NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Ghazi

Mutiara Hati Ghazi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:47.4k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.

Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.

Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.

"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Bodyguard Biasa

Pagi ini Mutiara mulai bersiap untuk berangkat kuliah. Ia harus rajin masuk kuliah, Karena sebentar lagi ia akan menghadapi ujian skripsi.

Ujian ini adalah ujian yang paling ditunggu-tunggu oleh Mutiara sendiri, Kenapa? Karena usai ujian yang paling sulit ini, Mutiara akan menghadapi kelulusan.

Setelah dirinya lulus, Mutiara sudah menyimpan banyak rencana diotaknya. Entah mau kemana dia, Yang pasti Mutiara akan mencari kehidupannya sendiri. Ia akan membangun dunianya dan meraih kebahagiaan meski itu tanpa siapapun termasuk Papanya.

"Semangat Tiara, Kamu gadis yang hebat dan kuat.." Monolognya memberikan semangat untuk diri sendiri. Kalau bukan dia yang menyemangati diri sendiri lalu siapa lagi?

Dulu banyak yang menyemangatinya. Tapi sekarang, Siapa? Hanya Papa dan Bi Yani saja yang selalu memberikan dukungan terkuat untuknya.

Meski pun dua orang itu sayang padanya. Tetap saja Mutiara tetap ingin disayang oleh seluruh keluarga, Termasuk Mamanya.

Dia adalah seorang anak bungsu apalagi dia perempuan. Biasanya, Kebanyakan anak bungsu itu selalu dimanja dan dijaga dengan baik.

Selalu dilindungi, Diberi perhatian. Tapi dirinya?Jangankan untuk melindungi dan diberi perhatian, Meliriknya saja seolah tidak sudi.

Tak ingin semakin pusing dengan memikirkan keluarganya. Mutiara melanjutkan kegiatannya pagi ini.

Setelah selesai bersiap, Gadis cantik itu segera turun. Tentu saja dia akan pergi keruang makan untuk sarapan bersama dengan Papanya serta keluarganya.

"Selamat pagi.." Sapa Mutiara pada semuanya yang ada diruang makan itu. Senyum yang ia tebarkan seketika luntur begitu matanya melihat Jelita yang ikut duduk disana.

Sedang apa wanita jahat itu disini? Bukankah kemarin sudah pulang? Mau apa lagi dia sepagi ini ada disini.

Dan yang paling membuat Mutiara semakin kesal, Bukan hanya karena kehadiran wanita itu. Dengan tidak tahu dirinya, Jelita duduk dikursi miliknya.

"Selamat pagi sayang.. Sini, Duduk. Kita sarapan bareng.." Galih meminta putrinya untuk duduk. Namun sayangnya, Tempat duduk yang biasa ia duduki justru di duduki oleh Jelita, wanita yang sangat tidak ia sukai.

Dasar tidak punya malu. Dengan begitu percaya diri, Jelita duduk disebelah Papanya. Memangnya dia siapa? Mana sok akrab pula..

"Eh, Tiara.. Selamat pagi.." Jelita juga menyapa Mutiara, Namun gadis itu justru menatap tajam tunangan kakaknya itu.

"Eum, Tiara.. Maaf ya, Aku duduk disini. Aku cuma.. " Kata Wanita itu dengan lemah dan lembut. Mutiara menatap dingin tunangan kakaknya itu.

Mutiara melangkah mendekati Jelita yang hendak sarapan itu.

"Pindah.." Ucap Mutiara data dan dingin. Kursi yang lain kan banyak. Kenapa harus duduk didekat Papanya.

Apa setelah ini wanita ini akan menghasut Papanya juga agar ikut membencinya?

"Gak denger? Budeg, Atau gimana? Aku bilang pindah!" Jelita hanya tersenyum..

"E.. Tiara, Aku cuma..

"Pindah, Gak!!

Jelita menatap Atta seolah meminta bantuan dari pria itu. Padahal semua itu juga rencana Jelita agar Atta marah pada adiknya. Sekalian cari perhatian pada Galih, Calon ayah mertuanya.

"Tiara! Ini masih pagi. Mending kau duduk dikursi yang masih kosong.." Tegur Atta yang tak suka dengan sikap Mutiara yang semakin hari semakin kurang ajar.

Sikap tersebut membuat Atta semakin tidak suka. Mutiara menatap kakaknya. Memangnya sejak kapan Atta suka dengan adiknya itu. Sejak dulu sampai sekarang pun Atta sangat membenci Mutiara. Karena gadis itu adalah anak dari selingkuhan Papanya.

"PINDAH, GAK??!" Bentak Mutiara pada Jelita. Gadis itu langsung menarik tangan Jelita kasar kemudian menghempaskan wanita itu.

"Kalau suruh pindah tuh ya, Pindah! Jangan malah ngadu!" Mutiara tak peduli dengan tatapan tajam Mama dan Kakaknya. Dia sudah lelah mengalah terus hanya demi menjaga hati wanita jahat ini. Dan sekarang untuk apa dia mengalah?

Karena percuma saja ia mengalah. Mau mengalah ataupun tidak, Mama dan Kakaknya tetap tidak akan bisa sayang padanya.

"TIARA!!

Diandra langsung berdiri. Tatapan matanya tajam kearah Mutiara yang menurutnya kurang ajar. Mutiara membalas tatapan Mamanya..

"Apa? Mama mau marah juga? Kenapa sih? Dalam keluarga ini kalau ada apa-apa itu selalu aku yang di salahin? Apalagi kalau ada orang baru, Aku yang selalu salah. Dimana kalian, Aku ini gak ada benarnya. Padahal jelas bukan aku yang salah, Tapi dimata kalian yang salah itu selalu aku. Kenapa sih?!!" Bukannya untuk sarapan, Mutiara justru mengeluarkan unek-uneknya yang selalu ia pendam selama ini.

Mungkin dulu dia selalu diam dan enggan mau ribut ketika dirinya disudutkan. Karena dulu masih ada Kendra dan Fathan yang selalu menjadi tempatnya curhat dan selalu menjadi garda terdepan untuknya. Namun dua orang sahabatnya itu kini ikut berpaling dan lebih memilih orang baru itu juga.

 Kalau sekarang? Siapa yang akan menjadi tempatnya untuk berkeluh kesah. Dia hanya sendiri saja. Maka dari itu Mutiara harus menjadi wanita yang lebih tegas lagi.

"Kamu mau tahu salah kamu apa? Salah kamu itu karena..

"CUKUP!!

Galih ikut berdiri. Pria itu melerai perdebatan sang putri dan istrinya, Yang kalau dibiarkan akan semakin memanas.

"Ini masih pagi. Jangan ribut dan lanjutkan sarapannya.." Kata Galih dengan tegas. Pria paruh baya itu kembali duduk lalu memulai sarapannya.

Diandra menatap tak suka suaminya. Selalu saja ketika Diandra hendak membuka rahasia besar itu. Galih selalu berhasil menghentikannya..

"Mau sampai kapan kamu sembunyikan semua ini darinya Mas...

...****************...

Usai sarapan, Mutiara langsung melangkah kedepan. Gadis itu menunggu sang bodyguard baru yang belum juga sampai.

Padahal Ghazi berjanji akan datang tepat waktu. Sialnya, Ghazi sudah telat selama beberapa menit.

"Rio.. Kau antar Jelita ketempat kerjanya ya. Aku sudah sangat terlambat.." Mutiara menoleh, Suara itu Adalah suara Atta. Pria itu sudah siap dengan pakaian dosennya.

Ya, Selain mengurus perusahaan Atta juga punya profesi menjadi seorang dosen ditempat Mutiara kuliah selama ini.

"Tuan tenang saja, Saya akan menjaga Nona Jelita dengan baik..." Kata Rio dengan mantap.

"Aku percaya padamu.." Atta menatap Jelita..

"Sayang, Aku berangkat dulu ya..

"Iya.. Bye.." Atta berangkat lebih dulu. Kini hanya tinggal Jelita dan Rio yang ada disana. Rio melirik Mutiara yang terlihat gelisah karena bodyguard barunya belum datang.

"Nona Jelita tunggu dulu, Ya? Saya ambil mobil dulu...

"Baik, Rio...

Pria itupun pergi untuk membawa mobilnya. Mobil yang selama ini menjadi mobil Mutiara kemana pun gadis itu pergi. Dan kini, mobil tersebut akan menjadi mobil Jelita.

"Silahkan Nona.." Rio membukakan pintu untuk Jelita. Matanya kembali melirik sinis Mutiara yang masih berdiri disana.

"Terimakasih Rio.." Kata Jelita dengan nada manja. Wanita tersebut hendak masuk namun..

"Mutiara mau bareng gak?" Sebelum masuk, Jelita bertanya dengan sengaja pada Mutiara.

Wanita itu ingin melihat Mutiara kepanasan. Karena sekarang bodyguard kesayangannya itu telah menjadi miliknya. Dan mungkin sebentar lagi, Rio akan tunduk dan patuh padanya.

"Gak usah..." Jawab Mutiara dengan ketus. Mau seperti apapun dia tidak sudi satu mobil dengan wanita ini. Sungguh tidak sudi!

"Ya, Daripada kamu disini, Berdiri nunggu bodyguard baru yang kelamaan itu. Mending bareng sama kita. Ya, Daripada kamu telat berangkat kuliahnya. Benar kan, Rio.." Jelita melirik Rio yang tersenyum. Wanita itu berkata seakan sedang mencari solusi yang baik.

"Apa yang Nona Jelita katakan itu, benar. Saya tidak keberatan sama sekali kalau Nona Tiara ingin berangkat bersama. Dan saya juga tidak tidak masalah kalau Nona ingin saya kembali menjadi bodyguard anda.. " Dengan percaya diri Rio berucap. Mutiara hanya membalasnya dengan senyum.

"Rio benar Tiara.. Kalau kamu mau dia balik ke kamu gapapa kok.." Sambung Jelita lagi..

"Sorry, Aku bukan tipe orang yang suka memungut kembali barang yang sudah aku buang. Kalau kau suka dengan barang bekasku, Silahkan ambil. Aku ikhlas kok.." Ucap Mutiara pelan namun menusuk. Tangan Jelita terkepal, Awas saja nanti..

"Nona Jelita, Lebih baik kita segera berangkat.. " Ucap Rio pada idolanya itu. Tatapannya kini beralih pada Mutiara yang masih berdiri sendiri.

"Nona, Kalau Bodyguard baru Nona sudah datang . Mobilnya pakai yang itu saja.. Karena mulai sekarang mobil ini akan saya gunakan untuk mengantar jemput Nona Jelita.." Kata Rio. Pria itu menunjuk sebuah mobil mewah namun tahunnya sudah lama. Tidak baru seperti mobil yang pria itu gunakan saat ini. Mobil yang lama itu biasanya digunakan ayah Rio ketika mengantar Diandra.

"Yah.. Padahal ini mobil adalah kesayangan kamu. Tapi sekarang sudah jadi milik aku.. Dan.." Ucapan Jelita terhenti setelah sebuah mobil sport mewah berwarna hitam keluaran terbaru memasuki gerbang lalu berhenti dihalaman tepat di hadapan tiga orang itu berdiri.

Seorang pria tampan turun dari kendaraan roda empat itu. Wajahnya tampan, Rambutnya hitam sedikit kecokelatan. Sorot matanya tajam, Badannya tinggi nan gagah. Terlebih di dukung dengan setelan jas yang dikenakannya membuatnya semakin waaaoouu..

Mutiara tersenyum melihat Bodyguard barunya itu. Ghazi benar-benar datang meski sedikit terlambat.

"Mas Ghazi.." Mutiara tersenyum senang. Ghazi, Pria itu membalas tersenyum manis gadis itu. Ghazi sedikit membungkuk..

"Maaf, Saya sedikit terlambat Nona. Karena masih ada kendala tadi dijalan.." Ucap pria itu dengan sopan. Mutiara tersenyum.

"Gapapa.. Yaudah, Sekarang yuk, Kita berangkat.."

Jelita yang melihat ketampanan Ghazi pun juga ikut terpana.. Wanita itu merapikan rambutnya lalu mendekat ke arah Ghazi.

Jelita mengulurkan tangannya yang mulus..

"Boleh kita kenalan? Kenalkan, Namaku Jelita Melinda.. Aku seorang model yang terkenal di..

"Saya tidak mengenal mu.." Potong Ghazi dengan cepat mematahkan harapan Jelita. Wajah pria itu juga dingin sekali. Tapi begitu menatap Mutiara, Pria itu kembali tersenyum ramah.

"Nona Mutiara, Mari..."

"Iya.." Ghazi membukakan pintu untuk Mutiara. Setelahnya pria itu mengitari mobil hendak masuk, Tapi sebelum itu Ghazi melirik Rio dengan sinis..

"Dasar pria oon.. Mau saja dikibuli wanita ular...

TBC

1
Ariany Sudjana
akhirnya si pelacur murahan yang bodoh ini nongol lagi. jelas saja skripsi kamu ga maju-maju, kan kamu bodoh, udah gitu kamu itu hanya pelacur murahan, yang bisanya menggoda laki-laki kaya supaya kamu jadi orang kaya, padahal otak kamu zonk😂😂🤣🤣 dan kamu kan hanya bisa jadi pencuri hasil karyanya mutiara, jadi novelnya ga maju juga, karena bukan kamu yang nulis 😂😂🤣🤣 dan bodohnya masih ada laki-laki kaya yang percaya sama omongan kamu, sampai membela kamu sedemikian rupa dan meninggalkan tunangannya 😂😂🤣🤣 dasar bodoh
Ariany Sudjana
mutiara ga mau merepotkan orang katanya, tapi dengan kamu ambil keputusan pergi jauh, kamu ga pikirkan papa kamu gimana? kalau papa kamu jadi sakit karena stress mikirin kamu, apa kamu tega?
Fia Ayu
Hayoo masih ada yg melek gk nie, klo di indo jam 2 an, di qatar baru jam 10 lewat, makasih thour up di jam segini🙏🏻
Ani
bila perlu sekalian orangnya dimasukkan ke api biar jadi abu 😤😤😤😤
Sri Rahayu
Tiara knp kamu nyuruh Devi ksh ATM.mu ke Kendra...itu kan hak kamu keenakan Kendra bisa2 diambil Hazel nanti...lanjut Thorr😘😘😘
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kendra tololnya ga ketolong lagi. udah berkali-kali ada bukti, masih aja bisa dikibulin. guoblok banget
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener kan si rio yg bertopeng
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si ex bodyguard nya
Lusi Hariyani
ghazi cpt dtg dong bantu mutiara pergi
Evi alvian
alurnya bkin gregetan banget dach.. bacanya aja ampe dating lama" aku gedek ama ceritanya😁🤭✌️sumpah othornya berhasil bkin para readers pada greget bacanya🤭✌️✌️
Ayudya
Rio siapa juga yg mau simpan barang yg Uda ga berguna sama sekali lebih baik di musnahkan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
mutiara bodoh knpa semua kesusahan dipendam sendiri, knpa ada Ghazi juga dianggap sama dgn kendra yg jahat padahal Ghazi beneran tulus pada mutiara
Nice1808: betul 😃
total 2 replies
Ninik
aku justru greget sama Mak othor sebab up nya cuma satu satu
Ariany Sudjana
ini mutiara bodoh, kenapa semua dipendam sendiri? buat apa tunangan sama Ghazi? kalau Ghazi jadi seperti orang bego, yang ga ngerti apa-apa.
Setyowati Setyowati
bagus Tiara ..biar mereka merasakan apa yg kamu rasakan ..dan penyesalan yg akan mereka bertiga rasakan dan semuanya SDH terlambat
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya kebenaran terungkap juga dan kau Kendra terimalah hukuman dan penyesalan mu/Determined//Determined/
Sri Rahayu
ya gpp kl Atta berubah jd baik pd mu Tiara... uda sadar kali dia 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Ass Yfa
kebenaran terungkap bertubi2 hingga otal Tiara tdk msmpu mensmpubg sendirian..berbagilah dgn Ghszi
Teh Euis Tea
ya ampun pada jahat bagt sih kalian, padahal mutiara ga salah apa2 pada kalian
Ayudya
hadeeehhhh Kendra jangan nyesel kamu ngajak hazel gabung di kafe.ntar kalau Uda tau siapa hazel yg sebenarnya kamu nyesel 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!