Satria Wira Pratama adalah Seorang pimpinan perusahaan besar yang terkenal dingin dan juga sangat kejam. Tiba-tiba menjadi tak berdaya menghadapi seorang OG yang super ceroboh. Melinda Permata Sari, seorang gadis yang berasal dari keluarga menengah kebawah memiliki tiga adik laki-laki yang super protektif terhadap kakak perempuan mereka.
Jarak usia keempatnya tidak terlalu jauh sehingga sering Linda (Panggilan Melinda ) dicap sebagai seorang play girl karena gonta ganti pasangan.
Kehidupan Linda yang biasa-biasa saja mulai berubah semenjak dia pindah bekerja di sebuah Perusahaan Adi Kuasa di Kota Metropilitan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam Belas
Ternyata hati dan pikiran Linda tidak bisa bohong. Melihat tumpukan gaun di dalam trolly, yang sudah menumpuk seperti Merapi dan Merbabu.
Linda berdiri dengan wajah tak percaya. Tidak bisa dipungkiri ini adalah bukti nyata The Power Of Duit.
Satria tersenyum melihat tingkah polos Linda. Lalu dia mendekati gadis itu secara perlahan.
"Jika kamu mau. Kita bisa membungkus semuanya..." Pelan Satria berbisik di telinga Linda.
Dan
Blushhh
Berasa seperti ada sengatan listrik yang kuat. Wajah Linda memerah seperti tomat. Memerah bukan karena kagum melihat banyaknya gaun, melainkan bisikan Satria yang membuat darahnya mendidih.
Melihat Linda yang memerah wajahnya setelah dirinya berbisik, Satria semakin menjahili Linda.
Dengan sangat cepat Satria menarik pinggang Linda, lalu memeluknya. Linda kembali terkejut, ingin memaki takut denda. Tidak hanya itu. Sekarang mereka serang akting sebagai pasangan kekasih.
Jika dia memaki Satria maka bisa dipastikan semua akan berantakan.
Maka, Linda hanya merespon pelukan Satria dengan manja.
Hahahahaha jadi seperti ini kamu ingin bermain hah??!!!! Oke! Gue jabanin. Gue jamin lo nggak nyesel Pak!
Sungguh respon yang bagus dari Linda. Satria merasa umpannya dimakan oleh ikan besar. Maka dia tidak menyianyiakan kesempatan ini
Dielusnya kepala Linda secara lembut lalu mengecup kepala gadis itu. Mendapat perlakuan ini, kembali wajah Linda memerah karena malu.
"Bagaimana??? Kamu suka?"
"Tentu saja.."
"Kalau begitu cepatlah kamu coba," Satria melepas pelukannya.
Linda mengikuti arahan Sinta untuk masuk ke ruang Pass. Bersama dengan dua trolly penuh gaun mahualllll.
Satria menunggu sambil duduk di sofa dengan sangat antusias. Penasaran dengan penampilan primadona OG yang mengenakan gaun pesta.
Lumayan lama Satria menunggu, hingga akhirnya Linda keluar dengan gaun berwarna biru muda. Namun dirasa ada yang kurang, Satria menyuruh Linda kembali mencoba gaun yang lain.
Hingga beberapa gaun telah dicoba. Satria masih merasa belum puas dengan penampilan Linda.
Akhirnya Linda keluar dengan gaun berwarna maroon, dengan potongan yang pas di tubuh Linda. Serta hiasan payet menyerupai bintang, membuat dirinya semakin sempurna. Tatanan rambut yang simpel namun menampilkan sisi elegan.
Satria terpesona dengan penampilan Linda yang sungguh mampu membuat dirinya hanya mematung.
Matanya pun hanya berkedip setelah lama melotot dan merasakan perih. Senyumnya merekah melihat bidadari menatapnya
Lebay memang, tapi itulah yang dirasakan Satria. Dia seperti melihat bunga-bunga mengelilingi Linda.
Setelah dirasa cukup. Satria meminta pelayan untuk membungkus semua pakaian yang dicoba Linda dan memisahkan satu baju yang akan dipakainya sore ini
Urusan di butik selesai, keduanya menuju salon untuk perawatan. Disana Satria meninggalkan Linda untuk mendapatkan perawatan. Dari Spa, menicure pedicure dll.
Sebelum pergi Satria berpamitan kepada Linda terlebih dahulu
"Nikmati waktumu disini. Aku akan keluar sebentar. Nanti kalau sudah selesai aku jemput lagi. Jangan membuat masalah dan turuti dia." Sebelum pergi, Satria memeluk Linda lalu mencium pipi juga keningnya.
Melihat gadis itu akan melawan, segera Satria melangkah meninggalkan Linda disana. Berjalan penuh kemenangan meninggalkan pusat perbelanjaan dimana Linda sedang di make over.
Satria memasuki mobil menuju sebuah kafe untuk meeting sebentar. Disana sudah ada sekretarisnya, nampaknya rekan bisnisnya belum datang.
Satria menuju sebuah meja yang sudah dipesan, dan tak lama klien datang. Cukup lama menyimak presentasi dari klien. Lumayan membuat Satria sedikit jenuh. Dan akhirnya meeting berakhir dengan sebuah kesepakatan kerjasama antar kedua perusahaan.
Usai meeting, Satria kembali ke rumahnya untuk bersiap-siap. Dengan mengenakan kemeja abu-abu lengan panjang yang digulung sampai siku, celana bahan kelas wahid yang sudah disetrika sangat liciinnn. Sepatu kulit juga rambut yang diberi pomed agar terlihat segar.
Wajahnya yang memang sudah tampan dari lahir, tidak membuatnya repot hanya untuk penampilan. Setelah menyemprotkan parfum, Satria mengambil Jam tangan hitam lalu memakainya.
Berjalan meninggalkan kamar menuju garasi. Kali ini tanpa Pak Min. Satria mengendarai sendiri mobilnya. Dilihat masih belum ada kabar dari salon, Satria membelokkan mobilnya ke sebuah toko bunga.
Meski tidak suka mamanya ikut campur urusan pribadinya, tapi Satria masih sangat perduli dan menyayangi wanita yang telah melahirkannya.
Makan malam kali ini sungguh spesial, karena Satria akan mengenalkan Linda sebagai calon istrinya.
Karena ini bukan cerita di komik dan novel, jadi butuh waktu untuk mengurus tanggal dan surat pernikahan.
Meski orang terpandang, Satria tidak ingin diperlakukan istimewa. Karena dia tau, orang lain akan menginginkan pernikahan mereka disiapkan dengan baik.
Tidak secara instan tanpa ada sensasi betapa menyenangkan menyiapkan pesta pernikahan yang hanya sekali seumur hidup.
Meski pernikahan ini dilakukan dengan awal yang tidak benar. Namun Satria tidak mengharap adanya perpisahan. Dia akan berusaha agar Linda benar-benar menyayangi dan mencintainya.
Dua buket bunga telah diterimanya. Satu bunga Lily, dan satu lagi mawar merah.
Satria meninggalkan galery bunga menuju pusat perbelanjaan dimana Linda berada.
Dari parkiran mobil, Satria menuju salon tidak membutuhkan waktu lama. Begitu memasuki salon, Satria masih menunggu sekitar 30 menit lagi.
Karena memang kalau urusan penampilan, perempuan harus mendapatkan sentuhan dari sang ahli untuk hasil yang maksimal.
Setelah mendapat kabar bahwa Linda akan segera keluar, Satria sedikit penasaran degan hasil make overnya.
Linda berjalan menuruni tangga, dengan sandal high heels yang sangat cantik. Dengan anggun Linda berusaha turun, sedikit terhuyung.
Hampir saja kakinya terkilir. karena sendal yang lumayan tinggi.Padahal hanya 18cm tinggi heels nya.
Jika tidak cekatan, Linda pasti sangat malu. Satria memandang Linda sangat kagum. Tak di sangka bahwa sebentar lagi ia akan menikahi seorang princess. Kecantikan alaminya dipoles dengan make up tipis natural. Balutan gaun merah maroon, serta tatanan rambutnya. sedikit beda dengan yang di butik tadi. Tapi terlihat lebih menawan.
Menampilkan leher jenjangnya, huaaahhh rasanya ingin segera melumatnya. Satria menelan ludahnya berkali-kali.