📍Start: 30-08-2020
📍Finish: 10-01-2021
Kedatangan seorang siswi baru di SMA KEBANGSAAN menarik perhatian dan kegegeran hampir seluruh warga sekolah, karena bisa membuat dua musuh bebuyutan memperebutkannya. Angkasa dan Rahen, dua remaja nakal langganan BK yang berumusuhan hanya karena ingin dianggap jagoan dan menang sendiri.
"Apa yang mereka suka dari gue sih? Kalem enggak, murid pintar dan teladan juga enggak, aneh, sengklek kali ya otak mereka sampai suka orang kaya gue," ucap Naura.
Siapakah yang akan dipilihnya?
Simak kisah selengkapnya~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imell mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Di sebuah caffe terlihat dua orang duduk disana, sudah hampir 30 menit namun tak ada percakapan sama sekali antara mereka.
Brak....
Suara meja digebrak namun tak terlalu keras.
"Lo mau ngomong apa sih? pegel gue nunggunya!" ucap Oliv seraya bersedekap.
"Ck santai aja kaget nih jantung! gue mau ngomong please deh percaya sama gue se fuckboy apapun gue dulu sekarang cuma lo cewek yang gue deketin!" balas Viren tegass.
"Cih omongan situ mah gakbisa dipercaya! kalo cuma mau ngomong gitu doang mending gue pergi!" ucap Oliv seraya berdiri, namun suara seseorang menghentikannya.
"Gemessh gue liatnya, liv lo percaya aja deh si Viren udah berubah suerr!" sahut David secara mengacungkan kedua jari.
"Kek setan muncul tak diundang. Gue percaya sama Allah semata, gak boleh ya percaya sama manusia kafir namanya." balas Oliv kembali duduk.
"Gak usah tausiyah deh! bukan malem jum'at ini." sahut Samudra yang tiba- tiba muncul.
"Alamakk sebangsa gorila dateng!" ucap Oliv seraya mengaduk jus nya.
"Eh liv si Naura kemana? gak ketemu tadi di sekolah?" tanya David.
"Kangen lo?" tanya Oliv balik.
"Si Samudra nyariin." balas David membuat Samudra menyemburkan minumannya ke muka Viren.
"Heh anjay lo bukan mbah dukun! gausah nyembur deh gilak wajah gue kena noda membandel nih!" ucap Viren seraya mengusap wajahnya.
"Sorry refleksnya orang kagett." balas Samudra cengengesan.
"Si Naura ke Jogja liburan se keluarga lima hari mungkin." jawab Oliv santai.
"Gue gak kangen ama dia." sahut Samudra membuat semua kaget.
"Siapa yang bilang kangen? ciee ngaku nih yee." balas Oliv menggoda.
"Hah apaan sih, maksutnya gue gak nyariin dia!" ralat Samudra.
"Eh diem deh kalean semua, ganggu acara gue sama Oliv aja!" ucap Viren kesal.
"Emang acara nikahan gitu?" cibir Samudra muak.
"Ih amit amittt jabang bayii!" balas Oliv.
"Eh gapapa, ntar kalo nikah panggilannya gini: Baby Hanii." sahut Samudra seraya mengerlikan mata.
"Bagus juga ide lo." balas Viren.
"Allahuakbar jijik banget, pengen nampol rasanya!" sahut Oliv malas.
"Eh denger dulu kalo Viren manggilnya Hanii, kalo Oliv manggilnya hamaa." ucap David lalu bertos ria dengan Samudra.
"Huaaa punya temen gakgunaa gemeshh." balas Viren seraya mencubit pipi David.
"Heh ini bukan gemes, mau balas dendam namanyaaa!!" protes David seraya melepaskan tangan temannya.
**********
Suasana sejuk yang menerpa menjadikan pagi itu semakin nikmat.
"Ehm pa, hari ini kita kemana?" tanya Naura seraya menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Gumuk Pasir Parangkusumo, Keraton Yogya, sore nanti ke Parangtritis, nanti kita sekalian jajan kuliner sini biar enak." balas Kenan.
"Nanti ke Kimchi go yuk! enak deh kayaknya makanannya." ajak Naura.
"Tau darimana lo?" tanya Kenzo.
"Google."
"Nanti kalo kita udah laper lagi." sahut Natha seraya terkekeh.
"Oh iya papa lupa bilang, besok hari terakhir kita di Jogja." ucap Kenan membuat semua kaget.
"Katanya lima hari, udah ambil cuti kerja lima hari loh Kenzo pa!" ujar Kenzo memprotes.
"Yah papa gakjadi ke Malioboro dong." sahut Naura dan mengaduk makanannya lesu.
"Maaf ya mendadak kasih taunya, nanti malem kita ke Malioboro! besok sore kita ke Bandung selama dua hari." jelas Kenan.
"Setujuuu! kenapa ganti tujuan ke Bandung segala pa?" tanya Naura bingung.
"Maaf ya lusa mama ada jadwal syuting ke Bandung, papamu juga ada meeting sama klien disana. Jadi kita ganti tujuannya kesana." jelas Natha.
"Kalian liburan sendiri dulu ya disana, hari terakhir kita berempat bareng lagi." ucap Kenan seraya tersenyum.
"Ke Bandung besok naik apa?" tanya Naura kepo.
"Kita lihat besok! semuanya udah di handle sama asisten papa kok, jadi kita tinggal berangkat aja." jawab Kenan. Setelah selesai sarapan bersama, mereka segera melanjutkan wisata ke Keraton Yogakarta dan gumuk pasir parangkusumo.
**********
Beberapa cewek di kelas Xl IPA 3 ini kelihatan begitu muram, entah kenapa.
"Mamposs dihukum nih kita entar pastinya." ucap Difa lesu.
"Pembantunga gak tau ditaroh dimana tugas prakarya kita, nah musti tanya Naura langsung nih kayaknya!" balas Oliv mengeluarkan ide.
"Pinter juga ide lo! VC gih, sekalian liat tuh anak ngapain disana." sahut Laila.
Oliv mengangguk dan segera menyambungkan panggilan video ke Naura, setelah 10 menit akhirnya panggilannya diangkat.
"Wah gila kalo sama Angkasa dkk udah dikumpulin tugasnya bisa mati kita!" ucap Laila seraya mondar mandir.
"Kita ambil kesana sejarang!" balas Oliv akan beranjak namun dihentikan.
"Lah gimana sih? kan ini mau mapel pertama? mau bolos?" tanya Difa.
"Huhh kesel deh gue, pasti dihukum nih entar!"
Flashback On saat video call dengan Naura....
"Nauraaaa!!!" teriak Laila semangat.
"Hallo hallo gimana kabar kalean?" tanya Naura.
"Dimana lo? rame banget kayaknya." tanya Oliv.
"Keraton Yogya, eh btw mau nitip apaan lo pada?" tanya Naura.
"Apa aja yang penting dibawain." sahut Difa.
"Tujuan VC gue ada apaan nih?" tanya Naura.
"Tugas kerajinan kemaren lo tarok mana? kita ke rumah lo gaada, sekarang dikumpulin bisa dihukum kita!" balas Oliv.
"Loh bukannya tugasnya udah gue kasih Difa?" tanya Naura membuat semua menoleh ke satu arah.
"Bukannya punya Angkasa yang lo kasih gue?" tanya Difa bingung.
"Campur! ya punya kita punya Angkasa dkk juga." balas Naura membuat semua melotot.
"Gue matiin dulu ya, samlekom man teman." ucap Naura lalu mematikan panggilan sambungan telponnya.
Flasback Off....
**********
Hari kini mulai menjelang petang, se keluarga yang tengah asyik liburan kini sedang menikmati indahnya matahari terbenam (Sunshet) di pantai Parangtritis.
"Huaa asik banget! andai kita lebih lama disini pasti enak deh." ucap Naura seraya berteriak kencang.
"Busett diem mulut lo! pecah kuping gue." sahut Kenzo kesal.
"Perasaan foto setiap destinasi banyak banget tapi yang ada kamunya cuma 1/2 aja sayang gak lebih, kenapa emang?" tanya Natha ke Naura.
"Males aja ma." balas Naura seraya memfoto beberapa pemandangan menggunakan kamera polaroid-nya.
"Dek naik itu yuk! enak keknya." ajak Kenzo seraya menunjuk beberapa orang yang naik kuda (andhong).
"Setujuu." balas Naura seraya berlari kesana.
"Pak tarifnya berapa?" tanya Kenzo.
"70.000 per orang mas, nanti dibawa muter kesana." balas seorang bapak yang ditanyainya seraya menunjuk beberapa karang yang berjejer rapi nan indah. Mereka pun kembali ke tempat dimana kedua orang tuanya duduk saat sudah selesai naik kuda (andhong).
"Jadi makan Kimchi? bentar lagi mau petang." tanya Kenan saat mereka sudah mendengar suara adzan berkumandang.
"Jadii." mereka berempat akhirnya melanjutkan perjalanan, setelah beberapa menit mereka sampai.
"Huh pedesnya kerasa banget! enak apalagi kalo dinikmatin di daerah aslinya." ucap Naura seraya memasukkan sumpit berisi kimchi ke dalam mulutnya.
"Ngode mau ke Korea?" tanya Kenan.
"Gausah didengerin pa! mulutnya Naura emang gakbisa brenti makan sama ngebual!" sahut Kenzo.
"Siapa yang ngode sih? cuma bilang aja!" balas Naura kesal.
"Tapi Naura makan sebanyak apapun tinggi sama berat badannya juga tetep." ujar Natha seraya tertawa kecil.
"Sudah selesaikan makan kalian! setelah ini kita ke Malioboro." ucap Kenan, dan mereka semua melanjutkan perjalanan menuju Malioboro.
"Beli kaos, sendal, tas, topi aja deh buat oleh-olehnya." ucap Naura dengan mulut masih mengunyah cilok.
"Banyak banget buat siapa aja lo beli?" tanya Kenzo penasaran.
"Loh yang ada di rumah, sekolah kan musti dibawain." balas Naura.
Uhukk uhukkk
"Makannya kalo makan jangan sambil ngomong! keselek kan lo." ucap Kenzo dan memberi adiknya sebotol air mineral.
"Thanks."
"Mau muter kemana lagi?" tanya Natha ketika sudah satu jam lebih mereka mengelilingi Malioboro.
"Cari ganci yang bagus yuk....," ajak Naura dan mereka bertiga nurut ajah.
"Ini sebiji berapaan mbak?" tanya Naura seraya menunjukkan ganci yang dipegangnya.
"Kalo 1: 60.000, 3: 150.000." balas sang penjual.
"Busett mau malak apa gimana mahal banget harganya!" sahut Kenzo.
"Lihat dulu bang! bagus banget loh aslii." balas Naura.
"Beli empat mbak warnanya samain." ujar Kenan seraya menmberikan tiga lembar uang merah.
"kembaliannya monggo, nuhun." balas mbak penjual seraya memberikan ganci yang diminta.
"Makasih pa! buat siapa beli empat?" tanya Naura.
"Kita sekeluarga." balas Kenan dan memberikan ganci itu ke Natha juga Kenzo.
"Udah pulang! capek gue jalan mulu seharian." sahut Kenzo.
"Oh iya kita harus istirahat cukup loh, besok kita liburan terkhir sama mau ke Bandung kan." ucap Natha seraya menepuk jidatnya.
**********
Malam yang dingin di sebuah balkon kamar seorang cowok terlihat memandang lurus ke depan seraya beberapa kali meneguk sodanya.
"Kakak! kita main bareng yuk."
"Kakak."
"Ayo kita renang."
"Katanya janji mau nemenin Anthana les renang! ayok kakkk."
Suara anak kecil perempuan seolah terngiang di telinganya, janji terakhir yang tak bisa dipenuhinya hingga sekarang. Entah kenapa setelah 5 tahun berlalu, kejadian itu seolah masih terbayang di benaknya.
"Kakak harrrrus kuuuatt!! Anthana salang kaa Angkasaa. Janggan salahi dii kaaaak attss kejjjaadddiiaan nnni." ucapan terakhir yang disampaikan oleh gadis kecil itu dengan tubuh bersimbah darah dan mulut bergetar masih terbayang jelas di benaknya.
"Mungkin sekarang umurnya udah 13 tahun, gimana ya wajahnya?" guman Angkasa lirih seraya tersenyum tipis dan menyalakan korek ke rokok lau dihisapnya.
"Kenapa sih sa itu kejadian mulu yang lo inget? lupain sa please jangan siksa diri lo sendiri lo!!" sahut Rendy yang juga berada di balkon itu.
"Gue juga gaktega liat lo kaya gini." ujar Ervan seraya menatap sedih Angkasa yang hanya menatap kosong ke atas tepatnya ke arah Bintang.
"Ini cara gue biar bayangan dia gak ilang dari pikiran dan hati gue." jawab Angkasa.
"Apa dia bakal keliatan kalo dilihat dari bintang?" tanya Rendy bingung.
"Asal kita yakin! semua gaada yang ga mungkin." jawab Angkasa kembali
berekspresi datar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~~
Jangan Lupakan Like, Vote, and Coment.
💜💜💜💜💜💜💕💕💕💕💕
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
7in1
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
jangan lupa mampir ya di
"Morning Glory Family"
1000% bakalan ketagihan deh:v.
banyak pelajaran yang di ambil tentang hubungan kakak adek. cocok untuk haluan anak tunggal hehe