"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?
Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.
"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"
"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.
"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."
***
Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.
Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?
Temukan jawabannya di sini~
Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita coba lagi, coba terus
“Jeff!” pekik Kayla berlari menghampiri.
Dia lantas membantu Jeff berdiri. Melihat Jeff terjatuh membuatnya teramat merasa bersalah. Banyak masalah yang ia timpakan kepada Jeff. Padahal mungkin hidup Jeff aman tentram dan baik-baik saja sebelum menikah dengan dirinya.
“Kalau kamu nggak bisa sewa asisten rumah tangga, aku bisa membayarnya! Jadi kamu jangan suruh-suruh Kayla mengerjakan semuanya sendiri!” tukas Daddy meninggikan suaranya satu oktaf.
“Daddy, plis tolong dengerin aku dulu. Jeff nggak salah. Dia sama sekali nggak menyuruhku buat kerja di dapur.”
Sebenarnya ada rasa penyesalan di hati Daddy. Karena terlalu diliputi emosi beliau melayangkan pukulan kepada menantunya tanpa mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu.
“Ada apa ini La, Dad? Aku nggak tau apa-apa.” ucap Jeff sambil mengusap ujung bibirnya.
“Jangan pura-pura nggak tau!” Daddy masih dengan nada yang tidak biasa. “Ayah mana yang tega membiarkan putrinya terluka, aku melakukan itu karena naluri. Kau juga akan melakukan hal yang sama suatu saat nanti jika kau mempunyai anak.”
“Tapi aku rasa Daddy terlalu gegabah. Karena tak membiarkan kami menjelaskannya terlebih dahulu.” ujar Jeff sambil mendudukkan tubuhnya ke kursi. Jeff meringis merasakan perih di ujung bibirnya yang sedikit berdarah.
“Daddy, tanganku memang sakit karena alergi. Nanti aku bisa obati sendiri. Nggak pa-pa.”
“Ada masalah apa kalian?” tanya Daddy.
“Kayla berbuat uulllapppft-“ Kayla langsung membungkam mulut Jeff dengan kedua tangannya.
“Aargh! Sakit. Sakit La!” Jeff berusaha melepaskan tangan Kayla. Belum sembuh bibirnya yang baru saja terkena pukulan, tapi kini harus terkena timpaan tangan lagi. Semakin sakit saja rasanya. Tapi itu masih belum seberapa dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya yang berkali-kali lipat lebih sakit daripada pukulan itu. Pertengkaran memang selalu saja menyisakan luka bagi siapa saja yang melakukannya.
Kayla mencengkram erat tangan Jeff. Memberi isyarat agar Jeff tak berkata apa pun kepada Dady-nya.
“Biarkan aku menjelaskannya La!”
“Jeff!” sergah Kayla sambil menggeleng. Namun Jeff tidak peduli, ia tetap harus menjelaskannya kepada Ayah mertuanya.
“Begini Dad, setiap rumah tangga pasti mempunyai banyak masalah. Seperti apa yang sedang kami alami saat ini. Tapi tolong biarkan kami menyelesaikan sendiri permasalahan kami tanpa campur tangan orang tua.”
“Oke, ya bagus kalau begitu. Tapi jangan pernah sekali pun kau mengecewakanku Jeff. Atau nasib kamu akan seperti mereka.”
Mereka yang dimaksud Daddy adalah barisan para mantan yang sudah beliau beri pelajaran sesuai dengan porsinya.
Jeff mengangguk “ya aku ngerti Dad.”
“Lain kali aku nggak mau melihat Kayla seperti itu lagi!” ujar Daddy sebelum akhirnya meninggalkan mereka.
Huft .... akhirnya pergi juga manusia sekeras batu itu. Jeff dan Kayla menghirup nafas lega. Macam-macam sekali musibah yang Jeff alami selama statusnya berubah menjadi suami Kayla.
Dia lantas menghempaskan tubuhnya ke kursi. Memperhatikan Kayla yang sedang menghampirinya dengan membawa kompresan.
Wanita itu lantas duduk di sebelahnya lalu mulai menyentuh pelan bagian bibirnya dengan kain yang dibawanya.
“Auhh! Pelan-pelan!”
“Iya, ini pelan-pelan.”
Jeff meringis kesakitan. “Perih woy perih.”
“Iya, tau. Terus mau gimana memang harusnya kayak gini.”
Kayla masih terus melanjutkan upayanya mengobati pukulan yang di sebabkan oleh dirinya.
“Kenapa kamu nggak ikut pulang Daddy kamu tadi?” tanya Jeff. “Katamu, kamu bisa membeli rumah yang lebih bagus daripada ini. Kata kamu, Daddy kamu hebat, sangat hebat. Dan aku nggak ada apa-apanya di bandingkan dengannya. Tapi kenapa justru saat Daddy kamu dateng, kamu masih di sini La?”
“Sebenarnya, mau kamu itu gimana? Kenapa kamu sangat egois, hanya bisa mementingkan perasaanmu sendiri?”
“Terus kenapa kamu juga nggak mau aku menjelaskan semuanya ke Daddy kamu tentang tangan kamu tadi?”
Kayla menunduk tanpa bisa menjawab kata-kata Jeff barusan. Nyatanya, semuanya yang Jeff katakan adalah sebuah kebenaran.
“Aku mana tau tangan kamu jadi begitu. Aku tadi lagi tidur sebentar ngilangin penat. Lagi pula yang kamu lakukan itu kan hasil dari perbuatanmu sendiri.”
“Aku tadi terlalu emosi, Jeff. Maafin aku yang nggak mau kalah dari kamu walaupun aku yang salah.” Jawab Kayla menunduk. Ia benar-benar takut Jeff sampai melambaikan tangannya lalu berkata menyerah.
“Mulutmu itu terlalu pedas, coba kalau laki-laki yang ada di depanmu itu bukan aku. Aku— ...,” Jeff menggantungkan kalimatnya.
“Huuu jaangan hiks ....” Kayla memelas.
“Yaudah lupakan!” Jeff beranjak berdiri dan meninggalkan Kayla. Namun, takut Jeff meninggalkannya, Kayla memeluknya dari belakang. Memeluknya sangat erat dan penuh perasaan.
“Maafin aku Jeff, aku akan belajar lagi jadi istri yang baik. Nggak keluar tanpa izin, nggak akan masukin temen-temen aku ke rumah, bisa masakin kamu, bisa ngurus rumah, nyapu, ngepel, nyuci mobil, ngelap genteng, bisa ngatur keuangan, dan bisa— emm.... aku akan berusaha deh pokoknya.”
“Jangan pergi ya, ya ya plis!” Wanita itu mencium leher Jeff dan mengusek-usek kepalanya di punggung Jeff. Mengelap air matanya di sana.
Jeff lantas berbalik badan. Perkataan Kayla bagaikan sihir untuknya. Yang dapat membangkitkan renjana dalam diri. “Kita coba lagi sekarang yuk, La.”
“Hah?” kejut Kayla membelalak.
“Kita anu-anu ....”
Seperti kerbau di cucuk hidungnya yang berarti menurut saja kehendak orang tanpa membantah. Yang dikarenakan bodoh atau tidak berdaya melawan. Kayla mengangguk patuh dan mengikuti Jeff pergi. Yaitu menuju ke kamar.
Jeff mengangkat tubuh Kayla ke atas meja. Memposisikan Kayla duduk menghadapnya. Jeff lantas mengangkat tangannya menyentuh rambut Kayla yang terurai menutupi wajah. Lalu menyilahkannya ke samping telinga.
“Kalau aku masih nggak bisa juga?” tanya Kayla.
“Coba lagi. Coba terus.” jawab Jeff dengan nafas yang sudah terdengar semakin pendek-pendek. “Tapi kamu harus tuntasin aku dengan cara lain. Jangan kayak kemarin. Aku hampir mati.”
“Maksudnya?” tanya Kayla tidak mengerti. Matanya menatap Jeff penuh rasa keingintahuan. Benar-benar tidak mengerti tuntas itu apa.
“Kenapa kamu polos sekali? Apa kamu nggak pernah melakukannya?”
Kayla menggeleng.
“Bagaimana bisa? Kamu pernah menjadi seorang istri?” tanya Jeff menyelidik.
“Orang nggak tau ya nggak tau. Kenapa masih di tanya-tanya juga!” jawab Kayla dengan nada yang terdengar kesal. Bibirnya sudah mengerucut, mungkin sudah sampai bisa di ikat dengan karet bungkus nasi padang.
Jeff mengerutkan dahinya dan lantas bertanya “are you still a Virgin?”
Sedikit ragu-ragu saat Jeff menanyakannya. Karena bagaimana pun. Jeff takut menyinggung perasaannya. Pun jika apa yang ia tanyakan ternyata di jawab dengan gelengan kepala, Jeff tak mempermasalahkan itu. Sebab, dari awal ia menikahi Kayla karena tahu Kayla sudah pernah menikah. Jadi itu wajar saja bukan?
Dan ternyata Kayla menggeleng.
“Sorry, harusnya aku nggak tanyakan soal itu. Karena aku pasti tahu jawabanmu pasti seperti ini. Tadinya, aku hanya sedikit berharap. Tapi kalau enggak pun, nggak masalah. No problem. Kesucian bukan merupakan kunci kebahagiaan dalam sebuah pernikahan. Karena yang kita butuhkan dalam di dalam rumah tangga adalah kejujuran dan kepercayaan dari kedua pasangan.”
Kayla merasa adem saat mendengarnya. Seperti tersiram air sejuk pegunungan tinggi.
“Satu lagi, kamu harus bisa nurut!”
Jeff langsung membenamkan diri ke bibir Kayla yang ranum itu. Tenggelam dalam nirwana.
**
To be continued.
Mon maaf banyak typo bertebaran. soalnya nulis di dalam bus😂
pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian
kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,
*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali
maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang
*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu
*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang
*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah