Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Suara langkah Kevin yang menaiki tangga menuju balkon VVIP lantai dua terdengar begitu menghentak.
Sepatu pantofel bermerek yang dipakainya berderap tegas, membelah bisingnya dentuman musik disko dari lantai bawah.
Wajah pemuda berambut pirang itu tampak merah padam, menahan amarah yang hampir meledak di dada.
Harga dirinya hancur berkeping-keping hanya karena seorang asing berani menatapnya tanpa rasa gentar di wilayah kekuasaannya.
"Tunggu sebentar di sini, kalian berdua," ucap Kevin, menghentikan langkah dua wanita seksi di sisi kirinya.
Kedua wanita itu mengangguk patuh seraya melempar senyum menggoda.
Kevin lantas melangkah seorang diri mendekati meja VVIP tempat Bayu dan Kirana duduk dengan santai.
"Hei, Tuan Sok Misterius," panggil Kevin dengan nada mengejek yang sengaja dikeraskan.
Bayu menoleh perlahan ke arah sumber suara tanpa menyiratkan keterkejutan di wajahnya.
Tatapannya begitu tenang, persis seperti orang yang sedang melihat serangga pengganggu di meja makan.
"Ada apa?" tanya Bayu dengan nada datar yang terkesan meremehkan.
Kevin melipat tangan di dada sambil mendengus sinis penuh arogansi.
"Kau tahu sedang duduk di mana sekarang?" tanya Kevin sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Di sebuah klub malam," jawab Bayu singkat.
"Bagus kalau kau tahu!" seru Kevin dengan nada melengking.
"Ini Black Diamond, klub milik ayahku, dan meja VVIP ini bukan tempat untuk orang miskin sepertimu!"
Kirana langsung maju selangkah untuk berdiri di depan sang atasan.
Ekspresi sekretaris profesional itu tampak dingin, menatap Kevin dengan sorot mata tajam.
"Jaga ucapanmu, Tuan Muda Kevin," ujar Kirana tegas.
Kevin balas menatap Kirana dari ujung kepala sampai kaki dengan senyum sinis.
"Wah, sekretaris cantik tapi lidahnya tajam ya," cibir Kevin.
"Mau digaji berapa sih sampai rela membela pecundang seperti dia?"
Bayu mengangkat tangan kanan, memberi isyarat pelan agar Kirana mundur.
"Mulutmu terlalu banyak bicara untuk ukuran anak manja yang hidup dari uang orang tua," kata Bayu tenang.
"Kurang ajar!" bentak Kevin yang kesabarannya benar-benar sudah habis.
"Berani sekali kau mencampuri urusanku di sini!"
Kevin merogoh saku jasnya dengan kasar, lalu menarik keluar ponsel mahalnya.
"Akan kuusir kalian berdua detik ini juga dari klub ini!" ancam Kevin sambil menekan nomor darurat keamanan.
Bzzzt... bzzzt...
Ponsel di genggaman Kevin mendadak bergetar hebat sebelum ia sempat menekan tombol panggil.
Nama manajer operasional klub di lantai bawah tertera di layar.
Kevin menatap layar itu sesaat dengan kening berkerut dalam.
"Halo? Ada apa?" tanya Kevin dengan nada ketus.
"Tuan Muda... darurat!" suara panik terdengar bergetar hebat dari seberang sambungan.
"Kepemilikan klub ini... baru saja berpindah tangan secara mutlak!"
Deg!
Jantung Kevin serasa berhenti berdetak mendengar kabar mengejutkan tersebut.
"Apa maksudmu berpindah tangan?!" bentak Kevin marah besar hingga urat lehernya menonjol.
"Aku adalah anak dari pemilik sah tempat ini!"
"Bukan lagi, Tuan Muda," jawab sang manajer dengan suara putus asa.
"Sistem pusat baru saja mengonfirmasi bahwa seluruh saham mayoritas telah dibeli tunai oleh investor baru yang sedang duduk di balkon VVIP!"
Prang!
Ponsel di tangan Kevin terlepas begitu saja dari genggamannya.
Benda mahal itu menghantam lantai marmer dengan keras hingga hancur berkeping-keping.
Kevin membelalakkan mata lebar-lebar, menatap kosong ke arah Bayu di depannya.
"I... itu tidak mungkin..." bisik Kevin dengan suara bergetar karena takut.
Bayu bangkit perlahan dari sofa beludru merah tempatnya duduk.
Ia merapikan jas hitamnya dengan gerakan tenang dan elegan.
"Sekarang, siapa yang harus diusir dari tempat ini, Kevin?" tanya Bayu sambil melontarkan senyum dingin.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Pengambilalihan Klub Black Diamond berhasil diselesaikan sepenuhnya.]
[Mendapatkan Kartu Keuangan Level 4 dan hak kendali penuh atas seluruh distrik hiburan malam kota.]
Bayu menatap tajam ke arah pemuda arogan yang kini lututnya mulai melemas.
"Keamanan!" panggil Bayu dengan suara berat yang menggema di seluruh area balkon VVIP.
Tak sampai beberapa detik, empat petugas keamanan bertubuh tegap berlari menaiki tangga lantai dua.
"Ada apa, Tuan?" tanya kepala keamanan sigap sambil membungkuk hormat kepada Bayu.
Bayu menunjuk ke arah Kevin yang masih berdiri mematung bagaikan patung batu.
"Seret anak sombong ini keluar dari klub milikku sekarang juga," perintah Bayu tanpa secercah rasa belas kasihan.
"Baik, Tuan!" jawab para petugas keamanan serempak.
Dugh!
Dua petugas langsung mencengkeram kuat kedua lengan Kevin tanpa ampun.
"Lepaskan aku! Kalian tidak tahu siapa ayahku!" teriak Kevin meronta histeris di hadapan para pengunjung klub.
Suara teriakan panik Kevin perlahan meredup saat ia diseret paksa menuruni tangga utama di bawah tatapan heran ratusan tamu.
Bayu kembali duduk di sofa dengan tenang sambil menyesap air mineral.
"Pekerjaan yang sangat bagus, Kirana," puji Bayu pada sang sekretaris yang berdiri siap di sampingnya.
"Ini baru permulaan, Tuan," balas Kirana dengan senyum profesional.
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰