NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.

Setelah puas menikmati waktu berdua di hotel yang menyimpan begitu banyak kenangan bagi mereka, Sultan dan Kahiyang akhirnya memutuskan untuk pulang. Keduanya merasa sudah cukup menikmati hari-hari pertama sebagai pasangan suami istri. Hotel itu akan selalu menjadi tempat yang istimewa bagi mereka—tempat di mana banyak hal dalam hubungan mereka berubah, termasuk sebuah malam yang membuat mereka saling memiliki seutuhnya.

Menjelang siang, keduanya pun meninggalkan kamar. Sultan menggenggam tangan Kahiyang erat. Sepanjang koridor menuju lift wanita itu sesekali menoleh dan tersenyum kecil menatap suaminya. Wajahnya masih menyimpan rona malu setiap kali teringat momen intim selama mereka menginap di sana.

"Kenapa?" tanya Sultan sambil mengusap pucuk kepala sang istri -- merasa gemas dengan tingkahnya.

Kahiyang menoleh ke arah Sultan lalu menggeleng cepat. "Oh...nggak ada," ucapnya seraya mengimbangi langkah lebar suaminya.

Sesampainya di lobi, Ardan sudah menunggunya di depan pintu bersandar pada mobil. Begitu melihat Sultan, pemuda itu langsung menyapa, "Selamat pagi, Mas."

"Pagi..." jawab Sultan, tangannya terulur menyerahkan tas barang bawaannya.

Dengan sigap Ardan mengambil alih, barang bawaan atasannya memasukkan ke dalam bagasi.

Kahiyang memperhatikan interaksi mereka dengan sedikit mengernyit. "Sejak kapan kamu memesan taksi, Raf? Kok, aku nggak tahu?"

"Tadi pada saat selesai sarapan," jawab Sultan santai. "Kita masuk, yuk," ajaknya kemudian, seraya membukakan pintu buat sang istri.

Tanpa bertanya lebih lanjut Kahiyang pun masuk ke dalam. Setelah memastikan istrinya duduk dengan nyaman, Sultan segera menyusul dan duduk di samping wanitanya.

Melihat keduanya sudah duduk dengan nyaman, perlahan Ardan mulai menjalankan mobil meninggalkan lobi Hotel Rafsanjani.

Sepanjang perjalanan, tak ada percakapan yang berarti. Kahiyang lebih tertarik menikmati pemandangan di luar jendela. Sementara Sultan dan Ardan hanya sesekali berkomunikasi lewat mata melalui kaca spion. Namun, sesaat kemudian dirinya seolah baru menyadari sesuatu. Lalu dengan gerakan cepat dia meraih tubuh mungil Kahiyang, mendudukkannya di atas pangkuan -- memeluknya dan menyembunyikan wajah sang istri pada ceruk lehernya.

"Ada apa? Kenapa begini...malu dilihat Pak Sopir." Kahiyang yang terkejut dengan tindakan suaminya yang tiba-tiba itu, berusaha memberontak.

"Sst...diamlah. Aku hanya mencoba menyelamatkanmu dari mata pemangsa," jawab Sultan.

"Hahhh... apa maksudnya? Ini kan, di dalam mobil, siapa yang akan memangsaku?" tanya Kahiyang bingung.

Sultan tidak menjawab, malah semakin mengeratkan pelukannya posesif.

Ardan tak kuasa menahan senyumnya, melihat tingkah atasannya tersebut.

"Ngapain senyum-senyum?" tanya Sultan dengan ketus. "Matanya lihat ke depan nyetir yang benar. Jangan melihat sesuatu yang haram untuk dilihat!"

Kahiyang yang fokus melihat ke belakang tak terlalu memperdulikan apa yang terjadi. Namun, semakin lama, keningnya mulai berkerut. Jalan yang mereka lewati terasa begitu asing baginya.

"Raf," panggilnya pelan.

"Ada apa, hmmm?" jawab Sultan lembut.

"Ini kan, bukan jalan menuju rumah orangtuaku," kata Kahiyang sambil terus memperhatikan jalanan.

Sultan hanya tersenyum kecil. "Memang bukan."

Wanita itu langsung mengangkat kepala dan menatap suaminya. "Terus kita mau ke mana?"

"Nanti kamu akan tahu," sahut Sultan sambil menatap istrinya misterius.

Kahiyang mengernyit bingung. Akan tetapi, saat dirinya ingin bertanya lebih lanjut, mobil yang ditumpanginya memasuki sebuah kawasan perumahan. Kahiyang memperhatikan lingkungan di sekitarnya dengan rasa penasaran yang semakin besar.

Hingga akhirnya mobil berhenti di depan sebuah hunian yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak kecil dengan halaman ditumbuhi tanaman bunga warna-warni dan tertata rapi dalam pot.

Ardan segera turun lebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk atasannya.

Sultan menurunkan Kahiyang dari pangkuannya. "Ayo, turun."

Kahiyang menurut, ia bergegas turun disusul Sultan di belakangnya. Begitu sudah berada di luar mobil pandangannya langsung tertuju pada rumah dua lantai sambil mengerjapkan mata berkali-kali.

Sementara Sultan menatap Ardan dengan pandangan tajam. "Urusan kita belum selesai!" ujarnya, lalu menggandeng tangan Kahiyang mengajaknya menuju ke rumah.

Ardan hanya terkekeh kecil sambil menggelengkan kepala. "Punya istri membuatnya berubah seperti kucing baru beranak."

"Ini...rumah siapa, Raf?" bisik Kahiyang pada sang suami.

"Nanti kamu akan tahu," jawab Sultan tenang.

Kahiyang mengerucutkan bibir. "Dari tadi jawabannya itu terus."

Sultan tak menjawab, dia justru makin mengeratkan genggaman tangannya.

...

Sementara itu, di dalam rumah, Tuan Bahtiar dan Nyonya Kirana tampak tersenyum-senyum melihat rekaman video kamera dashboard yang dikirim Ardan.

"Lihat deh, Pa. Betapa posesifnya putra kita," kata Nyonya Kirana. "Baru istrinya dilirik gitu aja, reaksinya sudah macam anak kecil yang mainan direbut temannya.

"Buah jatuh nggak jauh dari pohonnya," tukas Tuan Bahtiar sambil tersenyum bangga.

Puspa yang duduk tak jauh dari mereka merasa penasaran, lantas mendekat. "Maaf, Om, Tante. Lagi lihat apa sih, kelihatannya seru banget?"

Nyonya Kirana tersenyum lebar, lalu menyodorkan ponselnya memperlihatkan video tersebut.

Netra Puspa langsung membulat sempurna melihat sikap kakak iparnya yang sangat bucin akut pada kakaknya. "Oh, ya Tuhan...! Kak Rafa sweet banget, sih!" pekiknya menarik perhatian Andini.

Ibu satu anak itu menutup mulutnya dengan pandangan berbinar. "Astaga, mereka uwu banget, ya?"

Kemudian, di tengah keseruan itu terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.

"Itu sepertinya mereka datang," kata Tuan Bahtiar.

"Ayo, kita sambut," timpal Nyonya Kirana.

Kedua pasangan paruh baya itu segera berdiri dari duduknya menghampiri pintu dan membukanya.

Mata Kahiyang seketika tertuju pada kedua mertuanya yang berdiri di hadapannya

"Mama... Papa...?"

Nyonya Kirana tersenyum lebar. Di sampingnya berdiri Tuan Bahtiar. Wanita itu langsung memeluk menantunya. Belum sempat Kahiyang bertanya, dari dalam rumah muncul Pak Andika dan Bu Arimbi.

"Papa... Mama...?"

Kahiyang semakin terkejut ketika melihat kedua adiknya ikut berdiri di sana sambil menggendong anak-anak mereka.

"Kok, kalian semua ada di sini?" tanyanya seraya melepaskan pelukan ibu mertuanya.

Bu Arimbi segera menghampiri putrinya dan memeluknya erat. "Kami memang menunggumu, Ay."

Kahiyang membalas pelukan ibunya. Namun, setelah melepaskannya, pandangan wanita itu lantas tertuju kepada Sultan sembari mengerutkan kening. "Raf... sebenarnya ini rumah siapa?"

Pria itu menggaruk pelipisnya lalu tersenyum canggung, "Ini rumah kita, Ay."

"Rumah... kita? Sejak kapan kamu mempersiapkan semua ini?" tanya Kahiyang seolah masih belum sepenuhnya percaya.

"Sejak eyang memintaku menikahimu, aku langsung menyiapkannya untuk tempat tinggal kita," jawab Sultan santai.

Kahiyang terdiam beberapa saat. Ada rasa haru yang perlahan memenuhi dadanya. Ia sama sekali tidak menyangka Sultan telah mempersiapkan sebuah rumah untuk mereka tanpa pernah mengatakan apa pun padanya. Wanita itu tersenyum kecil. Jemarinya kemudian menggenggam erat tangan Sultan.

"Jadi setelah dari hotel, kamu memang sengaja membawaku ke sini?"

Sultan mengangguk sambil tersenyum. "Hu'um. Karena aku ingin memberimu kejutan."

"Terima kasih," ucap Kahiyang tulus, netranya berkaca-kaca.

Sultan membalas genggamannya. "Sama-sama, Ay. Kamu istriku, apa pun akan aku lakukan untukmu."

Tuan Bahtiar yang sejak tadi memperhatikan keduanya akhirnya tersenyum. "Ya sudah, sekarang masuklah. Kalian pasti lelah."

Nyonya Kirana ikut menyahut, "Benar. Kami juga ingin melihat bagaimana reaksimu setelah melihat isi di dalam rumah ini."

Kahiyang tertawa kecil. Ia kemudian memeluk lengan Sultan lalu masuk ke dalam rumah tersebut. Hari itu, mereka bukan hanya meninggalkan hotel yang penuh kenangan, tetapi mereka juga melangkah menuju tempat baru untuk memulai kehidupan mereka sebagai suami istri.

1
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ditendang keluar anton,sdh berani megoda istri bos🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
cari mati si Anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
👍👍 moomz
Nar Sih
ahir nya sdh jls sdh terungkap
Oma Gavin
waduh anton kamu cari mati hbs ini kamu langsung dipecat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa dia oma😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor makin seruu dan bikin penasaran....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya mbak, ini lagi nulis🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ketinggalan 3 bab ... biasa ada kerjaan dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah🫰
total 3 replies
Patrick Khan
nah kan kayang tau jg😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biarinlah tahu. 😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
😂😂😂
ayang baru sadar kalo Rafa itu CEO, kamu aja shock apalagi nanti keluarga besar mu,🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ah, betul betul betul😂
total 1 replies
Nar Sih
lha baru nyadar ayang😂😂klau suami mu ceo ,buruan kejar tanya yg sebnr nya biar gk kmu gk bingung
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener😂
total 1 replies
Nar Sih
pasti suami mu sng dgn servis mu ayang ,jdi tmbh syg nih sultan dgn istri cantik nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm🫰
total 1 replies
Esther
Ikuti sana suamimu Kahiyang biar sama2 terkejut😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!