NovelToon NovelToon
Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Badboy / Pembunuhan
Popularitas:525k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nani Anny

Tujuh tahun lalu, Alessia Karina mengalami malam tak terlupakan bersama Leon Arsenio, seorang CEO muda pewaris kerajaan bisnis Arsenio Group. Keesokan harinya, Leon pergi tanpa meninggalkan jejak, membuat Alessia patah hati. Tanpa sepengetahuannya, Alessia hamil dan memutuskan membesarkan sepasang anak kembarnya, Keenan dan Kierra, seorang diri.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Leon menemukan fakta mengejutkan: Alessia adalah ibu dari anak-anaknya. Di tengah kebingungan dan kemarahan Leon, Alessia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak dengannya demi masa depan si kembar. Namun, pernikahan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Konflik masa lalu, rahasia besar yang melibatkan keluarga Leon, serta godaan dari pihak ketiga menguji cinta mereka.

Sanggupkah Leon membuktikan dirinya sebagai ayah dan suami yang pantas? Dan apakah Alessia bisa kembali mempercayakan hatinya kepada pria yang pernah meninggalkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani Anny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Faustine membenci Noah

Di dalam mobil yang sedang melaju, tampak Faustine terduduk tak berdaya di jok belakang mobil tersebut. Anak itu masih terus terbayang-bayang dengan teriakan bundanya pada pria itu.

'APA KAU AKAN DIAM SAJA DISITU. BRENGSEK! MENYAKSIKAN KEMATIAN ANAKMU! HA'

Jadi, pria hebat yang selalu bundanya katakan padanya adalah pria itu? Pria yang merupakan bosnya di tempat kerjanya. Pria yang di eluh-eluhkan semua orang karena prestasinya yang gemilang dalam berbisnis. Namun bagi Faustine, pria itu tidak lebih dari iblis.

Sangat jelas terekam di dalam mata Fau bagaimana pria itu hanya berdiri dengan tenang saat Ferdinan terlempar. Bagaimana pria itu menembak tiga pengawalnya tanpa rasa iba. Bahkan tak tampak sedikitpun penyesalan di wajahnya setelah melakukan hal tersebut.

Bagaimana mungkin bunda memuji laki-laki berwujud manusia namun pada kenyataannya dia adalah monster. Anak itu bertanya-tanya, apakah karena sifat pria itu yang membuat bunda tidak bertahan dan memilih pergi meninggalkan pria itu.

Yah, Kaila tak pernah menceritakan pada anak-anaknya bahwa dia diperkosa oleh pria itu. Yang dia katakan hanya berpisah dengan ayah dari anak-anaknya.

Fau mengerjapkan matanya, berusaha menahan air matanya. Rasanya dia belum bisa mempercayai semua ini. Kejadian ini begitu tiba-tiba.

"Wow. Ternyata kau bisa menangis juga yah?" Ben akhirnya angkat bicara setelah beberapa menit dia hanya diam dan memperhatikan anak di sampingnya itu.

Anak itu segera mengusap ujung matanya yang basah.

"Aku tidak menangis." bantahnya.

"Lalu apa?" Ben mengangkat sebelah alasnya, "hanya meneteskan air mata?" Ben tertawa rendah.

"Tidak juga!"

Ben mendengus lucu, "kau sangat mirip dengan daddymu."

Deg!

Faustine kembali memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela. Dia masih belum terbiasa dengan panggilan itu. Hei, dia hidup tujuh tahun lamanya, dan selama itu, dia tidak pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa dia mirip daddynya. Sungguh tidak masuk akal. Terlebih saat dia mengetahui bahwa pria yang tidak memiliki hati nurani itu adalah ayahnya.

"Apa dia benar ayahku?"

"Lalu? apa dia adalah ayah dari seekor kucing?" Ben kembali terkekeh lucu. Sementara Faustine bergeming, pandangannya tajam keluar jendela. Dia tidak sedang tertarik untuk bercanda sekarang.

"Kau tidak menyukainya?" Ben bertanya hati-hati.

"Apakah kau akan menyukai seorang pembunuh?" Fau bertanya kembali dengan mata yang semakin berair.

Ben berdehem halus. Menetralkan tenggorokannya yang tiba-tiba saja kering. Pandangannya kembali ke depan. Dia berhenti bertanya pada anak di sampingnya ini. Pria itu mengerti bagaimana kondisi dan perasaannya saat ini. Tidak mudah memang, mengakui orang asing sebagai keluarga. Terlebih sebagai ayah.

"Sebenarnya dia adalah pria yang baik dan lembut. Hanya saja dia tidak suka saat seseorang menentang kehendaknya." Ben kembali berbicara.

"Apakah bundaku menentangnya?" Rahang Faustine terkatup kuat. "Aku rasa bundaku adalah wanita yang baik-baik...

"Yah, Ibumu memang tak bermasalah sama sekali. Dialah yang bermasalah...

"Lalu kenapa dia mengganggu kami?" Faustine menatap tajam hingga menusuk jauh bola mata pria itu.

Ben menghela napas, "sudahlah. Kau tidak akan mengerti permasalahan orang dewasa."

"Kenapa aku tidak mengerti!" Geram Faustine mencengkeram kuat sudut kursi. "Dia menculik bundaku, mencelakakan adikku! lalu apa lagi besok, ha?" Kilatan api memancar di mata yang penuh air mata itu.

"Apa besok dia akan membunuh kami semua...

"Berhenti! Dia tidak setega itu. Kau tak melihatnya. Tadi dia menembak tiga pengawalnya dan dia jugalah yang membawa adikmu ke rumah sakit...

Fau mendengus, "yah, dia membawanya setelah puas menonton detik-detik kematian adikku."

Ben menghela napas jengah, memalingkan wajahnya frustrasi. Dia tidak ingin melanjutkan perdebatan ini dengan anak itu. Sekarang dia semakin percaya, anak ini benar-benar benih Noah. Sifat keras kepalanya menurun. Astaga.

Sedangkan Faustine kembali mengarahkan pandangannya ke luar jendela. Menatap langit yang sangat cerah di pagi hari. Namun gelap menyelimutinya.

Sementara di rumah sakit. Ferdinan sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan berbagai alat penunjang hidup melekat di tubuhnya. Anak itu mengalami syok dan cedera pada punggungnya akibat benturan yang sangat keras. Dan terlihat juga di dalam ruangan VVIP tersebut, Kaila duduk di kursi tepat di samping Ferdinan berbaring.

Kaila terus menggenggam tangan kecil anaknya dengan berurai air mata. Dia tidak menyangka dengan menyelamatkannya mereka rela bertaruh nyawa seperti ini.

"Maafkan bunda, nak. Maafkan bunda." Kaila mengecup punggung tangan anaknya berulang kali.

Sementara tepat di belakang Kaila. Noah tampak duduk dengan tenang di atas sofa, melipat kakinya dengan pandangan yang terus menerus menatap punggung Kaila yang tampak bergetar karena menangis.

Cih. Wanita lemah. Oloknya dalam hati lalu kembali menghela napas berat.

"Kenapa kau masih disini?"

Ujung mata Kaila tampak melirik ke belakang. Dia tidak menyangka ternyata pria itu masih ada disini. Dia pikir dia sudah pergi sejak tadi.

"Kenapa kau mengaturku. Ini rumah sakitku, terserah aku mau dimana saja." Noah berdecih.

Kaila menghela napas jengah. Buang-buang waktu jika terus meladeni pria itu.

Suasana kembali diam.

"Apa mereka benar-benar anakku?" Noah kembali bertanya.

"Kenapa kau bertanya?" Kaila hanya melirik dari ujung matanya.

"Aku hanya ingin memastikan saja. Apakah salah?" Noah mengedikkan bahunya.

"Aku tidak memaksamu untuk mempercayainya, jika memang kau tak percaya. Terserah," ketus Kaila.

"Apakah sangat susah untuk menjelaskannya, hm?" Nada suara Noah kini berubah sensual sangat menggoda namun bagi Kaila itu adalah suara paling mesum dan paling menjengkelkan. Kepalanya saat ini hampir pecah. Dia benar-benar terganggu dengan kehadiran pria itu. Bagaimana bisa dia bertanya seperti itu. Seperti orang bodoh saja.

"Pergilah! Kau membuatku hampir gila." kesal Kaila.

"Tenang saja. Rumah sakitku ini fasilitasnya sudah lengkap. Bahkan tersedia bangsal penderita sakit jiwa disini jika kau benar-benar gila."

Kaila memejamkan matanya. Menarik napas dalam-dalam demi meredakan emosinya yang sudah di ubun-ubun. Dia tidak ingin membuat kekacauan dengan melemparkan kursi pada pria brengsek itu.

Akhirnya mereka kembali terdiam dalam waktu yang cukup lama. Sebelum akhirnya Noah kembali berucap.

"Aku tidak pernah menculik anak-anakmu."

Kaila diam saja.

"Malam itu mereka sedang menyiapkan kejutan untukmu, dengan dalih mereka diculik agar kau terkejut." Noah tertawa meremehkan, "sangat kekanak-kanakan. Bagaimana mungkin mereka masih menyiapkan kejutan yang bodoh seperti itu, pada wanita tua sepertimu."

Tangan Kaila terkepal kuat kini, "kenapa kau menjelaskannya."

"Tentu saja aku harus menjelaskannya. Kau menuduhku menculik anak-anakmu, sementara aku tidak melakukan apa-apa." Noah menatap tajam punggung Kaila.

"Tapi kau menculikku!" Geram Kaila, "lalu apa bedanya."

"Aku juga tidak menculikmu. Aku menyelamatkanmu."

"Lalu mencelakai anak-anakku."

"Hei!" Geram Noah lalu berdiri dengan raut wajah yang sangat marah. Dia tidak suka dengan sikap Kaila yang terus saja membalas perkataannya. Namun dia kembali menyeringai, "lagipula aku tidak menginginkan mereka. Untuk apa aku menyelamatkannya, saat aku merasa tidak dirugikan ketika anak itu mati."

"Diam kau brengsek." Kaila beranjak dengan kuat hingga membuat kursi yang didudukinya terjengkang ke belakang keras.

Kaila tidak peduli lagi dengan aturan rumah sakit yang melarangnya untuk berisik. Baginya emosinya sudah di luar kendali.

Manik coklat itu kini membara dan bersiap untuk membakar siapa saja terutama pria yang juga sedang menatapnya tajam.

"Jika kau memang tak peduli. Lalu kenapa kau membawanya kesini?" Kaila maju selangkah ke arah pria itu.

"Aku melakukannya karena kau. Kau berteriak sangat keras dan menatapku penuh permusuhan. Aku tidak suka itu, honey." Noah juga maju selangkah menuju Kaila.

Kaila semakin maju dengan kepala yang sudah terbakar. Tangannya terkepal kuat siap menghajar wajah tampan pria itu. Saat ini rasa takut tak ada lagi di dalam diri wanita itu. Dia tidak suka saat orang-orang menyakiti anak-anaknya. Dalam sekejap dia berubah menjadi macan betina yang siap menerkam mangsanya. Sementara Noah juga masih melangkah maju, dengan senyum tipis yang tersungging di bibirnya, entah kenapa keberanian wanita itu membuat Noah tertarik dan merasa tertentang.

Dan sekarang mereka kini berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Sungguh Kaila sangat murka saat melihat manik abu-abu itu yang sudah menggelap dan Noah masih baik-baik saja melihat Kaila yang sudah berubah menjadi iblis.

Apakah akan ada korban lagi setelah Ferdinan yang terbaring di ranjang. Sepertinya tidak terjadi, karena sebelum Kaila mencekik leher Noah. Pintu ruangan itu sudah terbuka. Tampak Ben dan Faustine yang berada di belakang masuk ke dalam ruangan tersebut.

...Happy Reading....

Ok, salam cinta dari author. Dan author tunggu salam cinta kalian.

Auhtor tak pernah letih untuk mengingatkan. Jangan lupa untuk tinggalkan dukungan kalian yah. Karya author sedang ikut lomba. Jadi auhtor harap kemurahan hati kalian untuk mendukung author. terima kasih.

1
Lai Lai
update please
Nur Yanah
Sampai lupa cerita nya
Lai Lai
semangat semangat update nya
Rafanda 2018
aturan end aja udah thorr
Rafanda 2018
bikin mls baca,,isinya penculikan mulu..sory thor ,end.
Rafanda 2018
katanya jenius ko ga tahu kalau widia jagat ck ck ck
Heri Herawati Siregar
lanjut ka
Dini Badar
lanjut thor
Glastor Roy
7p
Cinta Abadi
lanjut
yonahaku
ini author nya kemana lagi sakit 😷 ya cepat sembuh ya terus berkarya lagi
Diana Hayani
apa artinya triple twins ?
kl kembar dua disebut twins..
kembar tiga disebut triplet...
jangan di gabung jd rancu artinya..
Tha Ardiansyah
terusin dong ceritanya thorr
Zalva LP
Klo ngk di pake, ngapain bayar🤨🤨🤨
Sartika Arruan
udah 1 thn blom ada lanjutanx yh Thor😔
Bunga Kaktus
top markotop.. bagus bgt
Deisse Bunaen
next ka thor
Bilbina Shofie
ini lanjutannya kmn??
Fitri
😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣yakin gk kuat aku nahan ketawa
ngatain nyumpahin dia sendiri judulnya 😂
Fitri
astaga naga yakin bab ini gk liat nahan ketawa anak mu tuh nurun tingkah kamu 😂😂😂😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!