NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Lorong bawah tanah Akademi Starfell bergetar pelan.

Debu jatuh dari langit-langit batu tua. Simbol sihir perak di dinding berkedip tidak stabil. Udara dipenuhi mana hitam yang terasa berat dan dingin.

Dan di tengah semua itu… Freya Valencia Vane sedang menyesali seluruh keputusan hidupnya.

"...Aku tahu seharusnya tadi pagi aku pura-pura sakit aja."

"Sudah terlambat."

Freya langsung melirik Crimson Valkyrie dengan tatapan lelah. 'Kamu supportive sekali.'

"Fakta tidak selalu menyenangkan."

DUAAAAAR.

Ledakan lain mengguncang lorong.

Retakan di pintu segel raksasa semakin melebar. Mana hitam bocor keluar seperti kabut hidup.

Para ksatria akademi langsung bersiap. Lingkaran sihir pertahanan muncul di lantai.

Profesor Rowan melangkah maju perlahan sambil menggenggam tongkatnya erat.

"Semua tetap waspada."

Tatapan pria tua itu tajam menatap pintu retak di depan mereka.

"Kalau segel ini benar-benar terbuka..."

Kalimatnya menggantung.

Dan anehnya… tidak ada seorang pun yang ingin mendengar lanjutannya.

Freya berdiri sedikit di belakang Zevian sekarang. Bukan karena sengaja. Kakinya cuma otomatis bergerak ke sana sejak tadi.

Dan sialnya… itu terasa aman.

'Aku benar-benar mulai bergantung sama male lead dingin ini.'

Crimson Valkyrie langsung menyela datar. "Insting bertahan hidup."

'Bisa gak jangan menghancurkan momen.'

Di sisi lain, Ares sedang memperhatikan retakan segel sambil memainkan Eclipse Howl di jarinya.

Untuk pertama kalinya sejak Freya mengenalnya… pria itu benar-benar serius.

"Aneh," gumamnya pelan.

"Apa?" tanya Aria.

Tatapan emas Ares menyipit sedikit. "Mana corruption biasanya liar."

Namun kali ini mana hitam itu bergerak teratur. Seperti mengikuti sesuatu. Atau seseorang.

Bulu kuduk Freya langsung berdiri. Dan tepat saat itu...

KRAAAAK.

Retakan di pintu segel melebar besar. Semua orang refleks mundur. Mana hitam meledak keluar memenuhi lorong.

BOOOOOOM.

Lampu sihir di dinding pecah satu per satu. Udara berubah sangat dingin.

Dan dari balik kabut hitam itu… terdengar suara langkah kaki.

Tok.

Tok.

Tok.

Pelan.

Berat.

Dan setiap langkahnya membuat tekanan mana di udara semakin kuat.

Freya langsung merinding. "...Aku gak suka build up beginian."

Lalu sesosok muncul dari kegelapan. Tinggi. Mengenakan jubah hitam panjang.

Dan berbeda dari monster corruption sebelumnya… makhluk ini memiliki bentuk manusia yang jauh lebih jelas.

Kulitnya pucat abu-abu. Rambut hitam panjangnya berantakan. Dan matanya… Merah menyala.

Seluruh lorong langsung membeku. Karena tekanan mana dari makhluk itu terlalu besar.

Profesor Rowan langsung menyipitkan mata tajam.

"...Corrupted Human?"

Makhluk itu perlahan mengangkat kepalanya. Lalu matanya langsung tertuju pada Freya.

"The Heir..."

Freya refleks menunjuk dirinya sendiri. "...Aku lagi?"

"Dia memang mencarimu," gumam Crimson Valkyrie pelan.

Freya semakin ingin menangis. 'Aku tuh NPC yang pengen hidup damai doang lho, bukan malah jadi bintang utama.'

Namun makhluk itu tiba-tiba bergerak.

SWOOOSH.

Cepat sekali.

Zevian langsung melesat maju.

CLAAANG.

Soulblade hitamnya bertabrakan langsung dengan cakar hitam makhluk itu. Ledakan mana biru gelap memenuhi lorong. Lantai batu retak.

Dan untuk pertama kalinya… ekspresi Zevian berubah serius total.

"Kuatt..." gumam Ares kecil.

Makhluk itu tersenyum tipis. Gerakannya menyeramkan. Tidak natural.

"Crimson Flame..." suaranya parau. "...akhirnya bangun lagi."

Freya langsung panik. 'AKU BAHKAN GAK TAHU AKU BANGUN APA WOI.'

"Diam dan fokus."

'KAMU PEDANG PALING TIDAK EMPATIK.'

BOOOOM.

Ares langsung menembak. Peluru mana hitam keemasan menghantam tubuh makhluk itu bertubi-tubi.

DOR. DOR. DOR.

Namun tidak seperti monster sebelumnya. Makhluk itu menangkis sebagian besar peluru dengan satu tangan.

Seluruh lorong langsung hening. Ares sampai mengangkat alis.

"Wah."

Untuk pertama kalinya… pria itu terlihat benar-benar tertarik.

Aria langsung menarik busurnya. Aurora Hymn bersinar terang.

WHISSH.

Panah cahaya emas melesat lurus. Dan kali ini berhasil menembus bahu makhluk itu.

SSSHHH.

Asap hitam keluar dari lukanya. Makhluk itu menoleh perlahan ke arah Aria.

"...Cahaya suci."

Tatapannya berubah dingin. Dan detik berikutnya...

SWOOOSH.

Makhluk itu menghilang.

Freya membelalak.

"Cepat banget?"

"ARIA..." Zevian langsung berteriak.

Namun terlambat. Makhluk itu sudah muncul tepat di depan Aria.

Cakarnya terangkat.

Aria membeku.

Dan tanpa berpikir... Freya bergerak.

"JANGAN SENTUH DIA!"

BOOOOOOM.

Api merah meledak besar dari tubuh Freya. Seluruh lorong langsung dipenuhi panas.

Crimson Valkyrie bersinar terang di tangannya.

Dan untuk sepersekian detik… Mata Freya berubah merah keemasan.

CLAAANG.

Tebasannya menghantam langsung lengan makhluk itu.

Ledakan api merah memenuhi lorong bawah tanah.

Makhluk itu terdorong mundur beberapa meter.

Semua orang langsung membeku.

Karena tekanan mana Freya barusan… jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Freya sendiri ikut bengong. "...Eh?"

Tangannya panas. Bukan panas biasa. Lebih seperti terbakar dari dalam.

Crimson Valkyrie langsung bersinar kuat. "Jangan lepaskan kendali."

Freya menggertakkan gigi pelan. Mana panas terus mengalir dari tubuhnya. Dan anehnya… Ada sesuatu yang terasa familiar. Seperti tubuhnya mengingat api itu.

Makhluk corruption itu perlahan berdiri lagi sambil tertawa serak.

"Ya..." gumamnya pelan. "Api itu..."

"The Crimson Flame has truly awakened."

DEG.

Jantung Freya berdetak keras.

Dan tiba-tiba...

FLASH.

Sebuah bayangan muncul di kepalanya.

Api besar.

Jeritan.

Langit merah.

Dan seseorang menangis.

Freya langsung memegangi kepalanya.

"UGH..."

"Freya?" Aria panik.

Namun suara lain menggema di kepala Freya.

Suara perempuan.

Lembut.

Sedih.

"Jangan biarkan api itu memakanmu..."

Freya membelalak.

"...Siapa?"

FLASH.

Bayangan itu hilang secepat munculnya. Freya megap-megap kecil. Kepalanya sakit. Dan untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini, Freya merasa memori seseorang mencoba bangkit dari dalam dirinya.

Crimson Valkyrie langsung berbicara tajam. "Fokus."

Makhluk corruption itu menyerang lagi. Dan kali ini...

BOOOOM.

Profesor Rowan menghantam lantai dengan tongkatnya.

Lingkaran sihir besar muncul di seluruh lorong. Rantai cahaya perak melesat dari tanah dan mengikat tubuh makhluk itu. Makhluk itu meraung marah.

"SEKARANG!" bentak Profesor Rowan.

Zevian langsung bergerak.

SWOOOSH.

Soulblade hitamnya dipenuhi mana biru gelap.

Dan untuk pertama kalinya… Freya melihat aura Zevian meledak penuh.

Tekanannya luar biasa. Seluruh udara terasa berat.

"Anak monster..." gumam Ares kagum kecil.

Zevian menebas lurus.

CLAAAAANG.

Tebasan hitam besar menghantam tubuh makhluk corruption itu.

Retakan muncul di tubuhnya. Dan di saat yang sama...

DOR.

Peluru Ares menembus inti hitam di dadanya.

BOOOOOM.

Ledakan besar mengguncang seluruh lorong.

Makhluk itu menjerit keras. Tubuhnya mulai hancur menjadi abu hitam. Namun sebelum benar-benar menghilang… Matanya kembali tertuju pada Freya.

Dan kali ini… ekspresinya hampir terlihat sedih.

"The Heir..."

"...must not repeat the tragedy."

Hening.

Lalu tubuhnya hancur sepenuhnya. Sunyi memenuhi lorong bawah tanah. Asap hitam perlahan menghilang.

Freya masih berdiri diam sambil memegangi dadanya. Jantungnya berdetak terlalu cepat. Dan kepalanya masih terasa sakit.

"Aku..." gumamnya pelan. "...benar-benar gak ngerti apa yang terjadi."

Untuk pertama kalinya... Tidak ada yang bisa menjawabnya.

Beberapa menit kemudian, area bawah tanah langsung dipenuhi ksatria akademi.

Profesor Rowan sedang memeriksa sisa mana corruption di sekitar segel.

Sedangkan murid lain sudah diminta kembali ke asrama.

Namun Freya dan yang lain masih tertahan di lorong bawah tanah.

Karena jelas… semuanya berkaitan dengan mereka sekarang.

Freya duduk diam di pinggir lorong sambil memegangi kepalanya.

Aria langsung berjongkok di depannya khawatir. "Kamu terluka?"

Freya menggeleng pelan. "...Cuma pusing."

Dan itu bukan bohong. Bayangan tadi terus terngiang di kepalanya.

Api merah.

Tangisan.

Dan suara perempuan itu.

"Jangan biarkan api itu memakanmu."

Siapa?

Freya asli?

Atau orang lain?

"Aku benci misteri..." gumamnya lemah.

Aria terlihat makin khawatir.

Sedangkan Zevian diam memperhatikan Freya dari kejauhan.

Tatapannya jauh lebih serius sekarang. Karena tadi… dia melihat jelas. Mata Freya berubah warna. Dan tekanan mana itu… Bukan sesuatu yang normal.

Ares berjalan santai mendekat sambil memasukkan Eclipse Howl kembali ke sarungnya.

"Wajahmu jelek sekali."

Freya langsung tersinggung. "...Aku habis hampir mati."

"Itu memang wajah default-mu."

"AKU TENDANG JUGA KAMU."

Ares tertawa kecil.

Dan untungnya… suasana sedikit terasa lebih ringan. Namun beberapa detik kemudian Profesor Rowan berjalan mendekat.

Ekspresi pria tua itu sangat serius. "Freya Valencia."

Freya langsung duduk tegak otomatis. "...Iya?"

Profesor Rowan menatapnya beberapa saat sebelum berkata pelan, "Kita perlu bicara tentang keluarga Vane."

DEG.

Jantung Freya langsung jatuh. Karena dari nada suaranya, pembicaraan itu jelas bukan kabar baik.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!