NovelToon NovelToon
Tobatnya Sang CEO

Tobatnya Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:988k
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Mengisahkan tentang sebuah perjalanan cinta pada Tuhan dan cinta pada Makhluk.

Narayan, CEO dari perusahaan telekomunikasi menaruh dendam pada peristiwa di masalalunya yang mengakibatkan ayahnya menderita amnesia retrogade.

Permasalahan pelik di masa kecilnya membuat ia tidak percaya akan adanya cinta sejati, cinta setulus hati sehingga membuatnya menjadi pematah hati perempuan.


Aruna, teman semasa kecilnya datang menjadi sekertaris Narayan, menggantikan Dewi yang kala itu tengah cuti melahirkan.


Tidak ada canggung diantara keduanya. Aruna selalu menjadi garda terdepan menasehati bosnya, dan telinga Narayan begitu menikmati nasehat dari Aruna.


Bagaimanakah kisah Narayan dan Aruna selanjutnya, dan apakah yang sebenarnya terjadi di masalalu Narayan?

Yuk ikuti terus cerita selanjutnya yah.

Jangan lupa baca juga novel lainnya.
@Aku Janda Tapi Perawan
@Percayalah Aku Masih Perawan
@Kekasih Halal
@Surat cinta 2000
@Barista Cafe Jomblo
@Zara Ayyubi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

Malam ini Narayan sudah tampak sehat, seharian ini Aruna menemaninya di dalam kamar. Menurut Aruna, saat sakit bosnya benar-benar seperti anak kecil, minum obat susah, ngigo tidak jelas, dan banyak maunya, makan harus disuapi. Ah merepotkan sekali.

Narayan menelfon Aruna agar Aruna datang ke kamarnya. Aruna yang mengira Narayan masih sakit, padahal tadi sore saat Aruna meninggalkan kamar bosnya tampak bosnya sudah sehat.

Aruna mengetuk pintu kamar Narayan beberapa kali namun tidak ada jawaban, untuk yang ke 5 kalinya baru pintu kamar bosnya terbuka. Aruna membukanya perlahan. Aruna begitu terkejut melihat bosnya mengenakan celana panjang dan kemeja warna hitam, tergelar sajadah di pinggir ranjangnya.

"Bos habis salat?" tanya Aruna penasaran. Selama ini Aruna tidak pernah melihat bosnya salat, ini untuk yang pertama kalinya.

"Alhamdulillah," celetuk Aruna. Eh si bos langsung terkekeh.

"Kalau sudah salat isya tuh rasanya kaya soleh banget sih saya," ucap Narayan sambil tergelak. Dasar sengklek. Aruna bertanya dalam hati, apakah pak Nara bosnya benar-benar ingin berubah mulai detik ini.

Aruna lalu tersenyum, "Benar pak, karena salat isya dan salat subuh itu sangat sulit dilakukan oleh orang-orang yang munafik, dan ndilalah rasa malasnya itu besar sekali, godaan syetannya itu besar sekali, tapi bapak hebat, sudah salat isya hari ini." Aruna begitu mendukung langkah awal Narayan untuk berubah.

Menurut Aruna hijrah itu tidak mudah gaes, istiqomah itu sangat sulit. Jangan pernah mengolok-olok seseorang yang berubah sedikit demi sedikit untuk menjadi lebih baik. Hijrah itu perbuatan dan hati harus singkron untuk menuju lebih baik.

Yang sudah baik, semangati yang belum baik. Perlu di ingat, baik tidak dan baik hanya Allah dan hatimu yang tau. Jangan berfikiran merasa paling soleh/solehah di depan mereka pejuang hijrah, karena sejatinya manusia itu seumur hidupnya harus selalu semangat untuk terus memperbaiki diri.

Bahaya sekali malah jika dihati kita terbesit merasa sudah soleh/solehah, merasa sudah paling beriman, merasa paling baik, awas itu jebakan syetan agar kita lupa diri untuk instrospeksi diri setiap harinya.

"Makan yuk Run, di luar, tadi pagi, siang masa saya di kasih bubur terus, memangnya bayi," ucap Narayan. Ia mengambil sajadahnya lalu melipatnya.

Aruna mencebikan bibirnya, "Yang pakai bye bye fiver itu kan bayi, yang minum obat di tumbuk juga bayi," sindir Aruna. Narayan tergelak, Aruna memang paling pintar dalam hal mensmash ucapannya.

☘️☘️☘️

Malam ini Narayan menggunakan baju kemeja yang ia pakai untuk salat tadi, hanya ditambah topi hitam untuk menutupi jati diri, takut disergap Bianca lagi.

Aruna menatap Narayan dari atas hingga bawah saat Narayan sedang menyemprotkan minyak wangi di kemejanya.

"Ganteng, tinggi, pinter, duit banyak, wangi lagi, idaman sih seharusnya, tapi sayangnya solehnya masih ketinggalan di terminal Pulo gadung, cepetan otw soleh yah pak, biar saya nggak sibuk nolak bapak lagi," ucap Aruna dalam hati.

"Yuk..." Mereka berdua lalu berjalan ke sebuah restoran yang direkomendasikan oleh Narayan. Narayan mengajak Aruna ke Birdnest at Kupu Kupu Barong, Bali.

Aruna mengagumi venue di restoran ini karena unik dan romantis sekali, serasa berada di sangkar burung yang didesain dengan begitu cantik. Pemandangan yang di lihat dari atas juga sangat menakjubkan. Aruna tidak akan melupakan malam ini dan tempat yang begitu indah ini.

"Kamu suka kan Aruna?" tanya Narayan. Aruna langsung mengangguk.

"Pak ini mah cocoknya buat pasangan atau suami istri pak, ih bagus banget pak." Aruna begitu girang melihat keindahan di birdnest kupu-kupu ini.

Narayan tersenyum, ia lalu memanggil pelayan untuk memesan makanan. Makanan yang disajikan di sini juga sangat spesial dengan memberikan masakan fusionPrancis dan Asia Tenggara.

"Mbak pesan Mise en bouche Salmon & Sea Scallops Carpaccio, BBQ Veggie burnt rosemary dan Mint, oh ya satu lagi Broken Spaghetti Tomato Hot Blush," ucap Narayan. Pegawai restoran segera mencatat pesanan Narayan.

(Author yang biasa makan gorengan, bakso, soto dan mie ayam, minumnya es teh manis, mundur alon-alon🤣🤣)

Aruna memfoto beberapa spot yang terlihat indah di restoran ini, Narayan senang melihat Aruna terlihat bahagia malam ini, siang tadi Aruna pasti lelah mengurusnya hingga sehat kembali.

"Makasih ya Run, sudah rawat saya tadi pagi, saya cukup merepotkan," ucap Narayan.

"Ya pak, sudah tau, sebelum bapak sakit, mbak Hanin telfon, katanya bapak jangan sampai terlalu lama terkena angin laut, nanti sakit. Mbak Hanin juga cerita kalau bapak sakit itu merepotkan sekali, eh ternyata benar." Aruna begitu polos hingga tidak ada basa basinya sama sekali.

"Saya sih maunya kamu rawat saya seumur hidup."

Aruna mengerutkan dahinya, "Bapak memangnya mau sakit terus seumur hidup?"

Narayan menepuk dahinya, "Bukan begitu Aruna, maksud saya, kamu merawat saya sebagai suami kamu."

"Kenapa harus saya, nggak ada nama bapak dalam doa saya tentang jodoh."

"Tapi bagaimana kalau ada nama saya ditakdir kamu?" ucap Narayan sambil terkekeh.

"Jelas ada, tapi hanya sebagai bos..." Jawaban Aruna sakit tapi tak berdarah.

☘️☘️☘️ Bersambung☘️☘️☘️

1
Uba Muhammad Al-varo
Aruna.....😁😂😁😂😁😂
By.Inn
Luar biasa ,dulu udah baca sekarang mengulang
RithaMartinE
luar biasa
Ai Hodijah
mampirlah
Nur Aidah
Good
Les Setiyowati
mewek disini
Nani Sumarni
cukup menarik juga untuk ngisi waktu luang
Ika Komala
lucu,menarik,dan banyak pelajaran agama Islam di dalem nya aku suka sekali,
Etih Safitri
Aku ikut nangis bca ny 😭😭😭
Etih Safitri
Da az ucapan aruna yg bikin ngakak
pke cinta pocong segala 🤣🤣🤣
Joeiksa Tree
aku baru mampir thor, semangat berkarya..
lisna Apriyanti
udah baca tiap karya mba san,tpi tetep ya favorit sy mas biru sama rengganis🤗
♍Endah Wahyu♍
Udah mampir kesana semua bunda...
Meskipun ga sering komentar...
Semangat terus ya bunda...
Selalu jaga kesehatan
yuni as
ditunggu karya berikutnya mak
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
aku silent reader mu mak
jadi gak kelihatan komentar nya 😁😁😁😁
Ummi Khai
alurnya ketawa, kesentil wejangan mak San, nangis sampe mewek, ikutan nyesek. yaa anggap aja naek jet coaster lah 😘😘
dan yg penting byk pembelajaran yg didapet ❤️
Ummi Khai
hatiku berbunga² sampe di bab ini 🌹🌹🌹🌹🌹

uhuuuui Nara bentar resmi jadi suami Aruna 🤭
yuks ah bentar lagi kondangan nih
Ummi Khai
membagongkan mak 😱😱
batalin mak kalo Fikri gak baik buat Aruna 🥺
Ummi Khai
makin nangis setelah dapet pencerahan dari Kang Agus 😭😭😭
Ummi Khai
💔💔💔
potek hati ini mak bacanya 😭😭
perihal jodoh emang rahasia sang Illahi. nyesek jadi Aruna & Nara 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!