NovelToon NovelToon
Ibu,Maaf Aku Harus Pergi

Ibu,Maaf Aku Harus Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Cuek Tapi Manis

Sejak kecil Husnan hanya memiliki satu impian: membahagiakan ibunya. Demi adiknya, ia rela kehilangan segalanya, bahkan harus berpisah dengan keluarga yang dicintainya. Bertahun-tahun kemudian ia kembali sebagai pria sukses. Namun yang menunggunya bukanlah pelukan hangat, melainkan seorang adik yang telah menjadi anak durhaka dan seorang ibu yang telah terlalu lama menangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cuek Tapi Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang yang menunggu Husnan

Husnan pun mengikuti langkah pak guru menuju ke ruang guru. Langkahnya pelan karena sejak keluar dari kelas tadi pikirannya dipenuhi pertanyaan.

“Siapa sih yang mau bertemu aku?” Gumamnya dalam hati.

Pak guru berjalan lebih dulu semetara Husnan masih mengikuti pak guru yang agak jauh darinya.

Sesampainya di depan ruang guru, pak guru berhenti.

“Masuk saja Hus orangnya di dalam,saya masih ada urusan “

“Baik pak makasih ya “

Husnan kemudian membuka pintu, di dalam ruangan terlihat beberapa guru yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dan di sebelah jendela ada seseorang yang memakai Hoodie dan masker hitam sehingga mukanya tidak terlihat.

Pria itu langsung berdiri ketika melihat Husnan.

“Kamu Husnan ?”tanyanya dengan suara berat.

“Iya pak “

Pria itu memperhatikan tubuh Husnan sesaat.

“Boleh kita bicara sebentar.”

Husnan semakin bingung.

“Boleh pak , tapi ada masalah apa pak dengan saya.”

Pria itu tidak langsung menjawab. Ia justru langsung duduk di kursi.

Husnan kemudian duduk di kursi hadapan pria itu.

“Saya mau menanyakan keberadaan Om Hendra.”

Mendengar nama om Hendra Husnan langsung terdiam.

“Om Hendra?”

“Iya “

“Memangnya ada apa masalah dengan om Hendra?”

Pria itu menatap Husnan dengan dingin.

“Kamu tinggal sama Hendra kan”

Husnan mulai tidak nyaman.

“Iya pak “

“Sudah berapa lama?”

“Baru 3 hari”

Pria itu mengangguk pelan.

“Saya sebenarnya tidak ingin melibatkan kamu dalam masalah dewasa.”

“Memangnya masalah apa pak , kok sampai harus mencari saya?”

Pria itu menatap Husnan dengan serius.

“Karena ada sesuatu yang harus kamu ketahui.”

“Apa itu pak”

Sebelum pria itu menjawab , seorang guru masuk dengan membawa beberapa buku.

Pria itu langsung menoleh ke arah guru itu.

“Untuk kali ini pembicaraannya sampai di sini dulu.”

“Lah pak , bapak belum jawab pertanyaanku.”

Pria itu tidak menghiraukan Husnan , ia langsung berdiri.

“Nanti kamu juga tahu sendiri.”

Husnan semakin bingung.

“Nama bapak siapa?”

“Namaku Arman”

Arman kemudian keluar dari ruangan.

Husnan masih terpaku di tempatnya.

“Arman , harus aku tanya Om Hendra nanti, sebenarnya apa sih sok misterius banget, cuih.”

Pak guru yang tadi mengantarkan kembali datang.

“Sudah Hus?”

“Sudah pak “

“Kalau sudah sana ke kelas lagi “

Husnan mengangguk dan berjalan keluar.

Namun sebelum meninggalkan ruang guru Husnan sempat melihat Arman yang sudah menjauh dari lorong sekolah.

Husnan merasa orang itu bukan datang hanya untuk sekedar bertanya tentang Hendra.

Sesampainya di kelas Husnan pun masuk dan menghampiri Bu guru.

“Terimakasih Bu sudah mengizinkan saya”

Bu guru mengangguk , “ ya sudah sana duduk lagi.”

Husnan pun berjalan ke bangkunya dan duduk.

Ia masih memikirkan kebenaran pria itu.

Setelah beberapa menit pelajaran pun berakhir.

Fajar dan Ferdi langsung menghampiri Husnan

“Heh Hus siapa tadi yang manggil kamu”

Husnan menggeleng.

“Aku juga tidak tahu”

“Lah kamu kok gak tahu? Ciri ciri wajanya bagaimana?”

“Aku juga gak tahu , dia pakai Hoodie dan masker item.”

Ferdi berusaha menenangkan Husnan.

“Halah paling orang gabut itu, jangan di pikirin”

“Tapi dia tahu Om saya , dia juga kayak menyembunyikan sesuatu.”

“Jangan di pikirin ya Hus , nanti kalau sudah di rumah tinggal tanya Om kamu.”kata Fajar.

“Ya sudah ayo kamu mau ke kantin gak?”

“Ayo lah, lagian ngapain mikirin orang yang baru pertama kali ketemu.”

Ferdi langsung menepuk pundak Husnan.

“Nah gitu , senyum dong”

Husnan pun tersenyum seakan sedang tidak ada masalah.

“Ayo kita berangkat…”

Mereka pun berjalan bersama menuju ke kantin.

Sementara itu di kantor Hendra , ponselnya kembali bergetar.

Sebuah pesan masuk.

“Aku sudah bertemu Husnan.”

Wajah Husnan langsung membeku, ia langsung meneliti pesan itu berharap dia salah baca.

Wajahnya berubah serius.

“jadi dia benar-benar datang ke sekolah, astaga mau jawab apa nanti sama Husnan.” Gumamnya pelan.

Hendra kemudian mengambil ponselnya dan mengetik balasan.

“Apa yang kamu tanyakan kepada Husnan?”

Namun tidak langsung di balas sama Arman.

Hendra memandang ponselnya menunggu balasannya.

Tak lama kemudian ponselnya berbunyi.

“Baru tanya sedikit, tapi Husnan sudah mulai curiga denganmu.”

Hendra terdiam, bingung mau jawab apa nanti sama Husnan.

“Jangan sampai Husnan tahu semuanya.”

Pintunya tiba-tiba ada yang mengetuk.

“Tok.. tok …tok..”

“Masuk saja” ucap Hendra.

Namun pintunya tidak kebuka.

“Bagaimana saya buka pak kalau pintunya di kunci”

Hendra langsung berjalan dan menggenggam gagang pintu , tapi sebelum membukakan pintu notifikasi pesan dari ponselnya kembali masuk.

“Kalau kamu mau semuanya aman nanti malam datang bersama Bambang.”

Hendra terdiam wajahnya semakin tegang.

Sesuatu yang ia selama ini sembunyikan akhirnya perlahan kebongkar.

Dan kali ini Husnan ikut terseret ke dalamnya .

1
the virtuso
saling support kak
Putry Chan
💪
Otna Forever
Siiip, lanjutkan
Obby Ilhamsyah: semangat nulis novelnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!