NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Ke Jurang & Telur Hitam Yang Menetas

---

Jurang Iblis Besar Pegunungan Tujuh Pedang tidak lagi seperti 5 hari lalu saat Xiao Chen mengambil Su Qing'er.

5 hari lalu, jurang itu sepi, hanya ada tulang dan angin. Sekarang, jurang itu... bernapas.

Xiao Chen dan Mo Sha berdiri di bibir jurang setinggi 100 meter itu. Dari dasar jurang yang gelap, terdengar suara _deg... deg... deg..._ pelan, seperti detak jantung raksasa. Setiap detak, tanah di sekitar jurang bergetar, dan dari celah-celah batu keluar kabut hitam yang lebih pekat dari sebelumnya. Kabut yang bahkan membuat rumput di sekitar jurang yang sudah mati 5000 tahun, kini tumbuh kembali tapi berwarna hitam.

Mo Sha yang Raja Iblis 5000 tahun, lututnya gemetar. Bukan karena takut iblis, tapi karena dia kenal detak itu.

"Bos Teh... itu... itu detak telur itu... Telur itu... sudah berdetak... Dulu tidak pernah berdetak... Dulu diam seperti batu..."

Xiao Chen tidak menjawab. Dia memejamkan mata, merasakan. Selama 1000 tahun dia duduk di singgasana batu di tengah jurang, dia tidak pernah merasakan detak itu karena ruangan terlarang itu disegel dengan 7 lapis segel darah Penjaga pertama. Tapi sekarang, setelah segel besar hancur 35 hari lalu, 7 lapis segel darah itu pasti juga retak.

Dia melompat turun. Tidak pelan-pelan seperti saat menggendong Su Qing'er, tapi terjun bebas seperti batu. Mo Sha melompat mengikutinya, tapi kali ini dia tidak berani mengecilkan tubuh, dia membesarkan tubuhnya menjadi 3 meter, siap bertarung.

Dasar jurang kini berbeda. Singgasana batu tempat Xiao Chen duduk 1000 tahun, kini retak menjadi dua. Di sekelilingnya, tulang-tulang iblis yang dulu berserakan rapi, kini tersusun melingkar seperti... seperti sesajen, mengelilingi satu dinding batu di ujung jurang yang sebelumnya tidak pernah ada pintunya.

Dinding batu itu kini ada pintunya. Pintu batu hitam setinggi 5 meter, dengan ukiran naga dan phoenix yang saling melilit, dan di tengahnya ada tulisan kuno yang bahkan Mo Sha tidak bisa baca, karena tulisan itu bukan tulisan iblis, bukan tulisan manusia.

Tulisan itu adalah tulisan Pendiri Klan Xiao, Xiao Potian, 5000 tahun lalu.

Mo Sha membaca dengan suara gemetar, menerjemahkan sebisanya: "Disini... tertidur... anakku... yang... tidak boleh lahir... Jika dia lahir... dunia... akan..."

Xiao Chen menyelesaikan kalimat itu dengan suara datar, karena dia pernah melihat tulisan itu sekali, 1000 tahun lalu, saat Penjaga tua sekarat berbisik padanya sebelum mati.

"...dunia akan butuh penjaga baru."

Pintu batu itu sudah terbuka setengah. Retakan cahaya hitam keemasan keluar dari dalamnya, bersamaan dengan detak jantung _deg... deg..._ yang semakin keras.

Dari dalam pintu, terdengar suara... tangisan bayi.

Bukan lolongan iblis. Bukan geraman. Tapi tangisan bayi manusia yang lapar.

Mo Sha yang mendengar tangisan itu, langsung menutup telinga batu nya. "Bos Teh! Jangan dengarkan! Itu tipuan iblis! Iblis Bayi Tangis! Kalau dengar, kita akan jadi gila!"

Xiao Chen tidak menutup telinga. Dia berjalan mendekati pintu itu, pedang kayu pengaduk teh di tangannya bersinar semakin terang, seolah merespon sesuatu di dalam.

Dia mendorong pintu batu yang terbuka setengah itu.

Di dalam ruangan terlarang 10x10 meter itu, tidak ada harta, tidak ada senjata. Hanya ada satu hal.

Sebuah telur hitam seukuran rumah kecil, setinggi 3 meter, cangkangnya retak-retak, memancarkan cahaya hitam keemasan yang sama seperti pedang kayu Xiao Chen. Di atas telur itu, ada 7 rantai darah yang sudah putus 6, tinggal 1 rantai terakhir yang masih menahan, tapi rantai itu bergetar hebat, mau putus.

Dan dari dalam retakan telur, keluar tangan kecil. Tangan bayi manusia, putih, mungil, berlumuran lendir hitam keemasan, menggapai-gapai ke udara, sambil menangis.

_Oek... oek..._

Xiao Chen terdiam di depan telur itu. 1000 tahun menjaga jurang, dia sudah membunuh puluhan ribu iblis, melihat segala bentuk iblis dari yang paling jelek sampai yang paling cantik untuk menipu manusia. Tapi dia belum pernah melihat... bayi.

Mo Sha dari belakang, mengintip dengan satu mata, berbisik, "Bos Teh... itu... itu yang di dalam telur... itu... anak Pendiri Klan Xiao?!"

Xiao Chen mengangguk pelan. Dia ingat cerita Penjaga tua 1000 tahun lalu, cerita yang dianggap dongeng gila: Pendiri Klan Xiao, Xiao Potian, 5000 tahun lalu bukan menyegel Jurang Iblis karena iblis datang dari luar. Dia menyegel jurang karena... istrinya, yang adalah Ratu Iblis, melahirkan anak di dalam jurang. Anak setengah manusia setengah iblis, yang jika lahir, akan memiliki kekuatan untuk membuka semua segel di dunia, karena darahnya adalah kunci.

Pendiri Klan Xiao tidak tega membunuh anaknya sendiri, jadi dia menyegel anaknya di dalam telur hitam, di dalam ruangan terlarang, dan dia sendiri duduk di luar sebagai penjaga pertama, sampai mati. Lalu penjaga kedua, ketiga, sampai penjaga ke-100, Xiao Chen.

Semua penjaga mati menjaga telur itu, bukan menjaga iblis.

Tangisan bayi dari dalam telur semakin keras. Rantai darah terakhir _KRAK!_ Putus.

Cangkang telur hitam itu pecah total.

Cahaya hitam keemasan menyilaukan seluruh ruangan, membuat Mo Sha yang Raja Iblis harus memejamkan mata karena silau.

Saat cahaya hilang, di tengah pecahan cangkang telur, duduk seorang bayi perempuan. Umur sekitar 1 tahun, rambut hitam keemasan, mata hitam keemasan, telanjang, kulit putih bersih, tidak ada tanduk, tidak ada ekor, terlihat seperti bayi manusia biasa, kecuali di dahinya ada tanda lahir kecil berbentuk daun teh.

Bayi itu berhenti menangis saat melihat Xiao Chen. Dia menatap Xiao Chen dengan mata besar keemasan hitam, lalu... tersenyum. Senyum tanpa gigi.

Lalu dengan bahasa bayi yang tidak jelas, dia mengangkat kedua tangannya ke arah Xiao Chen, minta digendong.

"Ma... ma..."

Xiao Chen, yang selama 1000 tahun tidak pernah menggendong bayi, yang tangannya hanya terbiasa memegang pedang kayu dan teko teh, berdiri kaku.

Mo Sha yang melihat bayi itu, langsung bersujud lagi, tapi kali ini bukan karena takut pada Bos Teh, tapi karena naluri iblisnya.

"Putri... Putri Iblis... Darah Raja Iblis Tertinggi... Pantas semua segel hancur... karena Putri sudah waktunya lahir..."

Bayi itu, Putri Iblis setengah manusia, merangkak keluar dari pecahan telur, merangkak ke arah Xiao Chen, dan memeluk kaki Xiao Chen yang compang-camping.

Kaki Xiao Chen yang sudah 1000 tahun direndam darah jurang, yang bahkan iblis Tingkat Nascent Soul tidak berani sentuh, dipeluk oleh bayi itu tanpa takut.

Xiao Chen akhirnya berlutut, perlahan, dan menggendong bayi itu. Bayi itu ringan, hangat, tidak dingin seperti iblis.

Saat Xiao Chen menggendongnya, pedang kayu pengaduk teh di pinggangnya yang bersinar keemasan hitam, tiba-tiba berhenti bersinar, dan menjadi kayu biasa yang jelek lagi, seperti mengakui tuannya yang baru.

Bayi itu memegang pedang kayu itu, dan pedang kayu itu... mengecil, menjadi seukuran sendok teh kayu, pas di tangan bayi.

Bayi itu tertawa, _kik_, memegang sendok teh kayu itu dan memasukkannya ke mulutnya seperti dot.

Xiao Chen menatap bayi di gendongannya, menatap sendok teh kayu di mulut bayi itu.

Dia menghela napas panjang, napas paling panjang dalam 1000 tahun.

"Ribet," gumamnya. "Kedai sudah punya dua murid cewek yang berebut jadi asisten, satu Raja Iblis jadi satpam, satu tikus jadi tukang selokan, sekarang tambah satu bayi jadi... jadi apa?"

Mo Sha yang masih bersujud, menjawab dengan suara gemetar tapi bangga, "Jadi... jadi Bos Kecil, Bos Teh! Putri Klan Kedai Teh!"

Bayi itu, seolah mengerti kata Bos Kecil, tertawa lagi dan menepuk-nepuk pipi Xiao Chen dengan tangan kecilnya yang berlumuran lendir telur, meninggalkan cap tangan hitam keemasan di pipi Xiao Chen.

Xiao Chen tidak menghapus cap tangan itu. Dia menggendong bayi itu, keluar dari ruangan terlarang, keluar dari dasar jurang.

Saat dia keluar dari ruangan, dinding batu di belakangnya runtuh total, ruangan terlarang 5000 tahun itu hilang, karena tugasnya sudah selesai.

Telur sudah menetas. Penjaga 100 tahun sudah tidak diperlukan lagi.

Xiao Chen melompat keluar dari jurang, dengan Mo Sha dan bayi di gendongannya. Di atas, langit sore sudah gelap, tapi dari arah Kota Batu Hitam, terlihat cahaya lampu kedai teh yang masih menyala, menunggu.

Di dalam gendongannya, bayi Putri Iblis sudah tertidur, mengisap sendok teh kayu yang dulunya pedang segel, dengan cap tangan hitam keemasan masih di pipi Xiao Chen.

Perjalanan pulang kali ini, Xiao Chen berjalan lebih pelan dari sebelumnya, karena menggendong bayi tidak boleh terguncang.

Mo Sha berjalan di sampingnya, menjaga dari samping, sesekali mengusir kelelawar yang mendekat, tanpa suara, karena takut membangunkan Bos Kecil.

Di kejauhan, Kota Batu Hitam dengan 4 tim kebersihan dan 2 gadis asisten menunggu, tidak tahu bahwa malam ini, Klan Kedai Teh akan kedatangan anggota baru yang akan membuat semua Tetua Nascent Soul berlutut lagi, bukan karena takut, tapi karena gemas.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!