NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Apa kau telah membuang rahimmu?" tanya William.

Tatapan Akila datar, ia menatap William tanpa ekspresi.

"Jawab aku Akila!" Ucap William lagi.

Akila berhenti menatap William, ia menatap ke arah lain lalu mengangguk kecil.

"Ya, aku membuang rahimku." Bohong Akila.

Detik itu juga emosi William muncul.

Tubuh Akila didorong cukup kasar hingga punggungnya bersentuhan dengan sisi dinding.

Tangan William ada di leher Akila, ia mencekiknya membuat Akila sulit bernafas.

Akila berusaha menjauhkan tangan William tapi William malah semakin kuat mencekik Akila.

"Akhh!" Akila semakin kehilangan nafasnya, wajahnya memerah sampai akhirnya William melepaskan cekikan itu.

Akila terduduk ke lantai, sikapnya tak akan pernah berubah.

"Kau membuatku kesal Akila! Jangan makan apapun hari ini, jika aku melihatmu makan maka aku akan memasukan racun yang membuat lebih sulit bernafas dari sekedar cekikan." Ancam William.

William menarik kasar tali infus yang ada di tangannya.

"Kau tak boleh keluar dari ruangan ini! Jika kau kabur dariku, maka jangan salahkan jika aku akan menghilangkan fungsi kerja kakimu Akila." ancam William.

William pergi dengan kemarahannya, ia membiarkan Akila di ruang rawat itu seorang diri.

Akila tak mau menangis, tapi air matanya jatuh begitu saja.

Sikap William selalu menakuti nya sejak dulu.

'Aku akan selalu membencimu William!' ucap Akila membatin.

---

Pada akhirnya tujuan William adalah taman rumah sakit, ia duduk disana dengan mata terpejam. Memikirkan apa yang sedang ia pikirkan adalah hal paling membuatnya ingin marah.

Jika Akila tak lagi punya rahim maka William tak akan bisa meminta seorang Anak laki-laki dari Akila.

"Sialan!" Umpat William dengan perasaan yang sangat marah.

Mau sekuat apa ia berpikir, benihnya tak akan tumbuh sekalipun ia meniduri Akila.

Amarahnya tak juga luntur sampai sebuah bola menggelinding ke kaki William.

Mata William terbuka, kepalanya menunduk melihat bola yang mengganggunya itu.

"Kembalikan padaku, ini bola milikku." Ucap seorang Anak perempuan.

Langkahnya berlari lalu menunduk hendak mengambil bola itu tapi kaki William sudah lebih dulu ada di atas bola itu.

Kepala Anak itu mendongak membuat matanya bertemu dengan William.

Akila!

Ya, itu yang lebih dulu teringat dalam pikiran William.

Bocah kecil itu adalah Akila versi sachet.

"Apa yang kau lakukan? Apa kau menginginkan bola milikku?!" Tanya Anak itu, nada suaranya begitu dingin sedangkan tatapannya sangat datar.

"Jauhkan kakimu, bolaku akan meledak menahan berat kakimu. Uncle jelek!" Ucapnya lagi.

Siapa lagi kalau bukan Athena, dia dengan semangat mengebu-gebu ingin mengajak William adu kekuatan.

"Kau..."

Athena bangkit berdiri, kepalanya dengan sengaja menghantam wajah William.

Bugh!

Shit! Sakitnya luar biasa, hidung William seperti akan mengeluarkan darah.

"Akh! Jahat sekali! Puncak kepalaku sakit! Uncle ini bukan manusia kan?!" Tanya Athena dengan mata yang sudah berair.

Athena mendekati William, tatapan matanya terus saling menyatu membuat William yakin betul bahwa yang ada di hadapannya saat ini adalah Akila kecil.

Wangi bayi yang menyegarkan, tubuhnya mungil bahkan wajah yang cantik tak berlebihan itu sungguh perpaduan yang hebat.

"Siapa namamu?" Tanya William hendak mengulurkan tangannya saat air mata Athena jatuh.

Tapi Athena lebih dulu menepis tangan William sebelum sampai ke wajah cantik Athena.

"Uncle bukan manusia kan?! Hidung Uncle seperti batu, puncak kepalaku seakan ingin rusak karena menghantam hidungmu! Aku yakin kalau kau..."

"Siapa kau?" Tanya William akhirnya.

William tarik tangan mungil itu, semakin dilihat wajah Athena semakin mirip Akila.

Tidak! Mungkin itu benar-benar Akila versi kemasan sachet.

Mata William tak berhenti menatap wajah Athena membuat tatapan milik Athena semakin ingin memukuli kepala William.

Athena teringat seperti apa William merebut Akila darinya.

"Jadi sebutlah namamu." Ucap William.

"Tidak mau! Kau kasar sekali padaku, aku benci dengan orang yang kasar. Kau pikir kau tampan? Tidak! Kau itu jelek, wajahmu membosankan." Ucap Athena yang dengan terang-terangan menghina William tanpa ragu.

Sejak tadi juga William merasakan kalau Anak itu tak suka padanya.

Mata William mengamati Athena, wajah milik Athena ini menggemaskan di mata William.

William seperti melihat Akila versi mini yang lebih pandai mendebatnya.

"Apa kau mau es krim?" Tanya William.

"Tidak sudi! Kau akan membuat gigiku rontok Uncle! Aku akan lebih dulu membuat rambutmu rontok!" Ucap Athena membuat jemari mungil itu menjambak rambut William.

Athena menjambak sambil menangis karena rindu pada Akila.

Sosok yang saat ini ada di dekatnya adalah William, pria yang merebut Akila dari mereka.

'Uncle jahat! Uncle jahat, kembalikan Mommyku! Kau merebut Mommy ku dari kami, William!' ucap Athena membatin, tangannya tak akan berhenti kalau William tak menjauhkan tangan mungil Athena dari kepalanya.

"Jangan nakal, kau masih kecil. Kau..."

Tangis milik Athena makin kuat membuat William kebingungan menenangkan Athena.

"Uncle jahat! Tolong ada Uncle jahat!" Ucap Athena berontak di pangkuan William, ia menendang angin mau pergi saja karena sudah dapat helaian rambut dari kepala William.

Detik berikutnya William tersadarkan atas bekas operasi yang ia lihat di perut Akila.

Apakah mungkin itu bekas operasi karena melahirkan? Ya, William yakin. Dia bodoh, William mengakui dirinya bodoh.

Tak ada di dunia ini orang yang begitu mirip seperti copy paste.

Lebih dulu Athena turun menjauh dari William, tangisnya masih terdengar.

Bola itu diambilnya dari dekat William.

Saat Athena mau pergi, bahunya tampak ditahan oleh William.

"Siapa namamu?" Tanya William.

Athena memberikan tatapan tajam pada William.

"Athena! Namaku Athena!" Ucap Athena dengan kesal.

Athena pergi sambil menghentakkan kakinya.

---

Di sebuah taksi Athena tak berhenti menangis, tangan Atheos terulur membukakan permen lolipop untuk Athena.

"Jangan menangis lagi." Ucap Atheos memasukan permen itu ke mulut Athena.

Tangisnya berhenti seketika, Athena menikmati permen yang ia sukai itu.

"Pintar sekali, tugasmu selesai hari ini. Setelah ini kau boleh tidur dan berhenti menangis." Ucap Atheos.

Athena menoleh ke samping.

"Jadi kapan kita bertemu dengan Mommy? Aku rindu sekali Atheos, aku mau tidur sambil dipeluk Mommy." Ucap Athena.

Atheos mengukir senyum.

"Mungkin nanti malam." Singkat Atheos membuat mata Athena berbinar penuh girang.

"Kau serius? Ini serius kita malam ini bisa bertemu Mommy?" Tanya Athena.

"Hmm, jika berjalan dengan lancar maka kita akan bertemu dengan Mommy." Ucap Atheos meyakinkan.

Athena percaya, punggungnya mulai bersandar dengan tenang. Ia kembali menikmati permen pemberian Atheos. Tangisnya sudah tak ada lagi.

'Aku tak sabar bertemu Mommy.' ucap Athena tersenyum, ia membatin penuh kebahagiaan yang mulai membuncah.

---

Malam itu - Rumah Sakit.

William masuk ke ruang rawat itu, ia temukan Akila terlelap di sofa. Perempuan itu benar-benar belum makan sama sekali, langkah William pelan. Ia menyapa wajah Akila dengan usapan lembut. Di sisinya ada seorang Dokter perempuan.

"Lihat saja bagian perutnya, periksa dengan benar bekas operasi apa yang ada disana." Ucap William.

Dokter itu mengangguk, ia mendekati Akila lalu menunduk.

Baru saja hendak mengangkat baju itu, lebih dulu mata Akila terbuka. Akila langsung bangkit duduk.

"Apa-apaan kalian?!" Marah Akila panik melihat seorang Dokter yang akan memeriksa keadaan perutnya.

Tangan Akila langsung dicekal oleh William.

"Tunjukan bekas operasi itu Akila, aku mau memastikan sesuatu!" ucap William.

"Tidak! William sakit!" Ucap Akila yang langsung bangkit berdiri, tangannya dicekal oleh William.

Deru nafas memburu Akila terdengar, apa yang akan terjadi kalau Dokter itu mengatakan bahwa bekas luka operasi di perutnya adalah bekas dimana ia pernah melahirkan di masa lalu.

William menarik tangan Akila, tubuh Akila ia bawa ke atas ranjang rumah sakit itu.

"Kau yang memintaku memaksa Akila!" Ucap William.

William memegang kedua tangan Akila yang berontak, perut milik Akila akhirnya terlihat oleh Dokter itu saat bajunya tersingkap naik.

"Apa itu bekas operasi Caesar?" Tanya William.

"Hm, benar Tuan." Ucap Dokter itu.

Tubuh Akila melemah, ia tak mau pada akhirnya William tahu segalanya.

William terdiam, ia meminta Dokter itu pergi melalui kode tangannya.

Tangan William terkepal setelah beberapa saat. Suara William muncul.

"Kau mau balas dendam ya padaku?" Tanya William pada Akila yang saat ini diam di ranjang itu.

Keadaan Akila ini jelas panik.

"Athena, apakah dia adalah nama Putri yang kau lahirkan?" Tanya William membuat Akila langsung duduk.

Tangan Akila mencengkram pakaian William.

Amarah itu tiba-tiba saja muncul, Akila cemas jika William malah akan melukai Anak-anaknya.

"Apa yang kau lakukan?! Aku akan membunuhmu jika kau mengusik Putriku!" Marah Akila seketika muncul.

Tawa kecut William terdengar, Akila baru saja mengakuinya.

"7 tahun lebih kau kabur Akila, dan kau pandai sekali membawa benihku. Beraninya kau padaku Akila." Ucap William tampak geram.

Air mata Akila langsung jatuh.

"Kau lupa siapa yang menciptakan luka untukku? Kau menyiksaku William! Kau menghancurkan hidupku, kau memperlakukanku dengan sangat rendah!" Ucap Akila menggebu-gebu.

Akila tak terima jika William menyalahkan dirinya padahal semua terjadi karena William yang membuat luka besar untuknya.

Air mata Akila tak berhenti jatuh.

"Ah begitu ya? Jadi kau mau bebas dariku hm? Ya sudah Akila, pergilah. Pergi sejauh mungkin dan aku pastikan Anak itu akan ada bersamaku. Kau tak akan pernah melihatnya lagi!" Ucap William.

Akila menggeleng.

"Tidak! Tidak! Dia Putriku, dia hanya Putriku. Athena hanya putriku, dia bukan Putrimu!" Tegas Akila.

"Aku akan mendapatkannya dan aku yang akan mencari tahu kebenarannya sendiri, dia Putriku atau Putri orang lain." Ucap William.

William menjauhkan tangan Akila yang hendak menangkapnya, tapi lebih dulu William tepis.

"Lihatlah Akila, kau yang akan menangis meminta kembali padaku. Percayalah, bukan aku yang mencarimu!" Ucap William.

William pergi begitu saja membiarkan Akila menangis sejadi-jadinya.

Tidak! Ini takdir yang mengerikan bagi Akila, bagaimana bisa William tahu tentang Athena? Sungguh Akila sangat cemas dan frustasi di waktu yang sama.

---

Akila melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit itu, namun tiba-tiba tangannya diraih oleh seseorang.

Kiara, dia adalah Kiara.

Tatapannya begitu senang saat mendapatkan Akila kembali.

"Akila, akhirnya kita kembali bertemu." Ucap Kiara membuat Akila hendak menarik tangannya dari Kiara tapi lebih dulu Kiara masuk dalam pelukan Akila.

"Aku merindukanmu Akila, aku sangat merindukanmu. Aku bersyukur kita bisa kembali bertemu." Ucap Kiara memperdalam pelukan itu.

Akila sudah mengakhiri segalanya dengan Keluarga Mason sejak dirinya menjadi tameng atas kecelakaan yang menyebabkan seseorang menjadi korban.

Akila dengan kasar mendorong pelukan itu.

"Kau dan aku bukan siapa-siapa! Itu faktanya. Kau bahkan bukan Keluargaku! Aku sudah mengakhirinya sejak lama!" Tegas Akila membuat tangan Kiara terkepal.

Tidak! Kiara merasa tak terima saat Akila berucap seperti itu.

"Akila jangan bicara seperti itu, aku dan kau adalah satu kesatuan. Jika aku sakit, kau pun harus merasakan sakit yang sama denganku. Kau adalah bagian..."

"Hentikan! Aku adalah aku! Aku bukan kau, apalagi yang kedua untukmu. Aku bukan Adikmu. Aku Akila, jangan membuat hidupku muak Kiara!" Kesal Akila membentak Kiara.

Akila tak memanggil Kiara dengan sebutan Kakak lagi.

Kiara hendak membawa tangan Akila padanya tapi lebih dulu Akila tepis kasar tangan Kiara.

"Aku bukan lagi bayanganmu lagi Kiara. Aku kini sudah hidup menjadi diriku sendiri!" Tegas Akila.

Usai mengatakan itu Akila tampak pergi. Ia berlari untuk menjauh dari sana, Akila tak akan sudi tertangkap oleh keluarga Mason lagi.

Akila mau bebas, ia punya kehidupan sendiri dan hidupnya bukan tentang orang lain tapi tentang ia dan Anak-anaknya.

---

Di Mansion besar milik William , terlihat dua Anak duduk diam di sofa itu.

Salah satu penjaga disana sudah memberikan kabar pada Reno hingga saat ini Reno dan William ada diperjalanan menuju pulang.

Bagaimana mungkin ada dua Anak langsung yang datang ke kediaman milik William, ini konyol. Kedatangan mereka hanya mau mencari Akila.

Mobil itu berhenti, William tergesa-gesa turun dari mobilnya lalu masuk ke Mansion besar miliknya.

William terdiam, langkah itu terhenti saat matanya bertemu dengan dua Anak yang lucu-lucu. Lebih tepatnya mereka cantik dan tampan.

Athena bangkit lebih dulu, langkahnya menghampiri William.

"Dimana Mommy kami?" Tanya Athena, masih saja tatapan itu memusuhi William.

William menunduk, ia masih tak bisa mencerna apa yang sedang terjadi ini. Terlihat pula Reno sampai menutup mulutnya tak percaya.

Bukan hanya Athena saja yang saat ini mirip Akila, tapi Anak laki-laki di sana mempunyai wajah yang sungguh mirip dengan William.

Athena menarik ujung jas William.

"Mommy mana?!" Tanya tangan kecil itu.

"Siapa nama Mommy mu?" Tanya William.

Bukan Athena yang menjawab, tapi Atheos.

"Akila Georgina. Dia adalah Mommy kami, kedatangan kami ingin merebut kembali Mommy kami." Ucap Atheos dengan tegas mengklaim Akila adalah milik mereka.

"Mommy hanya milik kami, kembalikan Mommy padaku." ucap Athena.

Rahang William mengeras, ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Tangan William hendak menggendong Athena tapi lebih dulu Athena menarik tangannya dari William, ia kembali ke arah saudara laki-lakinya.

"Aku tak mau disini, aku mau pergi. Aku tak mau bersama pria jahat ini, mau Mommy. Mau Mommy." Rengek Athena.

Atheos meraih tangan Athena lalu menggenggamnya.

"Hm, kita pergi saja dari sini. Mommy pasti cemas, ayo cari Mommy." Ajak Atheos.

William menghalangi langkah dua Anak itu.

"Kalian tetap disini." Ucap William yang masih terkejut.

Ini seperti mimpi, apa mungkin dua Anak itu benar-benar benih miliknya dimasa lalu?

Rasanya William seperti orang bodoh karena terkejut.

Hingga tak lama setelahnya Anak perempuan itu menangis dengan keras membuat William dan Reno kebingungan.

"Mommy! Mau Mommy!" Rengek Athena yang semakin mendramatisir tangisnya.

Atheos memilih diam, ia biarkan Athena menangis agar William frustasi.

William akhirnya semakin mendekat.

"Tenanglah, Mommy mu..."

"Aku mau Mommy! Aku mau Mommy detik ini juga!" Ucap Athena membuat William menghela nafasnya lelah.

"Ya, baiklah. Tetap disini, aku akan mendapatkan Mommy kalian." Ucap William.

"Jaga mereka, jangan biarkan mereka pergi." Ucap William.

Reno mengangguk patuh.

"Baik Tuan." Balas Reno.

William pergi dari sana, ia segera mengemudi mobilnya dengan cepat. Ia bahkan melupakan rasa sakit di perutnya.

Apa ini? Kenapa rasa bahagia itu seperti meledak di hati William? Apa karena Anak-anak itu?

William begitu yakin kalau dua Anak kembar itu adalah benih miliknya dimasa lalu.

Mobil itu membelah jalan dengan kecepatan yang sangat laju.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!