Kiyan adalah laki-laki muda berusia 20 tahun, seorang yatim piatu selalu diejek, dibuli dan dihina.
Kehidupannya dilalui penuh kesengsaraan,walaupun begitu dia memiliki seorang kekasih yang baik, peduli dan tulus padanya.
Hal tersebutlah yang membuat dia bahagia, namun tiba-tiba dunia menjadi kacau.
Zombie, monster, iblis, Dewa dan ras lainnya bermunculan secara bertahap, tidak ada yang dapat dilakukan oleh manusia ketika kekacauan tersebut datang.
Namun alam semesta membantu mahluk bumi agar menjadi lebih kuat dengan sistem yang menuntut mereka untuk naik level dan menjadi kuat.
Kiyan yang mengetahui hal itu berjuang keras untuk bisa menjadi kuat dan melindungi orang yang dia cintai.
Penasaran dengan kelajutannya?
Pantengin terus novel LEVEL UP !
UPDATE SETIAP HARI
JAM 05:00
UP 1 CHAPTER
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gilang imannuel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16. Job change
Disebuah bangunan tua terdapat Kiyan yang saat ini sedang berdiri menatap kekosongan.
"Aku tidak tau akan seperti apa Job changeku nanti!" seakan penuh tanya Kiyan hanya bisa ragu untuk memulai.
Hal ini disebabkan oleh pengakuan kedua Jobnya yang sangat tinggi, jadi tingkat kesulitannya akan mengerikan dan hal itu sebanding dengan kekuatan yang akan didapat.
Dalam satu minggu Kiyan sudah memahami apa yang telah dia dapatkan, ya walaupun Kiyan sempat kaget karena apa yang diperoleh sangat banyak.
Terutama Kiyan sekarang bisa mengontrol api dan air serta Sistemnya ditingkatkan walaupun hanya menambahkan fitur shop saja.
Juga Kiyan berusaha menenangkan hatinya atas fakta yang dia ketahui, namun dia juga senang karena kedua Job yang disebut oleh The server merupakan dua kekuatan yang paling kuat.
Terutama Shadow monarch yang disebut sebagai Lord of dead, bahkan awalnya The server dan alam semesta ragu untuk membuat kekuatan ini muncul tapi apa boleh buat karena kemungkinan besar, Shadow monarch akan dapat menghentikan invasi para Dewa serakah.
"Fiuh...aku sedikit tegang, karena The server mengatakan bahwa Job change aku hanya diatur setengah saja oleh alam semesta, sementara setengahnya lagi kedua Job ini yang mengatur!"
"Tapi karena tujuanku ingin menjadi kuat, maka akan aku jalani!" Tekat yang kuat segera muncul dihati Kiyan.
"Job change...!" ucap Kiyan dengan keras.
"Swooss....trrsrttsrr!" secara perlahan namun pasti sebuah portal besar berwarna hitam kebiruan muncul dihadapannya.
"Oke...karena semuanya telah disiapkan maka, ayo maju!" dengan penuh tekat Kiyan segera memasuki portal tersebut.
[Disaat melakukan Job change, anda tidak menggunakan potion dan membuka shop. Anda juga tidak dapat menerima penyembuhan status baik ketika naik level, maupun hadiah misi harian]
"Hah...aku bukan shop aja belum pernah, tapi ini memang sesuai dugaanku karena ini mirip dengan komik serta novel solo leveling. Tapi yang pasti ini akan benar-benar jauh lebih sulit dari ceritanya!" ucap Kiyan dengan keringat dingin.
Kemudian tanpa adanya persiap Kiyan langsung diserang dengan cepat.
"BOOM...!" lantai dungeon segera hancur akibat serangan dadak tersebut.
Tanpa menunda Kiyan langsung menghantam sosok yang menyerangnya secara dadak tersebut.
"Bam..." pukulan keras segera melayang dan membuat sosok tersebut segera terpental "BOOM!"
"Heh...memang benar sesuai dugaanku, yang aku lawan adalah Knight!" ucap Kiyan yang sedang melihat monster tipe Knight penyok oleh pukulannya.
"Tap..Tap..Tap...Tap!"
Suara langkah kaki segera terdengar dan sekerumunan Knight segera datang.
"Aku punya pengalaman bertarung dengan monster yang memiliki tubuhnya keras, juga aku sudah punya senjata yang sesuai untuk kali ini...jadi akan sedikit mudah!" Ucap Kiyan yang langsung mengengam Wandering deggernya.
"Swoss...!" dengan gerakan cepat Kiyan dengan mudanhnya memotong para Knight, karena efek dari deggernya.
"Slass...Slass...Slass...Slass!" layaknya memotong tahu, Kiyan dengan mudahnya mengalahkan para Knight Tapi...
"Swoss...! BOOM!" sebuah serangan dari salah satu Knight segera membuat Kiyan kaget dan membuat dia mundur.
"Apa-Apa itu?! apakah tadi sebuah skill?" tanya Kiyan dengan keget.
Ternyata hal tersebut benar, kerumunan Knight yang sedang memegang senjata mereka terdapat cahaya samar disenjata mereka.
"Ternyata benar-benar memiliki skill!" ucap Kiyan dengan keget.
Lalu kerumunan Knight segera maju dan menyerang Kiyan dengan masing-masing senjata mereka bersinar.
"Gawat! harus dihindari!" Kiyan pun segera menghindar, dengan status AGInya dia tidak perlu menggunakan Speed sama sekali.
"BOOM! BOOM! BOOM!" walaupun serangan para knight meleset tapi setiap lantai menjadi hancur dan rusak parah.
Lalu ada semacam pelindung putih samar ditubuh mereka.
"Swoss...!" Kiyan segera menggunakan Speed dan mempercepat gerakan untuk menghabisi mereka semua.
"Slaas...Slaas...Slaas...Slaas!" dengan gerakan lincah Kiyan dengan memusnahkan Knight tersebut, walupun Kiyan sedikit kerepotan karena dia perlu dua serangan untuk memotong mereka.
"Sepertinya Skill mereka memiliki kemampuan khusus, dimana setiap serangan akan memberikan pelindung walaupun sedikit." Ucap Kiyan yang sedikit kerepotan.
Lalu secara tiba-tiba Kiyan segera berbalik dan menusukkan pisaunya keatas dan segera sosok Knight yang lebih kecil bentuknya, muncul dengan keadaan sudah tertusuk.
"Sepertinya sudah mulai muncul, Knight tipe assassin yang memiliki skill stealth!" ucap Kiyan.
Namun tiga buah bola api dan bilahan es dingin segera muncul dan melesat kearah Kiyan, karena status sanse Kiyan tinggi dia bisa cepat menyadarinya.
Lalu dengan cepat Kiyan melempar jasad Knight tersebut kearah bola api dan bilahan es tersebut yang akan mengarah padanya.
"BOOM!" Kiyan dengan cepat segera melesat kearah serangan tersebut.
"Sudahku duga ternyata Mage! MATI...!" Kiyan langsung menebas Mage tersebut dengan pisaunya.
"Mage yang memiliki sihir api dan es merupakan seorang Mage tingkat tinggi, ini merepotkan!" ucap Kiyan yang langsung melirik kearah lorong gelap, dimana para Knight dan Mage segera muncul.
"Sepertinya ini memang sama dengan Instan Dungeon yang dimana monsternya terus bermunculan, tapi aku tidak akan kalah!" Kiyan segera maju tanpa ragu.
"Slass...Slass...Slass!" Kiyan dengan cekatan mengalahkan setiap monster, walaupun dia sedikit kerepotan dengan skill mereka.
"STR untuk Kesatria, SANSE untuk Assassin dan AGI untuk Mage. Aku harus tetap fokus dengan kombinasi tersebut, jika tidak aku akan kerepotan!"
Dengan keadaan sedikit repot Kiyan masih bisa membunuh para monster tersebut, lalu dengan keadaan lelah dia mencoba duduk sebentar.
"Swooss...!" sebuah anak panah segera melesat kearah Kiyan dan untungnya Kiyan berhasil menangkapnya.
"Ck...mereka benar-benar tidak membiarkan aku beristirahat!" ucap Kiyan dengan geram.
"Kali ini pemanah, tapi aku tidak peduli lagi!" dengan cepat Kiyan segera maju dan membunuh mereka semua.
"Slaas...Slaas...Slaas!" walaupun dengan Wandering degger Kiyan bisa sedikit mudah membunuh monster, tapi dia juga kerepotan karena Kiyan berusaha semaksimal mungkin agar tidak terlalu menguras mana.
"Mage dengan Sihir api dan es, Knight dengan skill merepotkan, Assassin dengan skill stealth dan degger art, lalu Archer dengan magical arrow dan elemen arrow yang merepotkan!"
"Slaas...Slaas...Slaas! BOOM!" Kiyan pada akhirnya tidak bisa memaksakan diri untuk tidak menggunakan skill.
"BOOM! BOOM! BOOM!" ledakan meriah segera terdengar didalam lorong tersebut.
"Untunglah aku memiliki kemampuan Fire control, jika tidak manaku akan terkuras!" ucap Kiyan yang saat ini sedang duduk, karena kelelahan.
"Walaupun statku tinggi tapi kelelahanku, cukup terkuras. Yah ini...akibat tidak menggunakan skill dan memilih untuk menggunakan kekuatan." Ucap Kiyan sambil meminum air dari botol yang telah dia simpan dalam penyimpannya.
"Untuk item aku akan memeriksanya nanti setelah selesai Job change!" Tanpa menunggu Kiyan segera berdiri dan melangkah maju.
Kemudian tepat didepannya sebuah gerbang yang besar pun terlihat.
"Baiklah inilah saatnya! karena jumlah pengakuan kedua Jobku terlalu tinggi maka setiap perjalanku akan sangat sulit nantinya, tapi karena aku sudah siap maka akanku jalani!" ucap Kiyan yang segera membuka gerbang tersebut.