya bisa jawab hm hm saja.

"Oh ya, Sayang. Apa kamu nggak ingin melanjutkan sekolah lagi? Aku akan membiayai-mu. Mungkin kamu ingin menuntut ilmu di kampus yang sama dengan adikmu?"

"Kenapa? Aku pikir aku tak butuh itu. Toh aku sudah punya anak." Ani menatap kembali tulisan yang ada di buku tabungannya.

Huft... Ardan menarik nafas dalam-dalam. " Usiamu masih 23 tahun, masih pantas untuk duduk di bangku kuliah. Lagian anakmu kan di desa. Di sini kamu toh juga tak ada kegiatan kan? Jangan pikirin biayanya, aku yang akan membiayai-mu. Kamu terima beres saja nanti. Biar semua aku yang urus."

"Nggak deh, Mas. Nanti merepotkan Mas. lagian Mas juga udah sibuk banget. Masa aku tambahin dengan urusan kuliahku?" Ani menatap Ardan lembut.

"Pertimbangkan saja dulu. Tak usah buru-buru. Masih banyak waktu." Ardan menepuk bahu istrinya lembut.

Gimana ya..... pikirin ntar-ntar aja deh.

1
venus
sebenernya agak lupa sama cerita ini , mau gak mau baca ulang beberapa bab biar nyambung
Iring Sinaga
Luar biasa
Yuli Nurdiati
Makasih Thor...ditunggu ya...dan tetap semangat🙏🙏🙏
cahya sumirat
Dah kebanyang lagi mual neg...trs banyak yg ngomong bikin amarah tingkat dewa... haha
cahya sumirat
ada masa lalu yg hitam... kelam
cahya sumirat
mafia
cahya sumirat
ternyata alex suruhan intan
cahya sumirat
ani hamil ardan yg ngidam cilooook
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
somplak 🤣🤣🤣🤣🤣
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
musim cinta🤣🤣🤣🤣🤣
cahya sumirat
trio group
cahya sumirat
permainan baru dimulai intan
cahya sumirat
klo jodoh tak akan kemana vin
cahya sumirat
kayanya mantan suami ani karyawan d perusahaana ardan dach
cahya sumirat
trauma akan pernikahan ani yg pertama masih menyelimuti dirinya, sehingga ani berfikir semua laki" kaya jahat... cuma menginginkn tubuh wanita ,dikira wanita miskin dpt dbeli dg uang , pdhlardan benar" mncintaimu ani. sudahlah ani rhoma begitu mncintaimu😂🤣
cahya sumirat
uang adalah segalanaya d dunia ini ,
cahya sumirat
dah q duka pasti greeta punya rencana
cahya sumirat
kamu harus memahami ardan, ani bukan tidak mencintaimu , tp bayang" pernikahannya itu yg membuat drinya menolak dirimu ardan, dia takut pernikahan itu gagal lagi ,
cahya sumirat
kau pilih gadis atau janda ?
cahya sumirat
yang ada dipikran arkan apa ketika tau ani janda ajd berkeliaran gt. hahaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!