"Kamu tidak perlu bertanggung jawab. semua yang kamu takutkan tidak akan terjadi,"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Levin khawatir ?
"Tidak biasanya kamu pulang cepat?" Alona menyambut suaminya yang baru pulang dari kantor. Alona baru saja menyelesaikan kegiatan masaknya.
Sudah beberapa hari ini, Levin tak pernah melewatkan kecupannya di kening sang istri. Membuat Alona merasa kepanasan di sekitar wajahnya. Tentu saja Levin menginginkan balasannya. Ia meminta Alona untuk mencium punggung tangannya penuh hormat.
Alona memenuhi keinginan Levin dengan senang hati. Lagipula sudah kewajibannya sebagai istri untuk menghormati suaminya.
"Kenapa tidak ada orang selain kamu dan para pelayan?"
Levin tidak menemukan mamanya di ruang keluarga. Biasanya Anita akan selalu menonton di sore hari seraya menikmati makanan ringannya. Sementara menunggu hasil kerja Alona yaitu memasakan menu makan malam dibantu dengan para pekerja di sana.
"Papa dan Mama pergi ke acara rekan bisnis Papa. Kata Mama tadi, mungkin mereka akan datang nanti malam karena akan pergi ke tempat lain sebelum pulang," Jelas Alona setelah itu ia beranjak ke ruang keluarga untuk meletakkan Tas kerja dan Jas milik suaminya.
"Cuci tanganmu," Ucapnya pada Levin saat menghidangkan makanan di atas meja makan.
Levin menatap lauk pauk yang ada di meja makan penuh minat. Perutnya sudah berteriak lapar sedari tadi. Semenjak menikah, Levin memang sangat jarang makan di luar. Ia lebih memilih pulang ke rumah lalu menyantap masakan istrinya walaupun jarak yang harus di tempuh lumayan jauh.
Setelah menyiapkan makanan untuk Levin di piringnya, Alona menuangkan air minum dan meletakkannya di depan Levin.
"Kamu tidak makan juga?"
Levin mengerinyit saat Alona memilih duduk tanpa ada makanan untuknya.
"Nanti saja,"
"Kapan?"
"Nanti pasti aku makan,"
"Ya, Tapi kapan? Maksud kata 'Nanti' bisa dijelaskan lebih rinci?" Tuntut Levin saat Alona menjawabnya dengan kalimat berbelit.
"Aku masih kenyang,"
"Kenyang makan apa? Seingatku kamu tidak suka cemilan?"
"Bukan cemilan yang aku makan tadi. Tapi nasi,"
"Bohong," Levin melahap nasinya dengan wajah yang sudah berubah Badmood. Levin gerah dengan kebiasaan Alona yang selalu melalaikan masalah asupannya. Seperti tidak peduli akan kesehatan tubuhnya.
"Kamu akan sakit bila terus-menerus seperti itu. kebiasaan buruk itu harus kamu tinggalkan,"
Alona bergumam sangat pelan dengan tujuan tidak didengar oleh suaminya.
Namun Levin menangkap gerak bibir istrinya.
"Apa?"
Alona menggeleng dan akhirnya mengambil lauk pauk saja tanpa nasi untuk menjadi santapannya.
Levin meletakkan sendok dan garpunya di atas meja lalu menatap Alona dengan serius seraya mencari sesuatu yang di keluhkan Alona melalui tatapannya.
"Kamu mual?"
Alona memang terlihat lemas dengan wajah pucatnya. Namun perempuan itu sangat pintar menutupinya. Ia tetap melakukan apapun tugasnya di rumah ini tanpa mengeluh pada Levin.
"Enggak,"
"Tadi aku dengar,"
"Buktinya sekarang aku makan, Levin."
Levin memperhatikan isi piring Alona.
"Nasi?"
Alona menggeleng. Sekarang saja ia sudah merasa perutnya menolak. Bila ditambah nasi mungkin Alona akan benar-benar muntah.
"Terlalu kenyang nanti,"
Levin menghela nafas pelan mengangkat bahunya.
"Aku tidak mau susah mengurusmu bila nanti sakit. Urus saja penyakitmu sendiri,"
Alona menatap sedih ke arah Levin. Kenapa kalimatnya terasa menyayat hati? Atau Alona saja yang terlalu berlebihan dalam menanggapi Levin?
"Aku bisa mengurus diriku sendiri,"
Berusaha menutupi hatinya yang tiba-tiba saja berubah suasana, Alona tersenyum seraya mengangkat sebelah alisnya. Terlihat sedih di hadapan Levin akan membuat lelaki itu bahagia.
Levin menghela bahunya dan menghabiskan Air minumnya setelah piringnya sudah kosong. Levin bersiap untuk pergi dari ruang makan meninggalkan Alona yang menatapnya.
"Kamu tahu aku khawatir?"
**********
Udh lama bgt kyknya aku gk nulis Novel ini. yagasi?😂😂 Maap yak lapaknya jd boeloekan WKWWKK. Jgn lupa Like, Comment, Fav, Vote nyaa. makasyiii pembacaku yg budiman
mampir jg di bukalah hatimu untukku
Gabungin ja thor sm MCH biar bareng sm triple A.
Khadziya ketinggaln jauh dech si triple A udh pd gede si dziya mlh msh baby 😂