NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. PERMAISURI YANG TERTIDUR

Keheningan memenuhi ruang tamu pribadi Kaisar seketika saat sang penguasa negeri datang dengan cara dramatis.

Api dari perapian masih menyala tenang. Namun suasana di dalam ruangan terasa jauh lebih panas daripada kobaran api itu sendiri.

Kaisar Aurelius berdiri di ambang pintu. Napasnya sedikit tidak teratur dengan wajah dipenuhi berbagai emosi. Jelas ia datang terburu-buru setelah menerima laporan kepala pelayan.

Tidak ada lagi sosok penguasa besar yang biasa dilihat rakyatnya atau Kaisar yang tenang dan penuh wibawa.

Yang berdiri di sana saat ini hanyalah seorang suami yang selama berbulan-bulan menyaksikan istrinya terbaring tak berdaya tanpa bisa melakukan apa pun.

"Cecilia? Bagaimana kau tahu tentang kondisi Permaisuri? Apa kau menemukan sesuatu yang bisa membantu Permaisuri?" Suara Kaisar terdengar lebih rendah dari biasanya.

Tatapan emas sang Kaisar tertuju lurus kepada Cecilia untuk mencari jawaban, harapan atau mungkin keajaiban. Karena selama berbulan-bulan mereka telah mencoba segala cara tapi semuanya gagal.

Cecilia menatap Kaisar beberapa saat, lalu menjawab, "Aku bertemu mereka dan mendapatkan kabar tentang Permaisuri dari mereka."

"Mereka? Siapa?" tanya Kaisar dengan wajah mengernyit.

"Para leluhur Aurelius," jawab Cecilia tanpa ragu.

Sunyi sesaat Bahkan suara kayu yang terbakar di perapian terdengar jelas.

Kaisar berkedip pelan.

Rowan juga ikut menahan napas, meski dirinya sudah mendengar penjelasan itu sebelumnya.

Cecilia melanjutkan. "Empat roh. Mereka menemuiku di lorong istana dan memperkenalkan diri sebagai leluhur keluarga kekaisaran. Mereka telah mengawasi Aurelius selama ratusan tahun dan juga yang menjaga Permaisuri dari apa pun yang membuatnya tak berdaya dengan keadaannya sekarang."

Wajah Kaisar perlahan berubah. Karena memang pernah ada cerita-cerita tentang mereka melihat sosok-sosok bangsawan di malam hari yang berkeliling di seluruh istana. Bahkan itu menjadi cerita hantu paling terkenal di antara pelayan istana.

"Apa mereka mengatakan hal lain?" tanya Kaisar.

Cecilia mengangguk. "Mereka meminta bantuanku. Mereka bilang roh Permaisuri berada sangat jauh dari tubuhnya saat ini dan roh jahat mulai mengambil alih tubuh Permaisuri yang tertidur panjang."

Mata Kaisar langsung menegang, begitu pula Rowan.

Karena kalimat itu sangat mirip dengan kondisi yang mereka khawatirkan selama ini.

Kaisar perlahan mengepalkan tangannya, kemudian menatap Cecilia dengan wajah sendu.

"Bisakah kau menyelamatkannya?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut sang Kaisar tanpa memikirkan status, formalitas, apalagi kebanggaan seorang Kaisar. Hanya seorang suami yang memohon.

Cecilia terdiam beberapa saat. "Aku belum melihat kondisi Permaisuri secara langsung. Jadi aku tidak bisa menjanjikan apa pun," jawabnya jujur.

Harapan di mata Kaisar sedikit meredup.

Namun Cecilia melanjutkan, "Tapi jika memang rohnya belum benar-benar hilang. Aku mungkin bisa mencarinya."

Mata Kaisar kembali membesar.

"Benarkah?"

Cecilia mengangguk. "Tapi aku harus melihat keadaan Permaisuri dulu."

"Ikut denganku," kata sang Kaisar tanpa keraguan sedikit pun.

Perjalanan menuju kamar Permaisuri berlangsung dalam keheningan. Lorong-lorong pribadi keluarga kekaisaran jauh lebih tenang dibanding area lain istana.

Tidak banyak pelayan dan penjaga. Hanya beberapa kesatria elit yang berjaga di titik-titik tertentu.

Semakin jauh mereka berjalan, semakin berat suasana yang terasa. Bahkan Cecilia bisa merasakan kesedihan yang tertinggal di tempat itu. Seolah seluruh area telah lama diselimuti kekhawatiran.

Rowan berjalan di samping sang gadis, sedangkan Kaisar memimpin di depan. Tidak ada satu pun yang berbicara.

Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah pintu besar berwarna putih gading. Dua kesatria elit segera memberi hormat.

Kaisar hanya mengangguk, lalu membuka pintu.

Dan Cecilia langsung memahami mengapa suasana istana begitu berat.

Karena kamar itu terasa dingin. Bukan dingin biasa melainkan dingin spiritual yang membuat bulu kuduk berdiri.

Ruangan luas itu diterangi cahaya lampu sihir yang redup. Tirai putih menjuntai di sekitar tempat tidur besar.

Dan di atas ranjang itu seorang wanita tertidur.

Permaisuri Seraphina Aurelius, ibu negeri ini yang dikenal akan kecantikan dan kebijaksanaannya.

Cecilia tanpa sadar menahan napas karena bahkan dalam keadaan seperti itu Permaisuri tetap terlihat cantik. Rambut emas panjangnya terurai di atas bantal. Wajahnya lembut dan anggun seperti seorang dewi yang sedang tidur. Namun tubuhnya terlihat jauh lebih kurus dari pada yang seharusnya dengan kulitnya yang pucat.

Dan ada sesuatu yang salah, begitu salah hingga Cecilia langsung menyadarinya. Matanya melebar saat mendapati yang terjadi pada Permaisuri.

"Astaga," ucap Cecilia tanpa sadar.

Kaisar segera menoleh. "Ada apa?"

Cecilia tidak langsung menjawab, karena yang ia lihat bukan hanya tubuh Permaisuri. Melainkan sesuatu yang melayang di atas tubuh wanita itu.

Kabut hitam tebal berputar perlahan. Seperti ular yang melilit mangsanya.

Dan semakin dekat Cecilia memerhatikan, semakin jelas bentuknya.

Wajah, ads puluhan wajah manusia yang menjerit, menangis, hingga tertawa dengan mengerikan. Semuanya menyatu menjadi satu gumpalan kegelapan yang bahkan membuat Cecilia sedikit gentar.

Roh jahat yang menghinggapi Permaisuri bukan hanya satu melainkan banyak. Sangat banyak hungga Cecilia paham kenapa para Leluhur Aurelius berkata nyawa Permaisuri dalam bahaya.

"Kau bisa melihat sesuatu?" tanya Rowan.

Cecilia mengangguk perlahan. "Aku bisa melihat roh jahatnya."

Keheningan langsung turun saat Cecilia mengonfirmasikan keadaan yang tak dapat dua orang itu lihat.

Kaisar dan Rowan saling berpandangan. Selama ini tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa memastikan apa yang menyerang Permaisuri. Semua hanya dugaan.

Namun Cecilia langsung melihatnya.

"Apa itu buruk?" Suara Kaisar terdengar tegang.

"Sangat buruk. Nyawa Permaisuri sungguh dalam bahaya," jawab Cecilia jujur.

Raut wajah Kaisar langsung memucat.

Namun Cecilia kembali berbicara, "Tapi belum terlambat."

Kalimat itu membuat harapan kembali muncul.

"Roh Permaisuri masih hidup, berada di tempat para arwah meskipun sangat jauh, justru itu yang membuat Permaisuri dapat bertahan sampai saat ini. Selama aku bisa menemukannya dan menuntunnya kembali, masih ada kesempatan," kata Cecilia.

Kaisar menutup matanya sesaat. Untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan. Ia mendengar sesuatu yang terdengar seperti harapan.

"Beri tahu aku apa yang harus kulakukan?" tanya Kaisar dengan nada seolah akan melakukan apa pun yang Cecilia minta asal dapat menyelamatkan Permaisuri.

Cecilia berjalan mendekati ranjang, kemudian duduk di sisi Permaisuri. Tangannya perlahan menyentuh tangan wanita itu.

Dingin, seolah tidak ada kehidupan.

Namun saat sentuhan itu terjadi ...

DUNNN!

Dunia di sekitar Cecilia berubah, tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

Lantai, dinding, dan suara menghilang.

Cecilia berdiri sendirian dalam kehampaan hitam.

"Kenapa tiba-tiba..." Cecilia panik karena ia berpindah dimensi.

Sebuah suara tangisan terdengar.

Sangat jauh.

Seolah seseorang sedang menangis sendirian dalam kegelapan.

Cecilia menoleh. Di kejauhan ia melihat cahaya kecil seperti bintang. Dan entah kenapa ia tahu itu adalah Permaisuri. Rohnya yang tersesat, artinya ini adalah dunia arwah.

Namun sebelum Cecilia sempat bergerak, sesuatu muncul dari kegelapan.

Mata merah.

Puluhan.

Ratusan.

Ribuan.

Membuka satu per satu mengelilingi Cecilia. Rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya, lalu sebuah suara serak terdengar.

"Pergi ...."

"Dia milik kami ...."

"Kami menemukannya lebih dulu ...."

"Kami akan memakai tubuhnya ...."

"Kami akan hidup kembali ...."

Kegelapan bergerak mendekat membentuk sosok-sosok mengerikan.

Cecilia langsung menyadari satu hal, ini bukan kerasukan biasa. Sama sekali bukan.

Ini jauh lebih besar dan berbahaya.

Di dunia nyata tubuh Cecilia tiba-tiba menegang dalam diam seperti patung dengan keringat mengucur di keningnya

Rowan langsung maju. "Cecilia?"

Namun gadis itu tidak menjawab matanya terbuka tanpa berkedip dengan tubuhnya membeku. Seolah kesadarannya pergi ke tempat lain.

Kaisar mulai khawatir. "Apa yang terjadi?"

Rowan menggeleng. "Aku tidak tahu."

Tangan Cecilia perlahan bergetar, Dan beberapa detik kemudian Cecilia tersadar dengan napas memburu seolah baru saja keluar dari air.

"Cecilia?! Kau baik-baik saja?" Rowan segera berlutut di depannya.

Cecilia mengangguk pelan. Namun wajahnya terlihat sangat serius.

"Kita punya masalah," ujar Cecilia.

Kaisar langsung menegang. "Masalah apa?"

Cecilia menatap Permaisuri, lalu menatap Kaisar.

"Ini bukan kerasukan biasa." Nada ketakutan terdengar dalam suaranya

Ruangan langsung sunyi.

"Apa maksudmu?" tanya Rowan.

Cecilia menggenggam tangannya sendiri, berusaha mengendalikan pikirannya yang masih takut melihat pemandangan mengerikan tadi

"Aku melihat roh Permaisuri. Dia masih hidup tapi dia terjebak sangat jauh di alam arwah," kata Cecilia.

Wajah Kaisar menegang. "Lalu?"

Cecilia menelan ludah, kemudian berkata perlahan. "Ada sesuatu yang menahannya. Sesuatu yang sangat kuat yang tidak seharusnya berada di dunia ini."

Keheningan memenuhi kamar.

Dan kata-kata berikutnya membuat jantung semua orang berhenti sesaat.

Tatapan Cecilia tertuju pada kabut hitam di atas tubuh Permaisuri.

"Aku tidak berpikir ini ulah roh jahat biasa. Kurasa seseorang sengaja mengirim makhluk itu untuk mengambil alih tubuh Permaisuri dengan maksud hidup menjadi Permaisuri," beritahu Cecilia.

Dan saat kalimat itu selesai diucapkan. Tidak ada seorang pun di ruangan yang menyadari bahwa jauh di kedalaman istana seseorang sedang tersenyum.

Karena rahasia yang selama ini tersembunyi. Akhirnya mulai mendekati permukaan, bahwa seseorang dapat bekerja sama dengan roh jahat untuk hidup menjadi orang lain.

1
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
Nisfu Romadhon
cari in jodoh nya Evan k Othor,,, please /Whimper//Whimper//Whimper/
Archiemorarty: Abis Rowan ntar buat Evan yak 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
siapa si pengkhianat ini?🤔
Hary Nengsih
yg d imcar cecilia kayanya
Archiemorarty: Yeps 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
wow,,, Great Job Lowan👏👏👏/Kiss//Kiss//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!