Namanya CINTA. Gadis cantik dan mandiri yang bekerja sebagai staff di salah satu Bank Swasta
Tanpa sengaja saat berlibur bersama teman-teman kantornya di Bali, CINTA bertemu dengan JACKSON. Pria tampan yang sangat percaya diri dan mengklaim bahwa Cinta adalah miliknya sejak mereka pertama kali bertemu.
Bisakah Jackson meyakinkan Cinta, bahwa Cinta pandangan pertama itu benar adanya ?
Apakah Cinta akan percaya pada Jackson, pria egois yang terkenal playboy ?
Lalu bagaimana jika Cinta tiba-tiba menghilang dari pandangan Jackson ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 . Mak Comblang
Cinta kembali memandangi tampilan dirinya di cermin yang ukurannya hampir setinggi dirinya .
" Udah Pas " , ucap Cinta .
Setelah tiga kali bolak-balik mengganti pakaiannya.
Malam ini Cinta mengenakan dress berwarna bronze dengan panjang hingga dibawah lutut, leher berbentuk V, memiliki lengan hingga siku , dengan detail tali di pinggang membuat Cinta terlihat casual, tapi tetap sopan dan manis .
Sebelum pergi ,tak lupa Cinta menuliskan catatan kepada Wulan dan Sofi untuk memberitahu bahwa Ia tak akan makan malam di rumah yang kemudian Ia tempelkan di pintu kulkas .
Cinta kini sedang menuju ke rumah keluarga Haryono dengan menggunakan taxi online .
Butuh 30 menit untuk sampai dikediaman milik keluarga Haryono.
Kediaman keluarga Haryono terletak disalah satu kompleks perumahan mewah.
Di gerbang masuk ke kompleks akan dilakukan pemeriksaan masuk bagi kendaraan yang dinilai asing oleh petugas sekuriti.
Kompleks perumahan ini tidak luas sepertinya hanya ada beberapa rumah saja.
Pastinya rumah disini sangat besar dan mewah.
Taxi online yang Cinta tumpangi saat ini sudah berhenti sempurna di halaman depan sebuah rumah mewah dengan taman yang sangat luas.
Jarak antara gerbang depan rumah dan pintu masuk rumah lumayan jauh jika harus ditempuh dengan berjalan kaki .
Cinta turun dari mobil taxi online setelah menyelesaikan pembayaran.
Sempat Ia rapihkan kembali pakaiannya, namun sebelum sampai di depan pintu,
pintu rumah dibuka oleh seorang wanita paruh baya yang memakai seragam pelayan .
" Assalamualaikum Bu, " sapa Cinta .
" Saya Cinta, saya ada janji ingin bertemu dengan Ibu Lastri Haryono " , katanya sopan .
" Waalaikumsalam , panggil Bi Tati aja Non ",
" Silahkan masuk Non Cinta, nyonya dan tuan sudah menunggu nona di meja makan ." Ucap Bi Tati .
Bi Tati mengarahkan menuju ruang makan .
Cinta memperhatikan rumah mewah ini dengan kagum.
Hingga Ia disadarkan dari kekaguman oleh suara seorang wanita yang memanggilnya .
" Cinta ..... kamu sudah datang "
" Kami sudah menunggumu "
Ucap Bu Lastri menyambut Cinta dengan sebuah pelukan .
Pak Haryono sudah berdiri dari kursi yang posisinya pada ujung meja makan besar ini untuk menyambut tamu yang dinantikannya .
Cinta menyapa Pak Haryono dengan berjabat tangan dan menanyakan kabarnya .
Sebagai salah satu karyawan yang bekerja di bidang penyedia jasa keuangan , Cinta sudah terbiasa dan tidak canggung lagi jika bertemu orang baru.
Setiap harinya pasti ada saja orang baru yang Ia temui.
Ibu Lastri menyilahkannya untuk duduk di salah satu kursi kemudian menikmati hidangan yang disediakan.
Makan malam kali ini berbeda dari yang Ia duga .Ia pikir makan malam ini akan berlangsung kaku , namun ternyata sangat santai.
Tuan dan Nyonya Haryono sangat ramah dan humoris.
" Cinta terimakasih sekali lagi yah.. kamu udah nolongin istri saya " , ucap Pak Haryono .
" Sama-sama Pak, itu biasa saja. Saya rasa walau bukan saya yang disana juga orang itu akan tetap nolongin Ibu ", jawab Cinta.
" Awalnya Ibu kira kamu model , soalnya kamu cantik banget. Tapi pas lihat kartu namamu ternyata kamu karyawan bank XX yah ", kini Ibu Lastri yang berbicara .
" Iya Bu, saya karyawan bank. Maaf Bu , tapi sepertinya waktu itu Ibu masih belum pulih benar makanya melihat saya seperti model ". Jawab Cinta dengan bercanda .
" Ha.. ha... ha.. "
" Tuh kan Pah... Cinta ini suka merendah deh ",
" Sekarang saya sudah sehat sehat loh Cin.... dan menurut saya kamu makin cantik dari pertama kali kita bertemu di Rumah sakit ", Puji Bu Lastri .
" Daftar jadi model aja Cin.. pasti akan terkenal banget ", Lanjut Bu Lastri memberi ide .
" Sebenarnya Bu, kalau diminta memilih. Jika saat ini saya bukan karyawan, saya lebih memilih untuk menjadi orang yang membuat baju-baju yang diperagakan oleh model ", jawab Cinta dengan malu-malu .
" Ohh yahh... kamu bisa design baju ? " kini Pak Haryono yang bertanya .
" Untuk baju yang sederhana bisa Pak. Saya sempat ikut kursus designer sewaktu masih di Malang ", jawab Cinta
" Tapi karena harus kuliah sambil bekerja jadinya kursunya gak bisa diterusin. Waktunya gak cukup ", lanjut Cinta .
" Lanjutin sekarang aja Cin belajar designnya ", usul Bu Lastri.
" Harapannya bisa gitu Bu... mudah-mudahan bisa kesampaian . "
" Sekarang aku lagi fokus di kerjaan yang sekarang dulu Bu. Bentar kalau udah balik ke Malang , baru saya coba atur waktu lagi " , Ucap Cinta yang membuat kedua paruh baya itu terkejut.
" Jadi Cinta gak tinggal di Jakarta ? ", tanya Pak Haryono .
" Tidak Pak. Untuk sekarang rencananya hanya satu tahun karena sedang ada kegiatan pelatihan aja ",
" Nanti selesai pelatihannya, Cinta belum tahu dapat penempatan dimana. Semoga di Malang " Cinta memberi penjelasan.
" Ooohh ", respon pasangan suami istri paruh baya secara bersamaan.
Kemudian makan malam terus berlanjut dengan banyak obrolan.
Baru Cinta ketahui bahwa di rumah sebesar itu pasangan paruh baya itu hanya tinggal berdua ditemani beberapa pelayan, tukang kebun, dan sekuriti .
Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang saat ini tinggal dikota lain karena bekerja disana .
Saat ini Bapak dan Ibu Haryono mengajak Cinta untuk mencicipi desert yang sudah mereka siapkan di ruang keluarga. Katanya biar lebih santai dan lebih akrab.
Sesekali Pak Haryono bertanya perihal produk perbankan yang cocok untuk perusahaannya.
Salahkan kebodohan Cinta yang tidak mencari tahu dulu tentang Haryono Grup.
Dari Pak Haryono , Cinta tau kalau Haryono Grup memiliki usaha ekspor impor.
Sehingga Cinta menawarkan produk yang memungkinkan transaksi dengan mata uang asing.
Pak Haryono kagum dengan Cinta, menurutnya Cinta adalah wanita yang pintar namun tidak sombong.
Pak Haryono pamit pada Cinta karena tiba-tiba ada pekerjaan yang harus diperiksa olehnya .
Kini tinggal Cinta dan Ibu Lastri diruangan itu.
" Cinta... kamu sudah berkeluarga ? " tanya Bu lastri .
" Belum Bu ", jawab Cinta singkat .
" Oh... sama dong seperti Anak Ibu ", ucap Bu Lastri lirih namun masih terdengar oleh Cinta .
" Cinta sudah punya Tunangan atau kekasih ? " tanya Bu Lastri lagi ingin tahu .
" Belum juga Bu ", jawab Cinta lagi.
Cinta mulai merasa ada yang tidak beres.
Sepertinya Cinta mulai mengerti kemana arah pembicaraan Ibu Lastri.
" Anak Ibu usianya sudah 30 tahun ", Ucap Bu Lastri lembut .
" Dari usia juga pekerjaan, Ia Alhamdulillah sudah mapan Cin ", Bu Lastri sangat semangat bercerita soal anak lelakinya .
" Wajah gak usah diragukan Cin... perpaduan Bapak dan Ibu pasti Tampan. Kamu setuju kan Cinta ? " Kata Bu Lastri percaya diri .
" Iya Bu.. Cinta setuju soal tampang Bapak dan Ibu sangat tampan dan cantik ", Ucap Cinta.
" Hanya saja dia sibuk banget Cin, gak sempat nyari wanita untuk di ajak kenalan ", kini raut wajah Bu Lastri berubah tak semangat.
" Kalau Ibu kenalin kalian berdua, kamu mau kan ? " Tanya Bu Lastri dengan raut wajah yang pastinya akan susah bagi cinta untuk menolak.
" Kalau kenalan aja boleh Bu ", jawab Cinta ragu.
" tuh bener kan dugaan gue, pasti mau promosiin anaknya ", batin Cinta .
" Sipp... yang penting kamu setuju dulu untuk kenalan , untuk selanjutnya Ibu akan jadi mak comblang kalian berdua biar bisa jadi lebih dari hanya sekedar kenalan ", lanjut Bu Lastri sambil terkekeh .
Cinta tak bisa berkata-kata lagi.
Cinta hanya bisa ikut tertawa saja.
Cinta kemudian ijin pamit pulang . Disamping karena sudah mulai larut malam, Cinta juga ingin segera kabur dari obrolan perihal rencana Bu Lastri jadi Mak Comblang untuk dirinya dan anaknya .
Bu Lastri meminta Cinta agar mau diantar oleh supir keluarga mereka.
Bu Lastri mengantar Cinta sampai di teras rumah,
" Nanti kalau kamu ada libur , 2 hari aja kabarin Ibu yah... Cuss kita berangkat ke Bali . " Ucap Bu Lastri sebelum Cinta beranjak masuk ke dalam mobil.
Cinta hanya mengangguk dan tersenyum, enggan menanggapi rencana Bu Lastri.
Di dalam mobil saat perjalanan pulang Cinta bergumam sendiri, " Itu tadi maksud Bu Lastri ajakin ke Bali kenapa Yah ? "
Ternyata ucapan Cinta didengar oleh Pak Supir,
" Mungkin Non akan diajak untuk ketemu tuan muda. Tuan muda kan tinggal Bali ", kata pak supir.
"ooohhh ", jawabku .
Kemudian Cinta mengeluarkan ponselnya untuk mencari informasi tentang keluarga Haryono.
Begitu terkejut Cinta dengan apa yang ditemukannya.
Haryono Grup sama saja seperti kerajaan Bisnis.
Mereka memiliki banyak bisnis, perhotelan, pusat perbelanjaan, ekspor impor, pabrik elektronik, Juga memiliki saham disalah satu Stasiun TV swasta.
Setelah membaca itu Cinta makin yakin untuk tidak ikut serta dalam rencana Bu Lastri.
Menurutnya, dirinya yang berasal dari kalangan biasa- biasa saja terlalu jauh berbeda dengan Keluarga Haryono.
Orang tuanya hanya memiliki sebuah rumah makan sederhana di Malang.
Sedang Cinta sendiri hanya karyawan biasa.
" Kami terlalu jauh berbeda ", gumam Cinta dalam hati .
.
.
.
.
“Seseorang dicintai karena ia dicintai. Tak ada alasan yang dibutuhkan untuk mencintai.” - Paulo Coelho, The Alchemist
.
.
.
.
.
.
. to be continue
***** apa Jackson akan dapat saingan lagi selain Ricko dalam mendapatkan Cinta ? *****
please..tq.../Pray/
ikut bahagia thor..
lanjut...
cinta tulusmu akan menyembuhkan segala luka yg ada pada Cinta...
sampai harus ada yg berharap lbh padamu,baru kamu sadar...bahwa ada udang di balik mie...hehehe....
lanjuut...
kini ku berdoa,semoga beliau tenang dan bahagia disana bersama pencipta nya...
parah parah..../Facepalm/