NovelToon NovelToon
ILA ( Si Gadis Permata Biru)

ILA ( Si Gadis Permata Biru)

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Action / Fantasi / Light Novel
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Arrosyad

Seorang santri barusaja bertemu dengan gadis mengerikan ketika menaiki bis, dia tidak jahat. tapi satu negara akan memburunya, tentu dengan sebuah tujuan. dan santri tersebut, dia akan menolong, meskipun tidak tahu apa yang akan dia hadapi selanjutnya. hidup lelaki itu akan berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrosyad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ILA vs.....

Ila baru saja menyelesaikan sholat maghrib di penghujung waktu wajib, lima menit kemudian pasti isya’. Gadis itu sekarang berdiri di atap sebuah gedung tinggi. Hujan dan angin kencang menerpa deras tubuhnya, kostum  hijaunya bergerak-gerak dimainkan angin. Sekarang wajah aslinya terlihat, dia sudah menghapus make up.

Berhembus, dia memikirkan kekuatannya sekarang. Semakin di luar logika manusia, dia memegang perut, luka irisan katana sebelumnya telah menghilang total, tubuhnya terasa bertambah kuat. Dia bahkan merasa jika tangannya dapat menghancurkan tembok atau baja apapun dengan mudah.

Energi-energi alam tak kasat mata berinteraksi dengan tubuhnya, sebagai sarana informasi dan charger kekuatan yang tanpa batas.

“Ini pasti hanya titipan” Ila berhembus lagi. Di balik itu dia semakin tegang, serasa dunia sempit. Waspada akan musuh atau apa pun yang akan menyerangnya.

Lima menit berdiri di sana, dia sebenarnya menunggu pergerakan dari empat pria sebelumnya. Mereka tidak mungkin melepaskannya begitu saja.

Hening keadaan, lengang terbungkus hujan deras. Ila berniat berdiam diri di atap gedung, dan tidak akan kabur. Dia akan berjuang sampai mereka mengakui jika dirinya tidak berbahaya.

Masih tidak tanda dari suatu pergerakan, Ila menatap ke depan, ratusan gedung berdiri dalam radius dua puluh kilometer. Energi tidak menemukan informasi terkait empat pria sebelumnya.

Ila berusaha fokus, terus mencari. Menyisir segala tempat dengan perantara energi alam. Rambut indahnya tergerai, bergerak-gerak dimainkan angin.

Namun di saat itulah, di saat Ila tengah menunggu. Seseorang tampak melompat dan tiba di atap gedung tersebut. Kakinya menghentak permukaan, hebat sekali, tidak menimbulkan suara sama sekali.

“Di sini dia” Orang itu berbisik. “Ini adalah akhir”

Dia adalah Fio, tangan lelaki itu mulai menghunus  katana di pinggangnya. Lantas mendekati Ila perlahan. Dia tengah melakukan teknik mengendap dalam senyap, dari itulah bahkan energi alam unsur Ila bahkan tidak terganggu. Teknik yang membutuhkan latihan panjang. Fio saja baru menguasainya, belum terlalu sempurna.

Tinggal satu langkah lagi.

Fio mengerakkan pedangnya.

Srak!! Telak menembus punggung sampai dada bagian kiri Ila. Itu serangan mematikan, karena sekaligus menusuk jantung.

Ila tersentak, terbatuk darah segera. Menengok ke belakang. “Beraninya dari belakang”

Fio tersenyum ketir. “Itu karena instingmu terlalu lemah”

Namun lelaki sembilan belas tahun itu sebenarnya melakukan kesalahan. Ila langsung memutar tubuh, dengan kekuatannya saat ini, Fio terkejut dan katananya terlepas terbawa tubuh Ila.

Ila bergerak cepat, segera menerkam Fio.

Sekarang katana yang menancap dari dada Ila ikut menikam dada kanan Fio. Lelaki itu segera berteriak kesakitan. Ila juga mengerang, tangannya menunjuk pedang, mudah saja terpotong. Itu memecah mereka berdua.

Tangan Ila bergerak lagi, tampak mendorong pedang di dada Fio agar menusuk lebih dalam. Tak terasa tubuh lelaki itu juga terpental hebat ke belakang, terbanting nyaris jatuh dari atap.

Fio teriak kesakitan, potongan katananya sendiri telah menembus sampai dalam tubuhnya. Ia mulai bagkit duduk dan berusaha mengambil, yang justru menambah rasa sakit.

Sementara Ila masih berdiri tegap di hadapan lelaki itu. Regenerasi di lakukan, kekuatan itu menyulam sel baru secara instan, tak lupa luka di jantung dan sekaligus mendorong keluar potongan katana Fio yang bersarang di dalam tubuhnya. Nyaris satu detik selesai, bagian yang tertikam kembali normal, menyisakan sebuah asap.

Di depan Fio masih berteriak keras. Berusaha mencabut potongan katananya. Ila mendekat.

“Akan ku bantu cabut pedang itu. Asal hentikan penangkapan ini” Ila berkata, ia sedikit iba.

Darah Fio mulai membanjiri permukaan atap, larut bersama becek air hujan. “Tidak akan, dasar monster. Kau tidak tahu apa yang telah kau buat! Kau membunuh banyak orang, lebih baik aku menyusul mereka”

Deg!! Perasaan Ila langsung menyusut, mulai menunduk. “Tapi itu, karena aku juga ingin hidup. Kalian mengincarku buat apa? Padahal aku tidak akan melukai siapapun”

“Karena kau monster, bodoh!!!”

Sekali lagi ucapan Fio menusuk hati Ila.

“Mereka di sana!!” Terdengar suara dari atas langit.

Ila menoleh, dan seketika melompat ke belakang. Tampak beberapa batang logam lancip mengincar tubuhnya. Itu adalah benttukan-bentukan milyaran robot mikroba milik Nilam. Dia datang bersama Drawen dengan menaiki palu besarnya, ya mereka berdua berdiri di atas kepala palu besar yang di balik tersebut. Teknologi magnet di dalamnya berhasil membuat benda berat itu anti gravitasi.

Bentukan logam-logam barusan tidak ada yang mengenai Ila. Nilam segera melompat turun, Drawen masih memegang gagang palu terbalik yang mengapung di atas sana.

“Pertolongan pertama datang, nak” Nilam berkata.

Ila berjalan mendekat. “Pak, bisa kita hentikan ini”

Milyaran robot mikroba kembali tumpah dari balik pakaian Nilam, bergerak cepat bak cairan di antara bencek air hujan. Lalu berubah bentuk jarum lancip, tidak hanya satu, tapi belasan, semua mengincar dari berbagai arah.

Ila hanya melompat ringan. Semua serangan barusan tidak dapat menjangkau.

Masih mengudara, Drawen tiba secepat kilat dan memukulnya dengan palu besar.

Ila tersentak, dia tidak siap menerima serangan, seluruh tubuhnya di pukul telak. Gadis itu terlempar kuat, cepat menjauh, melewati lebarnya dua gedung sekaligus, lantas berakhir menghantam hebat dinding sebuah gedung sampai berlubang, asap melesak keluar di sana.

Drawen mendarat di samping dua temannya. “Kau masih bisa melanjutkan pertarungan” Tanyanya pada Fio.

Pertolongan pertama di dada Fio selesai. Lelaki itu mengangguk. “luka seperti ini lumayan memberatkan gerakan, tapi aku bisa tetap melanjutkan”

Fio bangkit, luka di dada kanannya telah di tutup, Nilam kembali menarik organisme robot mikroba nya, semua teratur masuk ke balik pakaian. Robot-robot barusan juga memperbaiki pedang Fio.

Tiga orang itu  mulai melompati gedung, sama gesitnya seperti gerakan Ila, menorobos milyaran bulih hujan. Kurang lima detik, mereka sampai di gedung tempat Ila terhenti, memasuki mendarat dari lubang yang sama. Tampak ruangan di sana berantakan, terdapat juga jejak jatuhnya Ila di lantai.

Tapi gadis itu tidak di temukan.

Hening sejenak, tiga orang orang melirik ke sembarang arah. Sedikit waspada.

Fio menarik nafas, mengaktifkan kekuatan membaca lingkungan. Tunggu beberapa detik “Dia telah lari!!”

Fio keluar gedung melalui lubang, naik ke atap. Dua temannya juga ikut naik.

“Lurus saja, kita akan menemukan dia dalam seratus meter” Fio berkata lagi, sembari memasang kuda-kuda.

Tanpa aba-aba, Drawen dan Nilam siap meluncur, menaiki palu besar. Fio mengatur nafas, tekenik tenaga dalamnya aktif, energi besar terkumpul di kakinya.

Bwushhh!! Tiga orang itu terhempas cepat. Membelah udara, melewati puluhan dalam hitungan detik. Di langit kota, mereka tampak seperti rudal yang melesat. Hingga kecepatan berkurang, mereka hendak turun.

Ila kebetulan di bawah sana, berlari di jalan raya lengang --seperti barusan, orang-orang telah menjauh dari kota ini. Karena pertarungan masif akan berlangsung.

Masih mengudara, Nilam segera melompat turun. Lanjut melepaskan bentukan duri memanjang melalui tangannya, deras mengarah ke gadis berpakaian hijau di bawah sana.

Ila bisa menebak kapan serangan itu sampai.

Dia berkelit menghindar, bentukan lancip barusan berantakan di atas aspal, namun Drawen segera menyambut. Melepas pukulan palu horizontal, Ila sempat melompat, dia menginjak kuat palu itu ke bawah, lantas berdentum kuat dan terlepas dari tangan Drawen.

Fio tiba, menerjang bak guntur menggunakan katananya. Ila tidak sempat mengelak.

Szying!! Satu tangannya putus. Darah muncrat seketika.

Tidak berhenti, Nilam yang baru mendarat, menggerakkan tangannya. Mengirim kode gerakan ke robot-robotnya --di saat bersamaan bentukan cair robot nanonya membentuk duri ke arah Ila dengan cpat.

Ila mengibaskan satu tangannya, menepis duri-duri itu.

Drawen muncul di belakangnya, menghunjamkan palu besar.

Ila sempat melompat.

Fio telah bersiap, cepat menebas Ila yang masih mengudara.

Ila mengangkat satu tangannya lagi. Crak! Mata katana menghantam pergelangan tangan, masih bisa di tahan. Tubuh Ila terpental ke dinding.

Babi buta telah di mulai, Drawen datang memukul kebawah.

Telak mengenai semua tubuh Ila. Beton halaman gedung di sana hancur, melesak ke dalam. Tubuh Ila separuh remuk, darah mewarnai bongkahan bebatuan.

Lanjut lagi, bentukan robot menjalar, segera mencengkram tubuh Ila. Lantas mengangkat dan mendorong ke atas, menyeretnya di dinding sampai temboknya sendiri mengelupas dalam. Ila terdorong keras sampai atap, tubuhnya terlempar setelah itu.

Fio --dengan kekuatan tenaga dalamnya, melesat bagai kilat dari bawah. Kurang satu detik tiba di hadapan Ila. “Ini akhir” Dia hendak mengincar leher gadis di depannya.

1
Marina
keran, keren bgt
Arrosyad: makasih ibu'
total 1 replies
Kiritsugu Emiya
Harus jam berapa baru bisa update ya thor? Jangan sampai terlalu malam~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!