Kita tak pernah tau dengan putaran waktu saat ini Aku tergila-gila padamu, bahkan sanggup menyingkirkan siapapun yang mendekati mu.
Tapi dimasa depan bisa jadi kamu yang selalu ingin berada dalam rotasi ku dan saat itu terjadi kau akan temukan Aku bukan lagi seorang wanita yang memikirkan tentang cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.i.s_desj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadian
Akhir nya Aku bisa bernafas lega setelah bisa keluar dari mall ini.
"Kak kita mau langsung pulang" tanya ku pada nya, dengan sedikit berteriak agar suara ku tak tertimpa dengan suara bising kendaraan yang lainnya.
"Makan dulu ya baru pulang" ajak kak Ryan.
"Mau makan dimana" tanyaku lagi.
"Kamu pengen makan dimana sekarang, punya rekomendasi tempat"
"Emmmm... kalau makan nasi kucing mau" tanyaku pada nya sebelum merekomendasikan tempat nya.
"Apa aja yang penting kamu suka" balas nya dengan cengiran.
"Okeyy... kita ke tempat makan nasi kucing.. tempat nya gak jauh dari kontrakan kita" kataku dengan sedikit memajukan tubuhku.
"Okey tuan putri, kita meluncur, Ayo pegangan" ucap kak Ryan dengan menaikkan sedikit kecepatan motor nya, tanpa ragu aku berpegangan pada kedua bahu kak Ryan.
"Pelan-pelan aja kak" peringat ku pada kak Ryan, tapi rupanya suara ku tak di dengar oleh nya dia tetap saja tidak menurunkan kecepatan nya.
****
"Pak nasi kucing nya 2 ya, sama minum nya es teh manis 1, eemmm... "
"Kakak mau minum nya apa" tanya Aluna.
"Emm samain aja sama kamu" jawab nya sambil sibuk memainkan ponsel nya.
"Sama minum nya es teh manis dua ya pak" pesan Aluna pada pedagang yang ada di samping nya.
"Ditunggu ya mba" Aku hanya tersenyum menjawab nya.
"Ekhmm... ekhmmm sibuk amat,, chatan sama siapa?" tanya ku yang mulai kepo.
"Temanku yang ada di jakarta" jawab nya cuek tanpa melihat ke arah ku.
Kenapa seperti nya aku di cueki oleh kak Ryan, kutaruh tanganku di dagu, melihat sekeliling tempat ini.
Semua yang datang adalah pasangan kekasih, tentu saja karena hari ini adalah hari minggu.
"Ehhh maaf ya Lun, jadi aku cuekin."
Akhirnya orang ini sadar juga bahwa Aku agak kesal karena semenjak kami sampai di tempat ini, dia hanya sibuk dengan ponsel nya.
"Gak papa kok," jawab ku seadanya.
"Udah dong ngambek nya.. Aku minta maaf ya tadi, chat dari temen kerja, gak enak kalau gak di bales" kata nya memberikan penjelasan agar aku memaafkan nya.
Tunggu dulu kenapa kami seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar, Aluna kenapa akhir-akhir ini pikiran mu sangat kacau.
"Yaudah aku kan udah bilang gak papa" kataku dengan tetap tak mau melihat ke arah nya.
"Misi neng mas ini pesenan nya, atuhh mas nya yang semangat bujukin si eneng yang lagi ngambek."
"Perempuan memang gitu mas suka ngambek kalau dicuekin, takut kita nya mikirin perempuan lain, hehehe dengan kata lain si eneng cemburu mas sama ponsel nya hehehe."
Blusshhh wajah ku memerah "Sok tahu sekali bapak ini, aku sama sekali tidak cemburu" pikirku.
"Hahaha iya nih mang eneng nya cemburu sama handphone" goda kak Ryan meneruskan kesalah pahaman pedagang itu.
"Ya udah atuh mas, semangat bujukin eneng nya, bapak permisi."
"Udah nanti aja cemburu nya, makan dulu cemburu juga butuh tenaga kan" ucap nya mengedipkan sebelah mata menggodaku.
Kulempar tisyu yang ada di meja kenwajah nya "Siapa juga yang cemburu, dihh geer banget" kataku dengan masih cemberut.
"Iya gak cemburu,, tapi kesel karena aku cuekin,, tenang tadi cuman temen bukan selingkuhan disana SAYANG hahaha" dia seperti tak ada beban mengucapkan kata sayang, tak memikirkan wajah ku yang makin memerah, tak tahu karena apa.
"Kakak ihh didenger orang lain nanti" kataku mulai merajuk.
"Loh emang gak boleh panggil SAYANG.. ia kan SAYANG hahahha"
Astaga kenapa dia senang sekali menggoda diri ku, bagaimana jika nanti aku mulai menaruh perasaan pada nya.
"Okey okey, jangan ngambek gitu muka nya, kakak minta maaf, sudah ayo kita makan" sambung nya yang sepertinya sudah lelah menggoda ku.
"Awas aja ya sampai godain aku lagi" ancamku pada nya.
Akhirnya aku bisa menikmati nasi kucing ini dengan tenang, sesekali kami mulai bercerita dengan normal.
"Udah makan nya" tanya kak Ryan padaku.
"Udah, yuk balik" ajak ku yang sudah mulai beranjak dari kursi.
"Ntar dulu aku lupa tadi kamu pesen lagi buat Ayah sama Papah" titah nya dan kembali sibuk dengan ponsel nya.
Hmmm hela ku, Aku langsung pergi tanpa menjawab nya, percuma saja menjawab toh dia juga kembali sibuk dengan ponsel nya.
Dilirik nya diriku, ketika aku sampai di tempat duduk ku kembali.
"udah di pesenin."
"Udah, kata nya kita tunggu disini aja" balas ku yang tak melirik pada nya dan asyik pada ponsel ku.
"Ehmm Aluna aku boleh nanya sama kamu" ucap Ryan agak ragu.
"Tentang apa" tanya ku penasaran dan mulai menaruh ponsel ku di meja, dilihat dari nada bicara nya ka Ryan akan bertanya hal yang serius.
"Aku ingin bertanya tentang, eemmm bagaimana bilang nya ya, tentang hubungan wanita dan pria" ucap nya lagi.
"Maksud nya hubungan gimana" kata ku heran dengan pertanyaan nya yang tak jelas.
"Aku tidak suka berpacaran karena menurutku hal itu sia-sia, aku juga belum siap untuk menumikah tapi disisi lain Aku juga takut dia diambil oleh orang lain"
Huuuhhh dia menghela nafas nya dan melanjutkan lagi perkataan nya "Aku bingung harus melakukan apa" kata nya pelan.
"Emm menurut ku wanita memang menginginkan kejelasan dari status nya kak, karena kalau tanpa status yang jelas kami para perempuan seperti hanya tempat persinggahan, atau seperti diantara kebimbangan apakah kalian itu menginginkan diri kami atau tidak."
Kutarik pelan nafasku dan melanjutkan perkataan "Jika memang kakak tidak ingin berpacaran dan juga belum siap untuk menikah kakak tetap harus memberikan nya kepastian bahwa kakak akan tetap berkomitmen memilih dirinya" lanjut ku terhenti kembali saat aku menyeruput sisa es teh didepanku.
"Karena jika kakak tidak bisa meyakin kan dirinya bahwa pasti nanti nya kakak akan memilih dirinya apa pun yang terjadi, maka jika dia bukan wanita bodoh dia pasti mencari pria lain untuk mendampingi nya menghabiskan sisa hidup nya."
Aku tak menyangka nasihat ku tentang cinta bagus juga hahaha, padahal aku salah satu wanita bodoh yang menunggu tanpa kepastian.
"Dengan apa aku meyakin kan mereka" tanya kak Ryan.
"Emmmm tunangan mungkin, ajak dia bertunangan,, ehhh ntar dulu memang nya siapa wanita yang telah nyangkut di hati kakak ku ini" kata ku balik menggoda dirinya.
"Mau tau siapa" kata nya sambil memasang wajah misterius.
"Siapa" jawabku cepat.
"Kemari mendekat kesini" ku condongkan tubuh ku mendekat kearah nya "lihat baik-baik ya" Aku semakin penasaran dengan wajah wanita itu.
"ini orang nya, hahaha."
Seketika wajahku yang tadi tersenyum cerah menjadi buram, tentu saja aku sudah serius dan dia menunjukkan kamera depan dimana ada wajah ku disana, dia memang sungguh tak perrnah bisa diajak serius.
"Hahaha mangkanya jangan kepo" dia masih tertawa dengan lantang di kursi nya.
"Nanti saat nya tiba, kamu akan tau dia siapa."
"Yuk balik udah mau maghrib" ucap nya yang langsung berdiri meninggal kan ku sendiri.
Dwiernawati
Dwiernawati
Dwiernawati
di(no spasi) kata kerja/kata sifat > dimiliki, ditinggal, dlsb.
jangan bosan buat belajar dan terus belajar.semangat berkarya.
next novel perbaiki tanda baca dan penulisan untuk nama. masih ada beberapa nama yg ga pake awalan huruf besar.
semangat berkarya
ahh sudahlah,,,mari kita mengkece dulu😎