"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31(RRM)
Angel langsung terdiam dengan tatapan wajah yang dingin,"Kenapa dia bisa ada disini." batin Angel yang berpikir harus berbuat apa.
"Aku masih mengingat wajahmu Nina,kamu Nina kan? pertanyaan itu masih saja keluar dari mulut Lina.
Angel langsung meletakkan kertasnya di tumpukan dokumen itu, Tatapan Angel langsung tertuju pada Lina.
"Iya ,aku Nina." jawab Angel yang secara langsung jujur,Angel langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Kamu kemana saja,kami kebingungan mencari mu hingga dari kemarin." mendengar jawaban itu Angel hanya terdiam.
"Urusanku sudah selesai." jawab Angel yang tak begitu banyak bicara.
"Urusan apa Nin,lalu kenapa kamu bisa ada disini dan kenapa penampilan begitu sangat berbeda dan kamu nampak begitu cantik." Lina mengamati penampilan Nina yang begitu berubah besar bahkan tubuhnya sangat indah dengan balutan baju kerjanya.
"Seperti inilah pekerjaanku." jawab Angel dengan santai,pada akhirnya Angel duduk di sofa didekat meja kerjanya.
"Coba jelaskan,apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami?" tanya Lina mulai mencium bau sesuatu yang sedang Nina rahasiakan padanya.
Dengan tenang,Angel menjawab pertanyaan dari Lina dengan mengatakan kejujuran tentang identitas dirinya yang sebenarnya.
"Angel?"
"Iya,itu namaku sebenarnya." jawab Angel yang secara langsung jujur pada Lina.
"Lalu posisimu disini?" tanya lagi Lina.
"Aku CEO di perusahaan ini." seketika kedua mata Lina langsung melotot tak percaya dengan apa yang Angel katakan.
"A-apa,jadi kamu pemilik perusahaan ini?" Pertemuan itu langsung dijawab dengan anggukkan kepala dari Angel.
"Itu benar,aku adalah CEO dari perusahaan Anxel company." Lina terlihat bingung sekaligus merasakan pusing di kepalanya mendengar pengakuan itu.
"Kamu tidak sedang bercanda kan." Lina masih tak percaya.
"Untuk apa aku bohong, sebenarnya aku tak ingin mengakuinya karena bisa saja orang lain hanya ingin memanfaatkan ku demi keuntungan pribadi mereka." Dengan jujurnya Angel mengucapkan hal itu.
"Aku tak akan seperti itu Nin,tapi untuk apa kamu melakukan hal ini semuanya?" tanya Lina yang tak habis pikir dengan cara pikir Angel.
"Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan."jawab Angel yang masih tidak jujur apa yang sebenarnya dia kerjakan.
"Pekerjaan?"
"Iya , pekerjaan." jawab singkat Angel yang tak terlalu menjelaskan dengan detail tentang apa yang sedang ia kerjakan.
Lina masih terdiam mencerna semua apa yang sebenarnya yang terjadi,"Jadi namamu bukan Nina tapi Angel,dan kamu adalah CEO di perusahaan tempat aku bekerja." ucap Lina yang menjelaskan secara detail apa yang menganggu pikirannya.
"Iya itu benar."
"Jadi kamu anak orang kaya?" tanya Lina pada Angel.
"Terserah darimana kamu menilai aku."Jawab Angel pada Lina.
Lina hanya menghela nafas, melihat siapa sebenarnya jati diri Nina yang dimana itu hanya nama samaran.
"Lalu bagaimana dengan Andra, apa dia sudah mengetahuinya?" tanya Lina apa Angel sudah jujur pada Andra.
"Dia belum mengetahui hal ini." jawab Angel yang santai menanggapinya.
"Jadi begitu,lalu bagaimana kamu akan menjelaskan pada dia.Asal kamu tahu, setelah menghilangnya kamu dia nampak seperti orang frustasi bingung mencarimu.Sepertinya dia benar-benar mencintaimu,disaat kamu hilang ia orang pertama yang begitu sedih kehilanganmu."
Angel terdiam mendengar penjelasan itu,"Apa kamu yakin?" Tanya balik Angel yang masih meragukan tentang Andra.
"Aku sangat yakin, aku lihat dia sedih dan terpuruk kehilanganmu." mendengar penjelasan itu, tak bisa memberikan jawaban apa tentang Andra.
"Jika memang kamu serius dengan Andra, cobalah untuk terbuka dan jujur. Hanya dua hal itulah yang akan menjadi pembuktian hubungan kalian benar-benar dilandaskan rasa suka bukan rasa obsesi atau apapun."perlahan-lahan Lina menjelaskan kepada Angel.
"Entahlah, apa yang harus aku perbuat. Setelah aku menutupi identitasku apakah dia masih menerimaku."Angel menghela nafas pelan-pelan.
"Asalkan kamu jujur itu pun cukup untuk Andra, semua keputusan ada di tanganmu. aku sebagai teman hanya sekedar mengingatkan, jangan salah mengambil keputusan."Lina sekali lagi menjelaskan dengan pelan-pelan agar Angel tidak salah paham dengan apa yang ia katakan.
"Baiklah akan aku coba."jawab Angel yang kini sifatnya yang begitu dingin kini mulai sedikit mengontrol dirinya lebih tenang.
"Ya sudah, Aku mau balik ke meja kerjaku." Lina pun kembali ke ruang kerjanya.
Setelah Lina keluar dari ruangan itu,Lina masih tak percaya jika Nina itu orang yang sangat berpengaruh di tempat kerjanya.
Dibalik sikap sederhana,ternyata menyimpan sesuatu yang membuat Lina tak percaya jika dia adalah CEO perusahaan terkenal itu.
"Bagaimana ya ,reaksinya Andra setelah mengetahui Nina sebenarnya.Apa dia akan maju atau mundur." batin Lina tak menyangka mengetahui identitas sebenarnya Nina.
Di tempat lain
Andra dan teman-temannya baru saja menikmati waktu istirahat mereka,Andra hanya terdiam seolah memikirkan sesuatu yang menganggu pikirannya.
"Andra." Ia langsung menoleh kesamping.
"Ada apa?" tanya Andra yang mencoba merespon panggilan dari Doni.
Doni yang melihat hanya menghela nafas sembari melirik kearah Yogi.
Yogi pun mengerti apa arti lirikan dari Doni padanya,"Jangan sedih begitu,kita akan usaha lagi bertanya dengan teman-teman Nina lainnya." jawab Yogi yang berusaha menghibur Andra.
"Aku sudah berusaha tapi nihil tak ada hasilnya." jawab Andra yang mulai menyerah mencari keberadaan Nina.
"Kita coba besok lagi,kita pergi ke tempat kerjanya dan bertanya langsung pada teman-temannya." jawab Yogi yang memberikan semangat untuk mencari informasi tentang keberadaan Nina yang sekarang.
"Aku sudah bertanya langsung pada Manager tempat Nina kerja,tapi tetap saja aku tidak mendapatkan hasil hingga sampai sekarang aku belum bertemu dengan Nina." jawaban itu semakin membuat Andra putus asa dan ia mencoba berpikir ulang lagi dengan siapa ia akan bertanya.
"Kita coba bersama-sama lagi,kita pastikan bertanya pada teman-teman Nina yang lainnya." Reaksi Andra hanya menganggukkan kepala mengerti apa yang dikatakan oleh Yogi.
Akhirnya mereka pergi dan melanjutkan pekerjaan mereka kembali, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil nama Andra.
"Andra." ia segera menoleh kedepan.
"Tuan Santo." ucap lirih Andra yang melihat langsung kehadiran atasannya.
"Ikut ke ruang kerja sekarang,ada sesuatu yang ingin saya sampaikan padamu."ucap Tuan Santo dengan nada serius.
Pada akhirnya Andra mengikuti atasannya menuju ruang kerja,"Besok kamu antarkan dokumen ini ke perusahaan Anxel company." mendengar nama perusahaan itu Andra terdiam.
"Saya pak, apa tidak salah Anda menyuruh saya untuk mengantarkan dokumen ini?"Tanya balik Andra yang masih tak percaya Karena perusahaan yang akan dia kunjungi merupakan perusahaan paling terkenal dan digadang-gadang menjadi perusahaan paling sukses di kota ini.