NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Dijodohkan dari sebelum lahir, dan bertemu tunangan ketika masih di bangku SMA. Aishwa Ulfiana putri, harus menikah dengan Halim Arya Pratama yang memiliki usia 10tahun lebih tua darinya.

Ais seorang gadis yang bersifat urakan, sering bertengkar dan bahkan begitu senang ikut tawuran bersama para lelaki sahabatnya.

Sedangkan Halim sendiri, seorang pria dingin yang selalu berpembawaan tenang. Ia mau tak mau menuruti permintaan Sang Papi.

Bagaimana jika mereka bersatu? Akankah kehangatan Ais dapat mencairkan sang pria salju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama pun pergi meninggalkan Ais.

Ais mengguyur dirinya dengan air dingin. Ia tak terbiasa dengan air hangat, karena akan memakan waktu ketika harus memasaknya terlebih dulu. Ia lupa, jika yang menikahinya adalah Tuan muda kaya raya..

"Kakak masih dikamar?"

"Ya, kenapa?" tanya Lim.

"Keluar lah, Ais malu."

"Kenapa harus malu? Sudah suami istri." jawab Lim.

"Ayo lah, Ais mohon." rengeknya.

Lim hanya menggelengkan kepalanya, lu Ia keluar menemui mereka yang tengah sarapan bersama.

"Pagi, Pi. Pagi, Ma...." sapa Lim pada keduanya. Di tambah anggukan pada Pak Will dan yang lainnya.

"Pagi, Lim. Ais mana?" tanya Mama Linda.

"Lagi mandi. Mungkin, sebentar lagi keluar." jawabnya.

Lim mengambil sarapannya, dan mulai menikmati santapan pagi itu dengan begitu lahapnya.

"Laper banget?" ledek sang Papi.

"Ya, seperti itulah." jawab Lim, dengan mulut yang penuh makanan.

Tak lama kemudian, Ais keluar dengan penampilan ala ABGnya. Dengan jaket Hoodie, rambut setengah diikat keatas, celana jogger dan sepatu kets putih kesayangannya. Sangat kontras, dengan Lim yang begitu rapi dan elegan.

Ais mengambil sarapannya, memakan makanannya dengan penuh nikmat. Tak kalah dengan Lim, dan membuat kedua orang tuanya tersenyum gemas. Entah apa yang mereka fikirkan  mengenai kedua pasangan pengantin baru itu.

"Ais, kamu tinggal disini. Nurut sama suami dan Papi. Mama mau pulang ke rumah nenek." ucap mama Linda.

"Lama ngga, Ma?" tanya Ais, yang tampak lesu.

"Ais... Mama akan tinggal disana, menghabiskan masa tua Mama. Makam Papa pun disana, Mama ingin terus dekat dengan Papamu."

"Kata Mama, Papa selalu dekat di hati kita? Mama bohong, cuma mau tenangin Ais?" sergah Ais, dengan butiran air mata yang mulai tumpah.

"Hey, Ais ngga pernah nangis. Ingat itu. Papa akan selalu dekat dengan Ais, apalagi kalau Ais terus disini dan patuh pada suami dan Papi. Ingat?" jawab Mama Linda, bernada tegas.

Meski Ia tak faham, apa yang dikatakan sang Mama sebenarnya. Menyimpan sebuah arti tersembunyi baginya.

Sarapan selesai. Lim mulai membawa barang Mama Linda, dan memasukannya ke dalam mobil. Ais tampak lesu, tak ingin naik. Tapi hatinya ingin ikut mengantar Mamanya ke stasiun.

"Ayo..." ajak Lim, pada istri kecilnya itu.

"Mabok...."

"Minum obat. Nih," ucap Lim, yang diam-diam memesankan obat anti mabok untuk Ais.

"Obat ini, diminum satu jam sebelum perjalanan. Kalau sekarang, ngga ada pengaruhnya, Kak."

"Lebih baik telat, daripada tidak sama sekali." jawab Lim, dengan wajah datarnya.

Ais mendengkus kesal. Tapi Ia tetap menuruti untuk meminum obat itu. Ia tak ingin, momen harunya berpisah dengan sang Ibu, hilang hanya karena kepala nya yang berat dan ingin muntah.

" Ayo," ajak Lim, membukakan pintu untuk Ais.

"Mau duduk sama Mama aja, dibelakang."

"Aku bukan supir." jawab Lim.

Ais menghentakkan kakinya, kesal. Mama Linda hanya mengangguk dan berkedip, meminta Ais patuh dan mereka segera berangkat.

"Hari sudah siang." ucap Mama Linda.

Lagi dan lagi, Ais harus pasrah dan mengikuti semua ucapan suaminya.

"Awas aja, nanti kalau Mama udah ngga ada. Ngga akan Ais nurut seperti ini. Pasti Papi lebih sayang ais." ucapnya Bangga.

***

Hiruk pikuk Halte Bus, begitu memekakkan telinga. Lim tengah pergi memesan tiket, dan Ais tengah bermanja pada sang Mama di sebuah bangku kosong. Menyandarkan kepala, dengan usapan yang begitu lembut dan menenangkan.

"Nanti, kalau udah kelulusan. Kamu minta Lim antar ke rumah nenek."

"Emang mau? Kak Lim pelit."

"Kata siapa? Dia begitu royal, kamu aja ngga tahu. Hanya saja, dia begitu mengikuti peraturan yang Papi Tama berikan padanya. Makanya begitu."

"Peraturan apa?"

"Nanti kamu tahu. Perlahan, kalian akan dekat. Turuti semua, demi kebaikan kamu, sayang." kecup sang mama, dengan begitu hangat.

1
juwita
mampir
Bunda Fariz
Luar biasa
febby fadila
ngapain diam klw harus ditindas trus...
febby fadila
bapak tuan gimna ini thor
febby fadila
jangan judes2 lim
febby fadila
mantap yg satu bar2 yg satu kutub es
febby fadila
kayakx seru ni
3sna
baru bc sampe sini,visualny gk ada apa dihapus thor
3sna
lha td bapak skrng tuan
3sna
karakter lim gk dingin cm irit ngomongnya kykya jg ramah
Jesi Ka
Luar biasa
shanshiree
Kecewa
shanshiree
aku temukan karyamu kak Erna,
sharvik
wau tmbah pnsaran . .visual ais y mn dong thor??
L A
Biasa
L A
omongan org tak kan buat kita kaya....
biar je...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa manggilnya kakak suami sih,gak enak aja dengernya,kalo kakak ya kakak aja,kalo mas ya mas aja...kenapa mesti ada kata suami nya di belakang..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Ais udah gede,gak perlu di ajar juga,Harusnya dia udah tau,Bisa baca juga kan,gak bodoh2 amat..🤦🤦
Al^Grizzly🐨: aduh..kalau yg namanya nakal...akan terbawa terus mbak...apalagi ada DNA bapaknya yg mantan preman kampung....dia tidak akan terubah sifatnya jika tdak ada yg merubahnya...
total 1 replies
Noer Hidayah
hah sampe disini aja thor...kirain asa bulan madu selanjutnya😄😄
Noer Hidayah
dugaan q benar ayu oplas mirip Al krn ayu sbnrnya suka ama lim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!