NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Pertama

Air Mata Istri Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Demi rasa iba, Arhan menikahi Dira, seorang gadis yatim piatu yang baru kehilangan kedua orang tuanya. Dira mengira pernikahan itu adalah awal dari kehidupan yang penuh kasih sayang. Nyatanya, ia hanya dijadikan istri untuk mengurus rumah, melayani suami, dan merawat ibu mertuanya.

Lima tahun berlalu tanpa kehadiran buah hati. Dira terus menyalahkan dirinya karena dianggap mandul. Ia tak pernah tahu bahwa setiap hari Arhan memberinya pil KB yang dikemas sebagai obat penyubur agar ia tak pernah mengandung.

Ketika alasan "mandul" itu digunakan Arhan untuk menikahi wanita yang sejak dulu dicintainya, hati Dira hancur. Lebih menyakitkan lagi, ia tak sengaja mendengar percakapan yang mengungkap bahwa selama ini dirinya hanyalah seorang babu yang sengaja dipertahankan sampai wanita pujaan Arhan kembali.

Namun, semua kebohongan memiliki waktunya untuk terbongkar. Saat rahasia pil KB akhirnya terungkap, penyesalan mulai menghantui Arhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Noda Merah dibalik Kerah Kemeja

Dira berjalan perlahan menuju sebuah kamar yang terasa dingin dan sunyi, sebuah kamar yang ia tempati bersama suaminya—Arhan. Kamar yang didalamnya Nadhira belum pernah merasa kehangatan dari suaminya. Tidak pernah melakukan candaan atau obrolan hangat menjelang tidur. Tidak pernah dilakukan oleh Arhan, sepulang kerja bahkan Arhan akan segera tertidur tanpa menoleh pada Nadira disampingnya.

Nadhira berdiri mematung diambang pintu, tubuhnya sedikit membungkuk sarat akan rasa sakit hati yang masih bergelayut dalam dadanya, air matanya masih mengalir deras. Istri mana yang akan ikhlas jika harus berbagi hati dengan wanita lain, apalagi Nadhira tau jika istri kedua suaminya itu akan tinggal bersama dirumah ini, satu atap bersama madu apa Nadhira akan kuat.

Nadhira melanjutkan langkahnya, ia berjalan menuju ranjang besar. Ia menghempaskan tubuhnya disana. Matanya yang bening langsung tertuju pada sebuah kemeja yang bertumpuk, kemeja bekas Arhan kenakan. Secara perlahan Nadhira mengambil kemeja itu, kemudian menggenggamnya erat.

"Hati ini sudah jatuh terlalu dalam padamu mas, tapi setelah lima tahun menikah aku baru sadar. Aku meragukan perasaanmu padaku, apakah kamu memang benar-benar sayang padaku mas?" ucap Dira sambil terisak.

Kemudian ia menghirup kemeja berwarna biru muda itu, ia mencium aroma parfume lain dalam kemeja itu. Aroma parfume yang Dira tidak kenali, aroma yang sangat halus dan sangat menggambarkan parfume seorang wanita.

Matanya yang bening menilik setiap sudut kemeja, matanya langsung terbuka lebar kala mendapati rona merah pada kerah kemeja. Lipstik yang menempel dibalik kerah kemeja, jelas sekali jika itu adalah bekas ciuman bibir.

Lipstik?

Apa mas Arhan selama ini memiliki wanita diluar sana?

Sikap dinginnya? mungkihkah karena dia tidak cinta padaku?

Nadhira menunduk sambil menangkupkan kemeja itu didepan dadanya, tangisnya pecah tubuhnya bergetar hebat. Sakit, teramat sakit. Nadhira yang masih terbilang sangat muda kala itu, ia sudah jatuh hati pada Arhan karena sikap Arhan bagai pahlawan untuknya saat itu.

Tapi setelah menikah sikap Arhan berubah drastis. Sikapnya teramat dingin untuk ukuran seorang suami, ia akan mendekati Dira jika Arhan sedang haus akan hasratnya saja. Setelah itu ia akan kembali dingin lagi setelah mendapatkan apa yang ia mau.

Dira baru menyadarinya.

"Ra...." Arhan memasuki kamar.

Dira yang masih menangis cepat mengusap air matanya, ia tidak mau terlihat menyedihkan dihadapan Arhan.

"Iya mas..." Dira berjalan untuk membuka kunci kamar, tapi sebelumnya Dira memastikan dulu wajahnya didepan cermin. Ia mengusap wajahnya dengan tisu sampai tidak membekaskan lagi air mata disana.

Dira meraih hendel pintu dan mendapati Arhan yang sedang tersenyum manis pada Dira, sebuah senyum penuh dengan tipu daya rayuan. Sama seperti senyuman lima tahun yang lalu, Arhan yang berusaha untuk meyakinkan Nadhira untuk menikah dengannya. Dan senyuman itu kini terbit lagi pada wajah Arhan, dengan niat dan keinginan yang berbeda.

"Ra, ibu sudah dikasih obat?" tanya Arhan lembut.

Dira menggeleng pelan. "Belum mas, tadi belum masuk waktu ibu minum obat." ucap Dira sambil menatap wajah suaminya.

"Sekarang sudah waktunya Ra, tolong kasih ibu obat dulu ya, mas mau istirahat dulu sambil mengerjakan beberapa berkas untuk kerja." ucap Arhan dengan senyum yang terkesan dipaksakan.

"Iya mas.." ucap Dira pelan, sambil melangkahkan kakinya.

Tapi, perlahan tangan Arhan menarik pergelangan tangan Dira. Sontak Dira menoleh pada suaminya, pandangannya langsung tertuju pada suaminya yang memandang Nadira dengan tatapan datar yang sulit diartikan.

"Makasih ya Ra, mas gak salah pilih kamu buat jadi istri."

Bukannya merasa senang dengan pujian yang Arhan lontarkan, Dira malah merasa hatinya berdenyut nyeri lagi. Ia merasa pujian itu bukan dari relung hati Arhan, melainkan sebuah tabir agar pernikahan Arhan dengan wanitanya berjalan lancar.

Dira mengangguk singkat, "Dira pamit kebawah dulu mas, ibu sudah menunggu." ucap Dira tanpa menoleh lagi pada Arhan.

****

"Bu, Arhan izin nikah lagi" ucap Arhan ketika duduk berdua diruang keluarga dengan Bu Rena.

"Untuk apa Han, Dira sudah sangat baik jadi istri, cantik shalehah. Apa yang kurang dari Dira?" ada kerutan yang terbingkai pada dahi Bu Rena. Wanita berusia 60 tahun itu menatap tegas pada anaknya.

"Bu Arhan tidak cinta dengan Dira..."

Bu Rena sontak membelalakan matanya, "Tidak cinta? lantas untuk apa kamu menikahi Nadhira kalau kamu tidak mencintainya." dengan nada bicara yang penuh dengan penekanan pada setiap katanya.

"Untuk ibu, sebenarnya dari awalpun Arhan tidak mencintai Nadhira Bu. Tapi saat itu ibu terus membujuk Arhan menikah, sedangkan wanita yang Arhan cintai belum bisa menerima Arhan saat itu, hanya karena Arhan adalah seorang menejer. Dan pada suatu hari Arhan melihat Nadhira yang sudah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya, Nadhira yang yatim piatu, dari sana Arhan pikir jika Nadhira ini cocok buat Arhan jadikan istri untuk menjaga ibu."

"Keterlaluan sekali kamu Arhan."

"Bu Arhan mohon, hidup hanya sekali dan Arhan ingin sekali menikah dengan wanita yang Arhan cintai. Tolong izinkan ya Bu, Dira pun sudah mengizinkan Arhan untuk menikah lagi, karena Dira sampai saat ini juga belum bisa ngasih keturunan buat Arhan."

"Apa jangan-jangan Dira tidak mempunyai anak apa karena ini ulahmu juga, agar kamu mempunyai alasan untuk menikah lagi?" Bu Rena masih menatap tajam pada putranya.

"Bu, Arhan tidak mencintai Dira Bu, Arhan hanya ingin memiliki keturunan dari wanita yang sangat Arhan sayangi. Yaitu Ayu, walaupun Ayu jauh dari kriteria menantu idaman bagi ibu, setidaknya ada Nadhira yang menjadi menantu idaman untuk ibu."

Bu Rena perlahan berdiri, dengan kaki yang masih terasa sakit dan lemas, Bu Rena berjalan terpincang-pincang.

"Terserah kamu, jika terjadi masalah besar ibu tidak mau ikut-ikutan." ucap Bu Rena

Setelah mendapat izin dari Bu Rena, Arhan menaiki tangga menuju kamarnya bersama Nadhira. Arhan langsung memasuki kamar karena kamar itu terbuka.

Pandangan Arhan langsung tertuju pada Nadhira yang sudah meringkuk dikasur sambil berselimut tebal.

Hidungnya yang Bangir memantulkan cahaya lampu kamar, matanya terpejam sempurna dengan dihiasi oleh buku mata yang lentik dan tebal. Bibirnya yang mungil sedikit terbuka.

Arhan perlahan duduk dipinggiran kasur bagian Dira, ia pandangi wajah Nadhira, kulit wajah yang putih serta halus itu dapat Arhan rasakan dengan punggung tangannya.

"Kamu cantik sekali Ra, tapi hati mas sudah terpaut dengan wanita yang begitu mas cintai dari dulu, tidak bisa membagi hati mas untukmu walau sedikitpun. Terimakasih telah menjadi istri yang sangat baik." gumam Arhan, kemudian entah dorongan dari mana. ia mengecup kening Nadhira lembut. Sebuah kecupan hangat yang Arhan rasakan, kening Nadhira begitu terasa sangat lembut.

1
Inarrr Ulfah
semoga hidup mu sengsara Arhan,,hancur lebur bagi debu,,
Inarrr Ulfah
jahat bgt kamu ayu,,KLO emng BNR kamu mengandung ank nya Arhan semoga anak kamu dan Arhan cacat,,tau bukan anak Arhan ..biarin si Arhan menyesal seumur hidup nya
Yantie Narnoe
up lg thor
roses: ditunggu ya kak🙏
total 1 replies
Yantie Narnoe
ya allah...keguguran donnk...😭😭 Jahat banget si ayu
roses
Siap kak, terimakasih sudah baca karya author
Yantie Narnoe
semangat up thor...💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!