Di Novel kali ini Aku membuat 3cerita sekaligus, Namun jangan sawah dulu ya, walaupun ada tiga Cerita di satu Novel namun cerita mereka pendek-pendek ko..
S1. Menceritakan tentang Rumah tangga yang hancur karena suaminya Ternyata selingkuh dengan adik tirinya.
S2. Menceritakan tentang Anak pertama dari Ayu dan juga Bima yang bernama Bayu harus di asingkan kesebuah Desa karena kesalahannya sendiri, namun siapa sangka Di desa itulah Bayu mendapatkan Jodohnya...
S3. Menceritakan tentang Adik Bayu yang bernama Yuma. Cerita Yuma juga tidak akan kalah seru dari cerita Ibu dan juga Kakak nya.
.
.
.
.
Yuk simak cerita mereka..... 🥰♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAGI BERSAMA
Pagi ini Bima bangun lebih awal ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dapat semalam. Bima benar-benar bangga karena ia menjadi pria yang pertama untuk Ayu. Bima bukan pria bodoh yang tidak tau tentang hal itu " Ay.. kamu memang di takdirkan untukku " Gunma Bima mengelus wajah cantik ayu yang masih terlelap lalu ia mengecup Kening Ayu. " Dasar pria bodoh bisa-bisa membuang permata dengan batu kali " Bima tidak habis pikir dengan suami Ayu yang begitu bodoh
Sebenarnya Bima sudah menyelidiki Latar belakang suami Ayu namun ia pura-pura diam karena ia tidak ingin merusak kebahagiaan Ayu dan Bima juga tau Jika Rahman ada main dengan Kirana itu semau Bima dapatkan dari Anak Buha kepercayaan nya.
Semalam Mereka benar-benar menghabiskan malam panas bersama bahkan tidak hanya sekali Mereka melaksanakan nya sampai berkali-kali.
Bima turun dari tempat tidur lalu menyelimuti Ayu setelah Itu Bima pergi keluar kamar.
Ayu bangun dari tidur nya namun ia merasakan kepala yang pusing dan juga berat " Ada apa denganku, dan dimana ini? " Batin Ayu yang melihat ke sekitar kamar namun
". Apa ini? " batin Ayu ia merasakan hawa dingin Di sekujur tubuhnya " Astaga.. " Ayu menutup mulut dengan tangannya ketika ia sadar jika dirinya sedang tidak menggunakan Sehelai pakaian pun " Apa aku dan... " Ayu menggelengkan kepalanya
" Ya ampun bagai mana ini " Ayu memaki dirinya sendiri karena Ia telah lancang mengajak Bima bermain semalam. Ayu telah ingat dengan potongan-potongan ingatannya.
Ceklek..
Ayu yang mendengar suara pintu di buka ia langsung masuk kembali kedalam selimut dan menutupi kepalanya dengan Selimut, Walaupun ada rasa sakit di bawah sana namun Ayu tidak mau malu di depan Bima.
" Aku tau kamu sudah bangun jadi bangunlah " Bima tadi melihat ayu yang sedang berusaha menutupi kepalanya dengan selimut dari pantulan kaca makanya ia tau jika Ayu sudah bangun
" Bangunlah Ini aku bawakan sarapan untukmu Ay.. " Bima Terkekeh
Ayu membuka selimut dari wajahnya " Apa kamu malu? " tanya Bima
" Tentu saja " jawab Ayu pelan
" Duduklah.. apa kamu mau ke air dulu atau mau langsung sarapan? " tanya Bima sambil membenarkan Anak rambut Yang menghalangi wajah ayu
" Aku ingin ke air dulu " jawab Ayu yang berusaha untuk turun dari tempat tidur namun jangankan untuk turun dari tempat tidur ia bergeser pun sangat sakit di bawah sana
Bima yang tau jika ayu kesulitan ia Langsung memangku Ayu " Pak.. jangan " kata Ayu yang merasa tidak enak
" Jangan panggil Aku bapak, karena Aku bukan bapak mu " kata Bima " Apa lagi kita sudah melewati malam panjang bersama. Panggil aku seperti kamu memangil nama ku di setiap kenikmatan semalam " Ucap Bima sambil tersenyum
Wajah ayu sudah merona ia sangat Malu akan hal itu Ia bandar-bandar memalukan " Berendam lah beberapa saat itu akan mengurangi rasa sakit nya " Kata Bima yang langsung mendapatkan Anggukan dari Ayu
Bima keluar dari kamar mandi ia melihat jika ada Noda merah di atas seprai Lagi-lagi Bima tersenyum dan merasa senang " Kamu akan selalu menjadi milikku Ayu " Batin Bima yang langsung menganti Seprai yang sudah kotor itu dengan yang baru namun bukannya ia cuci Bima malah menundanya di dalam lemari " Ini akan menjadi Bukti jika kamu hanya milikku "
Setelah tiga puluh Menit Ayu keluar dari Kamar mandi dengan menggunakan Jubah Mandi dengan handuk kecil di kepalanya
" Sudah beres? " tanya Bima " Duduk lah " Pinta Bima
Ayu langsung menurut permintaan Bima. Bima langsung menyalakan pengering Rambut dan mengeringkan Rambut Milik Ayu dengan hati-hati karena ia tidak mau jika ayu terluka atau terkena panas
Setelah merasa kering Bima menyisir rambut panjang Ayu dengan Lembut " Kenapa perlakuan mu Sangat manis kepadaku? " tanya Ayu menatap Bima dari pantulan Kaca
Bima tersenyum " Karena aku sangat mencintai mu " jawab Bima jujur
" Jangan ngada-ngada kamu " kata Ayu yang tidak percaya dengan ucapan Bima
Bima menggusur kursi yang satunya lagi lalu duduk berhadapan dengan Ayu " Dari awal aku sudah mencintai mu namun Aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan isi hatiku kepadamu dan membiarkan kamu menikah dengan pria lain " kata Bima mengecup tangan Ayu " Namun sekarang Aku tidak akan pernah membiarkan kamu di ambil oleh orang lain lagi karena kamu hanya milikku sampai kapanpun kamu adalah milikku "
Ayu cukup terkejut dengan pernyataan Bima karena selama ini Bima tidak pernah menunjukan bahwa Bima menyukai Dirinya " Tapi kenapa sekarang kamu Bilang ini kepadaku? " tanya Ayu
" Karena kamu akan cerai dengannya dan Karena aku adalah pria pertama yang telah menyentuhmu " jawab Bima sambil mengelus pipi Ayu
" Kamu tau dari mana jika kamu adalah pria pertama untukku? "
" Sudah jangan banyak tanya lagi, yang jelas kamu sekarang adalah milikku dan segeralah kamu ceraikan dia karena setelah itu aku akan menikahi mu karena aku tidak ingin Menikah di saat perutmu membesar nanti " kata Bima
Mana mungkin Bima menikah di saat perut ayu sudah besar. Bima tidak ingin Jika Ayu menanggung malu dan menganggap Calon anak mereka adalah anak Har**
" kenapa kamu bisa seyakin itu "
" Karena kita semalam melakukan nya tidak hanya sekali bahkan berkali-kali apa lagi bibit yang aku berikat adalah bibit unggul "
" Percaya diri sekali anda "
" hahaha Harus.. sudah ayo kita sarapan Nanti kamu dan calon anak kita kelaparan kalian aku belum memberikan kalian sarapan " ucap Bima sambil mengku Ayu ke atas sopa di sana sudah ada beberapa macam Sarapan yang di buat Oleh Bima tadi di dapur
Ayu merasa nyaman ketika dekat dekat dengan Bima bahkan Ayu merasa Jika Bima sangat tulus kepadanya " Jika memang ia adalah jodoh yang di kirim tuhan untukku maka Jangan jauhkan dia dari ku biarkan aku bahagia bersama nya " Batin Ayu yang menatap Bima dengan lekat
Selama Ayu menikah dengan Rahman, Ayu tidak pernah mendapatkan perlakuan spesial dari Rahman bahkan mereka hanya menganggap Ayu sebagian pembantu di rumah nya. Namun jika dengan Bima Ayu merasa hangat, Nyaman dan tenang, Ayu merasa Ada kedamaian Jika bersama Bima.
" Buka Mulut mu ay.. " Pinta Bima
Ayu begitu nurut ia langsung membuka mulut nya " Makan yang banyak semalam kamu pasti sangat lelah " Goda Bima
" Is apan sih. lagian kenapa kamu menaruh minuman itu di kamar mandi coba kalo kamu gak menaruhnya di kamar mandi mana mungkin aku meminumnya " Keluh Ayu
" Jangan di sesali semau itu sudah terjadi. Dan mari kita Hidup berdua setalah kamu mengurus perceraian mu "
Mampir kesini yuk " I love You Mbak "