Bisa menjalani sebuah pernikahan yang bahagia, mungkin adalah dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia ini. Namun apalah jadinya nasib dari sebuah pernikahan itu apabila sang suami sudah tak mempercayai istrinya?...
Maura Vinaya, seorang gadis yatim piatu yang berparas cantik. Sungguh memilukan nasib yang harus diterimanya. Di malam pertamanya, sang suami malah menuduhnya dengan tuduhan yang begitu sangat melukai hati dan juga harga dirinya.
Entah apa yang terjadi, laki - laki yang masih belum genap satu hari resmi menikahinya itu, malah dengan begitu teganya menuduh jika dirinya sudah tak suci lagi.
Sungguh memang nasib, akibat dari kesalahpahaman itu, membuat dirinya dan juga sang suami menjadi harus berpisah.
Namun sungguh sayang seribu kali sayang, disaat dirinya dan sang suami telah berpisah, dirinya malah dinodai oleh mantan suaminya sendiri.
Hingga dari kejadian yang begitu memilukan itu, telah mampu menghadirkan adanya malaikat kecil di dalam rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maura Hamil
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Tania berhasil membuka pintu kamar mandi itu dan mencari keberadaan Maura, hingga pada akhirnya...
Deg...
" Astaghfirullah, kak Maura ". Pekik Tania.
" Ya Tuhan, kak Maura ". Tania pun dengan secepat kilat menghampiri tubuh Maura yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai yang dingin itu.
" Ya Tuhan, kak Maura apa yang terjadi?, kak bangun kak ". Dengan penuh rasa khawatir yang teramat sangat Tania mencoba membangunkan Maura.
Entah apa yang terjadi pada kak Maura nya, mengapa bisa sampai tak sadarkan diri seperti ini.
" Kak, kak Audi, tolong, tolong kak, kak Maura pingsan ". Teriak Tania dengan begitu kencangnya agar sang kakak Audi bisa mendengarnya.
" Kak, kak Audi tolong, kak Maura pingsan, cepat ke sini kak ". Teriak Tania.
Audi yang mendengar teriakan dari adiknya pun cukup tersentak kaget. Ada apa ini, mengapa adiknya berteriak hingga terdengar sampai ke ruangan ini.
" Ya Tuhan, Tania, apalagi sih anak itu? ". Heran Audi.
" Kak, kak Audi tolong, kak Maura pingsan ". Teriak Tania.
" Ya Tuhan, Maura pingsan, ya Tuhan ". Mendengar hal itu Audi pun langsung beranjak dan berlari dari posisinya dengan meninggalkan tv nya yang masih menyala.
" Kak, kak Audi tolong, kak Maura pingsan kak ". Teriak Tania.
" Kak, kak Audi cepat ke sini, kak Maura pingsan kak ". Teriak Tania.
" Tania, apa yang terjadi?, ya Tuhan, Maura? ". Audi sangat terkejut setelah melihat keadaan Maura yang sudah tergeletak tak berdaya.
" Ya Tuhan, apa yang terjadi Tania, kenapa Maura bisa pingsan seperti ini? ". Khawatir Audi.
" Nia juga tidak tahu kak, sewaktu Nia masuk ke kamar mandi ini kak Maura nya sudah pingsan ". Sahut Tania dengan segala pejelasannya.
" Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu Maura kenapa bisa sampai pingsan seperti ini? ".
" Ya sudah ayo bantu kakak, sekarang kita harus membawa Maura ke rumah sakit ". Ujar Audi.
Dengan kemampuan tenaga yang mereka miliki, sepasang kakak beradik itupun mencoba untuk membawa tubuh Maura. Mereka sangat khawatir, benar - benar sangat khawatir.
*****
Di salah satu rumah sakit di Singaporee.
Sang dokter baru saja usai melakukan pemeriksaan. Dan setelah mengetahui akan tanda - tanda yang tak biasa dari tubuh pasiennya, dokter itupun masih belum bisa menentukan hal yang pasti dari kondisi pasiennya.
" Bagaimana dok, sahabat saya sakit apa? ". Tanya Audi.
" Nona, kapan terakhir kali sahabat anda ini kedatangan tamu bulanannya? ". Bukannya menjawab pertanyaan dari Audi dokter pria ini malah balik bertanya.
" Saya kurang tahu dok, memangnya ada apa dengan sahabat saya? ". Audi pun menjadi penasaran.
" Begini nona, jika saya tidak salah melakukan pemeriksaan, sepertinya sahabat anda positif mengandung ". Sahut sang dokter.
" Apa dok?, maksudnya Maura hamil? ". Audi begitu sangat terkejut setelah dokter mengatakannya.
" Jadi kak Maura hamil?, jadi kak Maura yang pernah mual - mual itu karena kak Maura sedang hamil? ". Tania pun juga tak menyangka dengan kabar ini.
" Saya belum tahu pasti bagaimana keadaan yang sebenarnya nona - nona, tapi dari hasil pemeriksaan yang saya temukan menunjukkan ciri - ciri jika nona ini memang sedang mengandung, sebentar lagi ada teman saya yang seorang dokter kandungan yang akan kemari, untuk memastikan semuanya biarkan teman saya yang memeriksanya ". Sahut dokter itu.
" Nona - nona tidak perlu khawatir, sahabat kalian ini tidak memiliki penyakit yang serius apapun, semuanya aman - aman saja ". Lanjut dokter itu.
Mengetahui kenyataan ini membuat hati Audi begitu sangat sedih. Sahabatnya Maura saat ini memang benar mengandung, seperti yang diduganya sebelumnya jika Maura memang benar mengandung.
" Bagaimana ini, sepertinya kamu memang benar mengandung Maura ". Batin Audi.
" Kalau begitu kami permisi dulu nona - nona, tidak lama dokter kandungan akan segera ke ruangan ini ". Pamit sang dokter.
" Iya dok, sama - sama, terima kasih dok ". Sahut Audi.
Lalu dokter pria itu dengan seorang susternya pun benar berlalu pergi dari dalam ruangan perawatan ini.
Kini, di ruangan perawatan ini hanya menyisakan Maura, Audi dan juga Tania. Seolah seperti mendapatkan kabar yang sangat buruk, Audi dan adiknya menjadi ikut berkabung dengan kenyataan ini.
" Kak bagaimana, apa yang harus kita katakan pada kak Maura?, kak Maura masih belum sembuh dari rasa trauma nya dan sekarang harus menerima kenyataan jika dirinya sedang hamil ". Seru Tania yang merasa sangat bingung dengan situasi ini.
" Itu juga yang kakak pikirkan Nia, pasti Maura akan sangat hancur jika mengetahui kebenaran jika saat ini dirinya saat sedang hamil, hamil anak dari Rendra, tapi mau bagaimana lagi, Maura harus bisa menerima kenyataan ini ". Jelas Audi.
Memang tak ada hal yang harus ditutupi, mungkin ini akan terasa sangat menyakitkan bagi Maura, tapi apapun itu Maura memang harus menerima kenyataan yang sebenarnya.
Ceklek...
Pintu kamar ini pun sudah ada yang membukanya.
" Selamat malam, minta waktunya sebentar ya, saya ingin memeriksa kondisi pasien ". Ujar seorang dokter cantik yang datang bersama dengan seorang suster yang cantik pula.
" Oh iya, silakan saja dok ". Sahut Audi.
Ternyata yang datang adalah dokter kandungan yang akan memeriksa Maura. Jujur Audi dan juga Tania menjadi sangat harap - harap cemas. Pasti semuanya akan terlihat dengan sangat jelas ketika dokter kandungan ini sudah memeriksanya.
Sang dokter cantik itu memperhatikan Maura. Nampaknya pasiennya ini sudah mulai akan sadar dari terlelap nya.
" Nona sudah mulai sadar, sebentar ya nona saya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ". Seru dokter cantik itu dengan tersenyum.
Maura memperhatikan langit - langit di ruangan ini, Maura masih bingung dengan keberadaan dirinya, mengapa dirinya ada di ruangan yang serba putih seperti ini. Nampaknya tempat ini seperti di rumah sakit.
Maura mencoba mengalihkan pandangannya ke samping ranjangnya, dan ternyata kedua sahabatnya sudah berdiri tegak dengan memperhatikan dirinya.
" Audi, Tania, aku kenapa?, ini di rumah sakit kan? ". Seru Maura dengan nadanya yang terdengar begitu lirih.
" Iya, ini di rumah sakit Maura, tadi kamu pingsan di kamar mandi, jadinya aku dan Tania harus membawamu ke rumah sakit ". Sahut Audi.
Maura mencoba mengingat kembali dengan apa yang sudah terjadi, dan setelah mengingatnya membuat Maura teringat jika sebelumnya dirinya merasakan mual yang sangat luar biasa, dan setelah itu entahlah apa yang sudah terjadi, dirinya tak mampu mengingat apapun lagi.
" Nona, saya akan memeriksa perut nona, apa saya boleh sedikit membuka baju nona ". Seru sang dokter agar Maura bisa bersedia untuk sedikit membuka pakaiannya.
" Membuka baju dok?, umm baiklah ". Dengan perasaannya yang masih begitu bingung Maura tetap mencoba untuk menurut saja dengan perintah sang dokter.
Sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya, apakah dirinya memiliki penyakit di perutnya, itulah pertanyaan yang ada dalam benak Maura.
Dengan penuh kehati - hatian dan ketelitian, sang dokter cantik itu memeriksa perut Maura dengan seksama.
Dokter cantik itupun menjadi tersenyum penuh arti.
" Ada apa dok?, saya sakit apa?, kenapa dokter tersenyum? ". Tanya Maura dengan penuh rasa heran.
" Selamat ya nona, anda positif hamil ". Sahut sang dokter.
Deg...
Bak mendapat hantaman yang begitu sangat dahsyat di dadanya. Dada Maura seperti di hantam dengan begitu sangat kuat sehingga membuat nafasnya seolah terhenti karena rasa terkejutnya.
" Iya nona, selamat atas kehamilannya, nona positif hamil, dan dari pemeriksaan yang saya dapatkan, kehamilan nona ini sudah berusia sekitar dua bulanan ". Terang sang dokter.
" A-apa maksud dokter?, sa-saya hamil? ". Lirih Maura dengan nadanya yang sudah terbata.
" Iya nona selamat, anda positif hamil, untuk mengetahui bagaimana kondisi janin nona, saya akan lanjut melakukan USG dulu ya, tapi nona tidak perlu khawatir karena jika di dengar dari detak jantungnya keadaan janin sedang baik - baik saja ". Sahut dokter.
" Tidak, dokter bercanda kan dok?, saya tidak mungkin hamil ". Sontak Maura pun langsung terjaga dari posisinya.
" Maura - Maura, tenanglah Maura, jangan panik ". Seru Audi.
" Tidak - tidak, ini semua bohong kan Audi, aku tidak mungkin hamil, ini pasti salah, aku tidak mungkin hamil, aku tidak mungkin hamil anak dari pria brengsekk itu ". Maura tak terima dengan kenyataan ini.
Mengapa ini semua harus terjadi padanya. Dirinya rela pergi dan menghilang dari tanah kelahirannya agar tak terbelenggu akan bayang - bayang dari pria yang sudah memberikan luka yang begitu sangat dalam padanya, namun sekarang apa yang terjadi, benih dari pria yang tidak ingin dirinya lihat itu malah tumbuh di dalam rahimnya.
" Audi, katakan padaku, ini semua tidak benar kan Audi, aku tidak mungkin hamil anak dari pria itu kan? ". Dan kali ini Maura benar menjatuhkan air matanya.
Audi sungguh tak kuasa melihat kesedihan sahabatnya ini. Sudah tak bisa digambarkan lagi bagaimana hancurnya hati Maura. Masih belum benar - benar pulih luka di hatinya, kini luka itu malah bertambah lagi.
Anak memanglah anugerah dari Tuhan, namun jika dilihat dari keadaan Maura yang seperti ini, tentu ini tidak bisa dikatakan sebagai anugerah. Dengan rasa ibanya pada sang sahabat, Audi memeluk sahabatnya yang sangat dicintainya itu.
" Maura, sabarlah Maura, inilah kenyataan yang sebenarnya, kamu memang benar mengandung anaknya, kamu harus bisa menerimanya Maura ". Seru Audi.
" Hiks hiks... hiks hiks... hiks hiks... ". Tak ada sepatah katapun lagi yang keluar dari kedua belah bibir Maura selain hanya isak tangisnya.
Sang dokter yang menyaksikan ini semua menjadi begitu sangat bingung. Jika setiap pasien yang datang untuk memeriksakan kehamilannya pasti akan sangat senang dan bahagia, namun pasiennya kali ini malah bertingkah sebaliknya.
" Nona, apa nona sedang ada masalah?, bagaimana, apa pemeriksaannya masih bisa dilanjutkan?, jika tidak memungkinkan tidak apa - apa, lebih baik tenangkan diri nona lebih dulu ". Seru sang dokter.
" Terima kasih ya dok, sepertinya pemeriksaannya dilanjutkan nanti saja, sahabat saya masih perlu untuk di tenangkan ". Sahut Audi.
" Baiklah, lebih baik sahabat nona ini memang harus ditenangkan lebih dulu, kalau sudah tenang jangan lupa untuk menghubungi kami, kalau begitu sebaiknya kami permisi dulu ya nona - nona ". Seru dokter wanita itu.
" Iya dok, silakan ". Sahut Audi.
Sebenarnya dokter kandungan ini masih begitu sangat penasaran akan masalah dari pasiennya ini, namun demi keprofesionalan pekerjaannya, membuatnya tak ingin terlalu ikut campur dalam masalah ini.
" Hiks hiks... hiks hiks... kenapa ini terjadi padaku?, kenapa? hiks hiks... ".
Menangis dan menangis, hanya inilah yang bisa Maura lakukan. Dirinya tak memiliki hati yang cukup kuat untuk bisa menerima semua kenyataan ini.
Mungkinkah dirinya memang tak bisa dan tak akan pernah bisa lepas dari belenggu seorang Rendra, sehingga meski dirinya sudah berpisah sekalipun benih Rendra malah tumbuh di rahimnya.
Mungkinkah Tuhan memang menakdirkan jika dirinya memang benar akan tetap terjalin hubungan dengan mantan suaminya itu, sehingga alasan yang paling nyata adalah keadaan dirinya yang saat ini sedang mengandung anaknya.
" Tania, coba kamu keluar dulu untuk mencari air minum, Maura harus minum air putih agar kondisi tubuhnya jadi sedikit lebih baik". Ujar Audi pada adiknya.
" Baiklah kak ". Sahut Tania.
Bersambung..........
🙏🙏🙏🙏🙏
❤❤❤❤❤