NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 16

Dua jam kemudian, "nyonya muda! sebelah sini." seru Seol memanggil Or ji oh sembari melambaikan tangannya, begitu ia melihat wanita dengan dress hijau muda itu berjalan diantara penumpang lainnya yang mungkin satu penerbangan dengannya.

Or ji oh melihatnya dan berjalan mendekatinya, "apakah kamu sudah lama menunggu disini?" tanyanya pada Seol setelah ia berdiri didepannya, ia tahu bahwa ibu mertuanya mengirim Seol untuk menjemputnya. "hanya setengah jam." jawab Seol jujur. "hmm, ayo!" ajaknya kemudian setelah mendengar jawaban Seol, dan bergegas pergi meninggalkan bandara, karena memang tak ada yang mereka tunggu.

Belakangan ini ibu kota sering turun hujan, dibeberapa titik jalan bahkan masih terlihat basah, tapi itu tidak mempengaruhi aktivitas penduduknya, semuanya tetap beraktivitas seperti biasa, anak sekolah, para pekerja dan pegawai kantor sesekali terlihat lalu lalang berjalan kaki menyebrangi zebra cross, pada titik-titik lampu merah.

Or ji oh yang sedang duduk didalam mobil melihat sekilas keluar jendela, tiga tahun tidak kembali ternyata tidak terlalu banyak yang berubah, hanya tinggi beberapa bangunan saja yang bertambah. Huft, Or ji oh menghembuskan nafas perlahan, ia membetulkan posisinya menjadi setengah berbaring, lalu memejamkan matanya, lima belas jam lebih di duduk di pesawat membuat tubuhnya lelah. "bangunkan aku jika sudah sampai!" perintah nya kepada Seol sebelum benar-benar tertidur.

"hmm, baik nyonya muda." jawab Seol tanpa menoleh kebelakang dan tetap fokus dengan mengemudi mobil yang sedang dikendarainya. Mungkin karena sangat lelah Or ji oh benar-benar tertidur pulas, ia bahkan tidak sadar kalo sudah berada dikediaman keluarga oh.

"nyonya muda, kita sudah sampai." seru Seol membangunkan Or ji oh setelah setengah jam kemudian, begitu mobil berwarna merah yang dikendarai nya masuki gerbang kediaman keluarga oh. "hmm" jawab Or ji oh tanpa membuka matanya, karena ia memang masih sangat mengantuk, hanya keningnya saja yang sedikit mengkerut.

"nyonya muda" ulang Seol kali ini sambil melihat kearah Or ji oh setelah memarkir mobilnya. "sebentar" jawab Or ji oh pelan masih dengan mata terpejam, untuk pertama kalinya Seol melihat wajah Or ji oh yang terlihat begitu lembut dan polos ketika tidur, benar-benar jauh dengan saat dia bangun, yang terlihat angkuh namun elegan.

"nyonya muda" ulang Seol lagi dengan nada lebih pelan, karena mulai merasa tidak tega membangunkan majikannya. "hmm" jawab Or ji oh kini mulai membuka matanya, ia melihat Seol sebentar lalu membetulkan posisinya dan kemudian bersiap bergegas keluar begitu sekuriti membukakan pintu untuk nya, sementara beberapa pelayan wanita sudah berbaris menunggunya.

"selamat datang nyonya muda" sapa sekuriti itu sopan menyambut kedatangan Or ji oh, saat Or ji oh keluar dari mobil, "terimakasih" jawab Or ji oh pada sekuriti itu, ia melihat kearah sekuriti itu sekilas sedangkan sekuriti itu menundukkan wajahnya, tanda bahwa ia menghormati majikannya. Or ji oh sudah biasa dengan itu dan tanpa berbicara lagi ia pun berjalan lurus kedepan tanpa melihat kebelakang.

Hampir semua pelayan kediaman keluarga oh seperti itu, mereka dituntut untuk bekerja tanpa banyak bicara, sementara Seol dan beberapa pelayan wanita lainnya mengikuti dibelakang dengan membawa koper dan beberapa barang bawaan Or ji oh. "dimana ibu dan nenek?" tanya Or ji oh pada salah seorang pelayan yang membukakan pintu untuk nya, begitu ia memasuki rumah.

"ibu pimpinan ada di kamar, nyonya muda, kalau nyonya besar ada didapur" jawab pelayan itu dengan wajah sedikit menunduk juga, sama seperti pelayan lainnya. "hmm, baiklah" ujar Or ji oh dengan sedikit mengangguk, mengatakan bahwa ia sudah mengerti dan berjalan menuju dimana kamar ibu pimpinan berada, sedangkan Seol dan pelayan lain yang membawa koper serta barang bawaan Or ji oh langsung menuju ke lantai atas, meletakkan semua barang-barang Or ji oh dikamar Or ji oh.

Tok, tok, tok, Or ji oh mengetuk pintu didepan nya dengan ketukan pelan, begitu ia berdiri didepan kamar ibu pimpinan, dan tanpa menunggu jawaban ia pun membukanya, "nenek ada disini?" katanya lembut dengan senyum ngembang, setelah membuka pintu dan mendapati ibu pimpinan yang sedang membaca koran diatas kasur lantainya, karena ibu pimpinan memang lebih suka tidur dilantai dari pada mengunakan ranjang.

"hmm" jawab ibu pimpinan dingin hanya melirik sebentar lalu kembali melihat pada koran ditangannya, "ternyata masih ingat pulang!" katanya dengan nada dingin tanpa melihat Or ji oh seperti sedang marah, "hmm, tentu saja" jawab Or ji oh tenang tanpa ada rasa takut, ia sudah terbiasa dengan itu dan berjalan mendekati ibu pimpinan. Setelah dekat ia pun duduk dengan hati-hati disebelah ibu pimpinan, Or ji oh tahu ia telah membuat ibu pimpinan marah dan ia harus membujuknya agar tidak marah lagi padanya.

Ia bahkan sedikit tersenyum saat melihat ibu pimpinan yang sedang membaca koran dengan serius itu, Or ji oh sangat tahu apa yang harus ia lakukan, dengan gerak perlahan ia memeluk ibu pimpinan. "bagaimana mungkin tidak ingat untuk pulang?" ujarnya sambil memeluk ibu pimpinan dengan manja dari belakang, sebagaimana seorang cucu yang sedang bermanja pada neneknya. "padahal nenek sangat merindukan ku" katanya lagi begitu percaya diri sambil menggoyangkan kepala dan menempelkan pipinya pada pipi ibu pimpinan, benar-benar terlihat sangat manja, padahal selama ini tidak ada yang berani seperti itu dengan ibu pimpinan.

Huft, dengus ibu pimpinan dengan sedikit tergelak mendengar perkataan Or ji oh, "siapa yang merindukan mu?" kata ibu pimpinan mencoba membantah namun tidak sungguh-sungguh, ia melipat kembali koran ditangannya lalu meletakkannya. "nenek" jawab Or ji oh tegas, "aku?!" ulang ibu pimpinan masih belum mau mengakui, namun menikmati tingkah Or ji oh yang sedang bermanja dengan nya itu, ia bahkan telah memegang dan menepuk-nepuk lembut tangan Or ji oh yang sedang merangkulnya dari belakang. "hmm" jawab Or ji oh dengan diikuti anggukan kepala dan juga senyuman.

Huft, Lagi-lagi ibu pimpinan tergelak, "benar-benar tidak menyangka ternyata sekarang kamu sudah semakin berani!" ujar ibu pimpinan seperti sedang marah padahal tidak, mengingat bagaimana Or ji oh dulu yang memiliki batasan untuk tidak terlalu dekat, karena Or ji oh dulu memang tidak seperti ini, "tentu saja!" jawab Or ji oh masih memeluk ibu pimpinan. "Dulu aku adalah anak buah nenek, jadi aku harus bersikap sebagai bawahan. Sekarang aku adalah cucu nenek jadi aku akan bersikap sebagai cucu." jelas Or ji oh memberi tahu mengapa sikapnya sekarang begitu hangat.

"ha" mendengar itu ibu pimpinan kembali tergelak, sebelumnya tidak ada yang berani seperti ini dengannya namun dia menyukainya. Dia memang sangat menyayangi Or ji oh dan Or ji oh juga mengetahui itu, "lima belas jam berada didalam pesawat pasti sangat melelahkan?" tanya ibu pimpinan pada akhirnya sembari melepaskan kaca matanya, kini wajah ibu pimpinan terlihat penuh kekhawatiran, tangannya juga masih menepuk-nepuk tangan Or ji oh lembut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!