My Wife Psycopat,Menceritakan seorang wanita culun yang di jodohkan dengan seorang Pria Casanova yang tampan dan juga kaya.
Robert Daimen Pattinson Pria Mateng yang berusia 35 tahun.Dia dikenal telah melajang seumur hidup nya.Namun,pada kenyataan nya Daimen menyimpan sebuah rahasia yang orang lain tidak tahu bahkan keluarga sendiri.Hobby nya memuaskan hasrat nya dengan wanita muda,ia juga pria yang kejam,habis manis sempah di buang.
Daimen adalah sapaan yang kerap di kenal banyak orang,Pria ini juga tergolong pria yang sukses di dunia bisnis,ia telah menduduki peringkat pertama selama bertahun-tahun di dunia bisnis nya.
Daimen juga CEO dari Company Daimen,Di nikah kan dengan gadis culun bernama Alice Victoria Cullen,Cucu orang terkaya nomer dua di Asia Timur tepatnya di Jepang .
Seorang Casanova menikah dengan seorang gadis Culun apa kata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17.Taman rumah sakit
Dengan sangat sabar, Daimen mendorong kursi roda Alice ke halaman rumah sakit.Biasanya pria ini tidak pernah bersikap begitu baik pada istrinya,malahan ia sangat membenci Wanita culun yang ada di kursi roda tersebut.
"Apakah Kamu senang?"Tanya Daimen,Alice menoleh ke arah suaminya.
"heem,lumanyan !"Jawab Alice.
Ponsel Daimen bergetar,pria itu segera berpamitan kepada Alice untuk mengangkat telepon.
Alice dapat melihat ke seriusan Daimen berbicara dengan seseorang lewat ponsel nya.Lalu Alice merogoh ponsel nya dan berusaha mencari sesuatu di ponsel.
Alice segera membuang kartu SIM milik Sandrina.Karena ia tidak ingin Daimen curiga dengan dirinya.
"Apa yang Kamu lakukan ?"
Brak..! Ponsel Alice jatuh ke tanah.
"Kamu sudah selesai menelpon ?"
Alice berbalik bertanya kepada Daimen,Pria ini memungut ponsel milik sang istri dan memberikan nya kepada Alice.
"Terimakasih !"Ucap Alice mengambil ponsel di tangan Daimen.
"Aku harus kembali ke kantor ada rapat sore ini,tidak bisa di tunda !"
"Aku ingin pulang hari ini!"
"Aku akan meminta Mario untuk menjemput Mu,tidak apa -apa kan ?"
Alice menatap ke arah Daimen,ia heran dengan sikap kepedulian Daimen,sebelum nya Pria ini selalu bersikap egois kepada nya.
"Aku pulang sendiri juga bisa,Aku hanya demam tidak perlu di rawat di rumah sakit !"
"Ini perintah kakek,nanti sore Aku menyuruh Mario untuk menjemput Mu!"
Alice mengangguk,Daimen segera mendorong kursi roda Alice ke arah ruangannya.
Sampai di kamar Daimen juga membantu Alice untuk naik ke atas ranjang,dan membantu nya berbaring.
Daimen meletakan ponsel milik nya di dekat ranjang Daimen.Pria itu masuk ke dalam toilet yang ada di dalam kamar inap Alice.
"Ini ponsel Daimen!"
Gumam Alice lalu membuka pesan yang di kirim oleh Domenico,Alice kaget,kalau Daimen sudah memesan wanita lagi hari ini.
Suara pintu toilet terbuka,Alice segera meletakan ponsel nya kembali.
Setelah berpamitan dengan Alice,Daimen segera keluar dari kamar inap tersebut.
"Heeh!Aku salah sangka sudah percaya dengan pria itu,bahkan ia sudah memesan wanita lagi!jangan sampai Aku mengetahui keberadaan kalian !"
Alice menatap layar ponsel nya,ia sudah berhasil memasang aplikasi GPS di ponsel Daimen,yang pria itu tidak bakalan tahu.
"Hotel ?"
Gumam Alice lagi.
Alice segera turun dari ranjang,ia mengintip dari jendela kamar nya yang ada di lantai 5 rumah sakit.Terlihat begitu kecil kalau melihat ke bawah.
Alice mengantikan baju pasien dengan dress milik nya,yang di bawakan tadi pagi oleh Kakek Daimen.
Ceklek !
Alice keluar dari kamar inap,diluar sudah ada pengawal yang berjaga untuk Alice.
"Nyonya Muda!"
Sapa Mereka menunduk kan kepala nya.
"Aku ingin pergi,kalian tidak perlu mengikuti Ku!"
Ujar Alice melewati mereka,namun dengan cepat mereka menghadang Alice.
"Maaf Nyonya Tuan Daimen berpesan,jika Nyonya ingin pulang,maka Kami akan mengantar nya sampai ke kediaman Besar Pattinson"
Alice menghela nafas nya,ia menatap ke arah ke duanya.
"Aku ingin pulang tempat Kakek!"
"Sama,Kami akan ikut dengan Nyonya,dan memastikan Nyonya aman sampai rumah !"
Tidak ingin berdebat lebih lama,Alice segera pergi dengan ke dua pengawalannya .
Sampai di tempat parkir ia segera masuk ke dalam mobil.
"Kita langsung ke kediaman Cullen !"
Titah Alice saat duduk di kursi belakang.
"Baik Nyonya!"
Mereka segera melajukan mobilnya,Alice menatap layar handpone.Posisi Daimen Kita tidak di hotel lagi,ia pergi ke tempat lain,Alice tidak mengetahui kemana tujuan Daimen.
"Ck..!"Kesal Alice,melempar ponsel nya,ke dua pengawal itu kaget,tidak berani menoleh ke belakang .
"Cepat sedikit!Aku ingin segera sampai !"
Tegas Alice,yang sudah kesal,hari ini ia gagal untuk menangkap buaya darat.
"Baik Nyonya!"
Mobil pun melaju dengan sangat kencang,namun tidak membuat Alice bergerak sedikit pun,ia sudah terbiasa duduk di dalam mobil dengan kecepatan tinggi.
Sampai di rumah keluarga Cullen,Alice segera masuk,sebelum masuk Alice meminta ke dua pengawal itu untuk pergi.
'Aku harus segera berganti pakaian !'
Alice berlari ke dalam kamar nya,sang Kakek yang melihat Alice lantas memanggilnya.
"Alice !Kamu kah itu?"
Teriak Kakek,namun Alice keburu masuk kamar.
Selang beberapa menit,Alice menggunakan baju yang berbeda kini penampilannya seperti Sandrina,Alice memakai kaca mata hitam dan juga penutup wajah,agar tidak ada yang mengenali nya.
"Mau kemana lagi?"
Tanya Kakek,saat Sandrina melewati ruang tamu.
"Kek,Aku ada urusan mendadak nanti Aku langsung pulang ke rumah Pattinson!"Jawab Sandrina,lalu pergi meninggalkan rumah Cullen.
"Danil !"
Panggil Kakek bawahan Nya.
"Tuan Besar!"
Danil menundukkan kepala nya
"Ikut Sandrina,jangan sampai ia melakukan hal bodoh lagi,sudah cukup yang selama ini ia lakukan!"
Titah Kakek,Danil adalah bawahan sekaligus pengawal setia keluarga Cullen.
"Baik,Saya berangkat sekarang!"
Danil langsung mengikuti Sandrina dari belakang,Danil adalah bayangan yang tak terlihat oleh siapapun,karena tugas Danil adalah mengikuti Sandrina,ia tidak akan membiarkan orang lain mengenali nya,ia akan muncul samar-samar di tengah orang lain.
Dugh !
Sandrina memukul setir saat mendapati ponsel nya mati.Dia tidak dapat mengikuti arah pergi nya Daimen,kini Sandrina berhenti tepat di lampu merah.
Sebuah mobil mewah yang biasa di gunakan oleh Daimen berhenti tepat di sebelah nya.
"Daimen !"
Gumam Sandrina saat melirik ke sebelah kiri nya,Domenico yang menyetir mobil,Daimen asa di belakang,bersama dengan seorang wanita panggilan.
"Mau kemana mereka,Aku harus mengikuti nya "
Lampu hijau menyala,Sandrina segera mengikuti Daimen dari belakang.
Danil,juga mengikuti Sandrina,Danil dapat melihat mobil Daimen,ia takut Sandrina akan gegabah,dan melakukan hal-hal bodoh lagi.
Mobil yang di kendarai oleh Daimen,berhenti tepat di sebuah apartemen mewah,wanita itu turun dari mobil,sementara Daimen segera pergi meninggalkan wanita itu.
Dari jauh,Sandrina terlihat memperhatikan gerak gerik wanita cantik itu,ia segera mengambil tas nya yang berisi pisau dan juga sarung tangan hitam,Sandrina memakai nya,wajahnya ia tutupi dengan masker saat turun dari dalam mobil.
Danil memarkirkan mobil nya sedikit jauh dari mobil Sandrina.Saat Danil akan menyebrang,namun sebuah mobil melaju dengan kencang ke arah nya,sehingga membuat ia kehilangan Sandrina.
Danil kehilangan jejak Sandrina,baru sebentar saja Sandrina sudah hilang dari pandangan Danil.
Danil segera masuk ke dalam apartemen,Danil salah melihat wanita yang turun dari mobil Daimen.
Danil melihat wanita itu masuk ke dalam apartemen nya,namun ia tidak melihat adanya Sandrina disana.
"Dimana Nona Sandrina ?"
Gumam Danil yang berdiri dari sisi dinding apartemen dekat dengan kamar wanita tersebut.
lanjut lagi thor
di judul Damian perjaka tua.
ko tau2 udh pnya istri yg hamil plus udh ada anak yg gede.