Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.
Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.
Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.
Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 15
Rara melajukan mobilnya cukup cepat, walaupun ia sudah jauh dari rumah. Kini ia sedang melaju diramainya kendaraan di jalan raya.
Dadanya masih berdegup kencang. Tangannya juga terasa dingin. Ia kembali terbayang saat pertama kali melihat adegan intim kakaknya. Ia langsung membeku dan tubuhnya bergetar.
Awalnya ia hanya penasaran dengan suara gaduh dikamar kakaknya. Namun setelah lihat apa yang sebenarnya terjadi, membuat dirinya langsung trauma sampai saat ini.
Ra seharusnya kamu tidak lihat itu. Kamu salah ra, kamu melanggar privasi kakakmu.
Kalimat itu seakan terus muncul dibatinnya. Napasnya keluar masuk tak beraturan. Ia masih sangat tegang. Di sisi lain, ia mencoba berusaha fokus kejalanan didepannya.
Detik-detik adegan menegangkan itu, sekilas mulai muncul dipikirannya. Bayang-bayang kakaknya dan Rio terus masuk ke dalam otaknya. Ia berusaha menepis semuanya dengan menampar pipinya yang sekarang mulai kelihatan merah.
Rara mulai frustasi. Ia mengacak-acak rambutnya dengan rasa menyesal telah melihat adegan kakaknya. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Apa yang ia lihat adalah kenyataan, bukan mimpi yang hanya ilusi belaka dan mudah untuk dilupakan.
Ia sekali membenturkan kepalanya ke setir mobil. Ia semakin frustasi setelah tak mampu mengilangkan ingatan adegan yang telah ia lihat. Semakin ia berusaha melupakannya, ingatan itu semakin bertambah kuat.
Dari luar, terlihat mobil yang dikendarai Rara melaju lurus tak beraturan. Beberapa mobil yang ingin menyalip, seketika mengurungkan niatnya demi menjaga keselamatan.
"Rara lo bodoh, bodoh, bodoh," gumam Rara dengan frustasi.
Tanpa ia sadari mobil Honda JAZZ nya bergerak semakin ke kiri. Benturan badan kiri mobil dengan dinding pembatas jalan pun akhirnya tak bisa ia hindari. Sontak ia langsung menginjak rem.
Ciiiiit...
Butuh waktu sepersekian detik untuk mobil berhenti sepenuhnya. Gesekan dengan dinding pembatas, meninggalkan bekas baret di sisi kiri mobil.
Rara berusaha menenangkan diri setelah bisa terhindar dari kecelakaan. Ia mengatur napas dan detak jantungnya yang sepersekian detik lalu meronta tak beraturan. Untung saja tak ada mobil yang melaju dibelakang mobilnya, sehingga kejadian yang sedang ia alami, tidak menimbulkan kecelakaan yang lebih besar.
Rara mengusap wajahnya dengan kedua tangannya yang dingin. Perlahan ia berhasil menguasai dirinya. Detak jantungnya mulai kembali ke ritme normal dan napasnya keluar masuk beraturan. Lalu ia melajukan mobilnya kembali.
Sebelum Ia keluar mobil, terlebih dulu ia merapikan penampilannya dan menata kembali rambutnya. Setelah dirasa cukup rapi, ia melangkah keluar mobil sambil membawa totebagnya. Ia berjalan menuju kamar apartemen Alisha.
Alisha langsung membuka pintu setelah terdengar suara ketukan. Rara tepat berdiri dihadapannya. Ia menunjukkan senyuman terpaksa, berharap mampu menyamarkan apa yang telah ia alami selama diperjalanan.
"lo lama banget. Dari mana aja ?,"tanya Alisha.
"hmm, tadi ambil hp dulu. Ketinggalan," jawab Rara dengan canggung.
Alisha mengernyitkan dahinya. Ia merasa seperti ada sesuatu yang aneh dengan temannya ini. Di otaknya mencari keanehan apa itu, namun tak menemukan jawaban.
Melihat raut wajah Alisha, Rara langsung masuk dan memintanya untuk tidak usah banyak ngobrol. Sebelum akan berganti pakaian, ia membasuh mukanya dulu agar terlihat segar lagi.
Beberapa menit berlalu, Rara sudah siap pergi ke kelab malam Velvet & Rose. Ia mengenakan corset top panjang diatas lutut dipadukan outwear jaket denim crop top. Alisha juga tampak memikat malam ini.
Mereka berdua lalu melangkah meninggalkan kamar. Langkah kaki mereka, diikuti suara sepatu high heels yang menyentuh ke lantai keramik.
Alisha seketika terkejut saat melihat mobil Rara yang terparkir didepannya penuh dangan baret. Ia bertanya sebenarnya apa yang baru saja dialami oleh Rara.
"lo habis kenapa ra ? mobil lo kok lecet gini ?"tanya Alisha sambil menunjuk sisi mobil yang ia maksud.
"udah nggak usah dibahas. Lebih baik sekarang langsung berangkat. Udah mau larut malam," kata Rara.
" oke, mobil gue disana," ucap Alisha sambil berjalan ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mobil Rara. Tidak lama kemudian, mereka meninggalkan parkiran.