NovelToon NovelToon
My Cold Husband

My Cold Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:347k
Nilai: 5
Nama Author: maudia

Harap bijak dalam memilih bacaan⚠️
Area 21++

Nadiyya Anita Putri seorang gadis yatim piatu yang kini hidup bersama ibu tirinya yang bernama Ibu Naya dan adik tirinya yang bernama Natasya Amora Silvia dirumah lantai dua peninggalan ayahnya.

Suatu hari ada seorang Nyonya besar dari keluarga Gonz'alez datang. Keluarga kaya raya dan sangat berkuasa di london - inggris.

Kedatangannya ke kediaman mereka karena ingin melamar seorang gadis untuk menjadikannya sebagai menantunya dan itu artinya dia akan menjadi istri dari putranya - Rahim Aditya Gonz'alez seorang yang berwajah dingin datar namun tampan dan sangat kaya raya.

Lantas siapakah yang dipilih oleh Nyonya besar untuk menjadi menantunya? apakah Natasya Amora Silvia atau kah Nadiyya Anita Putri?.

Dan bagaimana kah cerita perjalanan kisah pernikahan mereka yang tanpa adanya cinta sama sekali?.

Apakah ditengah tengah perjalanan pernikahan mereka nanti akan tumbuh benih-benih cinta? ataukah perceraian menjadi jalan terbaik?.

Yukkk ikuti cerita kisah mereka hanya di My Cold Husband

SLOW UPDATE 🙏🏻


NOVEL PERTAMA, MOHON DUKUNGANNYA ♥️
JANGAN LUPA KLIK FAVORIT ❤️, LIKE👍🏻, TINGGALKAN JEJAK 👣.


Tanpa kalian author bagaikan burung tak bersayap💔.

شكرا جزيلا♥️

Terimakasih banyak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16 - Baru Awal

Awal yang baru bagi Nita untuk memulai hidup di mansion Gonz'alez. Sebagai seorang menantu, Nona muda, dan yang paling penting adalah sebagai seorang Istri dari Rahim Aditya Gonz'alez.

Sekitar pukul empat dini hari kurang lima belas menit Rahim memutuskan untuk tidak tidur lagi, lebih tepatnya tidak bisa tidur, dia hanya tidur beberapa jam. Karena bibir ranum Nita selalu terbayang bayang di kepalanya, seperti ingin sekali merasakan manisnya bibir milik Nita. Dan itu membuatnya frustasi.

Menumpuk dua bantal untuk menopang kepalanya agar bisa sedikit bersandar. Diam, tidak bergerak dari tempat tidur namun matanya terbuka.

Nita bangun dan langsung duduk, menarik dan menghembuskan nafas secara tergesa-gesa. Seperti nya dia terbangun karena susah untuk bernafas. Setelah hembusan nafasnya yang terasa teratur, dia menoleh menatap pada jam dinding. Jam menunjukkan pukul empat dini hari lewat delapan menit. "Itu artinya sebentar lagi akan adzan subuh"

Nita ingin bangun dan mandi tapi gerakannya terhenti saat teringat sesuatu. Matanya beralih menatap pada tempat tidur. "Oh... baguslah kalau dia masih tidur"

Merasa situasi aman, Nita membuka lilitan selimut yang sudah membungkus seluruh tubuhnya sampai leher satu malam ini. Dan menampakkan dirinya yang sedang memakai lingerie. memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya. "Akhirnya aku bisa bernafas juga!"

Lalu dia bangun membereskan selimutnya baru beranjak masuk ke dalam kamar mandi.

Rahim yang menyaksikan semua itu menelan salivanya dengan sangat susah.

Rahim POV

"Huuh!" sungguh malang sekali nasibku ini.

Sudah di khianati cintaku sendiri dan sekarang aku malah terjebak dalam pernikahan dengan gadis yang sama tidak aku cintai!.

Semalam setelah selesai acara makan malam aku lebih memilih untuk berada di ruang kerja bersama Vans. Menyelesaikan beberapa dokumen untuk kami rapatkan nanti dengan para pemegang saham. Lebih baik aku berkerja dari pada aku masuk ke dalam kamar, yang ada nanti hanya terjadi kecanggungan di antara kami, dan tidak saling bicara seperti patung, fikirku.

"Vans kau harus ingatkan aku, kalau besok aku akan bertemu lagi dengan pak Hariawan setelah jam makan siang" ucapku tanpa menatap kearahnya sambil terus fokus pada laptop.

"Vans" panggil ku lagi karena tidak ada jawaban darinya. Aku mendongakkan kepalaku, mendapati kalau ternyata Vans tertidur di atas sofa. Aku merasa kesihan padanya, dia selalu saja menuruti perkataan ku, dan dia orang yang paling setia berada di sampingku. Aku menatap pada jam di laptop ku ternyata hampir tengah malam... pantas saja Vans tertidur fikirku. Membiarkannya yang sedang tertidur aku melanjutkan pekerjaan ku, sampai akhirnya aku berhenti karena ibu terus saja mengganggu ku, mengetuk pintu hampir puluhan kali dan itu membuat konsentrasi ku hilang.

Berjalan dengan malas menghampiri Ibu, dan benar saja Ibu menyuruhku untuk masuk ke kamar, sungguh malas sekali rasanya, dengan sangat terpaksa aku masuk ke kamar, kalau tidak Ibu akan terus saja mengoceh dan mengganggu ku.

Masuk ke dalam kamar aku mendapati keadaan kamar yang gelap, menyalakan lampu dan menatap pada tempat tidur, ternyata dia tidak ada "Gimana gadis itu?".

Menyapu ruangan aku melihatnya di bawah, awalnya ku kira dia pingsan tapi setelah mendekatinya ternyata dia sedang tertidur, dengan sangat pulas. Kelihatan sekali dari wajahnya kalau dia sangat lelah. "Kenapa dia memilih tidur di lantai? dan kenapa dia melilit tubuhnya seperti itu? apa dia kedinginan?".

Mengambil Remote Ac dan mematikannya, aku takut kalau dia benar kedinginan karena Ac, bisa-bisa aku yang menjadi tersangka kalau sampai dia mati membeku.

Melihat wajahnya dengan sangat intens, wajahnya terlihat sangat tenang, aku mencoba untuk menelisik sifatnya. Sepertinya dia orang yang tidak banyak bicara, baguslah setidaknya dia tidak seperti Ibu Dhifya, bisa bisa kepala ku ini pecah kalau harus mendengarkan ocehannya terus fikirku. Karena saat memandangnya aku merasakan sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata. Tatapan ku terhenti pada bibirnya. Bibir ranum yang begitu tipis dan mungil. Ingin sekali rasanya merasakan bagaimana manisnya bibir ranum itu, tapi mau bagaimana lagi aku hanya bisa memandanginya saja.

Sampai aku merasakan sesuatu yang menegang, dengan segara bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi. "Shit!" dia menengang! "Bagaimana bisa hanya dengan melihat bibirnya membuat milikku menegang!." Aku sampai tidak bisa berfikir, apa dia mempunyai magnet sampai bisa membuat milikku ini menegang!. Jalan satu-satunya hanya mandi dengan air dingin untuk kembali menidurkannya.

Walaupun janji ku pada Ayah untuk tidak menyentuh dan merusak wanita yang belum menjadi istri ku sudah selesai, karena sekarang aku sudah menikah. Tapi aku merasa tidak tega padanya. Karena aku tidak mencintainya, dan aku harus bisa mengendalikan diri.

Aku fikir setelah menidurkannya, aku juga bisa tidur dengan nyenyak. Tapi nyatanya tidak! bibir ranum itu selalu terngiang-ngiang di kepalaku. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak tidur lagi.

Aku melihat gadis itu bergerak ke samping kiri, kanan berbalik lagi ke samping kiri, kanan. "Kenapa dia? apa dia kepanasan?." Karena Ac semalam aku matikan. Tidak lama kemudian dia bangun dan duduk dengan nafas yang tersengal-sengal. Aku terus memperhatikannya, dia mencoba untuk mengatur nafasnya agar bisa teratur kembali. Lalu menatap ke arahku, untung saja aku sigap menutup kembali mataku, jadi dia melihat kalau aku masih tidur.

Membuka selimut yang melilit seluruh tubuhnya, lalu dia bangun dan membereskan selimutnya. Aku sampai melongo melihat dirinya yang memakai Lingerie, apalagi dengan warna merah terang seperti itu. Posisinya yang sedang membereskan selimut membelakangi diriku, menampakkan dengan sangat jelas kulit putih dan leher jenjangnya. Membuat ku menelan saliva sangat susah.

"Bisa bisanya dia tidak menjaga auratnya seperti itu?". Kalau dia tidak segera pergi dari kamar, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Karena rasanya otakku tidak bisa di gunakan untuk berfikir dengan jernih saat ini. Terlalu lama seperti ini bisa membuat akal sehat ku hilang dan bisa saja aku menerkamnya.

"Huuh!" untung saja dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan tidak mencoba untuk membangunkan ku. Karena belum di coba saja dia sudah berhasil membangunkan ku dan membangunkan junior ku. "Argh sial!" mungkin memang ada magnet di dalam dirinya. "Sial! ... Sial! ... Sial!".

Author POV

Menunggu Nita yang sedang mandi, Rahim membiarkan saja miliknya yang sudah terbangun, berharap ia bisa tidur kembali. Karena kamar mandi sedang di pakai oleh Nita.

Wajah Nita yang cantik, leher jenjang, bibir ranum dan semua lekuk tubuh nya terus saja menari-nari nakal di fikiran Rahim. Semakin memikirkannya semakin membuat miliknya susah untuk di tidurkan. Tapi dia berusaha untuk tetap bisa mengendalikan diri.

Rahim menatap pada pintu kamar mandi yang akan terbuka, dan tangannya mengambil Remote di atas nakas. Sekarang dia hanya ingin langsung masuk ke dalam kamar mandi. Nita yang keluar dari kamar mandi bersamaan dengan menyala nya lampu, membuat Nita kaget.

Dia melihat Rahim yang juga sedang menatap pada dirinya, sangat terlihat sekali kalau Rahim sudah di kelabui oleh hawa nafsu "Kenapa dia bangun!"

Apalagi dengan pemandangan saat ini. Nita yang berdiri menghadap ke arah Rahim, membuat dirinya dapat melihat wajah Nita dengan bibir ranum yang tampak sangat segar pagi ini.

Apalagi Nita yang hanya menggunakan handuk mandi tanpa sehelai benang pun lagi yang menempel pada tubuhnya, dan handuk kecil berwarna putih yang sangat serasi dengan kulit putihnya, yang sedang melilit rambut ke atas dan menampakkan dengan sangat jelas leher jenjangnya.

Rahim sesekali menggelengkan kepalanya mencoba untuk mengusir fikiran nakal nya. "Ambilkan baju kerja ku" Hembusan nafasnya terdengar sangat berat. "Dan cepat pakai pakaian mu dalam lemari!" Rahim berbicara dengan suara menahan hasratnya.

Berjalan cepat melalui Nita, masuk dan membanting pintu kamar mandi dengan sangat keras. Membuat Nita terlonjak kaget sambil mengelus-elus dadanya. "Dasar aneh!"

"Sial! kenapa harus aku yang terasa sangat tersiksa!" umpat Rahim yang sudah berada dalam kamar mandi.

Masuk ke dalam ruang ganti baju dan membuka lemari pakaian, Nita tertegun saat membukanya. Banyak sekali pakaian wanita yang bersusun rapi bahkan banyak yang masih berlebel menandakan semua pakaian itu baru. "Apa dia yang membeli ini semua?" Nita menatap tak percaya.

"Apa benar ini lemari pakaian, bukan toko!" pekiknya saat membuka laci menemukan banyak perhiasan, pada lemari bagian atas berisikan banyak selimut dan seprei, tak hanya itu di bagian bawah terdapat ber-lusin-lusin pakain dalam. Di samping lemari ada lemari kaca tempat penyimpanan tas, topi dan jam tangan. Saat berbalik Nita melihat di belakang pintu masuk ternyata ada rak kaca yang sudah di penuhi oleh sendal, sepatu olahraga, high heels bahkan sepatu boot.

"Apa semua ini untuk ku?" matanya berbinar-binar.

"Semua pakaian ku dari kecil sampai dewasa seperti sekarang saja tidak sampai sebanyak ini"

Mengambil satu gaun brokat dengan model payung pada bagian bawah warna mocca dan memakainya. Sebenarnya dia tidak terbiasa memakai gaun tapi karena tidak ada celana panjang di dalam lemarinya. Yang ada hanya baju tidur One set celana pendek. "Tidak mungkin aku memakai One set seperti inikan"

Membuka lemari pakaian Rahim yang sama besar dan banyak isinya sama dengan lemari pakaiannya. Keluar dari ruang ganti baju Nita meletakkan jas warna navy senada dengan celananya di atas tempat tidur, dan segera menyelesaikan sholat subuh tanpa menunggu Rahim, lalu turun ke bawah.

Rahim yang sudah selesai mandi mencari sosok Nita, tapi tidak ada. Matanya terhenti pada pakaian yang sudah di siapkan Nita untuknya "Lumayan" gumamnya, tersenyum samar.

***

Turun ke bawah, dia menuju dapur. Terlihat banyak pelayan yang sudah memulai rutinitas harian mereka.

Masuk ke dalam dapur para pelayan sibuk menyiapkan sarapan pagi. "Pagi... " sapa Nita riang.

Para pelayan saling pandang, "Nona muda menyapa pelayan?!" begitulah yang mereka fikirkan, bingung.

"Pa-pagi Nona"

"Apa ada yang anda perlukan Nona?" tanya salah satu pelayan di dapur.

"Tidak... aku hanya ingin membantu saja" sudah ingin mengambil pisau dari tangan pelayan.

"APA!" teriak mereka sambil terbengong. "Nona ingin membantu!"

"Tidak usah Nona, tidak apa, sungguh".

"Silahkan Anda kembali ke kamar saja Nona" ujar pelayan yang lainnya. "Kami mohon..."

Nita menatap bingung, "Kenapa sepertinya mereka takut padaku?"

"Selamat pagi Nona" suara sapaan seseorang dari arah belakang. "Perkenalkan saya Razi, kepala pelayan." Pak Razi menatap tajam pada para pelayan yang sedang bertugas di dapur. "Sungguh tidak becus!" begitu yang mereka artikan dari tatapan tajam pak Razi.

Membalikkan badannya menatap pada pria paruh baya yang sedang berdiri di depannya. "Iya... pak"Nita menganggukkan kepalanya. "Anda di tunggu oleh Tuan"menunjuk pada tangga. Artinya menyuruh Nita untuk segera pergi ke kamar.

"Ehh... Baiklah, terimakasih" berlalu, naik ke tangga dan membuka pintu mendapati Rahim yang sedang duduk di kursi. Nita langsung masuk ke dalam ruang ganti baju mengambilkan sepatu untuk Rahim. "Ternyata dia memakai jas pilihan ku" tersenyum saat melihat jas yang di pakai oleh Rahim.

Mendekat dan berlutut untuk memakai kan sepatu. "Biar aku bantu mengeringkannya" mengambil handuk yang ada di tangan Rahim dan mengeringkan rambutnya sambil memberikan sedikit pijatan.

Rahim yang merasakan pijatan tangan Nita yang begitu lembut, membuatnya terlena. Sejenak semua beban fikirannya terasa hilang. "Tuan..." panggil Nita, membuat Rahim membuka matanya.

"Hemmm?"

"Apa boleh aku pergi bekerja?" tanya Nita hati-hati.

"Hemmm terserah" Dia masih ingin menikmati pijatan tangan Nita, jadi dia tidak terlalu merespon. "Ahh syukurlah"

***

Turun untuk sarapan pagi bersama. Nita mengikuti langkah Rahim dari belakang. Sampai di meja makan, Nyonya besar dan Dhifya yang melihat Rahim dan Nita turun merasa sangat senang sekali. Nyonya besar bahkan menggeser duduknya agar Nita bisa duduk di samping Rahim.

Sarapan pun dimulai. Mereka semua makan dalam diam, membuat suasana menjadi hening. "Bagaimana malam pertama kalian?" tanya Dhifya memecah keheningan karena rasanya gatal sekali kalau dia tidak bertanya.

"Uhuk-uhuk" pertanyaan yang di lontarkan oleh Dhifya sontak membuat Nita tersedak.

.

jangan lupa, like, vote, komen tinggalkan jejak 👣 dan share ♥️

1
Dindaa
mantap
Alia Addurrunnafis
kpn di lnjud lg thor??
Febri Ana
aku mampir thor
R.A
seperti cinderela awal ceritanya 👍
Staffs AZ Zahro
tulisanya tamat tapi ceritaya nanggung banget
manda_
👍👍👍👍
manda_
keren 👍👍👍
manda_
👍👍👍
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya
manda_
lanjut
manda_
nita mulai cemburu ya
manda_
🤣🤣🤣😂😂
manda_
mulai dikit2 ya biar nitanya gak kaget
manda_
pak supir lagi luluran non sama lumpur
manda_
lanjut
manda_
baru liat bibirnya aja udah bangun ya dedeknya 😂😂😂😂🤭🤭
manda_
😍😍😍
manda_
lanjut
manda_
👍👍
manda_
😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!