Arsela Januardi harus kehilangan semua kebahagiaan setelah ayahnya dijebloskan ke dalam penjara karena kasus korupsi yang telah dilakukannya di perusahaan tempat ia bekerja. Kedudukan tinggi yang didapatkan oleh ayahnya ternyata disalahgunakan oleh ayah Sela hingga akhirnya mereka harus menerima kenyataan pahit. Kekayaan mereka disita, ibunya meninggal karena shock berkepanjangan. Sela memutuskan untuk pergi dari Jakarta meninggalkan semua kenangan kelamnya.
Zacky Dwianuarta. Pemuda patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Zacky hidup dalam bayang-bayang cinta yang tidak terbalas. Namun, ia tetap menghormati cintanya. Zacky memutuskan untuk menghandle semua perusahaan di Bandung dan meninggalkan Jakarta.
Pertemuan antara Sela dan Zacky kembali terjadi di Bandung. Namun, Zacky belum mampu membuka hati namun ia tidak ingin membuat Sela jatuh terlalu dalam ke hidup yang kelam. Zacky menawarkan Sela sebuah tawaran agar ia tetap bisa menjaga gadis itu.
Maukah Sela menerima tawaran itu. Sanggupkah ia bertahan di samping lelaki yang masih menyimpan bayangan perempuan lain.
Mampukah Zacky meyakinkan keluarga besarnya untuk menerima kehadiran Sela?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Not With Me
"Kak Zacky, maaf lebih baik sampai disini." Gumam Sela lirih sambil menatap sekeliling rumah besar itu. Sudah hampir satu jam tapi Zacky belum kembali. Itu semakin meneguhkan hati bahwa memang tidak ada yang spesial di hati Zacky tentangnya.
Sela menyeret koper, membawanya keluar rumah yang besar itu. Air mata Sela mengalir. Selama hidup bersama Zacky ia jadi cengeng sekali. Dan Sela benci itu.
Sela menunggu taksi yang akan kembali membawanya pulang ke kost. Malam ini ia akan kembali menemui Jerry. Sela ingin kembali ke Black Rose. Tekad nya sudah bulat.
Sela masih berharap akan ada suara telepon dari Zacky yang akan meneleponnya atau minimal akan ada pesan dari Zacky untuknya. Namun, harapan tetap harapan. Angin malam telah menerbangkan harapan sederhana itu menjauh ke segala arah.
Sela masuk ke dalam taksi. Ia mengarahkan taksi untuk menuju kostnya di gang sempit. Ia hanya akan memasukkan kembali kopernya ke sana dan kemudian berganti baju lagi. Ia juga sudah memesan kepada taksi tadi untuk tetap menunggunya.
"Nih rokok buat kalian." Sela masih sempat melemparkan beberapa bungkus pada para pemuda yang selama ini mengenalnya.
"Gadun ganteng mana?" Tanya salah satu dari mereka.
"Udah balik ke bininya." Jawab Sela asal. Mereka hanya tertawa mendengar gadis itu.
"Trageeessss." Ujar mereka bersamaan. Kompak sekali. Sela melotot.
Ia kembali melangkahkan kaki menuju taksi yang masih setia menunggu penumpang cantiknya itu. Sela melangkah anggun, ia akan kembali ke tempatnya semula. Black Rose.
...****************...
Sela mencari keberadaan Jerry yang sedari tadi tidak dilihatnya. Saat ia datang para penjaga club sukses dibuatnya terperangah, pasalnya mereka tahu bahwa Sela telah ditebus dengan uang yang besar oleh orang dengan kekuasaan yang besar juga.
"Bang Jerry mana?" Tanya Sela pada salah satu penjaga di sana.
"Cari ke ruangannya aja, Sel." Sahutnya.
Sela melangkah, membuka ruang kerja bosnya itu. Jerry terkejut melihat kedatangan Sela yang tiba-tiba itu. Apalagi tanpa Zacky dan dengan penampilan Sela yang kembali seperti dulu lagi. Menggoda.
"Sel, ngapain lo disini? Wah lo cari mati aja." Jerry panik. Ia takut Zacky akan murka.
"Bang, tolong terima lagi gue disini. Gue gak ada hubungan apapun lagi sama Kak Zacky." Pinta Sela dengan memohon.
"Gak bisa, Sel. Bahaya. Balik aja deh lo ke rumah Zacky." Tolak Jerry keras. Ia tidak ingin mengambil resiko.
"Please Bang. Lo tega liat gue gini. Gue bakal bekerja dengan baik. Lo gak akan kecewa sama gue." Air mata sudah mengalir. Jerry jadi kebingungan sendiri.
"Aduh Sela, lo cari masalah aja. Gimana kalo Zacky ngamuk datang kesini." Jerry meremas rambutnya sendiri, keningnya tampak berkerut.
"Bang, gue yang bakal usir dia dari sini kalo dia datang." Sela berlutut, membuat Jerry segera menarik tubuhnya agar berdiri. Walau ia cukup brengsek, tapi ia paling tidak tahan melihat wanita menangis dan berlutut seperti ini.
Jerry terlihat berpikir keras. Ia akhirnya membuat sebuah keputusan sulit.
"Gue terima lo lagi, tapi kalo Zacky datang lo harus jelasin kedatangan lo ke sini atas kemauan lo sendiri." Putus Jerry akhirnya.
Sela menyeka airmatanya, ia memeluk Jerry mengucapkan terima kasih berulang kali. Dan satu hal yang membuatnya terlihat sangat gila di mata Jerry. Saat sebuah kalimat yang baru pertama ia dengar dari bibir ranum gadis molek itu.
"Gue siap open BO." Sela mengatakannya mantap. Jerry menatapnya terperangah.
...****************...
"Gila lo. Gak usah gila ya Sel. lo kerja kayak kemarin aja, tanpa BO." Ujar Jerry keras.
"Hutang gue banyak, bang. Gue butuh duit banyak."
"Sel, lo mau kita mati di tangan Zacky?" Tanya Jerry sambil memegang pundak Sela.
"Lo gak perlu mati bang. Gue yang bakal hadepin dia."
"Terserah lo deh, Sel. Gue gak bisa bantu apa pun kalo Zacky datang dan ngamuk ke sini."
"Gue yang bakal usir dia dari sini." Keras kepala Sela.
Jerry membiarkan Sela melakukan kembali apa yang ia inginkan. Ia juga berencana akan mengembalikan uang yang kemarin ditebus Zacky untuk mengeluarkan Sela.
Sela seperti biasa sudah mulai meladeni beberapa tamu. Ia bernyanyi, bergoyang dan membiarkan para lelaki hidung belang menjamah dirinya nakal. Sela larut dalam suasana kelap kelip beriringan dengan hatinya yang patah.
Sela menangis dalam hati. Ia sadar Zacky memang tidak akan pernah berakhir dengannya. Ia saja yang terlalu tinggi menerbangkan angan dan harapan. Sela ingin melupakan Zacky saat ini juga. Membiarkan Zacky kembali pada cintanya yang sempat hilang dan kini telah kembali lagi.
Ia kecewa pada Zacky. Ia juga kecewa pada diri sendiri yang telah jatuh hati pada lelaki itu. Sela mencoba mengusir bayang-bayang Zacky yang masih menghantuinya meski kini ia dalam suasana ramai dan berisik karena suara musik.
Saat sedang melayani tamunya malam itu, Pintu room tiba-tiba terbuka, Sela terbelalak melihat siapa yang datang. Zacky terlihat acak-acakan dengan beberapa bagian wajah yang berdarah. Nampaknya ia baru selesai berkelahi.
Sela juga merasakan kengerian yang sangat nyata saat Zacky tanpa ampun menghajar tamunya. Si tamu memilih berlari dan pergi meninggalkan room dengan Sela dan Zacky yang kini berada di sana.
Zacky mengunci pintu, mendekati Sela yang meringkuk di sudut dinding. Ia takut menatap Zacky yang sudah terbakar amarah dan emosi. Zacky mengerikan sekali. Meski tengah dalam keadaan garang sekalipun, pria itu malah terlihat semakin menantang dan tampan.
Sela semakin merapatkan tubuhnya ke sudut dinding yang dingin. Sela tidak melihat Zacky yang hangat itu lagi. Kini hanya ada Zacky yang marah dengan emosi yang tiba-tiba membakar gairahnya melihat Sela. Sela melihat Zacky kini penuh kemarahan juga nafsu. Ia berang, menatap tubuh molek berbalut gaun mini itu. Sela mendorong Zacky, mencoba berlari meninggalkan room yang pintunya sudah dikunci.
Zacky menatap Sela dengan tatapan menyeringai. Ia kembali menyergap Sela lalu membawanya menuju sofa. Zacky menghempaskan tubuh indah yang sedang bergetar ketakutan itu ke atas sofa empuk di sana.
Ia menindih Sela, menatap Sela dengan perasaan bercampur aduk. Ada sedih, marah, kecewa dan nafsu yang menggebu. Zacky membuka bajunya, menyisakan dada dan perut rata dan bidang. Ia juga menatap tubuh Sela, membuka gaun itu dengan sekali sentak, menyisakan Bra merah dan celana dalam tipis yang semakin membakar gairah dewasanya.
"Berani lo jual tubuh lo ke laki-laki lain? Lo cari masalah." Desisnya. Detik berikutnya, Zacky mencium bibir Sela dengan paksa, ia juga menciumi leher, memberikan jejak kepemilikan disana. Tidak lupa tangannya juga bergerak aktif pada dada besar dan kenyalnya.
Sela meraung memohon untuk dilepaskan. Zacky tidak peduli, ia terus saja melakukannya. Dan dengan sekali sentak ia mulai memacu tubuh gadis itu. Sela menatap Zacky nanar.
"Gue gak mau lo jadi milik orang lain." Ujar Zacky dengan nafas yang sudah memburu.
zacki bagi aku lelaki munafik dia tidak suka istri disentuh pria lain tapi di novel sebelumnya dia membawa istri orang pergi tinggal, berduaan dan kontak fisik lagi, dan yang dia bawa istri saudaranya sendiri lagi, dan yang paling miris adalah author membenarkan semua kelakuan biadap zacky
dari semua konflik yang author hadirkan disetiap novel author hanya satu konflik yang membuat aku sedikit kritik keras pada author, yaitu konflik saat willy dan lintang salah paham dan lintang malah pergi dengan lelaki lain (zacky), berduaan curhat berduaan dan ada kontak fisik lagi, ini jelas. kesalahan sangat fatal, lintang seorang istri pergi dan berduaan dengan pria lain, curhat2an berduaan, kontak fisikdan zacky seorang saudara yang membawa istri saudara pergi dan dia sentuh istri saudara (munafik nya zacky, istri tidak mau disentuh orang) dan yang jadi masalah paling besar adalah author membenarkan semua itu,
tapi sedikit salut soalnya dinovel author selanjutnya tidak adalah PEBINOR kayak zacky yang diistimewakan
GK SEMPAT NIKMATI PERAWAN ISTRI MEREKA MASING2...
SIAPA ELOOO..
DISINI ULAT BULUNYA SI ERIN, SI WANITA PENGHIANAT.. DN WISNU PEBINOR ANJING...
TPI AKU PALING SUKA CEO GONDRONG.. SERU BANGET CERITANYA...