Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKIBAT SALAH SERVER (16)
Penulis: Linda Lubi
Cap bibir nempel di pipi Nurdin. Salima ngakak dalam hati. Ia ingin semua perempuan dan war wer wor tahu kalau Nurdin sudah ada yang punya. Jangan dipandang-pandang lagi. Nurdin tau nggak ya tentang cap bibir itu? Auk ah gelap.
Di sepanjang jalan para ibu dan para gadis risih melihat cap bibir di pipi Nurdin. Mau kiri mau kanan sama aja. Rasanya mereka pengen jambak-jambak Salima. Kayak nggak ada malu gitu.
"Beruntungnya Salima bisa mendapatkan Nurdin. Aku yang sudah lama suka sama Nurdin, malah belum pernah kasih cap bibir." Ujar Bu Rosida, tetangga jauh Nurdin.
Mereka pada heboh gosipin Nurdin sambil kumpul-kumpul di bawah jemuran. Kayak kurang kerjaan aja. Yah begitulah perempuan. Makanya banyak yang masuk neraka. Gkgkgk.
Begitu sampai di rumah, Nurdin pengen ngopi. Ia tidak masuk ke rumah. Tapi Salima ingin Nurdin ngopi sambil nunggui dia masak. Yang kayak gini ini bikin Nurdin merasa terkekang.
Dengan terpaksa ia masuk ke rumah. Ia kasih kode Cekni minta dibawakan kopi getir. Orang-orang yang ngopi pada ngakak liat pipi cap bibir. Salima menarik tangan Nurdin masuk.
Pantas banyak laki-laki yang malas menikah. Karena takut hidup dikekang begini. Laki-laki juga manusia. Punya rasa punya cinta, jangan sama-kan dengan pisau belati.
Nurdin hanya diam saja saat Salima sibuk eksekusi ayam. Hari ini ia mau masak 'ayam sorry'. Nurdin duduk dibangku sembari menunggu 'kopi getir' dari Cekni.
Sebenarnya Nurdin bisa saja bantu masak biar lebih romantis. Tapi ia lagi jenuh dan ingin diam. Walau Salima berbicara, Nurdin tak ada respect. Cekni mengantar segelas kopi getir dan sepiring goreng pisang. Masakan Cek Timah, istri Cekni.
Salima bahagia Nurdin jadi suami penurut. Apapun yang ia minta selalu dituruti meski terkadang tak terkabulkan. Bukan karena tidak Nurdin usahakan. Tapi karena semesta tak merestui.
Salima memperhatikan Nurdin yang selalu murung akhir-akhir ini. Apa dia punya masalah? Tapi kenapa Nurdin tidak cerita? Siapa tahu ia bisa bantu. Salima memasak dengan penuh cinta. Daritadi ia bicara, Nurdin tidak ada komen apa-apa. Kata Emak, Nurdin memang tak banyak bicara.
Pikiran Nurdin menerawang. Ia tahu menikah itu adalah ibadah. Tapi terkadang ia merasa tidak bahagia. Dulu hidupnya bebas namun terkendali. Sekarang hidupnya terkendali namun tidak bebas.
Bersama Mbak Kunti ia bisa curhat sesukanya. Bersama Salima ia malah tak bisa curhat. Salima yang curhat terus tanpa peduli apakah Nurdin sanggup mendengarnya atau tidak. Apakah Nurdin punya masalah atau tidak.
Setahun pernikahan ini memang awalnya bahagia. Punya istri cantik siapa yang tak bahagia. Segalanya diurus istri. Nggak ada cacatnya Salima sebagai istri. Ia bisa menjadi istri dan ibu yang baik. Namun Salima lupa bahwa ada kalanya laki-laki ingin dimengerti.
Seorang suami baru merasa sempurna jika ia bekerja dan menghasilkan uang dari keringatnya sendiri. Memang betul Nurdin punya usaha Warkop dan sebagai influencer. Tapi bukan berarti Nurdin harus di rumah terus dan Salima ngintil Nurdin terus. Kasih waktu dong untuk 'Me Time'.
Nurdin jadi rindu dengan Mbak Kunti. Mereka memang 1 circle. Nyambung dalam segala hal. Meski sering berseliweran dengan Mbak Kunti, ia nggak pernah dipepet Mbak Kunti terus. Nggak pernah dilarang ini itu. Nurdin bebas mau ngapain aja.
"Kamu bebas jadi dirimu sendiri, Nur. Aku dukung apapun keinginan-mu. Yang penting kamu bahagia." Kata Mbak Kunti saat Nurdin ingin kembali jadi laki-laki, bukan war wer wor lagi.
Mbak Kunti adalah saksi sejarah saat Nurdin jadi war wer wor karena lelah dengan ketampanannya. Mbak Kunti juga yang jadi saksi bahwa Nurdin ingin jadi laki-laki kembali.
Sejak Nurdin menikah, ia tidak pernah tahu keberadaan Mbak Kunti. Padahal banyak yang ingin Nurdin ceritakan. Sekarang, ia hanya tahu bahwa Mbak Kunti masih di sini saat kamera CCTV merekamnya. Mbak Kunti pasti kangen kopi getirnya. Makanya ia menyamar agar bisa beli kopi dengan daun.