Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Permainan Sang Misterius
Kembali dengan ibunya Felicya yang ada di dalam kamar inap. Ibunya terngiang-ngiang dengan perkataan pria misterius itu. ia teringat bahwa mantunya pergi ke club malam. Ibu Felicya ingin bertanya sekali dengan Galang. Tidak lama kemudian Galang dan Felicya masuk ke kamar inap. Ibu Felicya pun mencoba bertanya. "Nak, bunda mau tanya sama kamu?" ucap Ibunya Felicya dengan serius. Galang yang melihat mertuanya dengan wajah yang datar, lalu ia menjawabnya. "Mau tanya apa bunda?"
"Bunda mau tau, kamu pernah pergi ke club malam?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut mertuanya, ia kaget mendengar pertanyaannya dari mana mertuanya tau dia pernah pergi ke club malam. Galang mencoba mengingat kejadian. Ia pergi ke club malam.
Galang :
"Bro akhirnya gue bisa pergi ke club malam lagi. gue fikir si Felicya itu rese kayak mantan-mantan gue yang lainnya. Ternyata dia ngebebasin hidup gue."
Galang ingat waktu itu dia pergi ke club bersama teman bisnisnya itu, namun ia sudah lupa nama teman bisnisnya itu. Tapi pikiran Galang tertuju pada teman bisnisnya itu, apa benar dia kasih tahu ke ibu Felicya, namun. Galang berpikir cara orang itu memberitahu mertuanya bagaimana, sedangkan dari tadi yang ada di dalam hanya seorang OB rumah sakit, tapi galang menyingkirkan pikirannya itu. ia rasa tidak mungkin teman bisnisnya senekad itu padanya.
Lalu Galang menjawab pertanyaan mertuanya.
"Bun, aku gak pernah pergi ke club malam, siapa yang bilang kayak begitu ke bunda?" Galang benar-benar penasaran.
"Bunda tau dari seorang OB tadi, dia bilang pernah melihatmu di club malam, dan rumah dia kebetulan juga di samping club malam yang pernah kamu datengin." ucap ibu Felicya mulai curiga dengan mantunya itu. Felicya masih tidak percaya apa benar suaminya pergi ke club malam, selama ini Galang selalu di rumah bersama dirinya dan Galang masih mengambil cuti. Felicya akhirnya bicara. "Mas kamu setahu aku selalu di rumah, apa kamu ke club malam? tapi kamu masih cuti kerja, bagaimana caranya kamu ke club Mas?" tanya Felicya bingung dia berpikir dari tadi tentang suaminya di sangka pergi ke club malam.
"Aku gak pergi ke club malam, tapi aneh sekali OB itu dia baru melihatku di sini, tapi sudah berani menuduhku, pantas saja dari tadi OB itu menatap aku gak suka, sudah berani menebar fitnah saja itu OB," jawab Galang emosi mengingat tingkah laku OB itu yang menyebalkan, bahkan ibu Felicya mertuanya di hasut olehnya. Galang bertanya-tanya pada dirinya sendiri. "Benar-benar gak beres ini, ini gak mungkin cuma kebetulan saja, aku rasa ada yang gak suka sama aku, apa jangan-jangan ini perbuatan si Lytecia?" gumamnya, pikirannya tertuju pada wanita tersebut.
Sedangkan Lytecia sedang sibuk dengan para lelakinya yang ia ajak kenalan di sosial media. Namun, Galang berpikir bahwa yang melakukan hal nekad adalah Lytecia. Galang mencoba Kirim chat pada Lytecia.
Galang:
"Kamu berani sekali menyuruh OB sini untuk memberitahu mertuaku, aku pergi ke club malam. Kau sengaja mengancam diriku Lytecia? kau ingin menghancurkan pernikahan yang baru tiga hari?" Pesan terkirim.
Lalu galang memasukan ponselnya ke dalam saku.
Galang sibuk dengan isi pikirannya sendiri, ia masih tidak menyangka dengan perbuatan Lytecia. Galang masih berpikir negatif pada Lytecia.
Felicya yang melihat suaminya seperti sedang menahan emosi, lalu ia berinisiatif memberinya minum air putih. "Ini Mas kamu minum dulu, aku rasa kamu hari ini cukup stress dengan kejadian hari ini, sebenarnya aku juga kepikiran Mas. Tapi aku mencoba tenang, agar gak menjadi runyam untukku," ujar Felicya. Perkataan Felicya ada benarnya menurut Galang, ia tidak boleh kebawa emosi dan jangan sampai ini jadi runyam untuk dirinya dan Felicya. Galang pun tersenyum dan menjawabnya. "Iya sayang aku gak akan memikirkan kejadian hari ini, mungkin ada dari rekan bisnisku atau dari klien bos yang gak suka mungkin," Galang baru terpikir bisa jadi karena musuh dari bosnya.
Galang belum tahu tentang seseorang yang di balik dalang ini. Felicya yang sebagai istrinya hanya bisa bersabar untuk kejadian ini, dia tidak bisa menyalahkan pada suaminya. Belum tentu ulah dari suaminya sendiri.
Akan kah pria misterius itu akan muncul secara perlahan-lahan atau akan segera beri kejutan untuk Galang.