NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 — Giok Serpihan Jiwa Dewa

Li Tianxuan tidak menjawab ucapan Jian Wushuang. Ia hanya mengalihkan pandangan ke arah Kadal Naga Kuno yang telah tergeletak tak bernyawa.

Tanpa banyak bicara, ia berjalan mendekatinya.

Jian Wushuang dan Liu'er saling berpandangan, tidak mengerti apa yang hendak dilakukan pemuda itu.

Li Tianxuan menghunus pedangnya.

Sret!

Dengan gerakan sederhana, ia mulai menyayat tubuh Kadal Naga Kuno. Daging yang masih segar dipotong dengan rapi, kemudian dibawa ke tempat mereka beristirahat.

Tak lama kemudian, api unggun menyala.

Li Tianxuan menusukkan beberapa potong daging pada ranting kayu, lalu memanggangnya perlahan di atas api.

Aroma daging yang terbakar mulai menyebar ke seluruh hutan.

Jian Wushuang terdiam.

Liu'er juga terpaku.

Mereka baru saja melalui pertarungan hidup dan mati melawan Binatang Kuno yang kekuatannya berada di Ranah Istana Langit Tingkat 9 Puncak.

Namun pemuda ini malah duduk santai dan memanggang dagingnya.

Li Tianxuan membalik daging di atas api.

Beberapa saat kemudian, permukaannya berubah kecokelatan dan mengeluarkan aroma yang semakin menggugah selera.

Li Tianxuan mengambil salah satu potongan.

Ia menggigitnya tanpa ragu.

"Enak."

Jian Wushuang mengernyit.

"Tianxuan... Kau benar-benar berniat memakan daging Binatang Kuno?"

Li Tianxuan menoleh.

"Kenapa tidak?"

"Binatang itu hampir membunuh kita!"

"Justru karena itu."

Li Tianxuan kembali menggigit dagingnya.

"Setelah membunuhnya, tentu saja tidak boleh disia-siakan."

Jian Wushuang terdiam.

Liu'er menutup mulutnya, berusaha menahan senyum.

Pemuda ini benar-benar berbeda dari orang lain.

Li Tianxuan mengangkat dua potong daging yang baru selesai dipanggang.

"Apakah kalian tidak mau?"

Jian Wushuang menatap daging itu beberapa saat.

"Kalau aku memakannya, bukankah itu berarti aku memakan musuh yang hampir membunuhku?"

Li Tianxuan mengangguk.

"Anggap saja sebagai balas dendam terakhir."

"..."

Jian Wushuang tidak bisa membantah.

Akhirnya, dia dan Liu'er duduk di samping Li Tianxuan.

Li Tianxuan menyerahkan masing-masing sepotong daging kepada mereka.

Liu'er menggigitnya perlahan.

Detik berikutnya, matanya sedikit membesar.

Rasa gurih bercampur aroma daging yang lembut memenuhi mulutnya. Bahkan energi spiritual yang terkandung di dalam daging itu membuat tubuhnya terasa hangat.

Ini adalah rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Sebagai seorang jenius dari keluarga bangsawan, ia telah memakan berbagai hidangan terbaik.

Namun daging sederhana yang dipanggang di atas api ini justru terasa jauh lebih lezat.

Jian Wushuang juga menggigitnya.

Matanya langsung berbinar.

"Ini..."

Ia kembali menggigit.

Lalu sekali lagi.

Li Tianxuan hanya meliriknya.

"Pelan-pelan."

Jian Wushuang berhenti sejenak.

"Jangan salahkan aku. Daging ini memang terlalu enak."

Liu'er tersenyum tipis.

Untuk pertama kalinya setelah memasuki Reruntuhan Kuno, ketegangan yang menyelimuti mereka bertiga menghilang.

Tanpa disadari, seluruh daging telah habis.

Matahari perlahan tenggelam di ufuk.

Langit berubah gelap, digantikan cahaya bulan yang menerangi hutan.

Setelah makan, Li Tianxuan menatap Jian Wushuang.

"Wushuang, apakah kau sudah menemukan tempatnya?"

Jian Wushuang mengangguk.

"Sudah."

Ia menunjuk sebuah gua yang berada tidak jauh dari tempat mereka.

"Pil Pelebur Jiwa berada di dalam sana."

Liu'er yang mendengar percakapan itu terdiam sejenak sebelum akhirnya bertanya.

"Kalian mencari Pil Pelebur Jiwa?"

Li Tianxuan dan Jian Wushuang menoleh bersamaan.

Jian Wushuang menjawab.

"Bukankah tujuanmu juga pil itu?"

"Tidak."

Liu'er menggeleng.

"Aku sudah mendapatkannya."

"Apa?"

Jian Wushuang langsung berdiri.

Liu'er mengangkat tangannya.

Sebuah pil kecil seukuran kelereng muncul di antara kedua jarinya.

Pil itu memiliki tiga pola berwarna berbeda yang mengelilingi permukaannya. Gelombang energi spiritual yang sangat murni perlahan menyebar darinya.

Pupil Jian Wushuang mengecil.

"Itu..."

"Pil Pelebur Jiwa."

Liu'er mengatakannya dengan tenang.

Jian Wushuang menatap pil tersebut, lalu menatap Liu'er.

"Tunggu..."

Seketika wajahnya berubah.

"Jadi sejak awal kau menjadikan kami sebagai umpan?"

Liu'er mengangkat alis.

"Aku tidak sekejam dirimu."

"Kau..."

Jian Wushuang menunjuk dirinya sendiri.

"Aku? Kapan aku melakukan hal seperti itu?"

Liu'er menatapnya datar.

"Beberapa saat lalu."

"..."

Jian Wushuang terdiam.

Li Tianxuan menggeleng pelan, lalu menatap Liu'er, sambil berkata. "Lalu... Apa tujuanmu datang kesini? "

Liu'er diam sesaat, dia menatap gua itu lalu berkata pelan.

"Kolam Spiritual Abadi Penambah Umur! "

Kolam Spiritual Abadi Penambah Umur adalah kolam kecil dengan energi langit dan bumi yang sangat murni, kemurnian nya mencapai tingkat yang tidak dapat diprediksi.

Kolam ini sangat langka, dan kolam ini selalu muncul disarang Kadal Naga Kuno dalam catatan Kuno.

Dikatakan, Kolam tersebut dapat menambah umur serta memecahkan belenggu yang tidak pernah hancur, bahkan membuat wajah awet muda. Artinya, kolam itu dapat meningkatkan kekuatan seseorang, serta menambah umur mereka dan mengawetkan wajah mereka.

Jian Wushuang terkejut, dia pernah mendengar kolam itu dari Ketua Sekte ketika dirinya masih dilatih oleh Ketua sekte.

"Apakah kau benar-benar yakin kolam itu ada disana? "

Liu'er mengangguk pelan.

"Liu'er." Li Tianxuan memanggil dengan suara pelan.

"Hm?"

"Apakah kau mengetahui keberadaan Giok Serpihan Jiwa Dewa?"

Suasana tiba-tiba menjadi hening.

Liu'er tidak langsung menjawab.

Ia perlahan mengangkat tangannya dan mengeluarkan sebuah liontin berbentuk naga.

Liontin itu terbuat dari batu giok berwarna kehijauan dengan ukiran naga kuno di permukaannya.

Saat benda itu muncul...

Wussshhh!

Gelombang energi yang sangat kuat menyebar.

Ekspresi Li Tianxuan berubah.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Energi yang terkandung di dalam liontin itu jauh melampaui kekuatan mereka bertiga.

Bahkan samar-samar, Li Tianxuan merasakan sesuatu yang membuat jiwanya bergetar.

Tatapannya terpaku pada liontin tersebut.

"Ini..."

Liu'er mengangguk.

"Giok Serpihan Jiwa Dewa."

Mata Li Tianxuan berkilat.

Benda yang menjadi harapan terakhirnya, untuk mengetahui kebenaran yang tidak pernah ia ketahui.

Jawaban tentang Kota Tai.

Jawaban tentang Dewa yang menghancurkan seluruh kehidupannya.

Tanpa ragu, Liu'er melemparkan liontin tersebut.

"Jika kau menginginkannya, ambillah."

Li Tianxuan segera menangkapnya.

Saat telapak tangannya menyentuh giok tersebut, tubuhnya bergetar halus.

Wussshhh!

Energi aneh mengalir dari giok menuju tubuhnya.

Namun hanya sesaat.

Energi itu menghilang, seolah ditelan oleh sesuatu yang tersembunyi jauh di dalam tubuhnya.

Li Tianxuan menyipitkan mata.

Dia merasakan sesuatu.

Namun belum sempat memeriksanya, sensasi itu telah menghilang.

Ia menyimpan liontin tersebut ke dalam ruang penyimpanannya.

"Terima kasih."

Liu'er tersenyum kecil.

"Tidak perlu berterima kasih."

Li Tianxuan kemudian menatap pil di tangan Liu'er.

"Lalu, apakah kau membutuhkan Pil Pelebur Jiwa?"

"Tidak."

"Kalau begitu, bisakah kau memberikannya kepada Wushuang."

Liu'er menoleh kepada Jian Wushuang.

Tanpa banyak bicara, ia melemparkan pil tersebut.

Jian Wushuang segera menangkapnya.

Wajahnya langsung berseri-seri.

"Terima kasih, Liu'er!"

"Hanya sebuah pil."

Jian Wushuang menyimpan Pil Pelebur Jiwa dengan hati-hati.

Li Tianxuan kemudian menatap gua yang ditunjuk Jian Wushuang sebelumnya.

"Kalau begitu..."

Tatapannya menjadi sedikit penasaran.

"Karena kita sudah berada di sini, mari kita lihat Kolam Spiritual Abadi Penambah Umur."

Liu'er mengangguk.

Jian Wushuang juga berdiri.

"Baik."

Mereka bertiga berjalan menuju gua.

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!