NovelToon NovelToon
Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Kultivasi / Pendekar / Petualangan Fantasi-Fantasi Timur / Fantasi Timur / Harem / Dikelilingi wanita cantik / Pusaka Ajaib / Action / Budidaya dan Peningkatan / Dan budidaya abadi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sam Ilfar

Menceritakan anak remaja bernama Fei Chen yang menjadi korban pembantaian keji dan bertahan hidup di kerasnya dunia persilatan. Disepenggal nafas terakhirnya Fei Chen diselamatkan oleh seekor kucing yang merupakan jelmaan Dewa Naga dan sebuah pedang yang merupakan jelmaan Raja Neraka. Berkat pertemuan itu Fei Chen terjebak dalam takdir yang lebih besar, dia terkena Kutukan Raja Neraka yang dapat dipatahkan dengan menikahi sebelas wanita yang tulus mencintainya. Dari sinilah perjuangan Fei Chen untuk membalaskan dendam kedua orang tuanya dan mematahkan kutukan itu dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PPFC 17 - Harimau Langit

PPFC 17 - Harimau Langit

Gang Rui berniat terbang menjauh, tetapi Fang Huo dengan cepat menyusulnya. 

“Jangan pikir hanya kau yang bisa terbang!” Fang Huo melepaskan tebasan bertenaga pada Gang Rui.

‘Dia dapat menyusulku dengan cepat. Menarik!’ Gang Rui tersenyum menyeringai menyambut tebasan Fang Huo yang penuh akan tenaga dalam.

Dengan kelima jari yang membentuk cakar, Gang Rui menangkis tebasan pedang Fang Huo. Dua serangan yang berbenturan ini menciptakan gelombang kejut yang membuat seisi kota menoleh ke atas.

“Tebasan ini...” Gang Rui baru menyadari setelah menahan tebasan pedang Fang Huo. Kuku-kukunya terkelupas dan itu membuatnya tertawa lantang, “Sepertinya aku harus serius!”

Fang Huo mengangkat alisnya, “Jadi sebelumnya kau belum serius?” Bukannya merasa terintimidasi karena aura pembunuh Gang Rui, Fang Huo sekarang hanya berpikiran satu yakni membunuh Gang Rui karena merupakan anggota Enam Bayangan Buas, Sekte Iblis Buas.

Aura tubuh yang menyelimuti tubuh Gang Rui terlihat mencekam, terlebih aura berwarna hitam dan merah yang melapisi seluruh bagian tubuhnya.

“Mode : Buas!” Mata Gang Rui terlihat semakin tajam dan mengeringkan, badannya membesar dipenuhi otot-otot. Sementara jumlah aura dan tenaga dalam yang terpancar darinya semakin bertambah besar.

Fang Huo pernah mendengar kabar tentang kemampuan anggota Sekte Iblis Buas, tetapi dia tidak menyangka kemampuannya akan seperti ini.

‘Sepertinya aku harus mengerahkan seluruh kemampuanku...’ Fang Huo tidak menurunkan kewaspadaannya saat melihat Gang Rui dalam wujud seperti itu.

“Itukah wujud bertarungmu yang sesungguhnya? Jika aku tidak bisa membunuhmu, maka aku tidak akan bisa membalaskan kematian anakku!” Fang Huo melepaskan segenap kemampuannya untuk melawan Gang Rui, begitu juga dengan sebaliknya.

Fang Huo menarik napas panjang sebelum bergerak cepat memulai serangannya. 

Walaupun bertarung di udara, keduanya dapat bergerak dengan cepat. Kecepatan Fang Huo dan Gang Rui berimbang untuk sementara, bahkan serangan keduanya juga berimbang namun tidak sampai dua detik tempo pertarungan berubah.

“Tidak buruk juga, tetapi kau masih lambat!” Gang Rui tersenyum menyeringai sebelum dadanya terlihat mengembung, ‘Dari jarak sedekat ini, apakah kau bisa lolos dari seranganku ini!’

Fang Huo terkejut melihat Gang Rui telah berpindah tempat, “Kemampuannya meningkat pesat!”

Saat dada Gang Rui terlihat semakin mengembang, Fang Huo merasakan sesuatu yang buruk.

“Auman Binatang Buas!” Serangan Gang Rui begitu cepat, mulutnya menyemburkan suara auman Hewan Buas yang dipenuhi tenaga dalam. Bahkan aumannya itu membentuk bola angin yang besar dan tak terlihat.

Fang Huo tidak dapat menghindari serangan tersebut karena jarak keduanya terlalu dekat.

Gang Rui tertawa lantang melihat Fang Huo terhempas jatuh kebawah menabrak rumah penduduk kota.

“Apa hanya segini kemampuanmu? Padahal aku sudah menunjukkan wujudku sebagai ucapan terimakasih!” Terlihat Gang Rui begitu meremehkan Fang Huo setelah berada dalam wujud Mode : Buas.

Walau Gang Rui berkata penuh percaya diri, tetapi dia sadar jika dirinya hanya bisa menggunakan wujud itu selama sepuluh menit.

Fang Huo yang terkena serangan telak Gang Rui menyeka mulutnya dan tertawa lantang, “Justru aku yang berterimakasih karena sudah lama tidak merasakan pertarungan seperti ini!”

Ekspresi Gang Rui terlihat buruk, “Tidak mungkin!” Setelah terkena serangannya, justru Fang Huo masih dapat bergerak dengan kecepatan tinggi.

Fang Huo melompat ke atas dan terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Gang Rui, “Aku juga belum serius!”

“Apa katamu?!” Gang Rui mengalirkan tenaga dalam pada telapak tangannya sebelum menyambut serangan yang dilepaskan Fang Huo.

“Apa telingamu bermasalah saudaraku!” Fang Huo melancarkan tebasan pedang dari berbagai arah dan semakin menajam.

Gang Rui dapat mengimbangi tebasan pedang Fang Huo untuk sementara, ‘Orang ini!’

Gang Rui memusatkan auranya pada perutnya sebelum kembali melepaskan auman yang lebih kuat dari sebelumnya, “Auman Raja Binatang Buas!”

“Roooaaarrr!”

Mata Fang Huo melebar, “Auman ini?!” Tidak ada pilihan lain selain menahan dengan segenap kemampuannya.

Pedang Fang Huo dipenuhi aura yang memadat dan bersiap menahan auman yang dilepaskan Gang Rui.

Bayangan harimau muncul dibelakang tubuh Fang Huo, “Harimau Mencakar Naga!”

“Tinju Buas!” 

Gang Rui tertawa lantang, “Cobalah terima serangan terakhirku ini, Harimau Langit!”

Fang Huo tersenyum tipis dan mengolah pernapasan dengan tenang saat melihat teknik miliknya dengan Gang Rui berbenturan.

Ledakan keras menggema diatas langit malam Kota Huafei, baik Fang Huo dan Gang Rui tengah bersiap melepaskan serangan terakhirnya.

Gang Rui tersenyum menyeringai dengan kedua tangan tengah melepaskan ratusan pukulan pada Fang Huo.

“Amarah Raja Hewan Buas!”

Disaat yang bersamaan, Fang Huo juga melepaskan tebasan pedangnya yang berwarna hitam kemerahan, “Purnama Merah Darah!”

Kedua serangan ini saling membentur satu sama lain, namun terlihat jika tebasan pedang Fang Huo lebih unggul karena dapat membalikkan ratusan pukulan milik Gang Rui.

“Jangan sebut aku seorang pendekar pedang jika aku tidak dapat menebasmu!” Fang Huo menyeringai sebelum mengayunkan pedangnya dengan santai, “Matilah!”

Mata Gang Rui melebar karena terkecoh oleh serangan terakhir Fang Huo, “Bagaimana mungkin-”

Belum sempat Gang Rui mengetahui alasan mengapa Fang Huo dapat memiliki stamina disaat-saat terakhir, dirinya telah mati terlebih dahulu.

Fang Huo memotong kepala Gang Rui tanpa ragu sedikitpun, bahkan kedua bola matanya sama sekali tidak berkedip.

“Aku dapat bertarung seperti ini karena berusaha melampaui batasku...” Fang Huo terbang rendah bersamaan dengan tubuh Gang Rui yang terhempas ke bawah.

1
Annisa Zakki
best author best story👍👍👍
Iwa Kakap
makin bingung
OI
heheheh semoga cpt ke alam baka mc nya
wan st.iskandar
sama
Pery
tidak seru..
tidak masuk akal ,walaupun cerita fiksi...masak bocah sepuluh th udah mau balas dendam..kepandaian cetek..malas berlatih.

sok sok An lagi..mampus dah ...
Duajie
author menunjukan pertempuran sengit penuh rasa persaudaraan ??😴😢
Agen One: Mampir yok, judulnya Iblis penyerap darah, Mc psikopat+gila
total 1 replies
Duajie
MC mulai dari bocil sampai remaja selalu bertemu dgn wanita baik itu gadis, janda, istri orang yang jauh lebih dewasa/tua....?
Mungkin author ini punya obsesi sex thd wanita yg lebih tua dari dirinya, jangan² nanti bisa²nya ada keinginan menggauli ibunya atau bahkan neneknya sendiri.... kha..ka..kakh..ha...ha...heh...heh..😅😋😋😥😯😝😜😜😜😜
Duajie
Setiap wanita baik itu perawan maupun janda memang harus berada di depan laki² apakah suka di bawah ataupun nungging........./Doubt//Gosh/
Duajie
Ceritra yg menggunakan nama Tionghoa, tapi suami istri selalu menggunakan SHE/marga yg sama, itu bertentangan dengan budaya Tionghoa dimana sesama satu marga tidak bisa/boleh melakukan perkawinan. Budaya itu mirip/= budaya Batak.....?!🤔
Duajie
kekacauan apa yg diperbuat oleh ketua Qiao...?
mc yg ngaco atau author tak mampu menggambarkan situasi....dialog yg tak jelas.....author aneh..😉
Duajie
Kematian mc dan beberapa koleganya merupakan awal ceritra selanjutnya.....??
$ keberadaan kucing manis dan pedang gila yang sia sia sebagai awal ceritra..!
# kematian mc (dalam tanda petik) telah menyia²kan waktu bagi pembaca...!
{{ kesimpulan: CERITRA YANG TIDAK MENARIK...! apapun kelanjutannya logikanya tidak pernah menjadi ceritra yg masuk akal....!}}
Duajie
Thor... makanya mbuat ceritra itu harus merancang GBAC (Garis Besar Alur Ceritra) dan tabel pemeran protagonis/antagonis yg berisi ID seperti Nama, umur, l/k, alamat, peran dlm ceritra dll./Tongue//Doubt//Curse//Curse//Curse/
Duajie: Lalu tempel di dinding dekat meja tuk menghindari lupa bin pikun.....hahahak😀
total 1 replies
Duajie
'Meledek' bukan mengeledek karena kata dasarnya 'ledek'......😎
Duajie
Ledek(an)-> meledek =mengejek/merendahkan.
Mengeledek ??= seperti geledek/petir??!
geledek = petir
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue//Doubt/
Duajie
tak kira kira anak 10 thn sudah kenal debar asmara......
apa author kedewasaannya terlambat...?😀😝
Duajie
lebih populer sebutan inti iblis dibanding permats iblis, permata lebih berkonotasi perhiasan.../Casual/
Duajie
Lucu rasanya anak umur 6 thn sudah faham masalah beristri.....
mungkin author tidak pernah menjadi anak².... 😅
Duajie
karakter naga yg sombong dan brangasan sama sekali tidak sesuai dengan sebutan kucing manis.
Umur mc terlalu muda tidak seimbang dgn cara berfikir dan berucap seperti orang dewasa.
Abah Kpu
no coment
Abah Kpu
ganti judul
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!