Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.
Blurb:
"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.
"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.
"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.
"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.
Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.
Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.
Pict from Google, editing by Din Din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16- Rindu sesuatu
Jihan termenung di kamarnya, menggigit ujung jempolnya seraya memeluk guling. Jihan mengingat kejadian tadi saat di mobil dimana dia menolak Jason yang ingin menciumnya.
"Kenapa?" tanya Jason ketika Jihan memalingkan wajahnya.
"Tidak! Hanya saja ...." ucapan Jihan terhenti oleh kata Jason.
"Loe terpaksa pacaran sama Gue ya, Je?" tanya Jason lagi.
Jihan membulatkan kedua bola matanya, tidak menyangka jika Jason akan merasa seperti itu. Ia sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya, memang dari awal ia mengagumi Jason. Namun perasaan itu hanya sekedar kagum atau lebih Jihan pun tidak tahu.
"Bukan! Hanya saja gue merasa belum siap," kilah Jihan dengan senyum canggung di wajahnya.
Jason hanya menanggapi alasan Jihan dengan seulas senyum, ia kemudian mengecup kening Jihan lembut.
"Tidak apa, sudah malam cepatlah masuk, oke!" kata Jason mengusap lembut pipi Jihan.
Jihan tersenyum mendapatkan perlakuan yang baik dari Jason, ia kemudian turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah.
"Gue kenapa seh? Jelas jelas gue suka sama Jason, tapi kenapa gue nolak?" tanya Jihan pada diri sendiri seraya mengacak-acak rambutnya.
Dikamar terpisah, Rey duduk di kursi menatap buku yang bahkan tidak ia baca, Rey terlihat berpikir sambil menggigit pulpen. Ia malah mengingat kejadian semalam saat mati lampu, dimana Jihan yang tak henti memeluk lengannya. Rey tiba-tiba tersenyum-senyum sendiri, ia tidak menyangka gadis yang ia cap sebagai singa betina itu akan setakut itu.
"Sepertinya aku harus mengganti julukan untuknya," gumam Rey seraya menggelengkan kepalanya.
Suara mobil terdengar masuk garasi, Jihan yang tahu kalau itu pasti mobil Andrew pun langsung berhambur keluar kamar, begitu pula dengan Rey ia bisa melihat punggung Jihan yang berlari menuruni anak tangga.
Julia terkejut ketika Jihan berlari dan langsung memeluknya kemudian menggendong sikecil Devano seakan mereka tidak bertemu sudah lama.
"Halo, Nono! Kakak kangen," ucap Jihan menggendong tubuh mungil adiknya itu.
Devano yang baru saja bangun saat sampai di rumah hanya mengucek matanya yang masih terasa berat. Jihan menggendong Vano ke kamarnya melewati Rey yang berdiri di bawah tangga.
Julia yang melihat sedikit ada sikap yang berbeda dari Jihan pun mendekat pada Rey.
"Apa ada sesuatu yang terjadi ketika kami pergi?" tanya Julia pada Rey.
Rey menggelengkan kepala seraya tersenyum, Julia mengusap kepala Rey kemudian pergi berlalu menyusul Jihan dan Vano kekamar.
*
*
*
*
*
*
Devano tertidur lagi di kamarnya, Jihan menyelimuti bocah kecil itu sebelum ia meninggalkan kamar. Julia disana menatap Jihan, ia tahu kalau pasti ada sesuatu yang di inginkan gadisnya itu hingga sikapnya sedikit berubah.
"Kamu mau minta apa?" tanya Julia tiba-tiba.
Sadar jika sang mama sudah tahu maksud dari sikapnya, Jihan menggelayut manja di lengan Julia seraya menyandarkan kepalanya.
"Ma, aku ikut acara camping di kampus, ya! Boleh kan?" tanya Jihan lirih.
Jihan tahu Julia tidak akan mengizinkannya begitu saja ikut, terlebih jika tahu kalau Rey tidak ikut.
Ada udang di balik bakwan, Je! Eh ... di balik batu. Kepleset nih lidah, ealah dalah salah lagi, jari! Sorry sorry efek hujan dingin, Gue nggak fokus.
Julia menyipitkan matanya menatap Jihan, benar dugaannya jika Jihan bersikap berbeda pasti ada maunya.
"Rey ikut nggak?" tanya Julia balik.
Seperti dugaan Jihan, Julia pasti menanyakan Rey ikut atau tidak. Jihan bingung karena Rey jelas-jelas tidak ingin ikut, tapi jika Rey tidak ikut maka sudah pasti dia tidak akan di perbolehkan ikut juga.
"Aku nggak tahu," jawab Jihan berbohong.
"Kalau begitu tanya Rey ikut atau tidak, kalau dia nggak ikut maka kamu juga nggak boleh ikut," ujar Julia.
Julia kemudian meninggalkan kamar Vano terlebih dahulu. Sedangkan Jihan masih berpikir bagaimana agar tetap bisa ikut acara itu.
*
*
*
*
*
Hari hari berikutnya Jihan maupun Rey masih tampak saling diam membuat Julia maupun Andrew benar-benar keheranan.
Rey sudah berada di atas motor memakai helm ketika Jihan berjalan ke garasi seraya memutar memainkan kunci mobil di jari telunjuknya.
"Naik motor? Emang kaki loe udah sembuh?" tanya Jihan bersandar di samping pintu mobil.
"Gini ya, Je! Fans gue pasti udah rindu berat kalau gue lama-lama naik mobil menutup wajah tampan gue dari pandangan para kaum hawa," seloroh Rey menaik turunkan alisnya.
"Cih! Narsis loe kumat!" cibir Jihan.
"Narsis itu perlu, Je!" seloroh Rey lagi.
"Hidih ... sumpah Rey, narsis loe itu udah di tahap akut," cibir Jihan lagi.
Melepas helmnya lagi seraya turun dari motor, Rey mendekat kearah Jihan berdiri. Ia menatap Jihan dari jarak beberapa centi saja.
"Loe mau tahu bagaimana agar narsis gue hilang?" tanya Rey menunduk menatap mata Jihan.
Jihan mendongak ikut menatap mata Rey, tatapan mata itu terasa begitu hangat bagi Jihan.
"Mau tahu nggak?" tanya Rey lagi karena Jihan belum menjawab.
"Ogah! Emang gue peduli loe narsis atau nggak!" jawab Jihan.
"Yakin?" tanya Rey menegaskan.
Menyipitkan matanya, Rey menatap Jihan dengan senyum. Mencoba mendekat lagi hal itu entah kenapa membuat Jihan tiba-tiba gugup.
"Ah ... nggak jadi!" ucap Rey seraya mengacak rambut Jihan dan menjauh darinya.
Merasa di kerjai lagi, Jihan bersungut kesal sambil menggelembukan pipi.
"Rey! Rusa hutan kurang kerjaan!" gerutu Jihan seraya menghentakkan kedua kakinya.
Terkekeh, Rey langsung menyalakan mesin motornya dan pergi berlalu meninggalkan Jihan.
Entah kenapa seulas senyum terpampang di bibirnya setelah itu ketika mendengar ke narsisan Rey untuk kesekian kalinya setelah beberapa hari mereka terlihat saling acuh.
Kayaknya ada yang rindu nih di beberapa bab🙄🙄🙄
Tapi ada yang rindu gue nggak ya? Ngarep😌😌
*
*
*
*
*
*
Rey berjalan santai setelah memarkirkan motornya, Arya yang sama-sama baru sampai di kampus pun berjalan mensejajari temannya itu.
"Udah naik motor lagi, loe?" tanya Arya.
"Iya, kangen gue kalau lama-lama naik mobil," jawab Rey.
"Rey! Gue mau nanya sesuatu?" tanya Arya yang membuat langkah Rey terhenti.
"Apa?" tanya Rey.
"Loe benaran seriusan sama Tisa? Atau loe sama dia hanya karena sesuatu?" tanya Arya.
Tentu saja pertanyaan Arya membuat Rey terdiam sesaat, ia tidak mengerti kenapa Arya menanyakan hal itu padanya.
Disisi lain, Jihan keluar dari mobil dengan sedikit rasa senang di hatinya, entah karena apa dia tidak tahu yang jelas dia hanya merasa senang.
"Je," panggil Chika yang berjalan bersama Shelly.
"Hai, ladies!" sahut Jihan.
Mendengar kata panggilan dari Jihan, Chika dan Shelly saling tatap.
"Menurut loe, Jihan lagi senang nggak seh?" tanya Shelly berbisik pada Chika namun tatapannya tetap terarah pada Jihan.
"Keknya gitu, lihat aja senyumnya. Beda banget sama kemarin-kemarin," jawab Chika berbisik.
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. serius kalau like komennya berjibun, othor bakal rajin creejiiii up meski dobel, oceh😎😎...
...Udah Crejii up tiga bab noh! kalau nggak like koment tiap bab othor ogah crejii crejiii😒😒...
..._...
..._...
..._...
..._...
...Baca Novel Author yang lain juga ya .... nggak baca nggak pa pa seh, asal mampir di like ma koment Author udah seneng 😘😘😘...
...Thank u...