Meca Aprillian menyukai tetangganya yang bernama Alvero miller dari dulu semenjak mereka masih kecil sampai ia dewasa,
Yang lebih konyol nya Meca sudah menganggap Vero sebagai tunangannya sejak dari kecil, itu berawal dari permainan pernikahan pernikahan yang mereka mainkan di waktu dulu
Meca tau jika Vero tidak menyukainya dan menbencinya tapi Meca yakin suatu saat Vero akan membalas cintanya
Namun,ada saat Meca berhenti dan menyerah untuk memperjuangkan Vero bahkan Meca rela pergi jauh dari tempat yang dia tinggali sedari kecil hanya untuk mengubur rasa yang di milikinya untuk tunangannya.
Ketika Meca pergi dalam beberapa tahun dan tak kembali, Kenapa Vero justru merasa kehilangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
"Bibir Lo kenapa bonyok gitu?" tanya Vero jutek
Meca langsung memegang bibirnya yang sudah tertutup masker.
"Oh ini! tadi di pukulin preman" jawab meca santai namun Vero langsung melotot tak percaya jawaban meca dengan santainya.
"Apa? Lo kenapa? ulang Vero kembali
"Di pukulin pereman,Ganteeeng" jawabnya lagi namun setelah itu Meca mengumpat pelan tapi Vero masih mendengar."Budek! untung Cinta pertama,Kan sayang".
"sial!!! Seenak jidat gue dikatain budek"geram Vero
"Kenapa bisa di pukul preman?" Mau jadi jagoan Lo? tanya Vero antusias
"Bukan.Tadi tu gue cuma mau ngajak makan anak anak yang lagi ngamen.Tapi ketemu sama preman yang nguasain anak anak itu.Jawab meca
"Trus?"
Teruuuuss. Meca pun menjelaskan semua secara detail tanpa ada yang di kurangin ataupun di lebihin tentang kejadian tadi sampai dia mendapatkan pukulan.
"Cukup berani juga ni cewek,Emang gila kali ya? sama preman aja nggak takut dia" Batin Vero sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"ih,Ganteng kenapa menggeleng gitu?" tanya meca yang melihat Vero menggeleng setelah mendengar ceritanya.
"Lo emang Gila!"
"ha? kok gitu sih? maksudnya?"tanya meca sebal bibir mengrucut.
"iya,Lo gila!!! kalau Lo kenapa kenapa gimana? trus kalau Lo di apa apain gimana? Ha? kata Vero kesal,memilih pergi menuju parkiran.
"Eh.Ver! mau kemana?"
"Pulang!"
"Trus gue"
"pulang juga lah! Lo mau ketemu preman lagi?"
"Nebeng"
"Metic mau di kemanain? Di rongsok?
"iih, kok gitu sih"
"Bodo amat"
"Gila tuh cewek! uda di pukulin preman masih aja bisa nyengir.dumel Vero yang uda siap melajukan motornya.
*******
Pagi hari menampakan cerahnya alam, di paduh dingin nya angin yang menyeruak ke dalam inci kulit.Tapi tidak terpengaruh dengan seorang gadis cantik yang sudah rapi dan siap untuk Lari pagi di sekitar perkomplekan.
"Fin!!!" panggil meca dari balkonnya, "Finaaaa!" panggilnya lagi.
"Apa ca?" tanya fina lesu,Fina berjalan keluar balkonnya,masih setia dengan baju piyama nya serta selimut tebal yang masih membalut di tubuhnya
"ya ampun Fin! kok belom siap sih? jadi Jogging nggak? Trus tu muka kenapa lagi? Lo sakit?" Tanya meca beruntun.
"Ca! sorry yah,Gue nggak bisa ikut, Gue lagi nggak enak badan." jawab Fina lemas
"ok.nggak apa apa! gue jogging sendiri aja.Lo istirahat aja,Cepat sembuh ya" seru meca.
"Hati hati Ca! Sama peliharaannya Pak RT.kalau bisa jangan lewat situ." ucap fina pergi dari balkonnya.
Meca hanya menyergitkan alisnya,Bingung dengan ucapan terakhir Fina.Lalu Dia pun pergi meninggalkan balkon untuk memulai lari paginya.
Sedangkan di balkon sebelah kanan ada Vero yang tidak sengaja mendengar percakapan meca dan Fina,Dia tersenyum penuh arti ketika mendengar Peliharaan pak RT, Vero tau betul peliharaan apa yang di sebut fina itu. Seekor anjing yang galaknya minta ampun.Vero bergegas mengganti pakaiannya trus memakai sepatu larinya,dan langsung pergi ingin menyusul meca,lebih tepatnya mengerjai meca.
"huffft...Capek juga baru lari segitu" ucap Meca jongkok membenarkan tali sepatunya.
"Ehkem...deheman Vero menyapa meca,Gadis itu tersontak kaget melihat sang pejuan hati ada di depan mata,Seketika Meca langsung berdiri tegap melihat Vero atas sampai bawah.
"Ini bukan mimpikan"Ucap Meca sambil mencubit pipinya sedikit keras, "auwwww" Ringisnya.