Kenzo Matthew, harus merasakan hidupnya hampa setelah masa lalunya yang kelam karena ditinggal menikah oleh sang kekasih yang telah berselingkuh. Kini semakin hancur karena melihat perselingkuhan sang ibu di depan mata hingga pada akhirnya kedua orang tuanya itu pun berpisah. Membuat Kenzo menjadi seorang bad boy dan ikut bergabung dengan geng motor.
Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita bernama Diandra Olivia Jhonson, yang sangat membenci geng motor karena pernah merenggut nyawa adiknya.
Seiring berjalannya waktu, Kenzo semakin menyukai kepribadian Diandra dan membuatnya jatuh cinta, serta membuatnya insyaf.
Akankah Kenzo berhasil untuk mendapatkan hati Diandra?
Akankah Diandra melanggar janjinya untuk tidak berhubungan dengan pria yang berhubungan dengan genk motor?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Misterius
Mendengar akan hal tadi, tentunya Diandra yang tak mau tinggal diam. Sepulang dari kuliah, ia pun langsung saja menuju ke kediaman Kenzo untuk melihat keadaannya tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Sasa sahabatnya. Untungnya tadi ia sempat mendengar saat saat Sasa menyebutkan dimana alamat rumah pria tersebut, Sasa memang menanyakan langsung kepada ayahnya dimana alamat rumah rekan bisnis ayahnya yang merupakan ayah Kenzo.
Kini Diandra pun telah tiba di depan sebuah bangunan mewah 3 lantai, karena Kenzo merupakan anak salah 1 dari pengusaha sukses di kotanya, tentu saja ia memiliki kehidupan yang mewah termasuk tempat tinggalnya itu.
"Terimakasih ya Pak," ucap Diandra kepada supir taksi sembari menyerahkan uang kepadanya.
"Sama-sama Nona," jawab supir dan berlalu.
Dengan ragu Diandra pun melangkahkan kakinya menuju ke pos satpam yang menjaga rumah tersebut, ia sangat takut jika Kenzo tidak mau menerimanya. Tapi mau bagaimana lagi, kontaknya pun ia tak punya jika harus menghubungi walau hanya sekedar mengucapkan terimakasih atau menanyakan kabarnya. Bagaimanapun juga Kenzo lah yang telah menyelamatkannya malam itu.
Setelah satpam membukakan pintu pagar untuknya, Diandra pun masuk ke dalam dan saat ini sudah berada di depan pintu utama.
Tok … tok … tok …
Diandra mengetuk pintu rumah tersebut. Tidak berapa lama kemudian, seorang wanita paruh baya yang merupakan Asisten Rumah Tangga di sana datang untuk membukakan pintu.
"Siang Bi, Kenzo-nya ada?" Tanya Diandra dengan ramah dan sopan.
"Siang juga Nona, iya Tuan Kenzo ada. Ayo silahkan masuk Nona," jawab Bi Asih.
Diandra masuk ke dalam rumah yang cukup luas dengan perabotan elite yang tersusun sangat rapi, pastinya semua penghuni rumah di sini sangat mencintai kebersihan. Sambil menunggu sang bibi memanggil Kenzo, Diandra pun dipersilahkan untuk duduk di ruang depan sambil menikmati jus jeruk yang telah dibuatkan oleh Bi Asih.
Tidak berapa lama kemudian, Bi Asih kembali dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan, sehingga membuat Diandra pun kebingungan dan bertanya-tanya.
"Maaf Nona, Tuan Kenzo tidak mau diganggu oleh siapun, jadi dia meminta Nona untuk pulang," ucap Bi Asih yang rasanya sangat tidak tega untuk menyampaikan hal tersebut.
"Iya nggak apa-apa kok Bi, mungkin Kenzo butuh istirahat. Aku datang ke sini hanya mau memastikan keadaannya saja," ucap Diandra meskipun terlihat sedikit kecewa dari raut wajahnya. Diandra hanya berpikir siapa juga dirinya yang sudah lancang datang ke sini, bahkan hubungan mereka sama sekali tidak pernah baik sebelumnya.
"Bi, aku akan pulang sekarang. Tapi aku boleh 'kan titip buah-buahan dan kertas ini," ucap Diandra setelah ia menuliskan beberapa kata pada selembar kertas.
"Iya Nona tentu saja boleh," jawab Bibi langsung menerima buah-buahan serta selembar kertas tersebut.
"Terimakasih ya Bi, salam aja buat Kenzo dan aku pulang dulu," ucap Diandra, lalu pergi meninggalkan kediaman Kenzo.
*****
Saat ini Riko, Bobby dan Teddy sedang berada di kediaman Kenzo tersebut untuk menjenguknya. Sebagai teman dekat tentunya tidak ada larangan untuk mereka masuk, meskipun dilarang pastinya mereka akan tetap memaksa.
"Buah-buahan dari siapa nih, boleh dong buat kita," kata Riko.
"Dasar teman tidak ada akhlak, bukannya datang bawain makanan, ini malah mau makan buah-buahan teman yang lagi sakit," cibir Teddy.
"Habiskan saja, aku juga tidak butuh," sahut Kenzo.
"Memang ini dari siapa? Wih ada suratnya nih," ucap Bobby, mengambil kertas yang terlipat.
"Buang! Dari siapa lagi kalau bukan wanita resek yang selalu saja nempel kemana-mana," ucap Kenzo yang terlihat sangat tidak menyukainya.
"Apa wanita resek yang kau maksud itu Laura? Wanita yang menolongmu waktu itu?" Tanya Riko yang langsung mengingat wanita tersebut, karena memang dia juga satu-satunya wanita yang sudah pernah datang ke rumah sahabatnya setelah dulu mantan kekasihnya.
"Siapa lagi," jawab Kenzo ketus.
"Kenapa kau terlihat sangat tidak menyukai Laura? Padahal dia baik, cantik, dia juga yang telah menolongmu waktu itu. Kau malah sibuk mengejar wanita yang sama sekali tak peduli denanmu, sampai kau harus nyebur ke dalam kolam, padahal kau alergi dingin sampai demam seperti ini," kata Riko yang memang sudah mengetahui semuanya.
"Entahlah, tapi Laura juga yang sudah dengan sengaja mendorong Diandra ke dalam kolam renang," terang Kenzo.
"Oh ya? Tapi aku tidak yakin, mungkin saja dia tidak sengaja," ujar Riko.
"Ck, jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Sudahlah jangan bahas dia terus, kau tidak tahu bagaimana liciknya wanita itu. Lebih baik sekarang bahas masalah geng motor kita saja," ucap Kenzo.
*****
Keesokan hari, Diandra melihat Kenzo yang di saat itu sudah dalam keadaan baik-baik saja dan berada di kampus, tentunya membuat perasaannya Diandra pun sangat lega, ia mencoba untuk menetralisir perasaannya dan mengumpulkan keberanian untuk menghampiri pria tampan tersebut.
"Hai Ken, syukurlah kamu sudah sehat. Tadinya aku mau jenguk kamu kalau hari ini kamu belum masuk juga. Maaf ya kemarin itu aku sedang ada kesibukan lain, jadi aku nggak sempat untuk jenguk kamu."
Langkah Diandra pun terhenti saat melihat Laura yang di saat itu sudah berada di samping Kenzo, ia juga membalikkan tubuhnya dan mengurungkan niat untuk menghampiri Kenzo saat ini.
"Hanya untuk mengucapkan terimakasih saja sesulit itu."
Suara Sasa mengejutkan Diandra yang di saat itu tampak melamun, seakan bisa membaca pikiran sahabatnya itu.
"Hm mau gimana lagi, yang penting aku sudah berusaha 'kan," kata Diandra.
"Kamu juga sih Di, ngapain juga sih sok misterius gitu. Pertama kamu menyembunyikan identitas saat menolong Kenzo, terus kemarin kamu datang jenguk tapi kamu main pergi gitu aja padahal belum bertemu dengan Kenzo," ucap Sasa.
"Ya terus aku harus gimana Sa, Kenzo nggak mau diganggu siapapun masa iya aku harus memaksa. Lagipula aku juga sudah tulis di selembar kertas yang aku selit di keranjang buah itu, harusnya dia tahu ya kalau aku sudah datang dan mengucapkan terimakasih," ujar Diandra.
"Memangnya kamu tulis nama kamu di dalam kertas itu?" Tanya Sasa.
"Ya nggak sih, tapi di dalam surat itu sudah tertulis jelas kalau aku mengucapkan terimakasih karena dia telah menolongku di acara pesta orang tua kamu. Ya meskipun waktu itu aku sudah sempat mengucapkan terimakasih, tapi aku nggak menyangka aja dia sampai demam hanya gara-gara menolong aku," ucap Diandra.
"Iya aku juga heran, padahal dia itu 'kan laki-laki gitu ya, masa iya hanya gara-gara nyebur ke dalam kolam aja sampai demam. Sedangkan kamu yang tercebur baik-baik aja tuh," ujar Sasa dan membuat keduanya pun tampak berpikir.
"Kalian sedang membicarakan siapa?" Tanya seseorang yang membuat Diandra dan Sasa pun sontak terkejut, lalu menoleh ke arah sumber suara.
Bersambung …
Rekomen bangeettt ❤️❤️❤️