NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Singkat

"Masih lama belanjanya?! Apa perlu beli tokonya sekalian?"-tanya Naren sambil berbisik-

"Sok kaya banget orang ini!!! Ya udah sana pulang"-jawab Serena dengan kesalnya-

"Lagian juga, aku bisa pulang sendiri!!"-lanjutnya lagi-

"Dasar bocah pendek!! Ketus banget kalau ngomong!! Tapi....aku suka"-ucapnya pelan sambil tersenyum tipis-

Narendra menemani gadis itu belanja di minimarket yang tak jauh dari rumahnya. Dirinya juga berjaga dan mengawasi sekeliling, supaya tak ada yang menyerang gadis itu secara tiba-tiba.

Bahkan di beberapa sudut tempat ada banyak bodyguard Narendra dan Naresh yang menyamar seperti orang biasa. Supaya tidak menimbulkan ketakutan atau kericuhan di depan umum.

"Besok ikut denganku"-ucap Naren serius-

"Mau ngapain ikut kamu?! Males lah!!"-jawabnya ketus-

"Ada yang ingin bertemu denganmu"-celetuknya sambil berbisik-

"Siapa?!! Wahhh....parah nih? Kamu mau jadi Mak comblang gitu yaa? Eh...Pak comblang maksudnya"-ucapnya sambil terkekeh pelan-

"Lama-lama aku makan juga kamu!!"-menatap lekat wajah Serena-

Sementara itu, keluarga Serena menginap di rumah Narendra untuk sementara waktu. Keduanya berharap bisa bertemu dengan gadis kecilnya yang sudah lama terpisah karena urusan pekerjaan.

Naresh meminta putranya untuk bisa membujuk gadis itu bertemu dengan orang tuanya. Hanya saja dalam hal ini, Naresh tidak berharap banyak bisa membantu karena juga belum pernah bertemu dengan putri Jayden.

"Aku tidak bisa berjanji untuk hal ini! Aku sendiri belum pernah bertemu dengan putrimu"-jelas Naresh pelan-

"Tidak masalah, yang penting aku bisa melihat wajahnya meskipun sebentar"-ucap Jayden dengan penuh harap-

"Aku akan meminta Narendra untuk mengajak putrimu datang kerumah ini"-celetuk Naresh tersenyum lebar-

"Apa Rena masih mengenaliku yaa?"-ucap Lysa dengan lirih-

"Pasti dia masih mengenali dirimu, kamu kan ibunya"-jelas Laras sambil menggenggam erat tangan sahabatnya-

Selesai belanja Narendra mengajak Serena untuk makan bersama dengannya, namun gadis itu menolak keras. Dia lebih memilih untuk memasak di rumah dan makan dirumah saja. Akhirnya Narendra setuju dengan hal itu, dirinya menemani gadis kecil itu memasak dirumah dan keduanya makan bersama.

"Cantik...besok ikutlah denganku sebentar! Ada hal yang harus kamu tahu"-jelas Naren sambil menatap lekat Serena-

"Sepenting itu yaa?!"-ucap Serena sambil tersenyum tipis-

"Kenapa nggak ajak kekasih kamu aja?!"-lanjutnya lagi sambil tertawa lebar-

"Kamu maksudnya?! Hemm?"-celetuk Naren sambil tersenyum tipis-

"Siapa juga yang mau punya kekasih galak, posesif, mana nyebelin banget lagi!!'-jelas Serena dengan ketus-

"Oh yaaaa!! Hanya ada satu perempuan di hatiku! Jika aku punya kekasih"-ucap Naren menatap lekat-

Narendra menatap sekilas wajah gadis itu dan tersenyum tipis, dari awal dirinya bertemu sampai saat ini dirinya entah kenapa selalu ingin menjaga dan selalu ingin ada di dekatnya.

"Pakai mantra apa anak ini?! Bisa lengket begini sama dia"-gumamnya sambil tersenyum tipis-

"Kenapa kamu?! Kesurupan selada?!"-celetuk Serena asal-

"Serenaaaa"-mencium bibir gadis itu sekejap-

"Ngomong lagi coba?! Aku mau dengar!!"-ucap Narendra serius-

"Nggak jadi!! Males!!"-ucap Rena ketus dan berlalu pergi-

Keesokan harinya keluarga Narendra sudah menyiapkan makanan untuk pertemuan kedua keluarga dan juga untuk bertemu dengan Serena untuk pertama kali setelah berpisah sekian tahun lamanya.

Narendra sengaja menginap dirumah Serena, padahal rumahnya sendiri ada di sebelah rumah Serena. Dirinya tidak mau jika gadis itu kabur dan tidak jadi pergi dengannya.

"Baru bangun Cantik?"-sapa Naren dengan lembut-

"Kamu lagi?! Huft"-menghela nafas panjang-

"Kenapa?! Sini...sini...aku peluk"-menarik lembut tangan Serena dan memeluknya erat-

"Nggak bisa nafas akuuuu!!"-celetuk Serena kesal-

"Nanti aku kasih nafas buatan untukmu"-jawab Naren sambil tertawa kecil-

Setelah membujuk beberapa kali akhirnya Serena mau juga untuk ikut bersama dengan dirinya ke acara keluarga di rumahnya. Sepanjang perjalanan gadis itu lebih banyak diam dan tak banyak bicara seperti biasanya.

"Kamu sakit?! Hemmm?"-membelai rambut panjang Serena-

"Nggak!! Ngapain sih ikutan acara keluarga kamu?!"-ucapnya dengan ketus-

"Supaya kamu kenal dengan orang tuaku"-jelasnya sambil tersenyum manis-

"Ishh...males banget sih!! Menyebalkan!!"-menyilangkan kedua tangannya-

Sekitar 3 jam, mereka sampai juga dirumah kelurga Pradipta. Narendra menggenggam erat tangan Serena yang nampak gugup, gadis itu hampir menolak untuk masuk ke dalam rumah.

Melysa dan Jayden tak sabar untuk bertemu dengan putri tunggalnya itu, mereka juga sudah menyiapkan hadiah spesial untuk Serena.

"Aku sangat gugup sekali Sayangg"-ucap Lysa khawatir-

"Tenang saja Lysa...pasti putri cantikmu juga rindu dengan kalian berdua"-jelas Laras menenangkan-

"Ma...Pa...? Aku datang!"-celetuk Narendra dingin-

Sedangkan gadis itu berlindung di belakang badan tinggi Narendra, Serena memegang erat bajunya dan tak mau memperlihatkan wajahnya di depan semua orang yang ada di rumah itu.

"Tidak apa Cantik! Tenang saja! Ada aku disini"-jelas Narendra dengan lembut sambil menggenggam tangan kecil Serena-

"Renaaa....ini Mama dan Papa Sayanggg"-ucap Lysa dengan lembut-

"Siapa?! Mamaaa....bukanya masih di luar negeri ya?"-gumamnya pelan dan semakin erat menggenggam tangan Narendra-

"Dengarkan aku! Kamu aman disini...okee"-mengusap lembut pipi Serena-

"Kalau mereka macam-macam denganmu! Aku yang akan mengurusnya"-jelas Naren tersenyum tipis-

"Serius itu Mama dan Papaku?!"-ucap Serena dengan polosnya-

"Lihat dulu sebentar, oke Cantik?"-mengelus rambut Serena-

Akhirnya Serena mau melihatkan dirinya di hadapan orang tua Narendra dan juga kedua orang tuanya. Dengan sedikit gugup, gadis itu masih memegang erat lengan baju Narendra.

"Hai Cantik...pasti kamu Serena yaa?"-sapa Laras dengan antusias-

"Iya Tante"-jawabnya singkat sambil tersenyum tipis-

"Renaaaa....ini Mama Sayanggg"-ucap Lysa dengan lembut-

"Mama?!"-celetuk Serena terkejut-

"Itu beneran Mama?!"-gumamnya pelan sambil menatap lekat-

"Kapan mereka datang?! Kenapa selama ini tidak pernah menghubungi diriku?!"-gumamnya sendiri-

Narendra menyadari perubahan ekspresi gadis itu, sontak langsung mendekapnya erat dan membelai rambut panjang Serena.

"Kalau belum siap bertemu tidak apa Cantik"-ucap Naren lembut-

"Mau pulang aja Pak Tua"-celetuk Serena pelan-

"Baiklah kalau begitu, aku antar pulang"-jawabnya tersenyum tipis-

"Pak Tua?!"-gumam Naresh menahan tawa-

Mendengar putranya di panggil Pak Tua oleh putri sahabatnya membuat dirinya menahan tawa, pasalnya tak ada yang berani dengan putranya itu. Terlebih yang mengincar putranya karena apa yang dimiliki oleh putranya itu, tidak benar-benar karena bisa menerima satu sama lain.

"Pantas saja Naren betah dengan anak itu"-gumamnya pelan sambil melirik Jayden-

"Naren...bawa dia pulang saja! Sepertinya dia belum siap bertemu dengan Jayden dan Melysa"-jelas Naresh lembut-

"Tumben lembut kalau ngomong?! Biasanya dingin?!"-cibir Naren tertawa lebar-

"Diam kamu Pak Tua!!'-balas Naresh tersenyum tipis-

Spontan Narendra bawa pulang gadis itu kembali ke rumah, sebelumnya Naren mengijinkan orang tua Serena untuk datang kerumah itu dengan memberi tahu dirinya terlebih dahulu.

"Besok mereka akan datang kesini"-jelas Naren lembut-

"Oke...baiklah"-jawab Serena singkat-

"Kamu marah Cantik?"-menatap lekat wajah Serena-

"Nggak ada energi buat marah"-jelas Serena pelan-

Narendra tertawa kecil melihat ekspresi wajah Serena kesal, dengan sabar dirinya menjelaskan kejadian yang sebenarnya tentang Mama dan Papa nya. Tak ada reaksi apapun dari gadis itu, hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis.

"Besok aku temani saat mereka datang kesini, oke Cantik?"-menatap lekat Serena-

"Nggak usah....aku bisa hadapi sendiri"-jelas Serena datar-

"Kamu yakin?! Aku nggak percaya"-celetuk Naren tersenyum tipis-

"Kenapa?! Takut kalau aku marah-marah dengan mereka?!"-ucap Serena sambil bersandar di sofa-

Tiba-tiba saja Narendra memeluk erat tubuh mungil Serena, dirinya tak mau melepaskan gadis itu dari dekapannya.

~Mulai suka nih Pak Tua! Hati-hati Ser....wkwkwkwk~🤭

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!